
Setelah meninggalkan Alexus, Vanessa memasuki ruangan kerjanya untuk memakai jas dokter nya dan mengambil keperluan untuk memeriksa pasien milik Angel.
"Hallo Adik" Sapa nya pada pasien yang ia periksa diruangan kerja Angel.
"Adek ganteng ini nama nya siapa?"
"Arka"
"Arka kelas berapa" Tanya Vanessa yang cukup terkejut bahwa pasien yang ia periksa ternyata masih anak anak.
Masih kecil kenapa bisa tau dokter mana yang cantik ya
Tanya Vanessa yang menimbulkan tawa dalam hatinya.
"Kelas dua tante dokter" Jawab ayah dari arka yang juga berada di ruangan itu untuk menemani anaknya periksa.
Mendengar jawaban dari seseorang yang tak ia ajak bicara, Vanessa hanya membalasnya dengan seutas senyuman.
"Boleh dokter periksa sekarang?'' Tanya Vanessa yang kemudian dijawab anggukan oleh bocah kecil yang sedang berbaring diranjang pasien itu.
Setelah Vanessa memeriksa ia kemudian menerangkan kondisi pasien nya itu dengan sesekali membalas senyuman dari ayah sang pasien.
"Nah bapak saya akan memberikan resep, silakan ditebus dibagikan apotek ya pak" Kata Angel, sambil menuliskan sesuatu pada secarik kertas yang hanya bisa dibaca oleh apoteker.
"Baik dok" Jawab ayah dari pasien nya, sambil mengambil kertas yang diserahkan Vanessa padanya.
Setelah Pasien itu beranjak dari tempat duduknya, Vanessa pun ikut berdiri dan berpamitan dengan Angel yang saat itu juga berada di ruangan bersama Vanessa.
"Adek ganteng, lain kali mau ya diperiksa sama tante dokter sendiri" Kata Angel pada Arka sebelum mereka keluar dari ruangannya.
"Aku mau kok diperiksa Tante" Jawab Arka dengan nada sangat lucu khas anak kecil.
"Terus tadi kenapa nggak mau sama Tante" tanya Angel yang setengah berjongkok mensejajarkan dirinya dengan anak yang ia ajak bicara.
"tadi ayah yang nyuruh, katanya kalo sama dokter disuntik gede baget, Segede ini" Ucap Arka sambil melentang kan kedua tangannya.
Mendengar jawaban dari pasien nya sontak Angel langsung menatap bingung ke arah Vanessa.
Apaan lagi ini
Bantin Angel bertanya tentang banyak hal
Angel yang semula menatap Vanessa kini berpindah untuk menatap dalang dari permintaan Anak kecil yang sangat nyeleneh ini.
"Sayang kapan ayah bilang gitu" Elak Ayah dari anak yang barusan memaparkan fakta yang sangat mengejutkan.
"Emm.. Mungkin anak saya salah dengar" Jawab nya dengan terbata bata karena Angel tak kunjung mengalihkan pandangannya.
"Emmm.. yaudah Raka pulang ya sekarang, terus istirahat jangan main dulu" Kata Angel dengan ramah nya pada Raka.
"Iya tante"
"Yuk sayang" kata ayah dari anak itu dengan terburu buru karena merasa kan aura kecanggungan yang sangat melekat.
"Gendong" dengan mengulurkan kedua tangannya.
Tanpa menjawab permintaan dari anaknya, ia langsung menggendong anaknya dan melangkah kan kaki keluar.
"Saya permisi dulu"
"Dada Tante Tante tantik" Kata Raka sambil melambai melambaikan tangannya.
Kedua dokter cantik yang sedang menatap lambaian tangan dari Raka untuk nya langsung membalas dengan riang nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
"Gua pamit dulu ya Ang mau bubuk" Ucap Vanessa pada Angel setelah pasiennya itu sudah tak lagi berada di ruangan yang sama dengan dirinya.
"Tunggu deh, lu denger nggak tadi ternyata ayah nya yang minta"
"Udahlah biarin"
"Ganteng si tapi udah punya istri"
"Ya terus kenapa"
"Lu mau jadi pelakor? Cantik gini masak mau dimadu" Heran Angel pada Vanessa.
"Yang penting mah bagi gua, jatah bulanan dikasih tiap harinya dengan jumlah yang sama."
"Lu doang tau yang nggak masuk akal, mana bisa gitu pe*k"
"Jangan mulai lagi deh, gua mau cabut dulu mau ketemu ayah ibuk"
"Vanessa" Panggil Angel yang sekarang sedang berada dibelakang tubuh Vanessa untuk mengikuti Vanessa berjalan.
"Apaan"
"Ikut boleh?"
Vanessa yang mendengar permintaan Angel padanya sontak langsung menghentikan langkahnya.
