
...Kembali Menemui Elena...
Naruto, Eriza, dan Anko menuju ke kekaisaran Bluesphere untuk mencari sisa-sisa iblis humanoid yang mungkin berada di sana. Akan tetapi, mereka terkejut ketika sampai di daerah ibu kotanya, di mana Elena yang sedang melatih senjutsunya bersamaan menggunakan jubah chakra merah Kurama. Bukannya mereka terkejut karena menduga Elena bekerja sama dengan para iblis humanoid, hanya saja sangat mengherankan ketika dia menemukannya di lokasi para iblis humanoid.
Jika Elena bekerja sama dengan Sctronom dan menjadi salah satu iblis humanoid, Naruto yakin Kakak perempuannya ini memiliki suatu alasan. Akan Elena tidak terlalu merahasiakan sesuatu pada Naruto, sehingga seharusnya Naruto sudah mendapatkan kabar tentang mengapa Elena memilih untuk menjadi iblis humanoid. Hanya saja karena tidak ada kabar tentang Elena selama waktu yang lama, ini membuat mereka memiliki prasangka yang lumayan buruk.
“Ne-Nee-san, a-apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Naruto yang tergagap atas perasaan heran dan ngeri pada Elena.
Jubah chakra merah Kurama di sini memiliki kemampuan samping berupa intimidatif yang menanamkan rasa takut kepada orang yang mendekatinya. Ini tentunya bukan muncul dengan sendirinya, melainkan Kurama sengaja melatih kemampuannya agar bisa menggunakan perasaan intimidatif ini. Dalam anime Boruto, Kurama sendiri pernah mengintimidasi klon Uchiha Shin ketika sharingan diarahkan padanya.
Elena pun kemudian membuka matanya, dan mengatakan, “Oh, Naruto kah? Tak Aku sangka kalian akan datang di mari. Kupikir, kalian hanya akan menghadapi pada iblis humanoid yang masuk ke kerajaan tetangga tanpa membuat serangan ke mari. Ini sungguh sesuatu yang berada di luar prediksiku.”
“Jangan-jangan, Nee-san lah yang mengirim para iblis-iblis humanoid itu untuk menyerang kerajaan Swedes?” Naruto menatap tajam dan mulai waspada pada Elena.
Naruto dan Elena terlahir sebagai saudara kembar di dunia Naruto, juga keduanya telah menghabiskan banyak waktu sehingga saling mengenal satu sama lain. Akan tetapi, Elena yang merupakan reinkarnasi dari dunia lain cenderung mengambil tindakan yang sangat berbeda dari dugaan Naruto. Sebenarnya langkah yang diambil Elena sangat sederhana, yaitu berusaha hidup damai sambil menghindari konflik sebisa mungkin sebagai cenayang yang telah hidup lama.
__ADS_1
‘Sepertinya kamu mendapatkan prasangka yang sangat buruk dari adikmu, ya, Elena. Apa yang akan kamu lakukan setelah ini? Hubungan kalian berdua mungkin akan menjadi kacau setelah ini, lho.’ Kurama terkekeh setelah mengatakan itu.
‘Hmm…. Oke, aku memiliki 2 pilihan untuk menjawab ini. Pertama, ya. Aku lah yang telah mengirim mereka karena ingin menghancurkan dunia ini. Dan kedua, tidak. Aku hanya kebetulan ada di sini saat sedang berlatih senjutsu karena ini merupakan tempat yang nyaman, sepi, dan tidak ada yang akan marah ketika aku menghancurkan sesuatu. Mana yang sebaiknya aku pakai untuk menjawab pertanyaannya?’
‘Bukankah itu sudah jelas? Kamu seharusnya memilih pilihan pertama untuk bisa terhindar dari pertarungan yang merepotkan, ‘kan? Aku tahu kamu kuat, tapi mereka bertiga juga sudah berkembang banyak dalam kurun waktu saat kamu tinggalkan mereka berlatih,’ saran Kurama.
‘Jangan begitu, Kyuu-chan. Aku juga penasaran sebanyak apa mereka berkembang dengan latihan tanpa aku berikan arahan. Pengalaman bertarung mereka seharusnya sudah sedikit meningkat ketika mereka bertiga bertarung melawan iblis, tapi aku masih tidak bisa mengetahui secara tepat sampai mana mereka berkembang jika hanya berasal dari praduga saja.’
