
...Mari Menguasai Tempat ini...
"Hah… hah… hah… hah… hah…"
Sudah beberapa lama sejak pertarungan Elena melawan salah satu iblis itu. Dari pada mengatakan ini sebagai pertarungan, ini lebih seperti Elena yang bermain dengan iblis itu. Sementara Elena masih dalam kondisi primanya dan sama sekali tidak menerima luka, iblis tersebut kelelahan dengan napas berat tersengal-sengal.
"Apa kamu sudah mau menyerah? Kamu bahkan belum mendaratkan satu seranganmu padaku, begitu pula sebaliknya. Kamu sudah kalah telak dalam hal stamina dan ketrampilan bertarung," kata Elena datar pada iblis di depannya.
"Jangan harap! Aku tidak akan menyerah sampai berhasil mencincangmu?"
Iblis itu lari menerjang Elena dengan dirinya yang sudah sangat kelelahan. Gerakannya sangat lambat, tanpa strategi, dan mudah sekali dibaca. Ini merupakan serangan putus asa dan tidak ada gunanya memakai ini pada Elena.
"Hah, dasar. Padahal memiliki umur yang pendek tapi masih tetap berusaha pada sesuatu yang tidak berguna." Helaan bapas lelah terdengar dari Elena ketika dia melihat Iblis tersebut dalam situasi putus asa. "Ya, sudahlah. Aku bisa menggunakanmu sebagai subjek jutsu yang sudah lama tidak aku gunakan."
*Zing!*
Pupil mata Elena berputar dan berubah menjadi Sharingan dengan tiga Tomoe hitam yang mengelilinginya.
*Chirp!* *Chirp!* *Chirp!*
Kemudian, aliran petir terbentuk di tangan kanan Elena, kemudian petir-petir tersebut difokuskan dalam satu titik padat hingga memperdengarkan suara ribuan kicauan burung.
*Slash!*
"Chidori!" Elena bergerak dengan sangat cepat dan langsung memenggal kepala dari iblis di depannya.
Dalam satu serangan, Iblis tersebut langsung mati dengan kepala terpenggal yang menggelinding tidak jauh darinya. Cukup lemah memang, akan tetapi ini sebenarnya dikarenakan kekuatan Elena yang kuat sejak awal. Jika lawannya adalah manusia normal di dunia ini, Iblis tersebut termasuk dalam kategori musuh kuat dan patut diwaspadai.
Elena mengayunkan tangannya, mengembalikan matanya menjadi normal, dan mematikan Chidori miliknya. "Fiuh~, selesai. Kekuatannya tidak terlalu kuat bagiku. Tapi kalau aku memakai pasukan di dunia ini sebagai perbandingannya, mereka setidaknya bisa mengalahkan sebuah pasukan sendirian."
"Tidak aneh Kekaisaran bisa hancur oleh mereka. Selain sikap para bangsawan di sini yang lebih rendah dari binatang, mereka tidak memiliki cukup banyak pasukan untuk mengatasi iblis di wilayah ini. Bisa aku anggap ini sebagai karma yang pantas untuk mereka." Dia memperhatikan area di sekitarnya, di mana terdapat beberapa kawah akibat pertarungan mereka.
__ADS_1
'Sekarang apa yang akan kamu lakukan? Tidak akan seru jika kamu langsung kembali, 'kan?' tanya Kurama.
'Hmm, aku bisa saja melatih Sēnjutsu di tempat ini. Tidak ada orang di sekitar sini, sehingga aku tidak perlu khawatir saat melepaskan energi daru penyerapan energi alam berlebih. Tempat ini sangat cocok untuk melakukan itu.'
'Kalau begitu cepat lakukan! Kalau tidak salah, kau tadi juga bilang bila aku bisa memulihkan chakraku yang hilang permanen dengan menyerap energi alam dalam tubuhmu yang akan kamu kumpulkan,' desak Kurama.
'Sabar dulu, Kyuu-chan. Tidak akan seru kalau kita langsung berlatih di tempat kacau seperti ini.'
'Apa yang akan kamu lakukan, Gadis Kecil?'
'Sederhana saja, mari kita hancurkan ibu kota kekaisaran Bluesphere yang telah jatuh di tangan iblis! Aku yakin ini akan seru saat kamu meminjamkan aku chakramu.'
'Bukankah kekuatanmu sendiri sudah cukup? Kamu tidak perlu meminta chakraku, 'kan?'
'Memang. Tapi, aku ingin mencoba mode jubah chakra merah sebagai jinchuriki, sudah lama aku tidak mencobanya.'
'Hah, baiklah. Aku akan meminjamkanmu chakraku. Tapi cepat, ya!'
