
...Pertarungan Kecepatan...
“Di sana!” Naruto menemukan Elena melalui sihir deteksi yang telah dipelajari olehnya ketika bersama Shin dkk.
Sihir ini akan sangat membantunya untuk mencari lawan dan untuk merasakan serangan yang akan menghampirinya, tentu saja Naruto akan menggunakannya untuk menambah kartu dalam pertarungan. Meski mekanisme sihir deteksi seperti ini dikatakan rumit, Shin sendiri berhasil menggunakannya dalam sekali percobaan, jadi tentu saja Naruto bisa memakainya walau hanya dalam beberapa kali percobaan.
*Swirl!* *Wung!* *Wung!* *Wung!*
“Rasengan: Multiple Rasenshuriken!” Naruto melemparkan Rasenshuriken pada sebuah dinding bangunan yang hampir ambruk. Ketika berada di tengah-tengah jalan, Rasenshuriken tersebut terkloning menjadi beberapa Rasenshuriken yang serupa dengan aslinya. Kloningan Rasenshuriken tersebut memang Rasenshuriken lainnya yang terbuat dari sihir enchantment dan energi alam, yang membuatnya memiliki kemampuan merusak 100% + 20%/5 meter dari aslinya.
*Zing!*
Elena keluar dari persembunyiannya--dinding banguanan yang hampir runtuh--, dan mengamati Rasenshuriken tersebut menggunakan mata Sharingan-nya. ‘Hebat! Dia telah banyak berkembang sampai bisa menciptakan sebuah jutsu yang akan semakin kuat dengan sendirinya hanya dari menyerap energi alam di sekitarnya. Otak manusia memang terbatas, tapi dia akan bisa menciptakan teknik yang dapat bertambah kuat menggunakan sihir enchantment yang menjadi seperti program komputer.’
*Cyrax!* *Sis!* *Sis!* *Sis!*
Tongkat kristal terbentuk di sekitar Elena sebelum melesat ke arah Rasenshuriken sebagai tindakan pertahanan. ‘Aku rasa, kasihan kalau ini terus-terusan menjadi kejar-kejaran. Aku akan sedikit mendekat padanya untuk memberikan pukulan dan luka. Tidak akan seru jika latihan yang terasa sungguhan ini akan berakhir tanpa luka sedikitpun.’
*Boom!* *Boom!* *Boom!*
Rasenshuriken tersebut meledak menjadi pusaran bola berwarna ungu gelap di atas langit. Jumlah mereka yang banyak membuat dampak--angin--ledakan terasa bergemuruh pada jarak > 100 meter dari sana.
"Uh…. Bukankah dia terlalu berlebihan dalam membuat serangan itu!" Eriza mencoba menyeimbangkan tubuhnya ketika terpaan kuat itu menyapunya ketika dia sedang berada di udara.
*Cring!*
Elena berteleportasi mendekati Naruto. Alih-alih berada di belakangnya dan berusaha membuat serangan kejutan, kali ini dia berada di hadapan Naruto dan melakukan serangan langsung.
*Bam!*
__ADS_1
Elena memukul menggunakan tangan kanannya. Kali ini dia tidak menggunakan penguatan dari manipulasi energi dan hanya memberikan pukulan murni. Serangan ini berhasil ditangkap oleh Naruto menggunakan tangan kirinya.
*Grab!*
Naruto membalas dengan memukul Elena memakai tangan kanannya yang sedang kosong, tetapi ini berhasil ditangkap dengan mudah.
*Cring!*
Elena menggunakan Teleportasi dan muncul di belakang Naruto, kemudian langsung mengumpulkan banyak energi hentakan di tangan kanannya yang memiliki gambaran berupaya lempeng berwatak biru terang yang melingkari pergelangan tangannya.
*Set!* *Cring!*
Ketika Elena memukul, tiba-tiba saja Naruto menghilang dari tempatnya dalam cahaya kekuningan, membuat tangan Elena hanya memukul udara kosong.
'Teleportasi? Tidak, bukan. Itu adalah Hiraishin no jutsu. Dia pasti telah menandai suatu tempat di sekitar sini. Di mana dia berada?' pikir Elena.
Elena kemudian memejamkan matanya dan berkonsentrasi menggunakan Penerawangan untuk mencari keberadaan Naruto, ditambah juga menggunakan sihir sensor. Ini membuatnya tidak memiliki titik buta di sekitar tempatnya, namun masih terpengaruh jika itu merupakan serangan dadakan dari teknik yang serupa Teleportasi.
*Whirl!*
Naruto muncul di belakang Elena dengan Rasengan di tangan kanannya, bersiap memberikan serangan dadakan yang sangat kuat.
