
Setelah perdebatan panjang yang terjadi antara Alexus dan Angel. Kini mereka tiba pada sebuah restoran setelah 90 menit perjalanan.
"Gila lu pilih restoran nggak tanggung tanggung."
"Kata nya mau dapet info tentang Vanessa, ya harus sabar dong kakak Alex." Kata Angel yang tak terima disalahkan.
"Yaudah kalo gitu buruan cepetan." Ucap Alexus yang tak sabar.
"Cepet cepet mau kemana si?" Ledek Angel. "_Makan dulu lah laper gua."
"Awas lu kalo udah makan bilang lupa."
"Iye iye ah ribet amat orang kasmaran."
Setelah mengatakan hal itu Angel melambaikan tangan pada seorang waiters untuk memesan sebuah menu.
Angel memesan berbagai menu tanpa menghiraukan raut wajah Alexus yang terlihat sangat tidak tertarik.
"Saya mau steak, Orange juice, sama pancake mangga." Kata Angel sambil melihat lihat daftar menu yang waiters itu berikan. "Lu mau apa Lex" Tanya Angel sambil mengulurkan buku menu yang semula ia pegang kepada Alexus.
"Nggak." Jawab nya secara ketus.
Mendengar jawaban singkat dari sahabat nya Angel segera menarik uluran buku menu tadi sambil mengedikan bahu nya dan berkata.
"Hokey." Timpal Angel santai. "_Udah mbak itu aja."
Kemudian waiters itu pun menyebutkan makanan dan minuman yang pesan Angel tadi.
"Apakah sudah sesuai pesanan nya kak?"
"Eh tunggu deh mbak, tambah itu dong es krim coklat nya."
Alexus yang merasa tak tertarik dengan percakapan Angel pada waiters itu pun memilih untuk mengendar kan pandangan ke sekeliling. Setelah beberapa saat ia mengendarkan pandangan mata nya dibuat membelalak dan terkejut.
"Vanessa"
Angel yang mendengar Alexus mengucapkan nama Vanessa, seketika langsung menatap arah yang juga sedang ditatap oleh Alexus.
Butuh waktu beberapa detik untuk Angel mengamati dan memastikan apakah itu benar benar Vanessa atau hanya sekedar mirip saja.
"Bukannya dia lagi rapat terus kenapa ada disini." Kata Angel dengan pelan hingga Alexus yang disampingnya pun tak mendengar.
"Dia sama siapa?" Tanya Alexus.
"Entah." Jawab Angel karena belum melihat secara jelas laki-laki yang bersama Vanessa saat itu.
"Panggil nggak?
"Panggil nggak? Panggil nggak? Panggil lah masak enggak?" Kata Angel menghadap Alexus, Kemudian segera memutar tubuh nya.
"Van" Panggil Angel sambil melambai lambaikan tangan nya keatas agar sahabatnya itu melihat dirinya.
"Eh lu apa apa si ngel." Sambil menarik tangan Angel yang melambai keatas. "Enggak liat noh dia sama cowok."
"Udah biarin aja napa si, lu rela ngebiarin Vanessa berdua an sama tu cowok."
__ADS_1
Alexus terdiam memikirkan ucapan Angel barusan.
Bener juga kata Angel.
Ucap Alexus dalam hati. Kemudian dia membiarkan Angel melambai lambaikan kan tangganya lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Vanessa yang mendengar samar samar panggilan dari Angel langsung menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sumber suara.
"Disini aja ya" Ucap Galang sambil menarik sebuah kursi untuk Vanessa duduk.
"Tunggu deh, kayak nya ada yang panggil nama aku."
"Nggak ada." Jawab Galang yang sama sekali tak mendengar panggilan dari Angel untuk Vanessa.
"Ada ih bentar deh." Kemudian Vanessa menajamkan pandangan dan pendengaran nya, dan. _"Nah benar kan tu liat." Pinta Vanessa pada Galang.
Kemudian tanpa aba aba Vanessa langsung menghampiri kedua sahabat seperjuangannya itu dan mengabaikan keberadaan Galang.
Galang yang melihat Vanessa begitu bersemangat membuat dirinya mengikuti langkah Vanessa.
"Hai..." Sapa Vanessa pada kedua sahabatnya.
"Hallo Van." Jawab Angel dengan senyuman yang tergambar indah.
"Hai Na, berdua aja?" Tanya Vanessa pada Alexus.
