
Vanessa yang semalam memilih menginap di rumah kediaman Whisnutama bersama Angel juga. Membuat pagi hari wanita setengah parubaya disibukan dengan berbagai perlengkapan tempur nya di dapur. Regita whisnutama yang terlihat sibuk menyiapkan sarapan bagi suami dan anak tercintanya, hingga tak menyadari kehadiran Angel yang sekarang sudah duduk di meja mini bar untuk meminum segelas air.
"Tante ada yang bisa Angel bantu?"
"Sayang udah bangun?" Jawab Regita dengan sebuah pertanyaan juga.
Mendengar pertanyaan dari wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri Angel hanya membalas nya dengan senyuman.
"Tante jam segini udah sibuk aja" Kata Angel sambil meletakan gelas yang semula ia gunakan untuk minum.
"Biasa lah kalo udah jadi ibu rumah tangga, meskipun seberapa banyaknya asisten yang kita punya tetap aja harus turun kedapur sendiri." Jawab nya sambil mengaduk ngaduk masakan yang saat ini sedang berada pada pengorengan.
"Tante tiap hari kayak gini"
"Iyalah kamu juga nanti bakalan kayak tante berkecimpung sama alat alat ini." Kata Regita sambil mengacungkan sepatula yang saat ini sedang ia pegang.
"Akusih lebih milih megang pisau bedah." balas Angel dengan menyelipkan tawa disela sela.
"Pisau bedah mulu ngel, suami kapan."
"Tante mah suka gitu" Jawab Angel sambil memanyunkan bibirnya.
Aksi protes angel atas ucapan yang barusan ia lontarkan membuat Regita tertawa.
"Emang belum ada yang ngisi hati." Seperti biasa wanita ini akan selalu dalam mode kepo akan urusan urusan percintaan orang terdekatnya.
"Belum Tante"
"Buruan atuh cari neng"
"Susah ih tante" Ucap Angel seraya berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati wanita yang sudah ia anggap seperti ibu nya sediri.
"Naon susah?"
"Kalah saing sama Vanessa tante." Ucap nya sambil mengambil alih pisau yang semua Regita pegang. "_Aku tiap deket dia jadi kagak keliatan."
Mendengar hal itu Regita hanya tertawa kecil, sungguh momen yang sangat amat jarang terjadi dikediaman Whisnutama.
"Aku mah apa cuma remahan rempeyek" Terus Angel berterus terang.
"Makan nya makan yang bayak biar keliatan." Ucap seorang wanita yang tiba tiba menyaut pembicaraan antara Angel dan Regita.
"Susu nya dimeja sayang diminum dulu gih." Ucap Regita pada putri semata wayangnya.
"Ibu masak apa?" Tanya Vanessa sambil mencium pipi ibunya.
"Kamu mau dimasakin apa." Jawab Regita sambil mengelus pipi wanita cantik yang selalu ia anggap putri kecilnya.
"Telur balado atuh Tante." Saut Angel.
"Nyaut aja ini orang."
"Sewot banget lu."
__ADS_1
"Iya nanti tante masakin telur balado spesial untuk Angel ku sayang."
"Makasih tante ku yang paling best"
"Kalian mandi dulu gih nanti turun langsung kita sarapan."
"Mandi nanti deh bu, lagian hari ini Nesa juga nggak pergi ke rumah sakit." Jawab Vanessa sambil meminum susu yang sudah disiapkan oleh Regita khusus untuk nya.
Ketiga wanita itu larut dalam perbincangan canda tawa hingga tak menyadari seorang laki-laki sedang menuruni tangga dan tanpa sengaja mendengar perkataan Vanessa.
"Kamu hari ini nggak kerumah sakit sayang?" Tanya Anggoro pada Vanessa.
"Enggak yah, hari ini Nesa mau dirumah aja lagian nggak ada jadwal operasi juga." Terang Vanessa.
"Aku keatas dulu ya tante, Om" Kata Angel yang saat itu sedang berdiri memotong motong sayuran didekat Regita.
Regita yang mendengar ucapan Angel memilih untuk mengelus lengan Angel dan tak lupa menampilkan seutas senyuman persis seperti senyuman yang sering tergambar di wajah Vanessa.
