
Setelah saling berebut sebuah telur balado. Anggoro Whisnutama mengajukan sebuah permintaan yang tak dapat Vanessa tolak.
"Nesa hari ini kan kamu nggak pergi ke rumah sakit." Tanya Anggoro untuk memastikan sekali lagi, walaupun sebenarnya ia sudah tahu akan jawabannya.
"Iya yah." Jawab Vanessa santai sambil menikmati sepertiga telur balado yang sudah Regita bagi untuk Vanessa, Angel, dan juga suami nya.
"Berarti ayah bisa minta tolong dong?"
"Heem... tentu."
"Tapi janji dulu nggak boleh protes, nggak boleh nolak." Ucap Anggoro
Tiga orang wanita yang sedang menikmati aneka santapan yang tersaji lezat dimeja, secara bersamaan langsung mengalihkan pandangannya pada Anggoro. Seperti penasaran akan apa yang menjadi maksud ucapan Anggoro barusan.
"Mau janji nggak" Tegas Anggoro pada putri nya.
"Apa si yah bikin penasaran aja?" Ucap regita yang sekarang mulai ikut berbicara.
"Tau si ayah aneh banget hari ini." Keluh Vanessa.
Berbeda dengan Regita dan Vanessa yang ikut menimpali pembicaraan Anggoro. Angel justru lebih memilih diam, tetapi tetap menyimak dan memperhatikan alur pembicaraan keluarga yang terlihat sangat bahagia itu. Karena sebenarnya Angel juga sangat penasaran dengan arah pembicaraan Anggoro.
"Ayah ih, minta tolong tinggal ngomong gitu susah amat yah." Kata Vanessa yang mulai gereget dengan sikap ayahnya yang tak seperti biasanya.
"Ayah biasanya langsung ngomong to the points, ini kenapa pakek teka teki segala." Ucap Regita sambil memasukkan makanan kedalam mulutnya.
"Ini berbeda dari biasanya Bu." Kata Anggoro dengan santai nya seolah tak memperdulikan tiga orang wanita yang sangat dibuat penasaran karena ucapan dari nya.
"entong ngelehkeun sakuriling rungkun atuh ayah" jangan bertele-tele dong ayah. Regita kembali menimpali ucapan suaminya dengan bahasa Sunda yang sangat sulit dipahami oleh Anggoro.
Anggoro yang sudah berpuluh puluh tahun hidup bersama mengarungi bahtera kehidupan berumah tangga dengan Regita. Membuat Anggoro menghafal dengan benar maksud dari setiap kode yang istrinya itu berikan.
"Biasanya kalo udah keluar bahasa ajaib ini, Ayah harus cepat cepat ngalah ni" Kata Anggoro pada putrinya.
"Ngalah om?"
"Iya ngalah."
"Kenapa harus ngalah?"
"Gimana nggak ngalah? kalo nggak cepet dituruti apa maunya, Bisa seharian full Tante mu itu ngomong pakek bahasa Sunda. Padahal dia tau om nggak faham bahasa Sunda." Terang Anggoro pada Angel.
"Udah kayak ngomong sama Alien." Timbrung Vanessa sambil menyelipkan tawa disela sela pembicaraan nya.
"Alien?" Tanya Angel lagi yang sama sekali tidak memahami maksud dari ayah dan anak itu.
"Iya Alien, Ayah kan nggak faham bahasa Sunda ni, tapi ibu tetap ngomong bahasa sunda tiap kali ngobrol sama Ayah kalo lagi kesel."
"Terus terus" Kata Angel yang mulai mendapatkan pencerahan dari rasa penasarannya.
"Ya ayah jadi plonga plongo." Ucap Vanessa dengan tak bisa menahan tawanya.
Angel yang sekarang faham dengan maksud dari Anggoro tadi, sekarang jadi tidak bisa menghentikan tawa nya juga."
"Terus terus" Kata Angel sambil mengusap air matanya yang keluar karena tawa yang tak dapat terkendalikan.
__ADS_1
"Bayangin deh, Ayah yang udah bangun perusahaan perusahaan ternama dibuat kicep diam nggak bersuara karena bahasa sunda."
Hahahaha
Makin kencang saja Angel tertawa karena mendengar cerita Vanessa tentang kebiasaan orang tuanya.
"Udah udah kenapa jadi gosip tente?"
"Awas empunya lagi marah." goda suami Regita.
"Ayah buruan ih mau ngomong apa ibu juga ikut penasaran jadinya."
"Iya iya" Akhirnya Anggoro pun mengalah dan akan berterus terang tentang arah pembicaraannya. "Anak ayah kan cuma satu kamu aja sayang, mumpung kamu hari ini lagi nggak kerja. Ayah mau kamu gantiin ayah ke rapat perusahaan."
"Ayahhhh..."
Belum selesai Anggoro meneruskan ucapannya sudah terpotong oleh rengekan dari Vanessa.
"_Aku kan nggak faham soal begituan yah."
"Nanti ayah minta Raka buat nemenin kamu."
"Tapi ayahhh.."
"Itung itung buat latihan sayang, kalo nggak sekarang kapan lagi?"
"Iya nanti tapi nggak sekarang ayah Nesa belum siap."
"Nanti kapan, coba sekarang ayah tanya, Nesa bisa kasih ayah kepastian?"