Sayang sekali gerakan Naruto terlalu lambat, sehingga Elena sempat mendeteksinya menggunakan sihir sensorik, kemudian memperhatikan gerak-geriknya menggunakan Penerawangan.
Elena berbalik dan berkata, "Sayang sekali, ya. Kamu terlalu lambat dalam gerakanmu. Kalau saja kamu lebih cepat, aku yakin Rasenganmu itu akan berhasil untuk mengenai tubuhku."
*Bam!* *Brak!*
Elena memukul menggunakan tangan kanannya yang telah diperkuat menggunakan teknik manipulasi energi miliknya. Jika Naruto sampai terkena serangan ini, dia akan terpental dengan kondisi tulang yang mungkin akan mengalami patah.
__ADS_1
'Apa?'
Namun dari pada memukul Naruto, Elena malah tercengang melihat lokasinya yang saat ini berada di sebuah hutan. Tangan kanannya yang telah diselimuti oleh energi kuat malah memukul batu besar dan menghancurkannya berkeping-keping.
'Begitu ya. Dia memindahkanku menggunakan Hirashinnya. Cara yang sangat cerdik untuk mencegah sebuah serangan kuat mengenainya. Ini sebabnya teknik ruang-waktu menjadi salah satu teknik terkuat. Menggunakan ini, musuh akan kesukuan melawan saat targetnya dapat berpindah tempat dengan sangat cepat.'
'Teknik Teleportasiku hanya memindahkan materi, tidak bisa memindahkan energi. Itu artinya, pengumpulan energi dari manipulasi energi tidak akan ikut dipindahkan saat aku menggunakan kemampuan Teleportasi. Tapi jika itu teknik ruang-waktu seperti Hiraishin, maka energi itu juga akan ikut dipindahkan.'
*Cring!* *Whirl!*
"Oodama Rasengan!" Naruto secara mengejutkan muncul di belakang Elena bersama Rasengan berukuran besar.
"Hmph!" Elena menggunakan tangan kanannya untuk berusaha menangkis Rasengan besar tersebut.
Konfrontasi ini membuat mereka mereka berdua berhenti sejenak di tempatnya dan saling adu dalam hal kekuatan. Sudah jelas jika Naruto memiliki keunggulan karena menggunakan jutsu sedangkan Kaka perempuannya hanya menggunakan tangan kosong. Namun, di sisi lain Elena sedang dalam sennin mode yang membuat kekuatan mentahnya juga ikut meningkat.
'Itu, Sharing, 'kan? Sejak kapan dan bagaimana Nee-san memilikinya? Tidak mungkin klan Uzumaki akan memiliki mata yang seharusnya milik klan Uchiha. Apakah dia sebenarnya anak haram dari Ayah?'
Bentuk Sharingan Elena masih sama seperti sebelumnya. Hanya saja, pada bagian pupilnya adalah pupil mata yang mirip dengan mirip Kurama.
*Nging….*
Bahkan setelah Rasengan Naruto berhenti, Elena masih berdiri tegak di tempatnya dengan tangan kanannya yang mengarah pada pengguna Rasengan itu. Dia memenangkan pertarungan daya tahan ini dalam konfrontasi singkat itu.
"Sayang sekali, ya, Naruto. Aku akui, kamu menjadi kebutuhan h cepat dari sebelumnya dan berhasil memberikan serangan kejutan ketika aku sedang termenung sejenak. Tapi, serangan lemah seperti itu tidak terlalu berguna bahkan jika berhasil mengenaiku. Kamu masih harus berusaha menjadi lebih kuat lagi jika ingin bisa mengalahkanku, lho." Elena menyeringai pada hasil konfrontasi yang dimenangkannya ini.
Bukannya dia mau menyombongkan diri pada adiknya yang telah gagal ini. Hanya saja, dia ingin memotivasinya agar lebih berusaha lebih keras lagi menggunakan penghinaan kecil ini. Sebenarnya, dia sama sekali tidak memiliki niat buruk terhadap adiknya.
Naruto sedikit menaikkan sudut mulutnya. "Sayang sekali, Nee-san. Tapi ini masih belum selesai."
__ADS_1
"Oh, apakah kamu masih memiliki serangan lanjutan untuk mengatasi ini? Meskipun kamu berhasil mengenaiku, tapi serangan yang lemah tetap tidak akan ada gunanya dan tidak memberikan banyak perbedaan "
Meskipun pertarungan keduanya terlihat lama, namun pada kenyataannya waktu yang ditempuh tidak mencapai 1 menit. Keduanya memang bergerak cepat menggunakan teknik perpindahan masing-masing.