Cenayang Masuk Ke Dunia Naruto

Cenayang Masuk Ke Dunia Naruto
Ch.88 Mereka Kalah dengan Mudah


__ADS_3

...Mereka Kalah dengan Mudah...


‘Cih! Mereka semua lebih kuat dari yang sudah aku pikirkan! Shin Wolford sendiri sudah sangat kuat dengan penggabungan antara ilmu pedang dan sihir, tapi orang yang berambut kuning itu juga sangat kuat dengan memiliki beberapa sihir aneh. Aku tidak bisa berada di sini lebih lama lagi! Lebih baik aku pergi sebelum ditemukan oleh mereka!’ Miria berada di sana dan mengamati gerak-gerik Shin dkk.


Masalah yang terjadi dengan para iblis humanoid menjadi sesuatu yang cukup besar dengan kedatangan Elena ke sana. Selain hanya membuat kekacauan di kerajaan Swedes, para iblis humanoid ini berusaha untuk menghindari Elena yang telah menjarah tanah mereka. Mereka sebenarnya tahu jika Elena tidak akan melakukan apapun pada mereka selama mereka tidak membantu, tapi Sctronom lebih suka mengambil pilihan paling aman.


*Sh!*


Anko tiba-tiba muncul di belakang Miria, dan mengatakan, “Heh…, sepertinya ada satu yang sedang bersembunyi. Apa kamu ingin mengantarkan nyawa seperti mereka semua? Aku memberitahumu, tidak ada gunanya berjuang karena kalian sudah kalah dalam hal kekuatan meski mendapatkan keuntungan dalam hal jumlah.”


“Kau!” Miria terjingkat mundur menjauh dari Anko.


Dia menjadi terkejut dengan kemunculan Anko yang sangat mendadak ini tanpa bisa merasakan hawa keberadaannya. ‘Aku bisa menggunakan sensor sihir sejak menjadi iblis humanoid, tapi aku sama sekali tidak bisa merasakan kehadirannya saat mulai mendekatiku. Apa dia memiliki sejenis sihir Teleportasi untuk datang ke mari? Kalau seperti itu, tidak ada gunanya aku melawannya karena dia bisa dengan mudah kabur.’


Miria menatap Anko dengan serius dan waspada. Di sisi lain, Anko terlihat sangat santai dengan senyuman tipis. Kekuatannya saat ini bisa dengan sangat mudah mengalahkan iblis humanoid di depannya jika dia mau, bahkan jika itu bukan dalam satu serangan.


“Ayolah…, tidak perlu terlihat terlalu takut seperti itu saat sedang menatapku. Aku sama sekali tidak memiliki niatan untuk memakanmu, kau tahu?”


“Setelah melihat semua kegilaan dari apa yang sudah kalian lakukan, apa kau pikir aku akan bisa semudah itu bersikap santai di depanmu? Aku sangat yakin setidaknya kamu memiliki satu atau dua kemampuan aneh yang bisa memusnahkan kami dengan sangat mudah. Walau kamu memiliki sikap yang seperti bersahabat seperti itu, tidak semudah itu bagiku untuk santai-santai saat di depanmu!” jawab Miria dengan nada tinggi.


“Benar! Dan aku juga merasa kamu lebih kuat dari kebanyakan mereka. Karena itu, aku memutuskan untuk melawanmu dan membiarkan anak-anak itu melawan bidak-bidak yang lebih lemah!”


*Sis!* *Sis!* *Sis!*

__ADS_1


*Clank!* *Clank!* *Clank!*


Tangan Anko bergerak sangat cepat mengambil shuriken dan langsung melemparkannya pada Miria. Namun sebelum shuriken-shuriken itu mengenai Miria, mereka dihadang oleh sebuah perisai sihir berwarna hijau pucat miliki Miria.


Serangan dari shuriken Anko memberikan dampak berupa bekas goresan atau lecet pada perisai tersebut. Ini memang bukan kekuatan yang cukup untuk dapat mengalahkan Miria, namun tetap saja menjadi prestasi yang berbeda ketika dapat memberikan dampak pada perisai sihir hanya menggunakan serangan fisik. Terlebih lagi, yang membuat perisai ini bukanlah penyihir biasa, melainkan iblis humanoid yang juga memiliki kekuatan lebih tinggi dari kebanyakan.