Mendengar hal itu Vanessa tidak lagi bisa menjawab, karena sebenarnya dirinya pun tidak tahu kapan ia siap memikul tanggung jawab tentang perusahaan keluarganya itu.
"Ayah tapi ini terlalu mendadak buat Nesa."
"Nggak ada yang mendadak sayang, usia ayah sudah nggak muda lagi. Kesehatan ayah semakin menurun sayang, kalo kamu nggak mulai dari sekarang. Siapa yang gantiin ayah mikul tanggung jawab ini kalo ayah pergi nanti."
"Ayaaah." Tegur Regita dengan ucapan suaminya yang terlihat pesimis itu.
"Ayah jangan ngomong gitu ih Nesa nggak suka." Kata Vanessa dan langsung memeluk ayah nya. "_Jangan tinggalin Nesa, Nesa nggak bisa tanpa Ayah." Kata Vanessa yang tak sadar mengalirkan air mata di pipi nya sambil terus memeluk Anggoro.
"Om.. Angel udah pernah ngerasain sedihnya ditinggal orang tua Angel, cuma om dan Tante yang sekarang Angel punya. Tolong jangan ngomong gitu lagi ya om. Angel udah nganggep om itu kayak orang tua Angel sendiri." Kata Angel dengan suara bergetar karena mengingat kembali kesedihan yang pernah menimpa nya dulu.
Vanessa, Anggoro, dan Regita yang melihat kesedihan tergambar diwajah Angel merasa kasihan akan nasib Angel yang sudah sejak kecil tak merasakan kasih sayang orang tua nya.
"Ayah, kalo emang itu yang ayah mau Nesa ikut saja." Ucap Vanessa yang bersedia mengikuti keinginan Anggoro.
"Terimakasih sayang" Ucap Anggoro sambil mencium kening putri nya yang tadi sedang memeluk tubuhnya. "_Sekarang ayah mau telfon Raka biar dia nemenin kamu pergi ke pertemuan itu."
Vanessa hanya mengangguk kan kepala menyetujui ucapan Anggoro barusan.
Namun sebelum Anggoro memutuskan untuk menelepon Raka ia menatap Angel dan berkata.
"Jangan sedih lagi sayang, kamu bisa anggap om sebagai ayah mu. Jangan merasa kalo kamu sendiri karena om, tente, dan Vanessa akan selalu ada buat kamu."
Ucapan Anggoro barusan berhasil membuat air mata yang sempat Angel tahan mengalir dengan deras, karena begitu terharu dengan perlakuan keluarga Vanessa terhadap nya.
__ADS_1
"Boleh Angel peluk om?"
"Tentu sayang." Ucap Anggoro sambil merentangkan kedua tangannya.
"Nggak boleh" Kata Vanessa sebelum Angel memeluk Anggoro ayah nya.
"Nessa" Tegur Regita yang tak setuju dengan larangan Vanessa barusan.
"Enggak boleh peluk Ayah gue kalo lu masih nangis gitu, senyum dulu dong." Kata Vanessa sambil menghapus air mata yang mengalir di pipi Angel.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Raka yang baru saja sampai pada tempat dimana akan diadakan pertemuan itu pun harus pergi kembali karena baru saja mendapatkan titah dari atasan nya.
"Halo" Sapa Raka pada pria yang berada di sebrang telepon nya.
"Raka kamu dimana sekarang?"
"Kantor Bagaskara company pak."
"Pergi dari situ dan datang lah kerumah sekarang."
"Tapi pak." Ucap Raka yang baru saja akan mengeluhkan tentang kemacetan ibu kota pada atasannya itu. Namun belum tuntas Raka mengeluh, perintah dengan penuh penekanan langsung terdengar di telinga nya.
"Sekarang."
"Baik pak." Ucap Raka pasrah sebelum sambungan telepon itu terputus.
"Kapan juga gua jadi ceo biar bisa perintah sana perintah sini" Ucap Raka pada dirinya sendiri sembari berjalan menuju tempat dimana mobilnya terparkir.
Butuh 60 menit perjalanan agar sampai pada kediaman atasan nya itu. Dengan hati yang sebenarnya penuh dengan penolakan ia mengemudi kan mobil menembus kemacetan ibu kota untuk melaksanakan perintah dari Anggoro Whisnutama.
"Sampaikan pada bapak saya sudah disini." Perintah Raka pada satpam yang membukakan pintu gerbang agar mobilnya bisa masuk ke halaman rumah milik atasannya itu.
"Baik pak." Balas satpam itu yang kemudian mengambil alat komunikasi khusus pegawai untuk menyampaikan pesan Raka pada pegawai yang hari itu bertugas.
Setelah memarkir mobilnya, tanpa menunggu lama Raka langsung disambut oleh Vanessa dan juga atasannya Anggoro Whisnutama.
"Yuk" Kata Vanessa pada Raka.
"Mau kemana lu main yak yuk aja." Ucap Raka yang belum mengetahui bahwa Vanessa yang akan mengantikan atasan nya untuk menghadiri pertemuan yang 60 menit lalu ia tinggalkan sebelum dimulai.
"Vanessa yang akan menggantikan saya menghadiri pertemuan dengan Bagaskara company." Terang Anggoro dengan wajah datar dan kedua tangan berada pada kantong celananya.
"Yaudah hayuk kalo gitu."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
...Jangan lupa Like dan komen nya ya para...
...Ganes Lovers alias Galang Vanessa...