Cenayang Masuk Ke Dunia Naruto

Cenayang Masuk Ke Dunia Naruto
Ch.95 Akan Kembali


__ADS_3

...Akan Kembali...


“Umu, intinya adalah ada sebuah makhluk mitologi yang bersemayam di dalam diri kalian berdua, ‘kan? Baiklah aku paham.” Eriza mengangguk mengerti akan penjelasan Elena.


“Baguslah kalau kamu paham. Aku akan menggunakan kemampuan Telepatiku dan secara langsung mengukir penjelasan ini ke dalam otakmu jika masih tidak paham juga.” Elena melipat tangannya seperti tampak kesal.


“Nee-san, kamu baru saja menjelaskan hal itu sebanyak satu kali kepadanya. Bukankah sedikit terlalu berlebihan menjadi kesal karena ini?” Naruto mengerutkan dahinya ketika bertanya.


“Hehe, namanya juga sedang lelah. Sedikit masalah seperti ini sudah cukup untuk membuatku merasa kesal, kau tahu?” Elena tertawa kecil untuk mengalihkan topik.


“Sekarang, apa yang akan kita lakukan? Tujuan awal kita ke sini tadi adalah untuk membunuh iblis humanoid, tapi aku tidak melihat satupun dari mereka di tempat ini. Mungkin salah satu dari mereka menggunakan kemampuan Teleportasi untuk pergi ke tempat yang jauh,” tebak Anko.


“Tentu saja mereka akan melakukannya. Teleportasi bagaimanapun merupakan kemampuan paling efektif untuk melakukan perjalanan dan melarikan diri. Aku sendiri juga akan menggunakan kemampuan ini saat berada dalam kondisi terdesak,” Elena membenarkan.


“Hmm….” Naruto berpikir sambil mengusap dagunya. “Terlalu merepotkan untuk mencari mereka semua satu per satu di setiap sudut dunia ini. Apa kamu punya saran untuk dilakukan, Nee-san?” Naruto menatap Elena, mengharapkan sebuah jawaban.


“Rencana masa depan kah?” Elena mendongak ke atas sebelum kembali, dan menjawab, “Aku rasa, kita bisa kembali ke Konoha saat ini juga.”


“Eh! Kembali? Bagaimana dengan para iblis humanoid itu?” tanya Naruto yang terkejut.

__ADS_1


“Biarkan saja,” jawab Elena dengan gampangnya. “Aku sangat yakin Shin dkk akan bisa mengatasi mereka semua sendirian tanpa bantuan kita. Tidak, aku yakin dia sendiri bisa mengatasi mereka semua bahkan tanpa bantuan dari kawan-kawannya. Karena terlalu merepotkan untuk mencari mereka,kita serahkan saja masalah ini pada dirinya.”


“Ta-Tapi, bukankah menjadi masalah jika kita melepas tangan sepenuhnya dari tindakan mereka? Bagaimana jika ada beberapa iblis humanoid yang menghancurkan tempat acak selama kalian pergi?” tanya Eriza.


Naruto, Elena, dan Anko akan kembali ke Konoha. Itu berarti, mereka sama sekali tidak akan terpengaruh dengan semua masalah yang akan terjadi di dunia ini untuk ke depannya. Entah sebuah kerajaan hancur, magnet bumi dunia ini yang bertukar kutub, bumi yang berotasi pada arah berlawanan, sampai meteor jatuh sekalipun mereka tidak akan terpengaruh karena berada di dunia yang berbeda.


Namun ini berbeda cerita untuk Eriza. Dia tetap tinggal di dunia ini yang berarti dia masih berbagi nasibnya dengan dunia Kenja no Mago. Memang benar jika Shin bisa mengalahkan semua iblis humanoid seorang diri, teman justru bisa mengganggunya dengan menjadi sandera. Tapi jika iblis humanoid menyerang kota atau kerajaan secara acak, maka sudah pasti akan jatuh banyak korban jiwa seperti di kerajaan Swedes sebelumnya. Inilah yang menjadi sumber kekhawatiran Eriza.


“Mau bagaimana lagi, itu memang tidak bisa dihindarkan.” Elena dengan entengnya menganggap remeh perkara ini sambil mengangkat bahunya. “Dari awal, perkara dan masalah akan dimulai dari pihak yang ingin membuat masalah, kemudian baru mulai mereda ketika pihak yang ingin menenangkan muncul. Kecuali Shin berada di semua tempat, masalah dengan para iblis humanoid ini tidak akan selesai.”


