
...Kembali ke Konoha...
Naruto, Elena, dan Anko melewati lorong antar dunia yang diciptakan Elena menggunakan kemampuan dimensinya. Pemandangan di sana hanya merupakan lorong spiral berkelok-kelok dan mereka tidak dapat melihat apa-apa kecuali garis spiral di dinding-dinding lorong. Mereka bertiga bergerak seperti ada yang menarik mereka dari ujung lorong..
Eriza sendiri tidak ikut dan memilih untuk menjaga dunia Kenja no Mago dari serangan iblis humanoid. Sebagai tambahan, dia mendapatkan perusahaan yang dikelola Blood-bunshin Elena dan melakukan perjalanan ke berbagai negara untuk membuka lebih banyak titik buka gatenya Dia masih berada di wilayah bekas kekaisaran Bluesphere sebelumnya, tapi dia bisa menggunakan gatenya untuk pergi ke tempat lain.
“Di sini sangat sepi, ya, Nee-san?” tanya Naruto yang memecahkan kesunyian di sana.
Sebenarnya bukan hal ini yang ingin dibahas oleh Naruto. Dia memiliki pembahasan lain dan hanya menggunakan ini sebagai awal dialog.
“Mau bagaimana lagi, ‘kan?” Elena tetap memperhatikan pada dinding lorong spiral di depannya. “Saat ini kita memang sedang bergerak melewati kecepatan cahaya, sih. Wajar saja jika pemandangan di luar tidak bisa kita lihat, karena cahaya tidak bisa mengikuti kita. Suara kita masih bisa terdengar satu sama lain karena di sini masih ada udara yang berasal dari dunia sebelumnya.”
“Ngomong-ngomong, Nee-san. Aku sangat penasaran dari mana kamu bisa mendapatkan mata Sharingan itu. Sasuke pasti akan sangat mendendam padamu jika kamu yang merupakan orang luar dari klan Uchiha memilikinya. Atau tunggu, jangan-jangan kamu ini bukan merupakan saudara kandungku dan sebenarnya merupakan seseorang yang seusiaku dan berasal dari klan Uchiha,” kata Naruto panjang.
“Ap--! Tidak-tidak, bukan seperti itu yang terjadi!” Elena segera mengarahkan kepalanya pada Naruto yang di belakangnya.
Pertanyaan Naruto kali ini sangat membuatnya terkejut. Pasalnya, dia memiliki hampir 100% ingatan tentang kehidupannya di dunia Naruto, termasuk ingatan ketika masih kecil. Tidak mungkin dia salah mengingat kecuali jika memang ingin menghapus suatu ingatan. Yang membuat dia terkejut adalah, Naruto yang sampai menyangka tentang dia yang bukan saudara kandung Naruto.
“Kalau begitu bagaimana? Aku dengar, klan Uzumaki kebanyakan memiliki rambut berwarna merah. Tapi aku memiliki rambut berwarna kuning yang mungkin merupakan warisan dari Ayah, sedangkan Nee-san memiliki rambut hitam yang merupakan ciri klan Uchiha. Tidak mungkin jika aku ini merupakan keturunan Uchiha karena tidak memiliki ciri fisik darinya.” Naruto mulai mendesak.
“Itu tidak mungkin. Klan Uchiha sangat bangga akan harga dirinya dan sekuat mungkin mempertahankan garis keturunannya. Kemungkinannya sangat kecil mereka akan mengirim salah satu keturunan mereka berada di luar komplek klan, kecuali …,” Anko menghentikan kata-katanya.
__ADS_1
“Kecuali?” Naruto menjadi sangat penasaran, dan menunggu apa yang akan dikatakan Anko berikutnya.
Sejak dulu, Naruto merasa memiliki bakat yang sangat berbeda jauh dari Elena. Dia memang tidak terlalu mempermasalahkan hal-hal kecil, dan menerima saran yang dimiliki Elena. Akan tetapi, perbedaan yang terjadi di antara keduanya terkadang membuat Naruto bertanya-tanya tentang asal-usul mereka berdua, yang mungkin akan memberikan sedikit bocoran mengenai siapa orang tua mereka.
Sampai saat ini, Naruto masih belum menguasai sage mode dan belum memiliki cara untuk mengakses segel Kyuubi secara manual. Dia hanya akan masuk ke dalam alam bawah sadarnya ketika berada dalam kondisi unik, seperti memiliki pemikiran mental yang jauh meningkat atas dampak dari merasakan sebuah emosi yang sangat mendalam.
