
...Menuju Kerajaan Swedes...
Upacara peresmian August untuk menjadi pangeran mahkota terjadi. Akan tetapi, sayangnya Iblis humanoid menyerang kerajaan Swedes (yang sudah lihat animenya pasti sudah tahu). Jadi mereka langsung mendirikan perkumpulan para penyihir yang disebut sebagai Ultimate Magician, kemudian langsung meluncur ke kerajaan Swedes.
Tentu saja, mereka semua memakai seragam yang telah diciptakan Shin untuk pertempuran dan pergi ke sana dengan sihir terbang yang dapat menghemat waktu. Shin sendiri hanya dapat menggunakan shiri gate miliknya ke tempat yang pernah dikunjunginya, sehingga sayangnya dia belum pernah ke kerajaan Swedes.
Naruto, Anko, dan Eriza ikut bersama Ultimate Magician. Mereka bertiga yang merasa tidak nyaman, tidak masuk ke dalam kelompok Ultimate Magician dan hanya sebagai orang luar yang ikut membantu. Lagi pula, mereka merasa tidak terlalu nyaman untuk memakai seragam yang sama dengan mereka.
"Pasti menjadi sesuatu yang sangat menyebalkan saat akan melakukan sesuatu yang menyenangkan tapi malah mendapatkan panggilan tugas, ya August." Naruto melayang di samping August dan mengarahkan seringai padanya.
"Ini bukan masalah sama sekali, Naruto." August mengarahkan matanya pada Naruto. "Sudah menjadi tugas kita untuk menolong manusia lain dan melawan iblis. Lagi pula, tujuan utama kita menciptakan Ultimate Magician adalah sebagai perlawanan balik melawan iblis. Ini sudah menjadi tugas kita sejak awal."
"Jangan terlalu antusias, kamu mungkin malah akan merasa menyesal." Anko terbang di atas mereka semua. "Pertempuran tidak selalu berjalan seperti yang kamu inginkan. Juga, setiap detik dalam perjalanan kita ini berarti makin banyak korban warga sipil yang terlibat. Saat ini, mungkin kerajaan itu sudah musnah oleh para iblis."
"Ja-Jangan mengatakan hal-hal menyeramkan seperti itu, Anko-san. Ki-Kita pasti akan menang saat melawan mereka, iya, 'kan, Shin?" Maria menoleh pada Shin ketika bertanya.
"Emm … teman-teman, sejujurnya ini juga pertama kalinya aku melakukan pertempuran seperti ini," ucap Shin dengan alisnya yang tampak turun.
__ADS_1
Mereka semua terdiam sebentar memikirkan hal tersebut. Selama ini, mereka menganggap Shin sebagainya terhebat di antara mereka, serta memiliki berbagai pengalaman. Akan tetapi, memang sangat dipahami mengapa Shin tidak pernah mengikuti pertempuran.
Jika Shin sering mengikuti pertempuran, maka itu menunjukan jika pertempuran sering terjadi. Dan apabila pertempuran sering terjadi, benua ini pasti akan kacau balau dengan orang lemah yang sangat menderita. Dan, hal tersebut sangat berbeda dengan tema anime Kenja no Mago yang damai dan menunjukkan ke-overpower-an MC-nya—Shin Wolford—.
"Tapi kamu setidaknya pernah melawan iblis humanoid, 'kan? Jadi tenang saja, aku yakin kita pasti akan memenangkan pertempuran ini," kata Eriza untuk menenangkan mereka.
"Benar, Shin. Aku yakin kita semua pasti akan baik-baik saja," tambah Cecilia.
"Terima kasih, teman-teman. Kalian memang sangat membantu dan pengertian, ya." Shin membuat senyuman manis mendengarnya.
'Ini tidak akan sesederhana itu, lho. Meskipun kita sampai ke sana sekarang juga, pasti sudah banyak korban jiwa dari kerajaan Swedes. Aku ragu mereka akan baik-baik saja ketika melihat banyak orang tidak bersalah yang telah tumbang. Ini pasti sangat berat bagi mereka mengingat dunia ini yang sangat damai.'
'Terutama adalah ninja yang baru saja lulus dari akademi. Mereka semua hanya pembuka dalam sebuah pertarungan dan memiliki resiko sangat tinggi untuk mati di dalamnya. Akan tetapi, masih ada beberapa ninja yang berhasil selamat dari pertarungan seperti Hatake Kakashi dan beberapa lainnya.'