“Tidak bisakah kamu memakai Penerawangan selama 24/7 ke setiap tempat?” Eriza kembali bertanya.


Elena sendiri merasa bingung ketika harus memberikan tanggapan atas perkataan Eriza. Bagaimanapun, tidak ada orang yang cukup hebat untuk menggunakan sihir mereka selama 24/7. Jawaban dari pertanyaan ini seharus sudah jelas, ini yang membuat Elena merasa keheranan ketika dia ditanya pertanyaan yang satu ini.


“Tapi tenang saja. Selama kamu di sini, aku aku yakin kamu akan bisa mengatasi mereka, Eriza.” Elena berusaha mencairkan suasana. “Tentu saja, kamu juga akan terlambat saat akan menuju ke lokasi yang diserang iblis, setidaknya itu dapat meminimalisir korban jika kamu bisa datang lebih cepat.”


“Apa kamu punya saran tentang apa yang harus aku lakukan selama kalian pergi?”


“Saranku, adalah kamu bepergian saja ke berbagai tempat.” Elena lanjut menerangkan, “Kemampuan gate memerlukan gambaran tempat yang akan dituju untuk menghubungkan kemana ingin pergi. Harus aku akui ini merupakan sihir yang nyaman, tapi tidak bisa digunakan jika belum mendatangi tempat tersebut. Maka dari itu, kamu akan bisa menggunakan gate ke berbagai tempat jika sudah mengunjungi mereka semua.”

__ADS_1


“Sangat menyesakkan untuk bepergian ke sana ke mari, ya. Padahal jika itu kamu, kamu bisa langsung datang ke sana menggunakan Teleportasi atau menerawang, kemudian menggunakan gate.” Eriza menatap pada Elena.


“Sejak awal, kami yang bukan penghuni dunia ini akan membuat masalah jika mengubah terlalu banyak tentang dunia ini, seperti pada seni dan budaya, terutama teknologi. Bayangkan saja jika di dunia ini kemajuan teknologi terjadi dengan terlalu cepat dan tidak terkendali. Dunia ini akan kacau balau karena penduduknya belum bersiap menerima perubahan gaya hidup yang terlalu drastis,” terang Elena.


“Anu, apa aku tidak salah dengar? Aku mendengar sesuatu seperti kalian yang berasal dari dunia lain?”


Dia masih tidak mempercayai dari apa yang baru saja didengar olehnya. Bagaimanapun, orang di dunia ini sama sekali tidak memiliki gambaran tentang pengembara dari dunia lain. Kebanyakan cerita di dunia ini adalah kisah kepahlawanan dan heroik dari seseorang yang bertarung melawan ancaman seperti, pasukan iblis atau penguasa dzolim.


“Hmm? Apa kami belum pernah menerangkan tentang masalah ini? Seharusnya, aku sudah pernah mengatakan tentang ini, ‘kan?” Elena terlihat keheranan ketika berusaha mengingatkan Eriza.


Aslinya, dia memang tidak pernah mengatakan apa-apa tentang ini, jika pun pernah dia akan menghapus ingatan Eriza karena terlalu beresiko dan merepotkan kalau kabar tentang mereka yang berasal dari dunia lain terekspos ke publik. Pada kemungkinan terbaik, publik tidak akan menggubris masalah ini dan hanya akan menganggapnya sebagai lelucon anak-anak, namun pada kemungkinan terburuk mereka akan kerepotan menghadapi pertanyaan dari berbagai pihak, terutama orang terpandang.


Orang dari dunia lain tentunya memiliki tujuan tersendiri saat datang ke suatu dunia, kecuali secara tidak sengaja. Kebanyakan orang didunia ini telah mengetahui tentang Naruto, Anko, dan Eriza yang dekat dengan Ultimate Magician. Pandangan publik terhadap mereka akan langsung berubah menjadi waspada ketika tidak tahu tujuan kedatangan mereka ke dunia ini.


“....” Eriza terdiam mencerna informasi ini.


“Apa aku informasi ini mengejutkannya? Apa sebaiknya aku tutup mulut soal Blood-bunshin milikku yang sudah menguasai sebagian besar pasar di sebuah kerajaan?” tanya Elena dalam monolog.


“....” Anko dan Naruto saling memandang mendengar informasi ini.

__ADS_1


__ADS_2