
...Akhir Pertarungan...
*Cring!* *Cring!* *Cring!* *Wush!*
Beberapa Rasenshuriken mendadak muncul menitari Elena.
Mereka semua berputar dengan cepat pada porosnya dengan warna ungu yang menyala gelap.
“Hehe, sayonara, Nee-san. Cobalah untuk bertahan dari mereka semua setelah aku pergi!”
*Poof!*
Naruto menghilang setelah mengatakan itu. Ternyata, dirinya yang ini hanya merupakan Kagebunshin.
‘Jadi seperti itu, ya. Dia menggunakan Kagebunshin untuk menahan gerakanku sementara waktu, kemudian tubuh aslinya bersama Kagebunshin lainnya membuat Rasenshuriken, lalu mengirimkannya ke tempatku menggunakan Hiraishin. Bukan strategi yang buruk. Dengan ini aku sendiri memang akan kesulitan untuk menangkis atau menghindar memperhitungkan jarak yang dekat ini.’
‘Aku akan menggunakan pertahanan dari kemampuan fisik yang telah ditingkatkan oleh Senjutsu dari pada menghindar. Penggunaan kemampuan dimensi memerlukan waktu terlalu lama untuk membuka portal, juga percuma saja berpindah tempat karena aku yakin dia akan mengirimkan serangan lainnya melalui Hiraishin.’
*Boom!*
Elena menyilangkan tangannya sambil mengendalikan energi di sekitarnya untuk membentuk sebuah perisai pertahanan dari semua Rasenshuriken yang mengarah padanya. Kemudian, semua Rasenshuriken itu meledak dalam bentuk spiral yang sangat besar ketika menabrak perisai pertahanan milik Elena.
__ADS_1
Kerusakan dari dampak serangan ini sangat besar, menghancurkan tanah, batuan, dan pepohonan yang ada di sekitar sana. Elena sudah pasti selamat karena dia sendiri merupakan MC dalam cerita ini, tapi luka yang diterima tubuhnya tetap akan membekas selama beberapa saat sampai dia akan menggunakan sihir pemulihan atau Vitakinesis.
---
*Poof!* *Poof!* *Poof!*
Beberapa Kagebunshin yang ada di sekitar Naruto asli menghilang, hanya menyisakan satu-satunya dari dirinya yang asli.
Pertarungan ini tidak banyak menguras staminanya, namun ini cukup untuk membuat mentalnya kelelahan sebagai pertarungan pertamanya yang dianggapnya sebagai pertarungan hidup-mati. Untuk para iblis humanoid sebelumnya, itu tidak benar-benar dihitung karena Naruto dkk bisa mengalahkan mereka dengan mudah. Kali ini berbeda karena orang yang dilawannya adalah Elena, yang merupakan seseorang yang lebih kuat darinya.
“Berhasilkah? Aku sudah memikirkan Nee-san akan bisa berteleportasi dengan cepat sebelum Rasenshuriken itu mengenainya, tapi aku sudah yakin semua Rasenshuriken meledak di dekat segel Hiraishin. Apa aku lebih banyak menggunakan Rasenshuriken untuk memastikan kerusakan yang terjadi? Nee-san tetaplah memiliki banyak kemampuan yang bahkan aku sendiri tidak pernah melihat semuanya.” Naruto memegang dagunya sambil mempertahankan sihir deteksinya.
*Whirl!* *Zlab!*
Portal kabut hitam berputar di dekat Naruto, kemudian Elena muncul dari sana sebelum itu kembali menutup.
“Hmph!” Naruto langsung menyadari kedatangan Elena melalui sihir deteksinya. Dia langsung berjaga dan bersiap jika-jika Elena memberikan serangan mendadak.
“Sudah cukup, Naruto. Kamu tidak perlu melanjutkan pertarungan kita ini.” Elena membuat senyuman sambil mengatakan itu.
Tubuh Elena memang sama sekali tidak menderita luka sama sekali, namun bukan berarti penampilannya baik-baik saja. Serangan Naruto ini membuat pakaiannya hancur, sehingga jaketnya berubah menjadi memiliki banyak robekan. Untungnya, pakaiannya ini masih cukup untuk menutupi sebagian besar dari tubuhnya, atau ini akan menjadi novel dengan genre lain. Juga, dia sudah keluar dari mode Sennin dan tidak memiliki penambahan peningkatan fisik apapun, juga tanpa memakai sihir apapun.
