
Angel yang merasa tak percaya dengan alasan yang Vanessa ucapkan merasa tak terima.
"Lu kenapa panggil panggil gua" Tanya Vanessa.
"Lu jadi orang jangan cantik cantik napa, noh pasien gua kagak mau gua periksa, Katanya mau diperiksa dokter Vanessa." Ujar Angel sambil memiring miringkan mulut nya ketika berbicara.
"Ya terus kenapa lu emosinya ke gua Angel?" Tanya Vanessa dengan nada tak kalah kesalnya.
Alexus yang melihat pujaan hatinya sedang merasakan kesakitan akibat tarikan di telinganya berinisiatif untuk melerai kekesalan diantara mereka.
"Angel.. Apa apaan si" Kata Alexus dengan tatapan tajamnya pada wanita yang sudah membuat telinga Vanessa memerah. "_Udah napa, liat noh lu jadi pusat perhatian kagak malu lu." Sambil menunjuk nunjukkan tangannya pada orang orang disekitar yang sedang memperhatikan tingkah mereka.
Menyadari hal itu Angel langsung melepaskan tangannya dari telinga Vanessa.
"Angelll.. si lu" Kata Vanessa setelah angel melepaskan tarikan tangan nya dari telinga Vanessa.
Setelah mengatakan itu, Vanessa berusaha membalas perlakuan Angel padanya dengan mengulurkan tangannya namun sebelum tangan itu sampai pada telinga Angel. Alexus langsung menghalangi niat Vanessa karena tak ingin menimbulkan keributan dilingkungan rumah sakit.
"Udah udah ini apa lagi si ah" Kata Alexus dengan kesal.
"Ni dia ni" Ucap Vanessa sambil menunjuk Angel yang memulai terlebih dahulu.
"Lu nyebelin" Kata Angel yang langsung membalas perkataan Vanessa padanya.
"Elu ngeselin"
"Ape lu"
"Diem, Jadi makan kagak ni" Lagi-lagi Alexus menengahi perdebatan diantara kedua wanita cantik didekatnya itu.
"Jadi" Jawab Vanessa bersamaan dengan ucapan Angel.
"Ikut"
Mendengar kekompakan antara Vanessa dan Angel sontak membuat Alexus yang mendengarnya bersorak.
"Uhuy.. Nah gitu dong" Sembari merangkul kedua sahabatnya itu dan bersama sama berjalan menuju mobil Alexus.
"Kita mau kemana" Tanya Angel yang seketika lupa bahwa barusan ia sendiri yang memutuskan untuk mengikuti ajakan Alexus.
"Makan lah, kan lu tadi bilang mau ikut" Ucap Vanessa masih dengan nada mencibir.
"Pasien gua gimana"
"Gampang nanti gua urus, pasien lu nggak lagi dalam keadaan darurat kan?"
"Yakali kalo darurat gua sempetin jewer kuping lu"
"Ya sapa tau aja dokter nya kan sableng"
"Enak aja lu ngomong"
__ADS_1
"Emang iya, mana ada dokter yang mau ngelebarin lubang telinga cuma karena ngga denger pas dipanggil"
"Iya salah lu kenapa nggak denger coba"
"Ya salah lu kenapa panggil gua markonah? emang nama gue markonah"
Perdebatan mereka masih berlanjut hingga mobil yang dikemudikan alexus sampai di sebuah restoran padang yang Vanessa inginkan. Hingga akhirnya berhenti ketika kedua wanita itu tergoda oleh sebuah rendang yang sudah tersaji di meja yang mereka tempati saat itu.
🔥
🔥
🔥
🔥
🔥
Jam makan siang sudah hampir habis, ketiga sahabat itu pun memutuskan untuk kembali ketempat mereka bekerja. Tak membutuhkan waktu lama, mobil yang dikemudikan oleh Alexus itu tiba di halaman parkir khusus pegawai rumah sakit cita mandiri hanya dengan menempuh waktu 15 menit perjalanan.
Mereka bertiga pun turun secara bersama-sama dengan canda tawa dan melupakan segala perdebatan antara Angel dan Vanessa.
"Van jangan lupa pasien gue" Kata angel sebelum mereka berpisah untuk memasuki ruangan kerja masing-masing.
"Siap malaikat tak bersayap"
“Gue duluan ya, jangan lama-lama kasian tuh pasien"
"Bapak dokter Alex yang terhormat" Kata Angel sambil menumpangkan siku tangan kanan nya pada bahu milik Alexus. "_Lu lupa gue baru makan?" Tanya Angel tanpa merubah posisi tangan nya. "Biasanya kalo habis makan gini tenaga gue tuh full tau, buat ngehajar lu pun gue mampu." Kata Angel sambil diikuti pukulan yang sangat keras mendarat di lengan Alexus.