Elena sendiri masih tutup mulut terhadap masalah ini karena dia terlalu malas untuk mengajari Naruto. Ini terlihat dari dirinya yang membiarkan Naruto belajar dari kelompok Shin dari pada mengajarinya secara langsung. Selain itu, Elena merasa jika tubuh fisik Naruto masih terlalu lemah untuk bisa menerima chakra Kurama.
Dia sendiri juga akan kesulitan mempertahankan fisiknya tanpa bantuan Myokinesis di bawah tekanan dari jumlah chakra Kurama. Dalam kemungkinan terburuk, dia akan memiliki luka di tubuhnya dalam jumlah yang tidak bisa diabaikan.
“Kecuali jika Elena merupakan darah campuran antara Uchiha dan klan lainnya. Kalau seperti itu, klan Uchiha tidak akan senang dengan Kakak Perempuanmu dan mengusirnya keluar dari komplek klan. Kemudian, kalian berdua secara tidak sengaja masuk ke dalam panti asuhan yang sama, memiliki hubungan dekat, dan saling menganggap diri kalian sebagai kakak-beradik,” lanjut Anko.
Mereka bertiga keluar di dalam ruang tamu kos-kosan yang merupakan tempat di mana mereka memulai perjalanan ini.
Penampilan ruangan itu masih sama seperti ketika mereka akan memulai perjalanan, karena memang tidak ada seorangpun yang masuk ke mari. Mereka berdua merupakan kembar yang memiliki chakra Kyuubi dan cenderung memiliki reputasi menakutkan di desa ini, sehingga kebanyakan orang lebih memilih untuk menghindari keduanya.
“Hah…, bukan seperti itu ceritanya, Naruto. Dengarkan dulu penjelasanku….” Elena memegangi kepalanya dan memiliki ekspresi yang terlihat lelah.
Anko dan Naruto terdiam dan memperhatikan penjelasan atau argumen Elena yang akan digunakan untuk mendukung dirinya. Klan Uchiha yang sangat membanggkan kekuatan doujutsu mereka, Elena akan langsung menjadi musuh dari Sasuke jika dia sampai ketahuan sebagai orang luar yang memiliki Sharingan.
Namun, setidaknya ini bisa dihindari dengan dirinya mengatakan bahwa dirinya ternyata merupakan anggota campuran antara klan Uchiha dan klan lain. Tapi, cara seperti ini akan membuatnya mengakui jika dia sebenarnya bukan merupakan saudara kandung Naruto.
__ADS_1
“Aslinya, aku ini memang merupakan saudara kandungmu. Lalu alasan mengapa aku memiliki ciri fisik yang sangat berbeda darimu, ini karena author novel ini malas membuat desain karakter baru, sekaligus ingin meningkatkan namaku dari novel originalnya, di mana aku merupakan tokoh utama di sana (kenyataan). Jadi, kamu tidak perlu terlalu memikirkan lagi apakah kita ini saudara kandung atau bukan,” jelas Elena.
“Kalau begitu, bagaimana Nee-san bisa sampai memiliki mata Sharingan? Sasuke akan memburumu sampai ke dunia lain jika dia sampai mengetahui kamu melakukan cangkok Sharingan pada matamu sendiri,” tanya Naruto.
“Aku ini bisa melakukan modifikasi pada tubuhku sendiri menggunakan kemampuan unik yang bisa mengubah DNA dan susunan tubuhku.” Elena menatap Naruto, dan bertanya, “Kamu pasti pernah mendengar tentang uji coba untuk memodifikasi DNA yang membuat suatu spesies mengalami evolusi, ‘kan?”
“Ya!” Naruto mengangguk.
“Kurang lebih, yang aku lakukan sama dengan itu.” Elena menghembuskan napas sebelum melanjutkan, “Aku memodifikasi fisikku menggunakan Biokinesis. Tentu saja aku memerlukan sampel darah dari anggota klan Uchiha untuk melakukanya, tapi kejadian beberapa tahun lalu menyelesaikan masalah ini.”
“Dengan kata lain, yang kamu lakukan ini mirip dengan yang dilakukan Orochimaru, ‘kan?” tanya Anko.
Dia yakin Elena akan mengetahui siapa Orochimaru, entah dari mencuri data rahasia Konoha atau membaca pikirannya menggunakan Telepati.
“Setidaknya aku lebih manusiawi dari apa yang dia lakukan, juga aku menggunakan tubuhku sendiri,” jawab Elena.
#Catatan Author#
Sampai di sini, Saya merasa seperti lebih ahli memikirkan dialog dan memanjang-manjanhkannya. Apa jangan-jangan aku ini lebih ahli menulis cerita yang banyak dialognya seperti Wisata Gadis di Akhir Hayat seperti yang baru-baru ini tamat di Mus3 1nd0n3s14, ya?
#Akhit Catatan Author#
__ADS_1