Cenayang Masuk Ke Dunia Naruto

Cenayang Masuk Ke Dunia Naruto
Ch.97 Untuk Plot Selanjutnya ...


__ADS_3

...Untuk Plot Selanjutnya ......


'Ehem, summary, Anko pergi ke kantor Hokage untuk mendapatkan update informasi atau memberikan laporan ke mana dia pergi selama ini. Kepergian dari ninja setingkat Anko selama beberapa minggu tidak bisa diremehkan begitu saja, sehingga keberadaan kami berdua dipertanyakan karena menghilang tanpa jejak.'


'Sementara itu, Naruto melakukan eksperimen menggunakan Hiraishin no Jutsu, dengan berusaha menggunakannya untuk bisa berpindah dunia. Aku yakin dia bisa kembali ke dunia itu (Kenja no Mago) karena memiliki tanda segel di sana, tapi mungkin dia ingin melakukan uji coba dengan pergi ke dunia acak.'


'Aku sendiri kurang peduli selama dia kembali pulang, dan kalaupun tidak aku akan melaporkan dia diculik saat aku sedang tidak ada.'


Elena membuat narasi panjang atas yang baru saja terjadi selama beberapa saat lalu.


'Sekarang, aku yang sedang tidak memiliki pekerjaan jalan-jalan di jalanan Konoha yang tampak ramai ini. Tidak ada yang spesial dari hari ini, hanya beberapa penduduk desa yang melakukan kegiatan mereka seperti biasa.'


'Untuk Sasuke dan Sakura, sepertinya mereka berdua sedang berlatih di suatu tempat yang jauh. Aku sama sekali tidak bisa menemukan mereka di sekitar desa. Yah, sejak awal aku tidak memiliki banyak hubungan dengan mereka berdua, jadi aku sendiri kurang peduli dengan apa yang akan terjadi pada mereka berdua.'


Dalam jalanan Konoha ini, pandangan Elena mengembara ke berbagai sudut. Tidak ada yang benar-benar istimewa dari ini, hanya orang-orang yang sibuk dan berlalu-lalang. 'Sesekali tidak buruk juga untuk berada di keramaian,' pikirnya.


Sejak beberapa hari yang lalu dia memang berada di tempat yang sepi dan berusaha membangkitkan sannin mode dari Hagoromo. Mental dan fisiknya baik-baik saja, namun dia merasa tidak nyaman setelah dalam waktu yang lama menyendiri di kekaisaran Bluesphere.


‘Hmm? Bukankah itu Iruka-sensei? Apa yang sedang dilakukannya di sini? Jarang-jarang melihatnya di luar sini.’ tanya Elena dalam benaknya ketika melihat Iruka.


Merasa penasaran. Elena pun mendatangi Iruka dari pada hanya menjadi setan penasaran yang tidak mendapatkan jawaban atas pertanyaannya.


“Selamat siang, Iruka-sensei!” Elena melambaikan tangannya. “Apa yang kamu lakukan di tempat ini? Bukankah kamu seharusnya masih mengajar di akademi saat ini?”


Iruka sempat terkejut selama beberapa ketika Elena menghampirinya secara tiba-tiba. Keramaian di sekitar mereka terlalu banyak mengalihkan perhatiannya sehingga membuatnya tidak terlalu fokus. Juga, selain itu dia kelihatan sedikit lelah seperti sedang menghadapi sesuatu masalah yang sulit dan rumit. Ini mungkin ada hubungannya dengan dia yang meninggalkan tugasnya di akademi.


“Haha, aku hanya sedang mengambil beberapa waktu istirahat diantara sibuknya keseharianku,” jawab Iruka disertai senyuman kaku.


‘Pasti ada sesuatu, nih.’ Tatapan mata Elena sangat jelas menunjukkan kecurigaannya tanpa dia yang menyembunyikan niatan aslinya. Tatapan mata ini sendiri sudah menjadi bahasa tubuh untuk melayangkan sebuah pertanyaan yang bermakna, “Bisakah kamu memberitahuku apa yang sebenarnya sedang terjadi? Jika hanya menjawab seperti itu, jawabanmu ini memiliki aspek luas untuk berbagai pemahaman tentang kesibukan apa yang kamu alami.”


“Ke-Kenapa kamu melihatku seperti itu?” Iruka merasa tidak nyaman merakan niatan Elena.


