
...Melawan Elena...
“Kalau begitu, aku akan menghentikanmu, Nee-san!”
*Tap!*
Naruto melompat tinggi ke atas secara cepat tanpa memberikan aba-aba kepada Anko maupun Eriza.
“Menghentikanku, ha!” Elena dengan santai berdiri dan menatap Naruto yang ada di atas langit menggunakan pupil matanya yang mirip Kurama itu. “Apa yang bisa dilakukan oleh bocah kurang pengalaman sepertimu? Saat kamu naik ke atas, kamu akan kesulitan membuat manuver jika tidak memiliki kemampuan melayang. Yang kamu lakukan ini hanya membuka titik lemahmu!”
*Cyrax!* *Krak!*
Tanah di sekitar Elena mulai naik dalam bentuk tongkat dengan ujung yang lancip. Namun alih-alih menunjukkan tombak tanah, ujung dari tongkat tanah Elena memiliki bentuk lancip yang berwarna putih pucat sama ketika dia menggunakan kemampuan Crystallokinesis.
‘Yah, sihir di dunia ini menggunakan imajinasi untuk membentuknya. Sebuah sihir akan menjadi lebih kuat saat seseorang membayangkan proses dari pada hasil. Kalau hanya masalah membuat sebuah berlian palsu, tentu saja aku bisa membuatnya setelah melihat buku panduan atau YouTube. Aku hanya menggunakan sebuah materi bernama Cubic zirconia yang merupakan bahan sintetis paling populer untuk membuat berlian.’
*Sis!* *Sis!* *Sis!* *Sis!* *Sis!*
Belasan tombak tanah dengan ujung berlian melesat dengan cepat ke Naruto.
Elena sendiri menggunakan kemampuan Telekinesis atau lebih tepatnya manipulasi energi untuk memberikan daya lontar pada tongkat-tongkat tanah tersebut. Manipulasi energi atau yang Elena sebut elemen newton ini telah menjadi salah satu kemampuan andalan Elena sebab memiliki banyak kegunaan, salah satunya tidak bisa atau sulit dihancurkan karena dari awal itu bukan benda fisik, melainkan sebuah energi yang bergerak pada sebuah bidang.
*Whirl!*
“Chōōdama Rasengan!” Naruto menciptakan sebuah Rasengan dengan ukuran yang sangat besar di tangan kanannya, dan mengarahkannya pada tongkat tanah yang mengarah padanya.
Ukuran dari Rasengannya ini sepenuhnya memblokir pandangannya terhadap tongkat tanah, namun ini Rasengan tersebut menjadi perisai untuknya sebab tubuhnya juga tertutupi. Tetap saja, ini membuatnya berada di situasi kurang menguntungkan saat dia tidak bisa melihat musuhnya, sementara Elena memiliki banyak kesempatan melihat saat menggunakan Penerawangan miliknya.
__ADS_1
*Psiu!* *Psiu!* *Psiu!*
Beberapa anak panah magis melesat pada Elena.
Anak panah tersebut memiliki warna ungu gelap dengan pergerakan spiral yang menambah akurasi dan damage-nya. Orang yang menembakkan mereka adalah Eriza, yang mana dia telah menyadari jika Naruto yang melompat ke atas hanya merupakan pengalihan.
“Hmm?” Elena dengan mudah mengarahkan tangan kirinya pada arah datangnya anak panah magis, kemudian menciptakan perisai magis berwarna hijau.
*Tank!* *Tank!* *Krak!*
Perisai magis Elena menjadi retak setelah menerima beberapa anak panah magis yang membuatnya berpikir, ‘Kekuatannya boleh juga. Berbeda dengan kita yang berasal dari dunia ninja dan memiliki kemampuan kontrol energi yang lebih baik, dia sebelumnya hanya penyihir biasa dan sangat buruk dalam mengendalikan energinya. Aku tidak bisa meremehkan pelatihan Shin dkk meski itu terlihat jauh lebih ringan dari yang biasa aku lakukan.’
“Mou! Aku tidak tahu kenapa kamu menjadi seperti ini, tapi aku akan menghentikanmu saat kamu ingin menghancurkan dunia ini!” teriak lantang Eriza.
