CEO Candu Ku

CEO Candu Ku
Sebuah kesalahan


__ADS_3

Vanessa masih terus meyakinkan diri mengenai ucapan Galang padanya.


Masak si ada orang yang bisa langsung ngomong cinta, padahal baru beberapa kali aja ketemu.


Vanessa yang terlalu polos dengan hal yang berkaitan dengan cinta tak bisa langsung percaya ucapan Galang padanya.


"Kemarin kamu meminta saya untuk menemani mu merubah kesalahan mu"


"Kamu tidak ingin memberikan sebuah kesempatan pada cinta saya"


"Saya hanya mengganggap kamu sebagai teman"


Galang tersenyum mendengar perkataan Vanessa padanya.


"Tenang lah kenapa kamu takut seperti itu, saya tidak akan memaksamu. Tapi berikan saya kesempatan untuk menghadirkan rasa cinta itu dihati mu"


"Maksudnya?" Tanya Vanessa yang masih belum mengerti ucapan Galang.


"Saya akan membuat kamu merasa kan cinta itu, membuat mu menyadari kehadiran nya dan menjadikan mu mengharapkan cinta ku. Sama seperti aku mengharapkan dirimu."


"Saya tunggu" Ucap Vanessa yang begitu yakin bahwa Galang tidak akan bisa menghadirkan rasa cinta untuk nya pada diri Vanessa.


"Kau sepertinya merendahkan niat ku"


"mau ku beritahu sesewatu hal Galang"


"Katakan" jawab Galang sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.


"Kau bukan yang pertama berniat seperti itu, tapi tidak ada satupun yang mampu membuat saya menjadi menginginkan mereka"


"Itu mereka bukan saya" Sambil menaikkan satu alisnya kemudian menyelipkan tawa di akhir perkataan nya.


"Baiqqq... Saya tunggu tempat dan tanggal mainnya." Senyum Vanessa tergambar jelas di wajah nya.


"Saya akan memulainya disini" Ucap Galang sambil meletakkan sepasang sendok yang semula ia pegang. "_Tapi sebelum itu izinkan saya berusaha dan ikut serta lah bersama saya"

__ADS_1


"Waktu dan tempat saya persilahkan."


Mendengar izin Vanessa telah keluar membuat Galang berfikir ini adalah kesempatan nya untuk membuat wanita didepannya itu menjadi lebih terpesona.


Kemudian Galang memetikan ibu jari dan jari tengah milik nya. Seketika seorang laki-laki masuk dengan biola ditangannya, membuat Vanessa mengikuti Galang untuk meletakkan sendok yang ia pegang dan menaruh nya ke meja.


Galang berdiri dari duduknya dan mendekati Vanessa untuk berlutut dihadapannya dengan menawarkan tangganya pada Vanessa.


"Dokter Vanessa Whisnutama bersediakah kamu berdansa dengan ku."


Sangat manis hingga gula kalah manisnya dengan perubahan sikap Galang.


Vanessa hanya tersenyum simpul yang entah mengapa banyak sekali senyuman tergambar diwajahnya malam ini. Tanpa berucap Vanessa menerima uluran tangan Galang. Membuat Galang lantas berdiri dan mengajak Vanessa kearea lantai dansa.


Laki-laki yang sedari tadi sudah memainkan biola dengan alunan alunan nada yang sangat lembut seorang diri, Sekarang ber rekan dengan Galang dan Vanessa yang sedang berdansa dengan alunan nada indah darinya.


Vanessa yang semula berdansa dengan menautkan tangannya pada tangan Galang, Sekarang tangan itu sudah Galang pindahkan untuk mengalung pada leher nya. Vanessa tak protes dengan sikap Galang padanya, karena tadi dirinya lah yang memberikan waktu kepada Galang untuk berusaha.


Jarak mereka semakin dekat. Bukan Galang namanya jika tak memanfaatkan setiap kesempatan yang dapat ia ambil. Ia menarik pinggang Vanessa hingga menempel pada tubuhnya.


Sekarang kau benar-benar sudah berada di Medan perang dengan ku.


Kedua nya berdansa tanpa jarak terbawa oleh iringan nada nada yang sangat lembut dan romantis. Saat ini Galang sedang mencoba peruntungan nya kembali dengan menempelkan dahinya pada dahi milik Vanessa.


