
Bercerita tentang kelompok rajin mahasiswa FON PSU memang tak ada habisnya khususnya mahasiswa dari indonesia ada perwakilan dari kampus-kampus top seperti universitas indonesia, universitas pajajaran dan juga universitas udayana, mereka adalah orang-orang terbaik yang terpilih untuk mendapatkan beasiswa kalau urusan belajar dan mengerjakan tugas mereka bisa seharian dengan istirahat hanya satu jam, pernah aku melihat Kak Sari mengerjakan tugas ketika berbarengan dengan aku salat isya’ dan ketika kembali salat subuh dia masih tetap di meja belajar dorm tapi memang benar usaha tidak menghianati hasil IP mereka kelompok rajin rata-rata diatas 3,5 bahkan Kak Sari nyaris 4 di semester satu.
Kelompok selanjutnya adalah super sentai eh salah, itu superhero jepang! Yang benar kelompok super santai tak suka belajar bersama, senangnya di kamar atau nongkrong, kelompok ini di pimpin oleh seseorang, siapa lagi kalau bukan Mas Saiful dengan dua anggota yang selalu mengikutinya yaitu Mbak Koming dan Cinta, aku heran ternyata cinta juga ikut-ikutan padahal diawal aku lihat dia rajin mungkin mantan Uni Pasaman ini sekarang sudah capek mengikuti ritme kuliah yang padat akhirnya sama sepertiku dua mahasiswi ini memang tak suka dengan teman-teman yang terlalu rajin jika mereka berdua sedang asik belajar di reading room dan Mas Saiful datang pasti mereka berhenti dan ikut Mas Saiful untuk nongkrong di kantin walau hanya membeli buah-buahan kemudian tertawa tak jelas tipikal orang pemalas kalau dikalkulasi belajar dan mengerjakan tugas kebalikan kelompok rajin, mereka belajar dan mengerjakan tugas hanya satu jam dan bercandanya bisa seharian karena selain itu Mbak Koming memang suka belanja walau tanpa beasiswa kebutuhan perbulannya jauh melampaui kita, jika aku jenuh kelompok ini yang paling asik untuk merefresh pikiran, dari pada teman yang lain, dipikiran mereka hanya tugas dan tugas.
Tapi kelompok santai dan rajin selalu betah ketika mengunjungi learning resource center atau dalam bahasa Thailand disebut Khunying Long Athakravisunthorn, fasilitis modern ini diberikan gratis oleh PSU untuk semua mahasiswa, pintu masuk menggunakan student Id jangan harap bisa buka kalau bukan orang PSU, gedung elips dengan 14 lantai ini sungguh mengah dan indah, dibaseman kita bisa melihat bendera dan peta masing-masing negara ASEAN karena Thailand menyiapkan diri untuk menghadapi asean community, masih di baseman juga ada PSU Store yang menjual berbagai merchandise PSU mulai buku, kaos, baju, pulpen dan lain lain, fasilitas tiap lantainya juga keren ada ruang diskusi mulai small group sampai large group, biasanya Permitha kalau mengadakan kajian Ngajikhun di lantai ini karena bisa menampung sekitar 20 orang, di LRC juga memiliki fasilitas perpustakaan yang cukup lengkap baik fisik maupun online apalagi internetnya superkencang dan gratis, di sini juga terdapat home theater dan tempat karaoke gratis, itulah mengapa Mas Saiful juga tertarik untuk pergi ke tempat ini.
***
Pagi ini kita harus bersiap berangkat pukul enam pagi, tak biasanya karena perkuliahan di kampus kami di mulai pukul 9 pagi, namun hari ini adalah hari terakhir sebelum memulai Advance practice nurse setelah itu kita harus melalui praktik di rumah sakit Songklanagarind selama satu bulan, satu minggu pertama di ruang medical dan satu minggu kedua di ruang surgical, kebetulan aku satu kelompok dengan Mas Saiful, Mas Saiful berjodoh denganku hampir setiap ada tugas kelas dia selalu bersamaku dan jika satu kelompok bersamaku maka dia tidak akan mengerjakan tugas dan berbicara.
“Dan lu masih muda, jadi harus semangat berkarya”
Pinta dia sambil menggurui bag orang yang sudah kenyang asam garam kehidupan, padahal usia kami hanya terpaut beberapa tahun.