“Yah, bukan apa-apa.” Elena menggelengkan kepalanya. “Aku hanya berharap seseorang memberikan kepadaku sebuah jawaban yang lebih rapat kepada satu aspek tertentu dari pada hanya mengatakan sesuatu yang memiliki konteks luas seperti beristirahat dari kesibukan. Aku sendiri juga sedang beristirahat dari kesibukan saat ini.”


Senyuman di wajah Elena jelas-jelas untuk menenangkan Iruka. Ini merupakan petunjuk tentang dirinya yang meminta penjelasan lebih lanjut. Telepatinya-nya masih belum digunakan saat ini. Ini hanya masalah kecil dan tidak akan sampai menyangkut nyawa seseorang jika dia sampai gagal menggali informasi dari Iruka. Informasi ini bisa diabaikan dengan mudah, bukan?


“Sebenarnya ….” Iruka ingin mengatakan sesuatu, namun Elena memotongnya.


“Sebelum itu, mari kita duduk dulu, Sensei. Pasti tidak nyaman untuk melakukan sesuatu sambil berdiri, ‘kan?” ucapan Elena ramah dan tulus untuk yang kali ini.


---

__ADS_1


Mereka berdua pergi ke sebuah bangku yang ada di pinggir jalan dan duduk di sana. Elena tidak menganggap ini sebagai masalah penting dan kebanyakan orang yang berlalu lalang di jalanan juga tidak memperhatikan mereka berdua. Jika tidak, keberadaan Elena yang posisinya sebagai Jinchuriki Kurama sudah akan membuat sedikit keributan.


Percakapan di antara keduanya relatif singkat dengan Elena yang menjadi pendengar yang baik. Tujuan awal Elena berjalan-jalan di Konoha ini adalah untuk mencari tahu informasi terupdate setelah dia lama menghilang ke dunia lain. Meski pergi ke kantor hokage dan membaca pikiran Sandaime secara langsung merupakan jalan tercepat, Elena yang merupakan makhluk yang cinta damai tidak suka melakukan pilihan yang satu ini.


Tidak, bukan itu alasan sebenarnya. Dia hanya terlalu malas untuk pergi ke sana seorang diri dan kebetulan saja ada sumber informasi terpercaya dan memiliki waktu luang. Jadi, mengapa tidak mengambil informasi dari yang jauh lebih cepat dan mudah? Iruka juga memiliki hubungan yang baik dengan kedua Jinchuriki ini. Kewaspadaan sama sekali tidak diperlukan saat berhadapan dengan Iruka.


“Fumu, jadi seperti itu apa saja yang terjadi selama aku pergi.” Elena mengangguk dengan jarinya yang memegang dagu. “Perpustakaan rahasiaku kamu bongkar ke kakek Hiruzen, Pencarian kami bertiga membuat Hiruzen bertanya-tanya, dan Sakura bersama Sasuke diresmikan menjadi Genin dengan Kakashi yang menjadi Jounin.”


“Ya….” Iruka terlihat lelah sebelum melanjutkan, “Sandaime-sama menginginkan beberapa benda dari perpustakaanmu, Naruto penting sebagai anggota tim 7, dan Anko yang merupakan Jounin Khusus memberikan kebingungan sesaat. Karena masalah ini, aku memiliki beberapa masalah merepotkan untuk dilakukan. Apa kamu ingat tentang aturan ninja ketika meninggalkan desa?”


‘Yap, tepat sekali. Ninja harus melaporkan kepada hokage ketika meninggalkan desa, kemudian membuat laporan tentang apa saja yang dia lakukan setelah kembali. Aku benar-benar melanggar prosedur yang satu ini dan berbuat sesukaku. Aku rasa, aku tidak akan terlalu menjadi masalah, toh juga aku tidak pergi ke negara manapun di dunia ini.’


Ninja merupakan kekuatan militer di dunia Naruto. tingkatan mereka sudah seperti tentara, dan mereka merupakan senjata negara atau desa. Ketika seorang ninja meninggalkan desa dan masuk ke tanah desa lain, kemudian membuat kerusuhan di sana, maka desa asal ninja itu akan menanggung akibatnya. Karena masalah ini, peredaran ninja perlu diperhatikan seksama oleh hokage secara langsung untuk mengetahui secara jelas apa saja yang dilakukan ninja.


