Cenayang Masuk Ke Dunia Naruto

Cenayang Masuk Ke Dunia Naruto
Ch.98 Restoran


__ADS_3

...Restoran...


Bahkan jika Elena mengatakan akan pergi ke kantor Hokage, dia tidak segiat itu untuk melakukan sebuah pekerjaan sederhana itu. Selama dia berada di perjalanan, dia menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya. Itu hanya merupakan sebuah restoran. Namun yang menarik perhatian Elena adalah tempat itu yang memiliki desain bangunan yang tidak lazim digunakan pada zaman ini, juga dengan banyaknya pengunjung yang datang ke sana.


Gaya bangunan ini lebih mirip dengan bangunan modern. Itu memiliki penampilan mirip restoran pizza, burger, dan beberapa fast food (/\= makanan cepat saji) lainnya. Tentu saja, inovasi tentang makanan cepat saji seperti contoh di atas masih tidak terlalu populer di dunia ini, di mana lebih banyak ramen instan seperti yang dimakan Naruto dalam animenya.


“Tatap….” Elena menatap bangunan ramai itu dari kejauhan. “Aku tidak tahu ada restoran sepopuler itu selama aku pergi ke dunia lain. Apa ada inovasi baru di bidang makanan? Mulanya, aku kurang tertarik dengan makanan yang ada di dunia ini dan lebih suka memasak makanan sendiri. Tapi jika ada inovasi makanan yang memuaskan dan halal, aku tidak akan menolaknya.”


Dengan rasa penasaran dan curiga, Elena mulai mendekat ke restoran cepat saji itu.


Yang membuat dirinya lebih terkejut ketika datang ke pintu depan, adalah pintu kaca di sana sudah menerapkan fungsi otomatis terbuka ketika seseorang mendekat. Dari sini, Elena dapat mengetahui terdapat perbedaan teknologi terlalu jauh antara tempat itu dengan infrastruktur di dunia Naruto.


Mengalihkan rasa terkejutnya, Elena terus masuk ke dalam dan mengamati ruangan secara seksama. Penataan interior di tempat ini sangat bagus. Sederhana, simetris, dan yang penting rapi. Dari pada memiliki terlalu banyak hiasan, tempat ini memiliki konsep sederhana dan minimalis, sehingga lebih banyak tempat kosong yang bisa digunakan pengunjung.


Elena mengarahkan pupil matanya pada para pengunjung ramai di tempat ini, kemudian seketika itu juga pandangan para pengunjung mengarah pada Elena dan tanpa sadar mereka berjalan mundur, menjauh beberapa langkah dari gadis ini serta memberikannya jalan lebar untuk mendekat ke meja kasir yang ada di depan. Mereka seperti takut akan sesuatu yang ada pada Elena.


‘Terlalu ramai jika aku menunggu mereka semua selesai memesan makanan. Karena itu, aku menggunakan Telepati untuk memberikan sugesti kepada mereka agar memiliki perasaan untuk menjauhiku. Lagi pula, gambaran tentangku yang merupakan Jinchuriki masih terlintas di benak mereka, dan aku bisa menggunakan ini untuk menambahkan efektifitas sugesti.’

__ADS_1


Mata Elena tertuju pada salah satu karyawan di belakang meja pesanan, dia merapat ke meja, terakhir mengatakan, “Sudah aku duga jika itu kamu, Theresa. Apa kamu berniat membuat keributan di tempat ini?”


Orang yang berada di balik meja kasir adalah seorang wanita yang tampak pada umur 23 tahun. Dia memiliki rambut berwarna pink pucat yang agak panjang dan bergelombang. Matanya berwarna merah sangat dalam, seperti warna darah. Pakaiannya berupa seragam pegawai tempat ini, berupa baju lengan panjang berwarna merah marun dengan kombinasi biru tua di beberapa tempat, sedangkan celananya berwarna dominan biru tua dengan merah marun di beberapa bagian.


“Lama tidak bertemu, ya, Elena. Ini sudah lebih dari sepuluh tahun sejak terakhir kali kita mabar PUBG,” sambut Theresa disertai senyuman manisnya sebagai orang yang berada di posisi pelayanan.