'Ja-Jangan mengatakannya seperti itu!'
*Wobble!* *Wobble!*
Chakra merah mulai keluar dari tubuh Elena, menyelimutinya dan menjadi jubah chakra merah. Di ujung dari chakra itu, terdapat tiga ekor yang muncul darinya.
"Hehe, jadi ini adalah chakra Kyuu-chan, ya. Terasa hangat dan …." Elena memeluk dirinya sendiri ketika chakra itu menyelimuti tubuhnya.
'Jangan memikirkan yang aneh-aneh!' teriak Kurama.
"Oke, oke, baiklah. Kamu tidak perlu marah." Elena mengarahkan pandangannya pada jalanan kosong dan mengatakan, "Baiklah. Sekarang mari kita coba kekuatan Kurama!"
*Sis!*
__ADS_1
Elena menggunakan Shunshin no Jutsu miliknya dan bergerak dengan sangat cepat dalam jalanan yang lurus. Orang biasa tidak akan bisa melihat pergerakannya saat ini. Ini membuat iblis tidak bisa berkutik ketika bertemu dengannya.
Saat Elena menemukan iblis di jalannya, Elena akan memenggal mereka menggunakan Chidori dan memberikan kematian instan. Tujuannya adalah Schronom yang mungkin ada di ibu kota kekaisaran Bluesphere.
Informasi yang didapatkan Elena tentang Schronom yang masih hidup memang sangat kabur. Dia sendiri tidak terlalu yakin apakah Schronom benar-benar hidup atau tidak. Informasi ini hanya sebatas dugaan dari Shin dan Elena sendiri tidak mau repot-repot memakai Penerawangan untuk mencarinya di setiap tempat. Lagi pula, tidak ada urusan yang sangat penting yang akan dilakukan Elena dengan Schronom.
---
Sudah beberapa lama Elena bergerak menggunakan Shunshin-nya. Dia sengaja menggunakan ini ke ibu kota kekaisaran Bluesphere karena dia ingin menguji kemampuan dari chakra Kurama. Dia bisa saja langsung sampai ke sana menggunakan Penerawangan dan Telepati, namun tidak akan seru jika dia memakai teknik ini.
"Hmm? Aneh, baru kali ini aku merasakan emosi seperti ini," gumam Elena.
'Ya, aku setuju denganmu. Emosi ini sudah pasti berasal dari iblis, namun emosi kali ini rasanya lebih tenang. Tidak seperti iblis lainnya yang dipenuhi amarah dan dendam.'
"Aku hanya bisa menebak bahwa itu merupakan iblis dengan tingkatan yang lebih tinggi. Yah, kau tahu, 'kan? Orang yang dipanggil Schronom ini pasti mengubah manusia biasa menjadi iblis, tapi kebanyakan yang diubah merupakan manusia biasa atau orang tanpa pengetahuan sihir yang memadai sehingga mereka keterampilan bertarung mereka relatif lemah."
'Fumu, dengan kekuatan mereka saat itu, kamu bisa membantai semuanya dalam sekali jalan. Ini menjadi tidak menantang. Sepertinya, iblis yang akan kamu temui lebih kuat dari sebelumnya, ya, hehehe." Kurama tertawa kecil setelah dia selesai mengatakan itu.
Dia sudah tahu sudah tahu bagaimana pandangan Elena mengenai iblis-iblis yang akan mereka berdua datangi. Jadi ketika dia mempertimbangkan kekuatan musuh dengan kekuatan Elena, dia merasa bahwa ini lucu dan patut untuk ditertawakan.
"Yap, benar sekali. Kalau kita membandingkan iblis yang sebelumnya dengan mereka, maka yang sebelumnya akan terlihat seperti pasir sedangkan dia adalah akan kita temui merupakan kerikil. Mereka lebih kuat walau sama-sama lemah." Terlihat jelas bahwa Elena mulut Elena membuat sebuah tawa kecil. Sama seperti Kurama, dia menertawakan dan meremehkan pada iblis yang akan mereka temui.
'Hey, karena mereka lemah, bisakah kamu bertukar tempat denganku? Sekali-kali aku juga ingin mengambil kendali, donk!'
"Oke, silahkan saja, Kyuu-chan. Aku tidak akan marah saat kamu juga ingin melakukan itu (merujuk pada hal-hal tidak senonoh)."
'Diam!' teriak Kurama dengan pipi yang memerah.
#Catatan Penulis#
Author ingin fokus ke novel original setelah ini, jadi frekuensi update dikurangi menjadi 2 hari sekali.
__ADS_1
#Akhir Catatan Penulis#