Dengan kekuatan ninja, bahkan Genin terlemah sekalipun bisa membunuh beberapa warga sipil hanya keterampilan melemparkan kunai mereka. Ketika ninja tiba-tiba mengamuk di tengah jalan, sudah pasti beberapa warga sipil akan menjadi korban dari amukan mereka. Penjaga atau keamanan? Lupakan itu. Penjahat memiliki waktu untuk melakukan kejahatan sebelum penegak hukum datang menghentikan mereka.


Apalagi memikirkan tentang Elena dan Naruto yang merupakan Jinchuriki, dan Anko Mitarashi yang merupakan Jounin Khusus. Kerusakan yang terjadi tidak akan kecil, dengan dampak kemungkinan musnahnya sebuah desa dalam sekali serang. Ini tidak lucu dan dapat memicu perang, dengan kemungkinan terburuk seluruh negara api akan menyerang Konoha atau bahkan 5 negara.


‘Tentu saja aku masih mengingat dengan jelas peraturan yang satu ini. Hanya saja, aku terlalu malas untuk dikekang oleh desa, lagi pula seperti yang aku katakan tadi, aku tidak berada di dunia ini dan sama sekali tidak masuk ke dalam tanah suatu desa manapun. Bahkan jika aku membuat kerusuhan di dunia itu, kemungkinannya sangat kecil untuk mereka membalas dendam dengan datang ke dunia ini.’


“Ma-Maaf, maaf. Aku akan melapor pada hokage ketika aku meninggalkan desa lain kali, hehe.” Elena tersenyum masam ketika mengatakan permintaan maafnya.


“Aku kurang yakin tentang permintaan maafmu.” Iruka berkata dengan datar dan melanjutkan, “Lebih dari itu, Tim 7 sedang menjalankan misi ke Nami no Kuni. Jika bisa, aku ingin Naruto menyusul mereka karena dia salah satu anggota dari mereka.”


“Hmm….” Mengabaikan Iruka, Elena mendongak ke atas dan berkata, “Menghitung kekuatan Naruto dan Sasuke memang tidak aneh jika mereka lulus dengan cara istimewa. Lagi pula terlalu sia-sia jika memiliki kartu sekuat itu tapi tidak pernah mengasahnya. Kamu juga setuju denganku, bukan?” Wajah Elena sedikit miring pada Iruka.


“Ya. Karena it--.” Iruka akan mengatakan sesuatu, sayangnya Elena memotong.


“Tetapi, aku tidak bisa mengirim Naruto saat ini!” Suaranya sedikit keras dan tegas kali ini.


“Ke-Kenapa?”


“Adikku sedang mempelajari suatu jutsu dan dia mungkin tidak berada di Konoha saat ini. Sebagai kakak yang baik dan manusia yang patuh akan hukum, aku akan menggantikannya untuk menjadi anggota Tim 7 sementara waktu. Juga aku akan melaporkan tentang kepergian Naruto kepada Hokage sebai perwakilan,” lanjutnya.


‘Dia sedang mempelajari jutsu ruang-waktu, sih. Tidak aneh jika dia tersesat di suatu dunia yang sangat aneh dan memiliki hukum fisika yang sangat berbeda. Pada kemungkinan terburuk, dia mungkin akan masuk ke dalam sebuah black hole. Yah, jika itu terjadi, aku akan pergi ke dimensi alternatif dari dunia ini dan mencari Naruto yang lain untuk menggantikan yang ada di sini.’


---


Sementara itu, di sebuah dimensi yang lain. Sebuah gurun pasir menyengatkan sinar panasnya tanpa henti dan membakar kulit setiap makhluk hidup yang berada di bawahnya. Manusia normal akan kesulitan untuk tetap tegar dalam situasi ini, tentu saja ini dikarenakan panasnya gurun ini dan tidak ada satupun tanda-tanda kehidupan yang terlihat di sana.


Namun dalam panasnya terik mentari ini, salah satu bocah berambut kuning sedang berjalan menyusuri panasnya tanah tandus ini. Yap, tak lain lagi dia adalah Naruto yang menguji coba jutsu ruang-waktu, membuka koordinat acak, kemudian berakhir dengan berada di dunia asing dan tidak diketahui ini. Nasibnya sungguh sial karena berada di dunia lain saat dia baru saja kembali ke dunia aslinya.

__ADS_1


“Pa-Panas…,” rintihnya.


Penampilan Naruto tidak terlalu buruk setidaknya. Dia memakai jaketnya dengan resleting yang tidak tertutup dengan tubuhnya yang sedikit layu saat berada di bawah suhu tinggi ini.