__ADS_1
“Sudah cukup? Apa yang Nee-san maksud? Apa Nee-san sudah memilih untuk menyerah karena sudah terkena serangan itu?” Naruto sedikit melonggarkan penjagaannya, namun masih tetap waspada dengan menggunakan sihir deteksi. Tidak semudah itu untuk membuatnya sepenuhnya percaya dengan orang yang baru menjadi musuhnya, bahkan jika itu kakaknya sendiri.
“Yah…. Sebenarnya, aku sendiri tidak memiliki niatan untuk menguasai atau menghancurkan dunia ini.” Elena menggulung ujung rambutnya menggunakan jari telunjuknya sambil mengalihkan matanya ke arah lain dari Naruto. “Aslinya, aku hanya ingin menguji sampai mana perkembangan dari kemampuan latihanmu selama ini. Jika aku mengatakan bahwa ini merupakan latihan, aku yakin kamu tidak akan menjadi terlalu serius dan terlalu mengkhawatirkanku.”
“Jadi karena itu, kamu mengatakan ingin menghancurkan dunia ini? Alasannya untuk memancing kamu kah?” Anko mendadak muncul menggunakan Shunshinnya. “Itu memang cara yang bagus untuk memancing orang terdekatmu agar mau menghajarmu. Tapi kalau kamu sampai menjadi lebih lemah dari kami, maka kamu akan benar-benar mati dan babak belur karena pertarungan ini, lho.”
Eriza datang dari langit menggunakan sapunya, kemudian mengarahkan, “Are? Jadi dari tadi itu hanya latihan saja. Syukurlah, aku pikir dunia ini akan benar-benar berakhir dengan kamu yang mengamuk.” Dia menghela napas lega, dan melanjutkan, “Kamu adalah orang yang berhasil mengalahkan Shin Wolford yang katanya merupakan orang terkuat di dunia ini, meskipun itu sudah dikalahkan oleh Naruto dan Anko-sensei, dia tetap menjadi orang yang kuat.”
“Apa? Apakah kamu benar-benar percaya saat aku mengatakan ingin menghancurkan dunia ini?” kata Elena. “Maaf saja, tapi aku tidak akan melakukan pekerjaan yang kurang produktif seperti itu. Dari pada menghancurkan dunia, aku lebih suka mengambil alih dunia di bawah kendaliku sepenuhnya dan membuat penduduknya bekerja sebagai budakku.”
“Nee-san, yang baru saja kamu katakan itu, tetap saja yang merupakan sesuatu yang menyeramkan, lho.” Alis Naruto berkedut ketika dia merasa kebingungan dengan cara berpikir Elena ini.
“Tapi itu memang benar, lho, Naruto.” Elena mengarahkan wajahnya pada Naruto dari Eriza sebelum melanjutkan, “Jika aku menghancurkan dunia ini, maka tidak akan ada orang yang melakukan aktivitas seperti menambang, mengumpulkan pajak, dan membuat benda-benda lain yang pastinya akan berguna. Tapi jika aku memperbudak mereka, maka aku akan mendapatkan benda-benda yang mereka buat dengan mereka yang memberikannya secara terpaksa maupun sukarela.”
“Kamu benar-benar iblis, ya. Bahkan iblis yang kami lawan tidak semenyeramkan ini. Dengan kata lain, kamu adalah iblis dari para iblis. Jika itu iblis humanoid, mereka hanya akan menghancurkan dan membuat serangan yang sangat bodoh dan acak. Tapi jika itu kamu, kamu memiliki banyak hal yang bisa direncanakan untuk bisa mendapatkan hasil yang lebih baik dari mereka,” kata Anko yang sudah tidak punya kata-kata untuk menghentikan Elena.
“Heheheh, puji aku, puji aku lebih banyak!” Elena justru menganggap itu bukan sebagai masalah, dan malah menganggapnya sebagai sebuah prestasi lain.
“Tapi membicarakan tentang iblis, ini sekarang mengingatkanku.” Eriza mengelus dagunnya sebelum kepada Elena bertanya, “Bagaimana caramu memiliki kekuatan yang sama dengan para iblis humanoid itu? Aku sudah memikirkan dugaan jika kamu mungkin akan bekerja sama dengan mereka, tapi bagaimana caramu bisa mempertahankan kesadaran sebagai manusia, sedangkan mereka hanya menjadi liar?”
“Hmm? Apa kami belum pernah menceritakannya padamu. Itu bukan merupakan teknik demonfikasi milik mereka, tapi itu ….” Kemudian Elena mulai menjelaskan tentang Kyuubi yang ada di dalam tubuhnya dan Naruto.
__ADS_1