Merasakan respon Regita yang tak keberatan akan ucapan nya barusan membuat Angel segera menaruh pisau yang semula ia gunakan untuk memotong sayuran, dan kemudian bergegas keatas untuk membersihkan diri karena ia akan tetap bekerja meskipun Vanessa memilih cuti untuk hari ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Saya akan menyiapkan sekertaris penganti untuk anda selama saya pergi untuk menyelesaikan permasalah barang kita." Jelas Rafi pada Galang yang tetap disibukkan dengan setumpuk berkas berkas didepannya.
"Pastikan dia cakap seperti mu."
"Saya akan menyerahkan tanggung jawab akan jadwal anda pada dia sebelum saya pergi tuan."
"Akan saya atur hingga anda tidak mengalami permasalahan."
"Pastikan juga dia faham tentang segala tugas nya selama mengantikan mu"
"Baik tuan."
Menyadari tidak adanya respon yang diberikan Galang lagi, Rafi permisi untuk meninggalkan ruangan Galang saat itu.
"Saya permisi tuan"
Sekali lagi Galang tidak memberikan respon nya karena begitu fokus dengan dokumen yang saat ini ia pegang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Rafi yang akhirnya memutuskan untuk pergi memilih sekertaris dari beberapa kandidat yang cukup cakap untuk mengantikan nya selama pergi.
Membutuhkan waktu yang cukup lama bagi Rafi untuk memutuskan pengantian Sekertaris ini. Hingga akhirnya Rafi memutuskan untuk memilih seorang wanita yang menurutnya sangat cocok dengan kepribadian bos nya itu. Tak mau membuang waktu lagi, Rafi langsung menjelaskan tugas tugas yang harus dilakukan selama menggantikan dirinya, termasuk mempersiapkan seorang wa*ita untuk men*mani Galang setiap malamnya.
"Dengarkan baik baik jangan lakukan satu kesalahan saja selama kamu mengangikau saya. Lakukan apa yang pak Galang pinta. Kamu harus mempersiapkan semua jadwal dari pagi, makan siang, hingga kepulangan nya. Apa bisa dimengerti?" Tanya Rafi.
"Baik pak."
Kemudian setelah itu tanpa menunggu lama lagi Rafi akhirnya memilih untuk mengenalkan sekertaris baru ini pada Galang.
tok... tok.. tok..
__ADS_1
Suara ketukan pintu terdengar akibat ulah Rafi
"Masuk" Ucap Galang yang mendengar ketukan pintu tadi.
Galang yang melihatnya Rafi yang datang tak seorang diri berusaha memfokuskan diri pada asisten nya dan mengabaikan sebentar dokumen yang semula amat ia perhatikan.
"Tuan ini Viola dia yang akan menjadi asisten anda mengantikan saya selama saya tidak ada."
"Sudah kau jelaskan semuanya."
"Sudah tuan."
"Apa kau mengerti Viiiiiii.." tanya Galang tapi masih sedikit kesusahan untuk mengingat nama wanita itu.
"Viola pak."
"Apa kau sudah mengerti Viola?" tanya Galang sekali lagi.
"Sudah pak."
"Bagus, kalo ada yang masih membuat mu bingung tanya kan sekarang pada Rafi sebelum dia pergi."
"Tidak pak, seperti nya saya sudah mengerti akan tugas saya."
"Oke jangan buat kesalahan sekecil apapun, karena saya tidak akan mentoleransi itu."
"Baik pak."
"Kalo sudah tidak ada yang ingin tuan tanyakan saya ingin permisi tuan" Ucap Rafi yang bisa mengerti isi pikiran bos nya itu dari tatapan matanya.
"Tunggu."
"Iya ada yang masih perlu ditanyakan lagi tuan."
"Untuk kedepannya jangan pakai pakaian seperti ini." Kata Galang sambil menatap wanita yang berdiri didepannya saat itu.
"Apa ada yang salah pak." Tanya Viola polos.
"Tidak, tapi sepertinya akan terlihat lebih menyenangkan jika kamu menggunakan rok mini." Ucap Galang tanpa rasa bersalah.
......................
......................
......................
......................
......................
...Hihihi ada yang emosi sama Galang?...
...Angkat jempol nya coba Author pengen liat ini...
__ADS_1