*Drap!* *Drap!* *Drap!*
*Burn!*
Ukuran bola api yang diciptakan Anko kali ini termasuk sangat besar dan menghanguskan apapun yang dilewatinya. Bahkan, tanah pun meleleh menjadi lava ketika bersentuhan dengan bola api milik Anko. Juga, api tersebut berkobar dengan nyala yang berwarna kebiruan yang sangat berbeda dengan jutsu api biasa yang memiliki warna merah.
‘Ten no Juin miliknya pastinya meningkatkan kekuatannya menggunakan energi alam secara otomatis, tapi aku tidak menyangka peningkatannya akan menjadi sebesar ini. Api biasa saja sudah cukup panas, api biru ini tampaknya menjadi berkali-kali menjadi lebih berbahaya dari awalnya.’ Elena melirik pada arah bola api menghampirinya. ‘Pembakaran antara api merah biasa dan api berwarna biru memiliki reaksi kimia yang sedikit berbeda di antara keduanya. Aku tidak akan bermain-main dengan yang satu ini.’
*Cring!*
Elena berteleportasi menjauh sebelum bola api membakar dan melelehkan tempat Elena sebelumnya.
‘Di mana? Di mana dia?’ Naruto menggerakkan bola matanya dengan cepat, mencari-cari keberadaan Elena.
__ADS_1
“Apa kamu mencariku? Dalam pertarungan saat musuhmu memiliki kemampuan untuk menghilang, aku sarankan kamu mengaktifkan sihir deteksi untuk selalu mewaspadai semua ancaman yang mendekat padamu, lho!”
Naruto segera berbalik ke belakang ketika mendengar suara Elena yang berasal dari atasnya.
*Ngung!*
Elena mengangkat tangan kanannya dengan bidang energi berwarna biru melingkari pergelangan tangannya.
Naruto menyeringai melihat hal itu. Tampaknya ini telah diperhitungkan olehnya dan dia memiliki langkah antisipasi ketika Elena akan menggunakan serangan ini padanya. Elena sendiri sedikit terkejut dan merasa heran tentang apa yang akan dilakukan Naruto karena dia sendiri sedikit asing pada cara bertarung Naruto yang mungkin sedikit berbeda setelah lama tidak bersamanya.
*Bam!*
Naruto menggunakan sihir gate yang menciptakan gerbang di antara dirinya dan Elena. Kemudian, dia membuka pintu gate lainnya berada di sisi kiri Elena. Ini membuat tangan kanan Elena memukul dirinya sendiri, namun dirinya berhasil menangkap tangan kanannya yang melewati gate menggunakan tangan kirinya.
“Jadi begitu ya? Memang cara bertarung yang lumayan cerdik untuk mengirimkan kembali serangan pada penyerangnya.” Elena menari kembali tangan kanannya dari dalam gate.
“Ini masih belum selesai, Nee-san!”
*Bom!*
Beberapa gate terbuka dan mengelilingi Elena. Dari dalam gate tersebut, air dengan kecepatan tinggi melesat dan menciptakan ledakan. Gate yang Naruto buka saat ini terhubung ke dasar lautan dalam, yang mana di sana terdapat air bertekanan tinggi dan itu bisa digunakan sebagai senjata yang kuat menggunakan tekanan kuat di dasar laut.
‘Yah, dia memang sudah jauh berkembang menggunakan kemampuan sihir dan strategi bertarung. Ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan aku yang terkadang membuka portal menuju permukaan matahari untuk membuatnya menjadi serangan. Serangan ini tidak akan sekuat aku yang membuka portal ke permukaan matahari, tapi ini tetap merupakan sesuatu yang spektakuler mengingat dia bisa mencari dasar lautan yang dalam. Aku tebak, dia menggunakan perisai magis, kemudian menyelam.’
*Cring!*
Elena berteleportasi mengetahui tekanan air ini bisa menimbulkan luka yang tidak main-main pada tubuhnya. Dia sendiri tidak terlalu sombong dan mengetahui seberapa tinggi kekuatan fisiknya. Saat serangan yang terlalu berbahaya menghampirinya, dia akan memilih untuk menghindar dari pada menerimanya. Juga, memakai kemampuan Teleportasi lebih efisien dari pada memakai perisai magis untuk menangkis tekanan air sekuat itu.
__ADS_1
“Tch! Lagi-lagi dia pergi menggunakan kemampuan Teleportasinya. Setidaknya, biarkan aku memberikan tanda Hiraishin-ku padanya agar aku bisa mengejarnya meski dia pergi jauh!” gerutu Naruto.