__ADS_1
Mas Saiful anomali bagiku, ketika aku menghubunginya dia di FB aku melihat dia berprestasi bahkan pernah masuk koran sebagai tokoh inspiratif, dia juga pernah menjadi pembicara dibeberapa seminar dengan memiliki beberapa buku akademik maupun motivasi yang sudah diterbitkan, namun kenyataannya malas minta ampun, kerjaannya tidur dan ke kampus hanya untuk konsultasi, aktifitas hidupnya terbatas hanya Interdorm, Ronchang dan Sport center untuk main badminton denganku, itupun harus di gedor pintunya kalau tidak alamat dia tidur sampai magrib.
Ketika mahasiswa lain sibuk mencari Ajarn untuk konsultasi, malah Ajarn yang sibuk mencari dia bahkan pernah dia kontrak waktu pukul 1 siang ditinggal tidur olehnya hingga Ajarn bingung mencarinya dan kami juga kerepotan karena Ajarn menghubungi kami, anehnya Ajarn Nai tak pernah sedih atau marah, karena sebadung apapun Mas Saiful dia selalu sigap melakukan pencitraan agar tetap disenangi Ajarn, ketika teacher day semua mahasiswa memberikan bunga pada Ajarn tapi Mas Saiful tidak hanya memberikan bunga dia juga memberikan ucapan untuk Ajarn beserta foto keren yang dia edit semalaman olehnya.
Jika Ajarn datang untuk memberi kuliah dia pasti membawakan tas dan memastikan komputer di ruangan menyala dan presentasi Ajarn siap walau dia sampai rela masuk kekolong meja untuk menancapkan charger atau VGA proyektor, padahal bukan dia ketua kelasnya, ketua kelas kami adalah Pras.
Mas Saiful orangnya tak rapi jika ada kelas dia pakai sandal selop berwarna hitam dan batik dengan empat macam motif dan kaos berkerah dengan dua macam warna kalau tidak merah ya biru dongker, enam baju itulah yang dipakai bergiliran, bukannya dia tidak membawa baju dan celana tapi karena dia malas menyetrika walaupun Mike membawa setrika tapi akulah yang sering meminjam setrika itu.
Selain menyenangkan dia juga menyebalkan dia suka iseng pada kami yang ada di kelas mulai dari pertanyaannya nyeleneh ketika kuliah sampai pernah membuat Mbak Koming nangis di depan kelas tanpa ada rasa bersalah sekalipun, menjaili Rifa si hijaber mungil dengan sebutan preman Hat Yai, perokok berat, pemabuk sering kami dengar darinya, bahkan Ajarn pun tak luput dari keisengan dia, yang jelas dia selalu tertawa apapun kondisinya dan tak pernah serius dalam mengahadapi segala hal, pernah aku bertanya serius padanya tentang cita-cita apa yang ingin dicapai ketika kuliah master di sini, dengan ekspresi datar dia menjawab
“Cita-cita gue simple, Dan. Lulus tepat waktu dan pipis di depan Gedung 1 FON itu aja.”
Akupun tertawa, tapi begitulah Mas Saiful, dunia hanya main-main baginya jangan sampai ada HP atau email yang lupa di kunci atau di log out pasti selesai dibuatnya, seperti kejadian pagi ini, ketika di reading room.
__ADS_1
“ Heh lu jangan main-main ya ama gue, gue marah ama lu dasar kurang ajar!” Rifa gadis mungil hijaber itu tiba-tiba mengirim pesan line dengan emoticon marah padaku
“Maksud lu apa teh?” aku tak paham dengan maksud Rifa
Memang ketika Mas Saiful membully Rifa kadang aku juga ikut membullynya tapi aku berfikir apa karena bullyanku selama ini perasaan hampir satu minggu ini aku gak ketemu dia, akupun tak peduli, hingga aku menyalakan PC reading room dan membuka percakapan email baru yang tak pernah aku kirim.
“ Assalamualikum Wr. Wb.
Dear, Rifa
Maaf aku mengirim pesan ini, malu sebenarnya tapi dengan berat hati aku harus mengatakannya, karena cinta ini sudah membuncah tak terbendung, bukannya aku tak berani teh tapi aku ingin mengatakan kalau aku suka sama teteh, insya allah setelah revisi defense selesai aku akan datang ke Bandung bertemu orangtua teteh untuk meminang,
With Love Dani ”
__ADS_1