*Wush!*


Angin sepoi-sepoi berhembus mengeliling Naruto.


Ini merupakan jutsu semacam Rasengan yang ia modifikasi sehingga setidaknya bisa memberikannya kesejukan dari aliran angin. Tapi tetap saja, di tanah gersang ini itu semua tidak terlalu berpengaruh karena udara yang ada di sana juga panas seperti lingkungan yang ada disekitar tempat itu.


“Ini sedikit lebih baik dari sebelumnya, tapi ini juga masih panas seperti sebelumnya.”


---


Kembali pada Elena dan Iruka, keduanya selesai bercakap-cakap. Elena tidak benar-benar memiliki sebuah topik yang ingin dibicarakan kepada orang ini meski Iruka tampaknya ingin mengetahui lebih banyak tentang apa saja yang terjadi selama beberapa hari belakangan ini.


“Oke, sudah cukup sampai di sini saja, ya, Iruka-sensei. Aku akan pergi menemui Hokage-sama dan membuat laporan singkat tentang apa saja yang terjadi selama beberapa hari terakhir ini,” ucapan Elena sambil memberikan senyuman manis sebelum dia pergi.


“Tunggu ….” Iruka masih memiliki beberapa hal yang ingin dibicarakan dengan Elena.


Melihat gadis itu yang langsung lari menjauh meninggalkannya, dia hanya bisa menghela napas dengan lelah dan berspekulasi beberapa kemungkinan yang terjadi saat Elena, Naruto, dan Anko meninggalkan Konoha selama beberapa hari. Sakit kepalanya justru bertambah ketika dia ingin sedikit membagikan masalahnya kepada orang lain.


“Hah…. Dasar generasi muda jaman sekarang. Mereka terlalu energik untuk bisa diajak bicara seperti beberapa generasi sebelumnya.”


Generasi sebelum Naruto terlahir memang menjadi masa-masa yang sangat kacau untuk dunia ninja, bahkan masa Naruto ini hanya merupakan masa tenang sebelum badai besar. Perang dunia ninja ke-1 saat desa-desa baru terbentuk, perang dunia ninja ke-2 terjadi karena masalah wilayah di zaman 3 sannin, perang dunia ninja ke-3 yang terjadi karena belum ada titik cerah dalam perjanjian damai saat zaman Minato, dan perang dunia ninja ke-4 melawan Akatsuki yang masih akan datang, lalu belum lagi invasi alien--Otsutsuki--untuk mendapatkan choco yang dicari-cari. Dunia Naruto tentu saja bukan dunia damai seperti Hamefura dan tidak cocok untuk menjadi tempat wisata, kecuali memiliki kekuatan yang memadai untuk menghalau semua penjahat.


Selain karena peperangan dan konflik berkepanjang antar desa oleh sebab belum menemukan perjanjian perdamaian yang menguntungkan semua pihak, masih ada banyak bandit, ninja nakal, dan binatang buas di berbagai tempat. Dunia keras seperti ini, sangat tidak cocok bagi warga sipil atau yang lemah untuk bertahan di sana. Mereka hanya akan menjadi makanan dan dieksploitasi oleh mereka yang kuat.


“Baiklah, selanjutnya aku akan kembali ke akademi. Aku senang setidaknya mereka berdua selamat.” Iruka pergi meninggalkan tempat itu dengan sedikit senyuman kecil memikirkan tentang kedua Jinchuriki yang dibenci desa ini.


Hubungan dia dengan Naruto dan Elena mungkin hanya murid dan guru, namun Iruka pada dasarnya merupakan orang yang baik dan memperhatikan murid-muridnya, terutama mereka berdua yang terasingkan oleh desa.


#Catatan penulis


Untuk pembangunan plot selanjutnya, silahkan kalian yang merupakan pembaca memilih untuk mengikuti siapa.


--> Mengikuti plot Elena di negeri ombak yang hanya seperti itu-itu saja (lawan Zabuza lalu kembali),


--> Plot Naruto di dunia anime ??? untuk melakukan ??? dan mendapatkan ??? (penulis tidak akan memasukkan karakter original di plot ini, maksudnya lebih banyak menggunakan karakter di tempat Naruto berada).


(Oh, dan kalian merasa BAB kali ini "agak" panjang, memang BAB ini memiliki lebih dari 2.000 kata. Termasuk pengumuman ini, ada 2.146 kata.)

__ADS_1


__ADS_2