
...Mereka Mundur dan Kita Mengejar...
*Bruk!*
Miria terjatuh dengan ular yang melilit tubuhnya.
Dalam posisi ini, dia tidak bisa bergerak dan tidak dapat memberikan perlawanan apapun lagi. Dia memang sudah tidak memiliki peluan menang sejak awal saat lawannya adalah seorang ninja. Jika saja apa yang dilawannya adalah teman sekelas Shin yang masih amatir dalam pertarungan, sudah jelas dia akan menang sebab mereka yang amatir dalam pertarungan.
*sh!*
Anko muncul di depan wajah Anko yang telah terjatuh, dan mengatakan, “Kamu lebih lemah dari yang aku pikirkan. Kupikir, kamu setidaknya akan dapat bertarung dan menghiburku selama beberapa menit dari hanya beberapa detik seperti saat ini. Seharusnya, kalian ini tidak perlu membuat masalah merepotkan seperti membangkitkan iblis humanoid. Ini hanya merepotkan kehidupan kami yang damai saja.”
“Cih! Cepatlah jika kamu ingin membunuhku! Aku sudah tidak bisa melakukan perlawanan lagi dengan posisiku yang terikat seperti sekarang ini. Jika aku berhasil kabur, aku akan mengejarmu dan mencabik-cabik tubuhnya sampai tidak tersisa!” teriak kesal Miria.
“Kamu hanya menggertak, bukan? Dengan kondisimu sekarang, kamu seharusnya masih bisa menggunakan sihir tanahmu itu. Hanya saja, tidak peduli serangan seperti apa yang akan kamu gunakan, itu semua tidak berguna dan kamu akan berakhir seperti sekarang ini. Dari pada tertangkap dan diinterogasi, pilihanmu untuk mengorbankan diri ini memang tepat menurutku.” Anko mengeluarkan sebilah kunai sebelum melanjutkan, “Aku tidak menyangka akan masih ada iblis humanoid yang setia sepertimu. Bayanganku adalah, semua iblis humanoid di sini akan menyerang tanpa ampun dan membabi buta.”
“Yang kamu katakan tidak sepenuhnya salah juga. Mayoritas dari iblis humanoid memiliki sikap merusak setelah mereka menghilangkan kemanusiaan mereka. Aku sendiri juga membenci sikap mereka yang menyerang apapun tanpa pikir panjang. Bahkan, mereka sendirilah yang awalnya ingin menguasai dunia, sedang kami hanya berniat mengatur mereka dari belakang,” kata Miria.
“Hou…, sangat baik untuk Nona Iblis ini mengakui jika bawahannya tidak memiliki kepintaran tinggi. Aku tebak, iblis-iblis humanoid itu hanya mantan warga sipil yang telah lama ditindas dan mendambakan balas dendam. Setelah itu, mereka terlalu dimabukkan oleh kekuatan yang mereka miliki dan berniat menguasai dunia ini. Aku mungkin akan membiarkannya jika itu hanya menghancurkan Kekaisaran, tapi tidak dengan mereka yang ingin menghancurkan dunia ini.”
*Set!* *Sss!*
Anko mengangkat kunainya ke atas, bersiap untuk menebas kepala Miria dan memberikannya satu kematian instan. Dia juga telah menambahkan sihir yang meningkatkan ketajaman kunai agar prosesi kematian menjadi secepat mungkin dan tidak memberikan banyak rasa sakit. Ini yang bisa Anko lakukan untuk memberikan belas kasihan pada musuhnya.
*Blaze!*
__ADS_1
Sebelum kunai itu mengenai Miria, tiba-tiba sebuah kumpulan api yang sangat besar jatuh dari atas dan mengarah lurus ke Anko.
Api tersebut berkobar sangat besar sampai terlihat menutupi langit di tempat Anko berdiri. Juga, ia memiliki warna kobaran merah pekat yang mencirikan bahwa kobaran api besar tersebut diciptakan oleh seorang iblis humanoid. Dengan ukurannya yang besar ini, Miria maupun Anko akan terkena serangan jika tidak mengambil tindakan.
“Katon: Ryuka no jutsu!” Anko berbalik dan memuntahkan api berukuran besar untuk menangkis kobaran api yang mengarah padanya.
*Swoosh!*
Kedua serangan api tersebut saling bertabrakan dan membentuk kobaran yang saling menghentikan di tengah-tengahnya. Hawa panas dari api tersebut dapat dirasakan di sekitar area di sana, namun baik Anko dan Miria sama-sama bergeming di tempatnya dengan daya tahan yang bisa menangkis suhu panas yang dihasilkan.