"Lu emang kagak ada jadwal lagi"
"Kosong, Ya ya boleh ya gua ikut." Pinta Angel debgan ekspresi yang sangat menggemaskan.
Melihat ekspresi yang disuguhkan Angel untuk nya membuat Vanessa sedikit mendesah frustasi.
"Ishh.. Yaudah ayok tapi inget"
"Apaan" potong Angel.
"Iya iya udah buruan deh" Jawab Angel yang sekarang langsung berjalan dengan riang nya didepan Vanessa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat didalam mobil, Vanessa dan Angel hanya diam dan mendengar musik yang ia putar. Hingga Angel membuka pertanyaan untuk nya.
"Kemarin kencan lu gimana?" Tanya Angel pada Vanessa.
Dekkk...
Seketika jantung Vanessa berdetak begitu cepatnya karena mendengar pertanyaan Angel padanya barusan.
"Nggak gimana gimana"
"Lancar dong" Tanya Angel sekali lagi namun sekarang merubah posisi nya dengan menghadap pada Vanessa yang sekarang sendang mengemudikan mobil hitam metalik miliknya.
"Kepo banget si lu"
"Lu yang janji mau cerita ke gua kan" Jawab Angel yang menagih janji yang diberikan Vanessa kepadanya.
"Gua lagi ga berselera buat cerita"
"Owh yaudah nggak papa santai aja" Kata Angel dengan singkat nya.
"Tumben kalem gitu" tanya Vanessa yang menyadari perubahan sikap Angel.
"Males debat sama lu"
"Yaudah diem aja lebih baik" kata Vanessa pada Angel yang sangat santai mengatasi perubahan sikap sahabatnya itu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di rumah mewah nan megah milik keluarga Whisnutama, Angel langsung turun dan masuk ke rumah Vanessa tanpa menunggu sang pemilik rumah.
"Tante Tante angel disini" Teriak Angel dengan sangat semangat saat baru didepan pintu.
"Ini rumah bukan kebon jangan teriak teriak gitu napa" kata Vanessa pada Angel yang sekarang mendahului Angel yang sedang berdiri tepat didepan pintu masuk.
"Biarin Napa sirik banget lu"
Beberapa menit kemudian Regita whisnutama keluar dengan sangat bahagia menyambut kedatangan Vanessa.
"Hai Angel"
"Tante kangen banget deh" Ucap Angel yang langsung menghamburkan diri untuk memeluk wanita yang Vanessa panggil sebagai ibunya itu.
Vanessa yang melihat Angel langsung menghamburkan diri memeluk ibunya semula hanya diam, hingga ia akhirnya melayang kan protes nya akan tingkah Angel.
"Ini yang anaknya siapa dah" Kata Vanessa.
Perkataan Vanessa sontak membuat Regita yang semula tidak menyadari kehadiran nya sekarang melihatnya.
"Sayang kapan mulai disitu?'' Tanya Regita sambil melepaskan pelukan Angel pada nya.
"Iya kan anaknya udah datang sampai lupa anak sendiri" Vanessa berekting merajuk.
Melihat Ekspresi wajah Vanessa sontak membuat Angel tertawa dan melemparkan sebuah bantal dari sofa yang sekarang ia duduki.
Angel memeang sudah sangat dekat dengan keluarga Vanessa, bahkan sudah dianggap anak sendiri oleh kedua orang tua Vanessa. Sebuah keadaan yang memaksa bocah usia 6 tahun harus menjadi seorang yatim piatu.
Mengetahui hal itu maka ayah dan ibu Vanessa memperlakukan Angel layaknya anak sendiri. Tidak ada perlakuan yang membedakan anatara Vanessa dan Angel, semua sama.
"Ayah dimana bu" Tanya Vanessa.
"Ayah lagi kurang enak badan, tu sekarang lagi istirahat dikamar nya." Jawab regita.
Mendengar kabar bahwa Ayahnya sedang tidak sehat ia langsung beranjak dari tempat duduknya kemudian menghampiri ayahnya.
Sesampainya di kamar Vanessa melihat tubuh tua ayahnya sedang terbaring di ranjang.
"Ayah" panggil Vanessa pelan takut mengganggu waktu istirahat ayahnya.
"Sayang" Jawab Anggoro Whisnutama yang mendengar suara dari anak yang paling disayangi nya.
Anggoro merentangkan kedua tangannya sebuah tanda bahwa dirinya menginginkan sebuah pelukan dari wanita yang selalu ia anggap putri kecil nya.
"Sayang temani ayah disini ya, ayah mau diusia ayah yang semakin tua, ayah bisa melihat putri ayah setiap harinya" Kata Anggoro dalam sela sela pelukannya.
......................
......................
......................
......................
......................
...Di Like dong Kaka ...
...Janga lupa komen nya ya...
...biar author makin semangat ni up nya ...
...Peyuk jauhhhhh...
__ADS_1
...🤗🤗🤗🤗...