‘Juga, Aku cukup yakin mereka akan menahan diri jika ini adalah latih tanding berhubung mereka yang akan menjadi ragu-ragu. Akan menjadi lebih seru saat mereka melawanku dipenuhi niat membunuh yang menekan. Sebagai tambahan, ini akan menjadi bagus karena mereka akan menyangka bahwa aku serius dan mereka merasakan situasi hidup dan mati,’ tambah Elena.
‘Aku memiliki kemampuan Teleportasi, chakra Kyuubi, dan banyak kemampuan cenayang. Apa kamu pikir aku hanya akan kalah melawan musuh yang memiliki usia 2 digit angka? Meskipun jumlah angka usia juga masih 2 digit saat dihitung sejak awal kehidupanku, tapi ini tidak lucu saat aku kalah dengan terlalu mudah. Bahkan jika aku mau, aku bisa memanggil sebagian dari matahari menggunakan kemampuan dimensiku.’
‘Heh, sungguh gadis yang sangat berani, ya. Jangan sampai kalah! Bijuu akan mati ketika jinchurikinya mati, dan aku tidak ingin itu terjadi. Jujur saja, kamu merupakan salah satu jinchuriki terbaik yang pernah aku temui selama ini.’
‘Apa? Apa-apaan itu? Apa kamu sudah mulai jatuh cinta padaku sekarang? Sayangnya, maaf. Aku tidak bisa menerima perasaanmu itu. Aku sudah memiliki orang lain yang lebih dekat darimu di duniaku sebelumnya!’ kata Elena tegas.
__ADS_1
‘....’
‘Maaf, aku salah pilih bahasa. Tolong lupakan apa yang baru saja aku katakan.’ Kurama menundukkan kepalanya.
Bukannya dia merasa bersalah setelah mengatakan sesuatu seperti pernyataan cinta itu, hanya saja dia merasa malu setelah sadar jika dia mengatakannya pada gadis di bawah umur. Walaupun Kurama sudah meminta maaf, sayangnya Elena memiliki kemampuan Mnemokinesis yang membuatnya dapat mengingat sesuatu dengan instan, dan ingatan yang dimilikinya hanya akan hilang saat dia ingin melupakannya. Kecuali Elena ingin menghilangkan ingatannya tentang momen ini, ini akan menjadi mimpi buruk bagi Kurama untuk kedepannya.
“Hou…. Sepertinya kamu sudah menyadarinya, ya, Naruto,” kata-kata Elena yang terdengar sombong dan sarkastik. “Memang, aku lah yang telah menyuruh mereka semua untuk menyerang kerajaan Swedes. Jika kamu ingin tahu motif apa yang aku miliki untuk melakukan ini, tentu saja karena aku merasa sudah waktunya kita untuk memiliki tanah sendiri selain di Konoha.”
“Tapi, apa ini memang harus dilakukan, Nee-san? Bukankah kamu memiliki banyak cara untuk memiliki rumah sendiri selain di Konoha? Jika kamu tidak suka dengan sikap para penduduk Konoha yang mereka berikan pada kita, Aku tidak keberatan jika harus mengikuti Nee-san ke laut seberang. Tidak perlu sampai membantai para penduduk yang tidak bersalah, ‘kan?” tanya Naruto yang masih tidak percaya dengan kata-kata Elena ini.
“Hmph! Dunia ini tidak akan berjalan semudah itu, Naruto. Kita berdua ….” Elena mengarahkan telunjuknya pada Naruto sebelum melanjutkan, “Orang yang memiliki chakra Kyuubi di dalam tubuh kita, tidak akan semudah itu untuk bisa diterima oleh orang di dunia ini. Chakra Kyuubi sendiri memiliki warna merah yang sama dengan iblis di sini. Pada akhirnya, kita hanya akan mendapatkan perlakuan yang sama dengan yang orang-orang Konoha berikan pada kita.”
“Jadi karena itu Nee-san melakukan semua ini? Karena merasa dunia ini tidak bisa menerima Nee-san, maka Nee-san memilih untuk membuat dunia di mana Nee-san akan menjadi penguasa mutlak dunia ini. Apakah aku benar?”
“Ya,” jawaban Elena pelan, namun ini terdengar sangat tegas di tempat yang sunyi ini.
__ADS_1