CEO Candu Ku

CEO Candu Ku
Permintaan maaf


__ADS_3

Alexus yang saat itu memutuskan untuk menemui Vanessa dibuat kecewa saat ia melihat sosok pria diruangan sang pujan hati nya yang tertunda itu.


Alexus yang penasaran dengan pembicaraan kedua orang itu memutuskan untuk menguping dari balik pintu ruangan kerja milik Vanessa.


"Dengar, maafkan saya atas kejadian kemarin"


"Apa untungnya bagi saya memaafkan anda"


"Saya akui sikap saya kemarin memang sangat arogan, tapi beri saya satu kesempatan tolong maafkan saya"


Vanessa hanya diam tak menjawab sepatah kata pun.


"Baiklah jika kehadiran saya mengganggu kamu saya akan pergi sekarang. Tapi tolong terima bunga ini saya akan merasa sedikit lega jika kamu menerima nya, walaupun saya tahu kamu belum bisa memaafkan saya"


memang sikap Galang kemarin sungguh sangat melukai hati dan harga dirinya tapi tetap saja Vanessa merasa tak tega jika harus mengacuhkan nya. Akhirnya Vanessa memilih menerima bunga itu. Membuat sebuah senyuman terbit di wajah lawan bicaranya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alexus yang mendengar bahwa laki laki didalam ruangan Vanessa akan keluar, ia pun memilih segera pergi juga dan mengurungkan niatnya untuk menemui sang pemilik ruangan itu.


"Jadi permasalahan Vanessa karena laki-laki itu, tapi permasalahan apa dan siapa laki-laki tadi" Tanya Alexus pada dirinya sendiri selepas ia sampai di ruangan kerja nya.


"Ah... harusnya gua masuk aja tadi, kan kalo gua masuk paling nggak gua bisa tau siapa laki-laki itu" Sesal Alexus. "ishh... Bodoh banget si lu lex" Grutu Alexus pada dirinya sendiri sambil mengacak acak rambut hitam pekat miliknya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam dimana direktur mengadakan pesta ulang tahun pernikahan nya sudah tiba. Dan saat itu juga Vanessa merasa dilema antara harus datang dan tidak. Ia memang tak memiliki selera jika harus bertemu dengan banyak orang terlebih dengan permasalahan yang sedang ia hadapi sekarang. Tapi disisi lain bagaimana bisa ia menolak undangan dari istri direktur yang secara langsung meminta Vanessa untuk datang siang tadi.


"Ah... kenapa si gue harus selalu dihadapkan dengan situasi yang ga gue suka" Protes Vanessa pada dirinya sendiri.


Namun setelah berfikir lama akhirnya Vanessa memilih untuk menghadiri pesta yang diadakan oleh direktur rumah sakit tempat ia bekerja.


"Mending gua datang aja deh siapa tau gua bisa lupain semua permasalahan ini dan paling nggak gua bisa sedikit terhibur setelah bertemu dengan orang orang dipesta itu."


Vanessa memilih mengenakan Gaun tanpa lengan berwarna abu yang sangat menggambarkan suasa hati nya saat itu yang sangat kelabu. Walaupun demikian tak mengurangi sisi kecantikan dari dalam diri Vanessa. Sapuan make up natural membuat tampilan Vanessa menjadi sangat segar. Hingga orang yang melihatnya pasti tidak mengetahui bahwa ia sedang dilanda sebuah permasalahan.


......................


......................


......................

__ADS_1


......................


......................


Satu jam kemudian Vanessa sudah tiba disebuah hotel tempat pesta diadakan. Dan saat ini ia memutuskan untuk memilih meja diamana Alexus dan Angel sedang menikmati kudapan dipiring masing-masing.


"Hai, boleh ikut gabung duduk disini" sapa Vanessa pada kedua sahabatnya yang sepertinya tidak menyadari akan kehadiran dirinya.


Benar saja kedua sahabatnya itu tidak menoleh padanya dan hanya fokus pada piring masing masing


"Oh ya sila..aaakan" Jawab Angel yang semula tak menyadari kehadiran Vanessa hingga ia menoleh dan terkejut. "Vanessa" sambung Angel yang kemudian diikuti oleh Alexus.


