
...Gelut Kita!...
“Sudah, sudah, lebih baik kalian mulai fokus sekarang. Kita sudah akan sampai ke tempat tujuan kita, lho. Sudah terlambat untuk pulang, pilihan kalian adalah bertarung melawan mereka dan menang. Dalam segi kekuatan, aku yakin kalian bisa menang, tapi aku ragu kalian bisa membunuh manusia.” Anko melihat dinding benteng di depannya.
Kondisi kerajaan Swedes sangat kacau. Asap terlihat di mana-mana dengan rumah penduduk yang telah hancur lebur dengan api yang berkobar. Mereka masih belum masuk ke dalam kerajaan tersebut, namun mereka dapat menebak jika orang-orang kerajaan Swedes dalam kondisi yang sangat buruk sampai-sampai bisa disamakan seperti hama yang sedang dibasmi. Mereka semua selain Anko mengerutkan kening mereka ketika merasa sangat tidak nyaman melihat kondisi kacau seperti ini.
Ketika mereka bergerak semakin dekat dan memasuki kerajaan tersebut lewat jalur udara, mereka dapat melihat dengan lebih jelas kekacauan yang terjadi ini. Perut mereka merasa mual sebagai akibat baru pertama kali ini melihat pembantaian besar-besaran yang terjadi pada umat manusia. Ini merupakan salah satu pemandangan terburuk yang pernah mereka lihat.
After all, mereka hanyalah sekumpulan bocah sekolahan berusia sekitar 15 tahun dan seharusnya masih belajar. Jika saja bukan karena kemunculan Shin yang merupakan MC Kenja no Mago dan Sctronom yang merupakan antagonis, bocah-bocah itu sendiri pasti masih melanjutkan pembelajaran mereka di dalam akademi dan menjalani kehidupan yang sepenuhnya datar dan slow life.
Dari sini dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa, Shin dan Scthronom merupakan 2 tokoh yang paling berpengaruh dalam Kenja no Mago. Jika mereka berdua tidak ada, kemungkinan kekaisaran Bluesphere akan hancur melalui kudeta atau dengan sendirinya, kemudian berdiri kerajaan baru dan hidup secara damai, juga tidak akan pernah ada revolusi peralatan sihir oleh Shin.
“Yah, kalian silahkan bergerak semau kalian, aku akan pergi seorang diri untuk melawan mereka. Aku sendiri, sih, menyarankan kalian untuk bergerak saling berpasangan dan saling menjaga satu sama lain. Meskipun kalian lebih unggul dalam kekuatan, jangan pernah meremehkan kekuatan musuh kalian, lho!” Anko langsung melesat turun pada salah satu atap banguanan, kemudian menghilang menggunakan Shunshin.
‘Aku akan mengendap-endap dari sela-sela bangunan sambil mengawasi mereka. Mereka, terutama Naruto memerlukan pengalaman keras dalam dunia ini untuk bisa menjadi lebih kuat. Sebaiknya aku tidak terlalu banyak membantu mereka jika aku ingin mereka lebih banyak berkembang. Mengingat kerusakan yang terjadi ini, seharusnya aku bisa mengalahkan mayoritas iblis humanoid,’ batin Anko.
__ADS_1
“Wah…, Anko-sensei memang cepat dalam bergerak, ya.” Naruto hanya memandangi tempat Anko menghilang dari tempatnya, kemudian melanjutkan, “Ayo menjadi partner, Eriza. Seperti yang sudah dikatakan Anko-sensei, sebaiknya kita menjadi partner, bukan?” Sambil menengok pada Eriza.
“Mengajak seorang gadis untuk bepergian bersamamu itu … tidakkah kamu sedikit terlalu nekat, Naruto?” Eriza menyeringai nakal pada Naruto sebagai tanggapan.
“Tolong jangan bercanda, kita berada dalam situasi hidup dan mati saat ini. Aku tidak ingin kita benar-benar mati karena beberapa candaan kering dan tidak berguna seperti itu. Nee-san pasti akan menertawakan aku saat aku mati hanya karena ceroboh padahal musuh yang sedang dihadapi sangat mudah dan bisa aku kalahkan dalam satu serangan,” jawab Naruto dengan datar.
“Hehehe, tidak apa, bukan? Jika kamu menjadi terlalu kaku seperti itu, malah akan menjadi tegang dan terlalu kepikiran dalam medan perang. Jika seperti ini, mungkin kamu justru akan menjadi kalah dengan lebih cepat.”
