
...Elena vs Miria & Schtronom...
Miria mengeluarkan sebuah pedang dan langsung menerjang pada Elena. Tampaknya, dia sudah sepenuhnya termakan oleh provokasi Elena dan ingin menghabisinya. Bahkan bila tidak, Elena tetaplah musuh di sini dan sudah menjadi tugas Muria untuk mengalahkannya.
*Chirp!* *Tank!*
Elena mengeluarkan kunai dan melapisinya menggunakan Chidori sebelum dia akhirnya menangkis pedang Miria.
‘Gawat, elemen petir yang ada di senjatanya bisa mengenai tanganku dengan mengalirkannya pada senjatanya. Terlalu berbahaya kalau aku tetap di sini,’ batin Miria.
*Set!*
Miria melakukan salto ke belakang beberapa kali, keluar dari jangkauan serangan Elena.
Dalam prosesnya, Elena bisa kapan saja menyerang Miria menggunakan keuntungan kecepatan yang dimilikinya, dia juga dapat dengan sangat mudah melihat pergerakan Miria memakai Sharingan miliknya. Namun, tidak akan seru jika pertarungan ini berakhir begitu saja sebelum Elena bisa mencoba lebih jauh chakra Kurama dan Sharingan miliknya.
“Hou, kau sangat lincah untuk ukuran manusia iblis. Kalau itu iblis lainnya, aku yakin mereka sudah gosong karena serangan itu, Te~ He~.” Elena membuat senyuman yang pastinya bukan untuk menunjukkan keramahtamahan.
“Tch!” Miria mendecih ketika dia merasa terpojok.
‘Selama ini, kupikir hanya Shin Wolford yang merupakan pahlawan dan cucu dari Sage. Tidak kusangka akan ada eksistensi kuat yang bahkan berani datang ke wilayah ini seorang diri secara langsung. Melihat dari aura merah yang keluar darinya, sudah pasti dia bukan merupakan iblis ciptaan Tuan Schtronom.’
__ADS_1
“Hmm? Apakah kamu tidak ingin maju? Kalau begitu, aku lah yang akan maju padamu!”
*Sis!*
Elena menghilang menggunakan Shunshinnya, kemudian dia tiba-tiba saja muncul di depan Miria dengan bilah kunai listrik yang hanya berjarak beberapa sentimeter dari mata Miria, Gerakan yang sangat cepat ini membuat orang lain tidak bisa memperhatikan wujud utuh Elena.
“Cep-- buakh!”
*Bam!* *Bom!*
Alih-alih menusuk kepala Miria menggunakan kunai listrik miliknya, Elena malah menendangnya sekuat tenaga sampai menabrak dinding dan menciptakan awan debu yang bertebaran, menutupi tubuh Miria. Dapat terlihat bila retakan di dinding terjadi akibat betapa kerasnya Miria membentur dinding menggunakan tubuhnya.
Elena kemudian mengarahkan kunainya pada Schtronom dan berkata, “Mau sampai kapan kamu tetap duduk santai di kursi itu, Schtronom? Bawahanmu mulai terbantai sedikit demi sedikit, lho. Oh, tenang saja jika kamu takut bertarung, setidaknya aku tidak akan mengalahkannya secara cepat untuk menguji kekuatan baruku ini, dan ini akan menjadi kabar bagus untukmu karena ajalmu lebih lama dari pada apa yang telah kamu pikirkan saat ini. Yah, itupun jika kamu takut untuk turun ke dalam pertarungan ini, sih. Aku tidak akan memaksamu, aku hanya akan menggertak.”
“Kamu cukup sombong setelah mendapatkan perubahan iblis yang jauh lebih hebat dari kebanyakan. Apa yang kamu inginkan dengan bertarung melawanku?” tanya Schtronom sambil menyangga kepalanya menggunakan kepalan tangan kanan.
“Tidak banyak, aku hanya ingin menguji kekuatan yang sudah mulai berdebu di antara banyaknya kemampuan yang aku miliki. Jadi karena aku dengar iblis manusia jauh lebih kuat dan pintar dari iblis hewan, aku datang ke tempat ini untuk berlatih lebih banyak, kau puas?” Elena menebaskan kunainya, dan mengubah arahnya menjadi ke bawah.