"Nesa" Ucap Alexus yang juga tak kalah terkejutnya.


"Enak banget ya makanannya sampai ga sadar gitu aku datang"


"Tadi kirain gua lu nggak bakal dateng lo van, kan tadi lu bilang sendiri"


"Iya males banget sebenernya ga mood gitu, tapi mau lagi gimana akunya enggak enak hati sama Bu boss direktur"


"Lu nggak mood kenapa emang lagi banyak masalah" Tanya Alexus yang mencoba mencari sebuah informasi tentang laki laki yang tadi siang berada di ruangan kerja Vanessa.


"Wah kebetulan sekali bisa bertemu dengan 2 dokter cantik sekaligus ya" Ucap Galang yang kedatangannya tak disangka.


Angel yang mendengar suara menyapa gendang telinganya itu segera menoleh ke sumber suara berasal, dengan menyipitkan kedua matanya dan meletakan satu jari telunjuk tangan kanan nya di pelipis. Seolah sagat bersusah payah untuk mengingat identitas pria yang baru saja menyapa nya.


Menyadari bahwa seorang wanita dimeja itu sangat kesulitan mengingat dirinya, ia langsung mengenalkan diri nya kembali.


"Ga.." ucap Galang yang belum selesai langsung disambar oleh Vanessa.


"Galang Bagaskara"


Galang yang biasanya sangat tidak suka pembicaraan nya terpotong kini menjadi tersenyum penuh arti.


"Pasien VIP" Seru Angel dengan bersemangat dan langsung berdiri dari kursinya. "Mari silakan gabung"


Galang hanya membalas tawaran Angel dengan sebuah senyuman dan kemudian menarik kursi sebagai tempat duduk nya.


"Seperti nya anda sangat mudah mengingat saya" Ucap Galang pada Vanessa yang sedang asik meminum mineral water didepannya.


"Bagaimana mungkin saya bisa melupakan anda" Jawab Vanessa tanpa melirik lawan bicaranya dan kemudian menaruh gelas yang barusan ia minum.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Berbeda dengan respon Angel pada Galang. Alexus yang mana mungkin bisa melupakan pria yang masih bisa berbicara ngelantur atau mungkin lebih tepatnya tidak sopan pada Vanessa sang pujaan hatinya. Saat sedang menghadapi hidup dan maut di ranjang operasi kala itu.


"Ehemm.." Alexus pura-pura terbatuk batuk untuk menyadarkan Galang bahwa bukan hanya 2 wanita cantik itu saja yang sedang berada di sana tapi juga dirinya juga.


"Oh bagaimana kabar anda dokter" Tanya Galang yang seketika menyadari kehadiran pria lain disana.


"Wah sepertinya keadaan sudah berbalik ya? jika kebanyakan dokter yang menanyakan kabar pasien, sekarang pasien yang menanyakan kabar dokter" Ketus Alexus.


"Ya begitulah hidup, jangankan sebuah kabar, bahkan terkadang ada juga pasien yang sangat tergila gila pada dokter nya." Ucap Galang sembari mencuri pandang pada Vanessa.


Vanessa yang menyadari arah pembicaraan Galang merasa tidak nyaman dan seolah ingin lenyap saja dengan keadaan yang terus menerus memaksanya.


Tanpa berfikir panjang Vanessa langsung berdiri dan mengatakan.


"Permisi"


"Mau kemana Van" Tanya Angel pada Vanessa yang hendak melangkah kan kakinya meninggalkan kedua sahabatnya yang sudah berhasil membuat ia melupakan sejenak permasalahan nya.


Senyum manis Vanessa terpaksa ia gambarkan untuk menyembunyikan rasa ketidak nyamanan nya akan kehadiran Galang "Toilet sebentar"


"Oh oke"


Setelah menjawab pertanyaan dari sahabatnya Angel, Vanessa kembali melancarkan niatnya untuk meninggalkan tempat dimana terdapat manusia yang benar-benar sangat tidak ingin ia temui itu.


......................


......................


......................


......................


......................


...Fans Galang sama Vanessa mana ni???...


...Angkat jempol nya dong...


...🤪🤪🤪...

__ADS_1


__ADS_2