“Terserah kau saja.” Naruto mengarahkan wajahnya pada Shin, dan mengatakan, “Seperti yang kamu dengar, aku akan berduaan dengan Eriza dalam membentuk tim. Kami berdua permisi dulu, ya.”
Naruto & Eriza meninggalkan rombongan Shin menggunakan gate yang telah mereka berdua pelajari. Tidak efektif ketika semua orang berpusat pada satu titik, tapi juga bukan pilihan yang aman bagi mereka untuk bergerak sendiri-sendiri. Maka dari itu, termasuk sesuatu yang tepat untuk bergerak berpasangan. Belum lagi mereka bisa menggunakan sihir gate yang dapat membuat mereka bisa berpindah dengan cepat ketika dikejar.
Ketika mereka berdua keluar, keduanya berada di sisi lain kerajaan dan jauh dari rombongan Shin. Terdapat banyak iblis humanoid yang telah membuat kerusakan di sana. Mereka--para iblis humanoid--terlalu fokus untuk menghancurkan dan melakukan apapun yang mereka sukai sampai sama sekali tidak memperhatikan kedatangan Naruto dan Eriza.
*Whirl!* *Wing!*
__ADS_1
Naruto menciptakan Rasengan di tangan kanannya. Terlihat sesuatu seperti abjad sihir melingkari di bawah bola Rasengannya.
Tentunya dia sudah belajar satu atau dua teknik pengkodean sihir dari Merinda. Dia bersama dengan kelompok Shin belajar di bawah bimbingan orang yang dianggap paling hebat dalam bidang kemampuan sihir. Jika kita andaikan ke dunia Naruto, Merinda sendiri akan sama dengan Hiruzen yang memiliki gelar profesor dan dapat menggunakan semua perubahan elemen alami.
“Rasengan: Shotgun Rasengan!” Naruto melemparkan Rasengannya ke arah para kerumunan iblis.
*Bom!* *Sis!* *Whirl!* *Bom!* *Bom!*
Setelah serangan itu mengenai salah satu dari mereka, Rasengan Naruto terpecah menjadi belasan Rasengan yang lebih kecil. Namun setelah mini Rasengan berjalan beberapa meter, Rasengan tersebut membesar berkali-kali lipat, dan membesar setiap kali itu berjalan. Lalu sisanya, iblis humanoid lain di belakang yang satu ikut terkena Rasengan berukuran besar.
“Sangat curang, ya. Rasengan sendiri merupakan teknik yang sangat kuat dan bisa menghancurkan batu dengan mudah. Sekarang, setelah kamu mengkombinasikannya dengan sihir enchantment, Rasengan milikmu menjadi lebih mematikan ketika bisa berpencar seperti itu,” komentar datar Eriza.
“Hehe, tentu saja! Klan Uzumaki sangat ahli dalam menggunakan fuinjutsu atau teknik penyegelan. Sihir enchantment hampir sama dengan fuinjutsu, namun ini lebih mudah karena hanya harus menggunakan alfabet sihir. Tentu saja aku yang merupakan keturunan Uzumaki bisa memakainya dengan mudah,” jawab Naruto ketus.
“Sayangnya itu bukan serangan yang benar-benar efisien.” Eriza melihat ke bangunan yang terkena serangan Naruto. “Meskipun kuat, serangan itu memiliki pergerakan yang menyebar, dan kamu tidak bisa mengontrol pergerakannya. Jika ini digunakan di tempat ramai sekutu, seranganmu memiliki peluang terbesar mengenai teman dari pada musuh.”
__ADS_1
Serangan Rasengan Naruto menyisakan bekas pusaran di dinding dan atap rumah serta jalanan yang telah hancur. Ini sama sekali bukan masalah besar mengingat semua penduduk telah mengungsi dan tidak ada yang menggunakan bangunan-bangunan itu. Jika pun masih digunakan, itu akan direnovasi di masa mendatang, jadi Naruto tidak memerlukan memikirkan tentang kerusakan yang terjadi saat ini.
“Yah, mau bagaimana lagi, ‘kan?” Naruto mengangkat bahunya dengan santai. “Sihir memang mudah digunakan, yaitu tinggal membayangkannya dan sesuatu akan otomatis terjadi. Tapi jika masalah kontrol kekuatan seperti itu, maka kontrol pada ninjutsu lebih banyak berperan. Sayangnya mini Rasengan yang tercipta tadi adalah sihir yang memperoleh energi langsung dari alam, dan sudah tidak terhubung lagi denganku. Alhasil, Aku sendiri tidak bisa mengendalikan pergerakan Rasengan-ku.”