“Begitu ya. Dengan kata lain, kau ingin menggunakan semua iblis yang ada di tempat ini sebagai lawan tandingmu karena kebanyakan musuh tidak pernah membuatmu tertantang.”
“Tidak juga.” Elena menggelengkan kepalanya sebelum menjawab, “Aku hanya bertarung melawan mereka yang rasanya pantas untuk dilawan. Kalau yang aku lawan hanya merupakan kentang goreng kecil, tidak ada bedanya dengan aku yang melawan batang pohon, ‘kan?”
__ADS_1
“Sangat sombong, ya. Tapi jika kamu menginginkan lawan yang jauh lebih kuat, aku tahu orang yang jauh lebih kuat dariku. Apa kamu tertarik mendengarnya?”
Schtronom berusaha melakukan negosiasi dengan Elena agar pergi dan menghentikan serangannya di tempat ini, dia sadar jika semua iblis manusia di tempat ini tidak akan bisa mengalahkan Elena walau mereka semua bekerja sama dan menyatukan kekuatan mereka. Bahkan, dia sendiri merasa tidak yakin dapat mengalahkan gadis kecil di depannya ini menggunakan kekuatannya yang sekarang. Melalui itu, negosiasi akan menjadi pilihan yang tepat untuk bisa lolos dari situasi ini.
“Apakah yang kamu maksud adalah Shin Wolford? Lebih baik lupakan saja jika membicarakan tentangnya.” Terlihat jika Elena membuat sebuah tawa kecil, sama sekali tidak tertarik pada kemampuan Shin. “Aku bisa mengalahkan dia dengan mudah hanya dengan beberapa serangan. Kekuatannya tidak terlalu hebat sampai perlu mendapatkan apresiasi dariku.”
“Kau bisa mengalahkan monster itu?”
“Kalau kita membicarakan tentang jumlah energi sihir yang cucu pertapa itu bisa kendalikan, maka kekuatannya beberapa puluh kali lebih kuat dibandingkan manusia biasa dan dia bisa menghancurkan satu atau dua negara jika dia mau. Tapi, dia termasuk orang yang belum pernah masuk ke dalam medan pertarungan secara langsung dan tidak memiliki pengalaman yang baik dalam hal ini.”
*Zing!*
Ketiga tomoe di dalam mata Elena berputar, kemudian dia memasukkan Sctronom ke dalam Genjutsu Sharingan buatannya.
Berbagai penglihatan tentang perang dan pembantaian muncul dalam Genjutsu yang diciptakan Elena. Schtronom menjadi terdiam dan tercengang melihat perubahan pemandangan yang ada di depannya saat ini. Dia sama sekali belum pernah melihat sihir seperti ini. Dia merasa telah dipindahkan dari tempatnya saat ini, dan berusaha memakai Teleportasi untuk melarikan diri, namun sayangnya tidak bisa karena ini bukan berada di suatu tempat.
Elena memang bukan ninja yang ahli dalam Genjutsu atau semacamnya, namun kekuatan mental Elena yang berada jauh di atas manusia biasa sudah pasti menjadi sesuatu yang memberikan teknik Genjutsu berada di level sama sekali berbeda dengan Genjutsu normal. Selain itu, kemampuan ini membuat dia tidak bisa terkena Genjutsu dan jika pun bisa, Kurama akan memberikan bantuan.
‘Teleportasi, ya? Aku mungkin akan menandai orang ini menggunakan segel Hiraishin agar lebih mudah mencarinya ketika dia ingin pergi,’ dalam benak Elena.
Walaupun tidak terlalu mendalaminya karena merasa tidak penting, Elena juga bisa membuat Fuinjutsu dan telah mempelajari bagaimana membuat tanda dari Jutsu Hiraishin. Kelebihan dari tanda Hiraishin dibandingkan Penerawangan adalah pengguna dapat mengetahui posisi tanda, sedangkan Penerawangan hanya memperlihatkan suatu tempat sama seperti Byakugan. Akan menjadi lebih merepotkan jika target yang diterawang merupakan objek yang bergerak dengan sangat cepat sampai menghilang dari bidang penglihatan.
__ADS_1
“Cukup lemah untuk ukuran pimpinan para iblis, Kupikir, dia juga bisa memakai sihir yang memanipulasi pikiran karena pada dasarnya perubahan iblis memberikan perubahan emosi terhadap targetnya.”