*Cring!*
Di saat Anko lengah ketika mengawasi tempat asal dari kobaran api tersebut, Sctronom mendadak muncul di samping Miria.
“Tuan Schtronom!” Miria berteriak secara spontan.
*Ngung!* *Tank!*
Sctronom menciptakan perisai magis dan menangkis serangan Anko.
*Sret!* Sret!* *Sret!*
Beberapa ular keluar dari bawah kaki Sctronom dan langsung mengikatnya.
*Cring!*
__ADS_1
Namun, sayangnya Sctronom menggunakan kemampuan Teleportasinya-nya, dan langsung menghilang bersama Miria.
Ular-ular Anko hanya melilit udara kosong ketika mereka berdua telah menghilang. Ini merupakan kesialan bagi Anko, atau dapat disebut juga sebagai karmanya karena sudah lengah dan meremehkan musuhnya. Tidak ada yang terluka secara parah dalam konfrontasi kali ini, namun ini sangat disayangkan untuk Anko yang memiliki banyak kesempatan untuk mengalahkan mereka berdua.
“Huh, ternyata memang, ya. Kemampuan Teleportasi adalah kemampuan yang paling bagus untuk menyerang atau melarikan diri. Menggunakan kemampuan ini, penggunanya bisa dengan mudah muncul di tempat atau kabur dengan mudah. Bagi ninja yang menyerang dengan cara mengendap-endap, ini akan menjadi sesuatu yang sangat bagus karena resiko tertangkap mereka menjadi lebih kecil.”
Anko hanya melihat ular-ularnya yang melilit udara kosong setelah keduanya menghilang. Dia hanya tersenyum kering tanpa memiliki rasa penyesalan, sebab baginya sendiri dia tidak terlalu banyak merugi atas hilangnya mereka berdua. Dengan perbedaan kekuatan yang terlalu jauh, Anko bisa dengan mudah mengalahkan Miria di lain waktu.
“Apa aku perlu meminta muridku--Elena--untuk mengajariku kemampuan ini? Aku yakin dia mau saja mengajariku yang merupakan gurunya. Garis besar dari kemampuan Teleportasi ini adalah merubah tubuh menjadi serpihan partikel berukuran sangat kecil, kemudian bergerak dengan sangat cepat, atau setidaknya seperti itulah yang telah dijelaskan Shin padaku.”
“Shin sendiri tidak berani menggunakan teknik Teleportasi dan memilih menggunakan gate karena dia takut tidak bisa menyusun kembali tubuhnya setelah menjadi serpihan partikel molekuler. Yah, aku bisa menyadari mengapa Shin tidak berani melakukan ini. Lagi pula, manusia memang hanya memiliki satu nyawa di dunia ini, ‘kan? Kecuali memiliki kemampuan reinkarnasi, tentu saja dia tidak berani melakukan eksperimen yang membahayakan dirinya.”
---
*Cring!* *Bruk!*
Sctronom dan Miria muncul di sebuah hutan lebat tidak jauh dari sana. Juga, Miria lagi-lagi terjatuh setelah dia dijatuhkan oleh Anko sebelumnya yang membuat harinya menjadi semakin sial hari ini.
“Jadi, bagaimana? Apa menurutmu mereka bisa dikalahkan?” tanya Sctronom dingin.
Miria berdiri sebelum menjawab, “Maaf, Tuan Sctronom. Sayangnya, mereka lebih kuat dari apa yang Saya perkirakan. Beberapa dari mereka bahkan mempunyai sihir unik yang belum pernah Saya lihat sebelumnya.”
“Begitu ya. Memang keputusan yang salah untuk menyinggung mereka sejak awal.” Sctronom terdiam sebentar, lalu melanjutkan, “Baiklah, kita akan mundur sekarang. Tidak ada gunanya untuk melanjutkan pertarungan yang tidak bisa dimenangkan.”
“Baik, Tuan Sctronom!” jawab Miria dengan tegas tanpa mempertanyakan lagi bagaimana nasib iblis humanoid yang tertinggal di belakang mereka.
__ADS_1
*Booommmm!*
Tepat sebelum mereka berdua pergi, Shin menembakkan sihir besarnya yang mirip seperti laser dan membakar iblis humanoid yang terkena. Miria dan Sctronom tercengang dalam diam melihat serangan kuat dari Shin ini. Keduanya tidak terlalu yakin apakah bisa meniru atau menangkis serangan tersebut.