Catatan Kuliah Sang Master

Catatan Kuliah Sang Master
Bab 3 Punk Rock Jalanan


__ADS_3

Selama sepuluh hari ketika preparation course Michael tidur sendirian di kamar karena roomatenya masih belum datang, sedangkan aku cukup menikmati kebersamaan bersama Pras karena dia tipikal mahasiwa yang rajin. Teman satu kamar Michael tak lain adalah Mas Saiful, mengapa aku panggil Mas Saiful karena dia lebih tua dariku, sudah aku check profil FBnya dan sempat aku berkomunikasi dengannya dia masih mengurus passpor keberangkatan karena pengumuman beasiswanya terlambat. Kelak, ketika Mas Saiful telah datang, aku sering mengunjungi kamar mereka karena kita kemanapun selalu bersama mulai dari kuliah hingga cari makan di Ronchang.


Kamar Michael dan Mas saiful cukup berantakan, tapi aku merasakan kedamaian dan indahnya toleransi didalamnya karena Michael adalah seorang nasrani sedangkan Mas Saiful adalah seorang muslim, alasan lain mengapa aku sering ke kamar mereka karena di sana banyak makanan, Mike selalu mendapatkan supply satu kardus mie instan dari ayahnya sehingga kita sering masak mie bersama di sana, kalau ini adalah toleransi makanan karena Mike tak pernah perhitungan mienya sudah aku habiskan berapa bungkus, begitu juga urusan beragama.


Pernah suatu ketika kami berempat berangkat kuliah karena kuliah pagi jadi kami memutuskan untuk membeli sandwich di seven eleven, tanpa memperhatikan logo halal mas saiful mengambil sandwich sesuka hati ternyata setelah dibaca ingredient atau bahannya mengandung pork alias babi.


Spontan Mas Saiful memberikan pada Michael tapi Michael malah berkata


“Gue gak makan babi, Mas!”


“Sorry Mike bukannya lu nasrani?”


“Iya tapi gue advent”

__ADS_1


“Apa itu?”


Kemudian Mike menjelaskan apa itu advent, menjelaskan tentang halal haram dan mensucikan hari sabtu dan Mike juga seorang vegetarian, kami semua melongo karena baru tahu kalau ada juga aliran seperti itu.


Di kamar tersebut selalu ramai kecuali hari sabtu karena Mas Saiful menghargai Mike yang sedang beribadah, kebiasaan Mas Saiful ketika malam hari adalah mendengarkan musik rock kadang juga musik teriak-teriak gak jelas, dia juga sering mendengarkan lagu rock dari grup musik asal Thailand yang setelah sekian lama sering mengunjunginya ke kamar sehingga aku iseng bertanya


“Lagu apa sih, Mas?”


“ Bodyslam”


“Apa itu?”


“Bodyslam adalah Thai rock band terbaik di sini.”

__ADS_1


Akhirnya kami tahu kalau nama grup bandnya adalah bodyslam dan lagu yang sering diputar mas saiful judulnya แสงสุดท้าย (Sang Soot Tai) atau dalam bahasa inggris Last Light (before darkness).


Akan tetapi di pagi hari dia tetap mengdengarkan musik dangdut tapi ada yang sering aku dengar yaitu ‘punk rock jalanan’, lagu yang sempat viral di tahun 2010an itu sering aku dengarkan.


Karena aku yakin tahu dengan lagu tersebut kembali aku menebak


“Nah kalau ini lagu punk rock jalanan, kan?


“Salah lu, ini lagu tahun 1996 dinyanyikan oleh anne tamara, lagu ini adalah ost. sinetron badai asmara atau lady of the poor yang dulu ditayangkan di TPI jam 12 siang.”


“ Masa lu gak tahu? Kan lu hanya selisih dua tahun ama gue.”


Laki-laki kampung ini sudah mulai ikut-ikutan berkata ‘lu-gue’ ketika mendengar aku, Pras dan Mike makan di Ronchang, awalnya ‘aku-kamu’ dan sedikit pendiam tapi makin kesini dia makin cerewet.

__ADS_1


Kemudian Mas Saiful bercerita kalau dulu waktu SD pulang sekolah dia selalu nonton sinetron badai asmara, sehingga cinta-cita dia untuk kuliah di Thailand salah satunya terinspirasi oleh serial televisi ini.


Hadeh aneh orang ini ketika hampir semua mahasiswa yang kuliah disini memang ingin meningkatkan ilmu pengetahuan dengan melihat profil dari para pengajar yang ada di sini, Mas Siful malah karena sinetron datang kemari.


__ADS_2