‘Dia adalah kawan baikku yang ahli dalam berbisnis, sih. Aku yakin, Noctis adalah orang yang memberitahunya tentang keberadaanku yang ada di dunia ini, kemudian Theresa dengan sendirinya pergi ke tempat ini untuk mencariku selagi memperluas jangkauan bisnisnya. Mungkin ini juga salahku karena tidak menemuinya selama beberapa tahun belakangan ini.’


‘Apa mungkin lebih baik aku menyerahkan bisnisku di dunia tadi ke dia, ya? Dia itu, ‘kan, ahli dalam urusan bisnis seperti ini. Walau aku memiliki kemampuan cenayang yang mendukungku, tapi celah pengalaman di antara kita terlalu jauh. Tapi di sisi lain, dia sedang sibuk mengurus bisnisnya yang ada di Konoha ini. Lebih baik, aku tidak terlalu banyak mengganggunya.’


Elena menaruh tangannya di atas meja sebelum mengatakan, “Kamu sama sekali tidak banyak berubah sejak terakhir kali kita bertemu, ya. Bagaimana? Apa kamu memiliki masalah atau perkembangan dalam hubungan rumah tanggamu?”


“Fumu, begitu, ya. Kalau tidak ada perkembangan seperti itu, maka aku pesan kentang gorengnya satu bungkus, Burger Jumbo satu, dan untuk minumannya aku akan memilih jus Alpukat. Itu semua dibungkus, aku memiliki suatu hal yang harus segera aku lakukan setelah ini,” ucapnya dengan datar.


“Kentang goreng, Burger Jumbo, dan Jus Alpukat. Baiklah akan segera aku siapkan!” Theresa segera berbalik pergi, masuk ke bagian dapur dan melakukan pembuatan pesanan.


Sementara itu, Elena memperhatikan karyawan lain yang ada di meja sebelah sana. Tidak seperti pelanggan lain yang ketakutan, dia hanya memiliki sikap datar dan biasa saja melihat Elena. Juga, Elena tidak memberikan sugesti padanya, karena dia tidak menghalangi jalannya.

__ADS_1


“Hei, apakah kamu berasal dari “tempat” ini?” tanya Elena dengan mengarahkan wajahnya pada orang ini.


Kata tempat yang dimaksud Elena tidak merujuk pada Konoha, melainkan lebih mengarah pada dunia Naruto. Theresa sendiri berasal dari dunia yang berbeda dari dunia ini, sehingga ada kemungkinan jika pegawai ini juga tidak berasal dari dunia Naruto. Pada dasarnya, Elena tidak terlalu khawatir dengan pendatang dari dunia lain, hanya saja mulai menjadi berbahaya jika revolusi yang terjadi bergerak terlalu cepat.


“Ya. Bos bilang, dia akan memberikan gaji besar jika aku bekerja di tempat ini bersamanya, jadi aku menyetujuinya saja,” jawabnya.


“Apa kamu tidak khawatir dengan keselamatan dirimu? Tempat ini tidak terlalu aman, lho. Bisa saja, perang pecah dan kamu terlibat di dalamnya.”


“Tidak apa.” Dia menggelengkan kepalanya. “Aku akan menganggap itu sebagai resiko pekerjaan.”


“Terserah kau saja.” Pandangan mata Elena kembali pada pintu menuju dapur yang dimasuki Theresa sebelumnya.


“Ini! Pesananmu sudah selesai!” Theresa keluar dari pintu dan memberikan semua itu kepada Elena. “Terima kasih sudah menggunakan layanan kami!”


“Sama-sama.” Elena mengambil semua pesanannya itu dan mengeluarkan harga yang setara, kemudian berkata, “Apakah kamu selalu disibukkan dengan mengurusi tempat ini?”


“Ji-Jika kamu ingin tahu tentang itu, aku memang sedikit sibuk untuk mengurusi ini semua. Tempat ini baru buka beberapa minggu lalu, masih banyak hal yang perlu diurus.”

__ADS_1


“Oh, sudahlah.” Elena berbalik dengan dalam hati mengatakan, ‘Aku memang tidak bisa menyuruhnya untuk mengambil bisnis itu, ya.’


‘Eh…? Apa aku mengatakan sesuatu yang salah, ya?’ tanya Theresa ketika melihat Elena perlahan menjauh.


__ADS_2