'Jika memikirkan tentang kekuatan anak-anak ini dibandingkan iblis hewan biasa, mereka seharusnya baik-baik. Tapi, ini akan sedikit berbeda saat lawannya adalah manusia lain. Memang, kebanyakan iblis humanoid mungkin amatir dalam pertarungan, tapi mereka tetaplah manusia yang lebih pintar dari pada hewan.'
'Yah, sudahlah! Jika situasi mulai menjadi berbahaya, aku hanya akan menggunakan Shunshin untuk menyelamatkan mereka semua. Melinda sudah memintaku untuk menjaga anak-anak jika berada dalam masalah.'
__ADS_1
Anko melihat mereka semua dari posisinya yang paling atas. Dengan pengalaman Anko sebagai ninja yang telah ditingkatkan, dia jadi memiliki kekuatan yang sangat menyeramkan. Mungkin, saat ini dia bisa mengalahkan Orochimaru dalam sebuah pertarungan. Hanya saja, Orochimaru sudah pasti bisa melarikan diri ketika keadaan terdesak.
"Ada apa, Anko? Senyuman itu sangat menyeramkan, lho." Eriza datang mendekati Anko.
Eriza sendiri cukup unik ketika terbang menggunakan sapunya. Sejujurnya ini tidak perlu untuk menggunakan suatu benda seperti sapu untuk dapat terbang, tapi dia melakukan ini untuk bergaya saja. Juga, dia cukup ahli dalam pelajaran sihir sehingga bisa menggunakan sebagian sihir dari milik Shin.
"Entahlah, ya!" Anko mengangkat bahunya. "Mungkin ada beberapa masalah seru yang akan terjadi ketika kita sampai ke kerajaan Swedes. Dari pada memikirkan tentangku, lebih baik kamu memikirkan rencanamu ketika masuk ke dalam medan pertempuran."
"Ini akan menjadi sesuatu yang sangat berbeda dengan latihan, lho." Anko menengoknya pada Eriza dan mengatakan, "Ketika berada dalam latihan, setidaknya kamu kamu bisa mengatakan menyerah dan tidak perlu mempertaruhkan nyawa. Akan tetapi dalam peperangan seperti ini, kamu hanya bisa berhenti saat sudah menang atau berhenti saat sudah mati. Lebih baik, kamu sangat berhati-hati dalam masalah ini."
"Terima kasih atas sarannya, Anko. Tapi, yang kamu katakan itu terdengar sangat menyeramkan. Tidak bisakah kamu mengatakan sesuatu yang bisa menghibur atau dapat menambah semangat kami? Rasanya, sekarang aku justru ingin kembali pulang dan sama sekali tidak masuk ke dalam sana," ucap Eriza dengan suara pelan.
"Dari pada mengatakan sesuatu yang indah kemudian membuatmu menyesal karena sudah masuk ke dalam pertarungan, aku lebih suka mengatakan yang sebenarnya dan memberitahu akan resiko yang bisa terjadi, lho. Belum lagi, apa yang akan kita lawan kali ini adalah iblis humanoid. Mereka telah meninggalkan emosi mereka sebagai manusia dan hanya akan menghancurkan apapun yang mereka temui."
"Hmm, sungguh terdengar sesuatu yang sangat mengerikan, ya. Untung saja, aku digagalkan dalam ujian Kakashi-sensei dan batal menjadi ninja. Deskripsi-mu tentang pertarungan sangat menyeramkan, Anko-sensei," kata Naruto.
"Tentu saja. Kakak-mu itu sebenarnya orang yang sangat baik hati dan peduli denganmu. Karena itu kamu gagal menjadi ninja dan saat ini tetap dihitung sebagai murid akademi. Selain karena kamu memiliki lebih banyak waktu luang karena pada dasarnya sudah menguasai semua materi pelajaran di akademi, kamu juga memiliki lebih aman karena tidak perlu masuk ke dalam medan pertarungan antar ninja yang berbahaya."
__ADS_1
"Sebenarnya kita memang akan masuk ke dalam medan perang, tapi kamu tenang saja karena Anko-sensei yang hebat ini akan melindungi."