‘Kuat! Padahal hanya serangan fisik, bagaimana bisa dia memberikan kerusakan sebesar itu hanya menggunakan teknik fisiknya?’ tanya Miria dalam benaknya.


‘Yah, aku masih sebenarnya masih memiliki beberapa teknik serangan yang lebih kuat dari ini. Tapi, aku masih ingin melihat seberapa kuatnya iblis humanoid itu, jadi aku akan sedikit bermain-main dengannya. Lagi pula, aku sangat yakin anak-anak itu akan baik-baik saja saat lawannya hanya iblis humanoid biasa. Mereka sudah terlalu banyak berkembang dan melampaui jauh kebanyakan orang di dunia ini.’


*Set!* *Grab!*


Miria mematikan perisai magisnya, kemudian melanjutkan dengan mengarahkan tinjunya pada Anko. Namun sayangnya, Anko berhasil menangkap tangan kanan miria dengan sangat mudah menggunakan tangan kirinya.


“Wow, kebanyakan orang yang aku temui di dunia menggunakan sihir atau jika tidak mereka akan menggunakan pedang. Sangat jarang menemukan seseorang yang bertarung menggunakan tangan kosong. Aku tahu tubhmu menjadi beberapa kali lebih kuat dari manusia normal, tapi apa kamu tidak sayang dengan tulang-tulangmu?” Anko membuat seringai menyeramkan.


*Grok!*


Miria menggunakan sihir tanah, membuat sebuah pilar tanah dari bawah lengan Anko yang menangkap tangannya.


*Sh!*


Anko menggunakan shunshinnya untuk menghindar sebelum pilar tanah mengenai dirinya. ‘Patah tulang tetap menjadi luka yang menyakitkan meski aku memiliki sihir pemulihan.’

__ADS_1


*Grok!* *Grok!* *Wush!* *Wush!*


Miria menggunakan sihir tanahnya, membuat tanah terangkat maju menuju ke tempat Anko, juga menembakkan beberapa kobaran api besar yang dapat memberikan kerusakan tinggi.


Anko tetap diam di tempatnya ketika sihir tanah mulai mendekat ke tempatnya. Ini membuat Miria bertanya-tanya, ‘Apakah dia sudah gila dengan menerima serangan itu begitu saja tanpa membuat sebuah sihir pertahanan? Tidak, aku tidak boleh meremehkannya! Aku harus ingat jika masing-masing dari mereka memiliki beberapa sihir unik yang belum pernah aku lihat sebelumnya.’


‘Aku sudah tahu jika teori dari penggunaan sihir adalah jumlah energi sihir yang dimiliki penggunanya ditambah apa yang penggunanya imajinasikan. Memperkirakan kekuatan sihir mereka, mereka seharusnya bisa dengan mudah menciptakan sihir yang mereka bayangkan.’


*Blom!*


Ketika tanah yang terangkat sampai ke tempat Anko, Anko terperosok masuk ke dalam tanah.


Selama beberapa saat suasana di antara mereka menjadi hening dengan hanya Miria yang mencari-cari keberadaan Anko. Dia mewaspadai terhadap serangan yang mungkin saja terjadi setelah paham jika Shin dkk memiliki kekuatan yang melampaui penyihir normal, bahkan mereka yang merupakan para iblis humanoid. Miria belum tahu kemampuan unik apa yang akan digunakan wanita di depannya, dia memperhatikan dengan waspada di mana Anko ditelan bumi.


*Cretak!*


Tanah di bawah kaki Anko retak dengan retakan kecil.


Miria yang mendengar suara retakan tersebut segera mengarahkan matanya ke bawah, akan tetapi dia tidak cukup cepat untuk mengambil tindakan atas apa yang dilakukan Anko untuk selanjutnya.


*Sret!*


Seekor ular berukuran besar muncul dari bawah kaki Miria dan langsung melilitnya.

__ADS_1


Ular ini memiliki diameter belasan sentimeter dengan panjang sekitar delapan sampai sepuluh meter. Orang biasa yang terkena lilitan ular ini, tidak akan bisa dengan mudah melepaskan dirinya, begitu pula dengan Miria meski memiliki kekuatan fisik melebihi manusia normal.


__ADS_2