Angel yang mengamati Alexus tak kunjung memberikan respons pada sapaan Vanessa, memilih untuk menendang kaki Alexus yang berada satu meja dengan dirinya.
Namun bukannya langsung menyadari kode yang diberikan oleh Angel, Alexus justru menatap Angel dengan tatapan tajam. Hingga membuat Angel sekali lagi menendang kaki Alexus, dan menambah nya dengan sebuah kode lirikan mata dari Angel yang mengarah pada Vanessa.
"Oh" Kata Alexus yang secara reflek karena baru menyadari kode yang diberikan oleh Angel padanya. "_Duduk Nes." Kata Alexus pada Vanessa.
"Enggak usah deh kita cari meja lain aja."
"Nggak papa Nes santai aja kali kita cuma berdua kok" Ucap Alexus yang sedikit memberi penekanan pada kata berdua.
Vanessa nampak meminta persetujuan dari Galang dengan menatap Galang terlebih dahulu. Karena bagaimanapun ia berfikir bahwa ia datang dengan Galang berarti ia harus mendengarkan pendapat nya juga.
Melihat Galang memberikan respon dengan memejam matanya sebentar, membuat Vanessa menilai bahwa dirinya tak keberatan.
"Oke.." Setelah mengatakan itu Vanessa pun langsung duduk.
"Emm.. mbak saya pesen steak sama minum nya avocado aja ya." Kata Alexus pada Waiters yang sedari tadi menunggu karena konfirmasi pesanan yang belum terselesaikan. "_Kalian mau pesen apa?"
"Gua sama in sama lu aja na." Jawab Vanessa. "_Kamu mau pesen apa?" Tanya Vanessa pada Galang.
"Samain aja, saya suka semua pilihan kamu." Kata Galang pada Vanessa, Yang berhasil membuat Alexus terbatuk batuk mendengarnya.
"Oke mbak tambah Steak satu sama avocado satu ya."
"Tolong Avocado nya diganti dengan Americano."
"Baik saya ulangi ya kak, Steak empat, orange juice satu, pancake mangga satu, es krim coklat satu, Avocado dua, dan Americano satu, apakah ada yang mau ditambah kak?"
__ADS_1
"Tidak" Jawab Vanessa setelah melihat Galang, Alexus, dan Angel hanya terdiam.
"Baik, mohon ditunggu ya kakak." Kata Waiters itu yang kemudian pergi berlalu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Angel yang melihat Alexus merasa cangung untuk sekedar menanyakan alasan Vanessa dan Galang pergi berdua, akhirnya memilih untuk mewakili rasa penasaran Alexus itu.
"Lu bukannya lagi gantiin om ke pertemuan perusahaan?" Tanya Angel membuka percakapan.
"Iya."
"Terus kenapa?" Angel tak melanjutkan perkataannya karena ia yakin sahabatnya itu sudah faham akan maksutnya.
"Oh.. Jadi bapak Galang ini ternyata partner bisnis Ayah dan tadi gua satu pertemuan sama dia."
"Terus Raka?"
"Raka ilang." Jawab Vanessa dengan masih sedikit kesal.
"Ilang gimana?"
"Gua ditinggal sama dia tau nggak."
"Kok bisa?"
"Tadi gua capek jalan terus, akhirnya gua pilih nunggu dia di lobby selagi dia keparkiran ambil mobil." Terang Vanessa.
"Terus?"
"Dia telfon suruh gua naik taksi, dia nya lagi ada keperluan yang nggak bisa ditunda katanya, Padahal gua udah nunggu lama, kesel nggak si kalo lu jadi gua?" Kata Vanessa tanpa menutup nutupi.
"Terus kenapa kalian berdua?"
"Disana katanya jarang ada taksi lewat, terus kebetulan Galang liat gua, jadinya dia yang nganterin gua."
"Galang?" Tanya Alexus yang terkejut Vanessa hanya memanggil nama mantan pasiennya itu tanpa menyertakan kata pak atau tuan.
"Gua udah temenan sama dia jadi panggil nama aja udah cukup, ya nggak?" Tanya Vanessa pada Galang yang hanya dibalas dengan sebuah senyuman yang terlihat tulus.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
......Terimakasih untuk yang udah like dan komen......
......Peyuk Jauhh......
......🤗🤗🤗🤗🤗......
__ADS_1