Dan jeng... jeng... jeng... sama sekali tidak ada perlawanan yang Galang dapatkan, justru Vanessa menatap Galang dengan sebuah senyuman yang sangat indah.


Galang menyadari kini Vanessa sudah terhanyut oleh sikap yang ia berikan malam ini.


Rafi memang benar, jika saya menginginkan wanita ini, saya harus memberikan sikap yang berbeda padanya setiap saat.


Ucap Galang dalam hati.


Bibir Galang yang berada sangat dekat dengan bibir milik Vanessa berhasil menggoda iman seorang Galang Bagaskara yang sangat lemah itu. Tanpa berpikir panjang ia melum*at bibir milik seorang wanita yang sekarang sedang berdansa dengan nya.


Awalnya ******* itu hanya diawali Galang dengan sebuah kecupan singkat pada bibir milik Vanessa. Namun karena Vanessa tindak memberikan penolakan ia melangkah lebih maju untuk ******* dengan halus bibir yang sangat menggoda imannya itu.

__ADS_1


Semakin dalam dan nikmat. Langkah kaki yang terus bergerak kesana kemari mengikuti irama biola, tak membuat Galang kehilangan kenikmatan akan bibir Vanessa. ******* dan kecapan demi kecapan yang Galang ciptakan tak mampu menggambarkan sebuah kenikmatan yang saat ini Galang rasakan.


Aroma strawberry yang berasal dari Lipstik yang Vanessa kenakan saat itu, berhasil membuat Galang menjadi gila dan hampir melupakan kewarasannya. Saat ini Galang menyadari tubuhnya menginginkan lebih dari itu, tapi ia menahan tak ingin usahanya hilang sia sia karena kecerobohan yang ia lakukan sendiri.


Tubuh Galang seketika menjadi panas tak terkendalikan sebelum sesuatu benda terbangun dari sisa sisa iman yang ia miliki, Galang melepaskan bibir ranum milik Vanessa yang kemudian membuat keduanya sekarang saling menatap.


Vanessa yang biasa nya menutup diri dari hal-hal yang berbau seksual dan selalu memberikan kesan cuek pada setiap laki-laki yang berusaha mendekati nya. Malam ini Vanessa nampak berbeda. Entah mengapa ia menginginkan sebuah sentuhan yang lebih dari Galang.


Mungkin ia sedang terhanyut oleh suasana atau sekarang Galang sudah berhasil membuat Vanessa menginginkan dirinya. Entah alasan apa yang menyertai perubahan sikap Vanessa malam ini. Tapi yang jelas saat ini Vanessa sedang sedang berusaha menyatukan bibirnya pada Galang.


Galang yang seorang Casanova dengan mudah membaca pergerakan dan niat Vanessa. Tubuh tinggi Galang membuat Vanessa sedikit kesusahan untuk menggapai tempat yang ingin Vanessa sentuh itu. Akhirnya Galang sedikit menunduk dan membiarkan Vanessa ******* bibir yang ia miliki.


Kali ini berbeda dengan ciuman saat pertama tadi. Jika tadi hanya Galang yang bekerja dan menikmati bibir Vanessa, Sekarang keduanya saling bekerja sama menye*ap dan melu*at membuat nafas Galang memberat.


Tangan Galang yang melingkar di pinggang Vanessa berusaha lebih mengeratkan tubuh Vanessa ke tubuhnya. Sebegitu erat nya hingga membuat Vanessa saat ini merasakan sesuatu dibawah sana sedang mengeras.


Merasakan hal itu sontak membuat Vanessa menyadari hal yang tak seharusnya ia lakukan. Ia lepaskan bibirnya dari bibir Galang dan sedikit memberikan jarak untuk tubuh mereka.


Galang yang menyadari sikap Vanessa kembali berubah hanya tersenyum.


"Maaf" Ucap Vanessa namun masih tetap melanjutkan acara dansa nya dengan Galang.


"Untuk apa" Goda Galang pura pura tak tahu alasan nya.


seketika itu lagi lagi rona merah kembali menyapu pipi milik Vanessa dan Galang dapat melihat hal itu dengan sangat jelas.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...Khilaf nya nanggung banget si neng...


...🤭🤭🤭🤪...


__ADS_2