Catatan Kuliah Sang Master

Catatan Kuliah Sang Master
Bab 15 Bangkok


__ADS_3

Tanggal 15 – 18 Oktober 2015 aku dan teman-teman mahasiswa FON PSU berserta dosen melakukan study visit ke beberapa tempat di Bangkok seperti Mahidol University, Wat Bang Kung Tree Temple, King Rama II Memorial Park, Chatuchak Market, Vimarnmek mansion, Amphawa Chaipattananuruk, Asiatique Night Market, The Grand Palace Thailand, Thai Human Imagery Museum. Kita berangkat pukul 5.30 pagi dari PSU menuju Hat yai airport untuk keberangkatan pesawat pukul 08.00 menuju bandara Don Mueang Bangkok.


Setibanya di Bangkok kita melakukan kunjungan ke Mahidol University Kampus Salaya untuk sekedar sharing pengetahuan dengan teman-teman dan dosen Faculty of Nursing Mahidol University sambil menyantap hidangan makan siang di sana, tepat jam 4 sore kita mengunjungi Thai Human Imagery Museum atau museum lilin yang terletak di Provinsi Nakhon Pathom, disini kita bisa menemukan patung lilin para biku – biku Budha paling berpengaruh di Thailand, para raja Thailand dari Dinasti Chakri mulai dari Rama I sampai Rama VIII, juga ada beberapa tokoh terkenal seperti Abraham Lincoln, Mahatma Gandhi, Wiston Churchil dan juga display budaya tradisional Thailand masa lalu.


Keesokan harinya kita pergi ke The Grand Palace atau Wat Phra Kaew yang dikenal sebagai kompleks istana di Bangkok. Istana ini berfungsi sebagai kediaman resmi raja-raja Thailand dari abad ke-18 dan seterusnya, sebagai tempat menerima tamu kenegaraan dan acara ritual keagamaan.


Istana ini mulai dibangun pada tahun 1782, pada masa pemerintahan Raja Rama I, ketika beliau memindahkan ibu kota kerajaan dengan menyeberang sungai dari Thonburi ke Bangkok. Istana ini telah diperluas beberapa kali dan bangunan-bangunan tambahan telah dibangun seiring perkembangan zaman dengan gaya arsitektur khas Thailand dan eropa. Meskipun tetap bergelar Istana Raja, Raja Thailand yang sekarang, Raja Bhumibol Adulyadej tidak berdiam di istana ini, dia tinggal di Istana Chitralada. Untuk masuk ke grand palace bagi orang Thailand gratis namun bagi wistawan asing kita dikenai biaya 100 baht/orang, serasa mimpi karena dulu aku hanya bisa melihat grand palace ini di TV dan ternyata sekarang aku dapat mengunjunginya.

__ADS_1


Di malam hari kita pergi ke Asiatic Night Market atau pasar malam di pusat kota, sebelum pergi ke sana kita naik sky train dari siam center kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan boat untuk menghindari macet karena pukul 5.30 adalah jam pulang kantor sehingga lalu lintas menjadi padat dan merayap, sesampainya di Asiatic kita dimanjakan dengan pemandangan indah kota Bangkok di malam hari, di Asiatic kita bisa berbelanja sepuasnya cocok bagi ibu-ibu yang suka shoping, disini juga tersedia lengkap aneka jenis hiburan terutama pertunjukan Thai Boxing pada pukul 8 malam live tiap hari, disini juga ada flyer atau kincir raksasa tapi tidak terlalu besar seperti di Singapore atau London, kita juga di suguhi hiburan kembang api.


Hari ketiga kita pergi ke Damnoen Saduak Floating Market dan Ampawa Floating Market tempat ini adalah tempat pasar terapung paling terkenal di Thailand bahkan banyak turis mancanegara yang datang kemari, seperti pasar terapung biasanya disini menjual beraneka makanan, merchandise, dan berbagai cinderamata khas Thailand semua ada disini namun harganya cukup mahal karena ditujukan untuk wisatawan mancanegara, kita bisa berbelanja sambil menaiki sampan dan menyusuri toko toko disepanjang sungai dengan biaya 120 baht per sampan biasanya di bagi 6 orang atau 20 baht per orang. Kita juga singgah di Amphawa Chaipattanaanuruk masih ditempat yang sama, di sini kita bisa melihat berbagai kerajinan tangan khas Thailand dan kita juga bisa ikuti proses pembuatannya, di sini juga ada pengolahan alami berbagai prodak kosmetik dan kesehatan mulai dari bedak, lipstick, gula, garam dan lain sebagainya. Malam harinya kita semua pergi untuk melihat firefly dengan menggunakan boat, Ajarn menjelaskan jika firefly disini adalah yang terbaik didunia, kami juga melihat banyak sekali bule yang naik di atas boat mereka nampak sangat antusias sekali.


“ Mau tau gue pertunjukan kembang api di sini seperti apa Dan, karena menurut ajarn tadi salah satu tempat pertunjukan terbaik kembang api.”


“ Iya, Dan. Mungkin besar banget, jangan-jangan petasannya sebesar Mbak Koming.”

__ADS_1


Aku tertawa mendengar kata-kata Mas Saiful kebetulan kita bersebelahan di boat tersebut, setelah beberapa menit kita berhenti di tengah danau yang kanan kirinya banyak kunang-kuang.


“ You see, very beautifull,” kata Ajarn pada kami


Ternyata firefly yang dimaksud itu kunang-kunang, aku dan Mas Saiful tak begitu mendengarkan penjelasan diawal karena angin yang cukup kencang dikiranya kembang api atau firework, melihat itu semua Mas Saiful berbisik


“Hadeh, jadi ini yang terbaik kata Ajarn, orang kampung gue beol di empang tontonannya ya beginian.

__ADS_1


__ADS_2