“Aaaaa..." Teriak Alexus sambil mengelus ngelus lengan yang tiba-tiba terasa panas akibat ulah Angel. "Nah kan somplak kan mana ada dokter galak kayak gini."
Vanessa hanya menyandarkan tubuh seksi nya pada dinding dan menyaksikan perdebatan diantara kedua sahabatnya itu.
“Kagak lupa gua, orang tadi yang bayarin makan lu gua" Alexus kembali melanjutkan bicaranya setelah beberapa saat memfokuskan diri pada lengan yang terasa panas.
"Nah syukur kalo kagak lupa, berarti alhamdulillah masih belum tua" Ucap Angel yang masih dengan semangat melanjutkan perdebatannya. "Gue takutnya lu salah kasih resep aja kepasien, Kan kasian tu pasien dapet dokter pelupa kek lu."
Angel membalas penghinaan yang tadi dikatakan oleh Alexus padanya.
"Sembarangan, emang gua udah keliatan tua apa? Uban aja belum punya" Keluh Alexus yang tak terima denan perkataan Angel barusan.
"Dah tua, sebalas dua belas lah sama kakek sugiono." Kata angel degan mimik wajah seperti membandingkan kemiripan kedua belah objek, yakni Alexus dengan seseorang yang barusan Angel sebut itu.
Mendengar perbandinga yang tak Alexus duga dari sosok Angel, membuatnya terkejut hingga membelalakan matanya menatap manusia yang mengatakan hal itu barusan.
"Angel..." Kali ini Alexus sudah mulai terpancing dengan perdebatan yang sebenarnya ia mulai sendiri.
Vanessa merasa sangat terhibur dengan setiap perdebatan kecil yang mereka ributkan. Menjalin hubungan pertemanan yang cukup lama dengan mereka membuat Vanessa menghafal perilaku nya. seperti saat ini, Vanessa yang menyadari perdebatan diantara mereka akan berlangsung cukup lama seperti biasanya.
Akhirnya memilih untuk menengahi perdebatan diantara Angel dan Alexus.
__ADS_1
Sebelum ia menghentikan perdebatan diantara mereka, ia lebih dulu menghentikan tawanya karen mendengar hinaan yang dilontarkan oleh Angel untuk Alexus.
"Udah udah inget kalian lagi dirumah sakit, jangan sampai kalian ngebikin pasien bener bener nilai kalo kalian itu emang bener dokter somplak Kata Vanessa."
"Dia aja kali gua kagak." Ucap Angel dengan memiring miringkan mulutnya sambil menatap Alexus dari atas kebawah solah merendahkan laki-laki tampan itu.
"Lu kali yang somplak." Kata Alexus yang tak mau kalah dengan Angel.
Melihat perkataan nya sama sekali tidak berhasil menghentikan perdebatan yang terjadi, Vanessa menarik nafas nya dengan kasar kemudian menghembuskannya dan berkata.
"Angel udah sono lu 5 menit lagi gua keruangan lu ya."
Kata Vanessa yang berpikir bahwa satu satunya cara menghentikan perdebatan itu hanya dengan memisahkan Angel dan Alexus.
"Duh kan jadi lupa pasien gue." Kata Angel dengan menepuk jidatnya sendiri. "_Oke, gua tunggu di ruangan gue ya."
"Siap"
Mendengar jawaban Vanessa pada perkataanya membuat ia segera pergi dan mengakhiri perdebatannya degan Alexus.
"Dada..." kakek Ucap Angel pada Alexus yang kemudian berjalan meninggalkan tempatnya semula.
Alexus hanya terdiam menatap kepergian Angel namun masih menyimpan kekesalan. Hal itu bisa dilihat oleh Vanessa dari raut wajah yang Alexus suguhkan.
Menyadari kekesalan Alexus membuat Vanessa tertawa dan kemudian berkata
"Kakek" Ucap Vanessa yang kemudian memilih untuk masuk ke ruangan kerja nya sambil tertawa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Ditempat yang berbeda, seorang laki-laki tampan bernama Galang disibukkan dengan berbagai berkas yang menunggu sentuhan nya.
"Sebaiknya anda tetap disini tuan, biar saya yang menyelesaikan permasalah pengiriman barang kita"
"Sampai kan salam dari peluru ini pada dimas" Ucap Galang dengan menyerahkan senjata api lengkap dengan peluru nya.
"Tak perlu kuatir tuan, saya akan mastikan dia tidak akan berani lagi mengganggu urusan kita"
"Bagus
......................
......................
......................
......................
......................
......Dukungan nya sayang kuh......
__ADS_1