
Pukul 3 sore Raka tiba dikediaman Whisnutama, untuk menemui atasannya guna membicarakan hasil rapat yang telah di dihadiri oleh dirinya sendiri dan juga Vanessa, putri dari atasannya tersebut.
Raka yang saat ini sedang menunggu diruangan kerja milik Whisnutama, hanya bisa bermain ponsel yang ia genggam selagi menanti kehadiran Anggoro Whisnutama. Beberapa saat kemudian Atasannya itu pun datang.
"Kau datang sendiri?" Tanya Atasannya sembari berjalan mengarah pada kursi kebesarannya.
"Iya, memang bapak mengharap kan saya datang dengan siapa?"
"Bukankah kau pergi bersama putri ku Vanessa?"
"Tapi saya tidak pulang dengan Vanessa pak?"
Mendengar jawaban dari Raka yang sama sekali tidak memuaskan rasa ingin tahuan nya, Anggoro pun sedikit meninggikan suaranya.
"Kemana memang kau?"
"Saya memiliki keperluan mendesak yang tak bisa ditunda pak." Kata Raka yang tak berani menatap mata tajam milik atasannya itu
"Bukankah kau sudah kuberi tugas untuk menemani Vanessa Raka?"
"Maaf pak" Ucap Raka pasrah.
"Kenapa kau bisa seceroboh ini? Cepat cari keberadaan putri ku." Kata Anggoro tegas.
Raka yang mendengar seketika hanya bisa pasrah dan langsung keluar dari ruangan yang semula ia berada.
Tadi bikin repot sekarang bikin repot juga. Awas aja kalo ketemu gua.
Kata Galang dalam hati. Kemudian ia mengeluarkan ponsel nya dari saku jas yang ia kenakan saat itu, untuk menelpon Vanessa. namun panggilan nya tidak tersambung.
Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif.
Mendengar suara operator yang tidak memiliki kesalahan pada dirinya entah kenapa ia tetap merasa kesal.
"Nggak bisa tinggal diem ni, kemana biasanya dia pergi?"
Tanya Raka pada dirinya sendiri. Akhirnya dengan berat hati ia mengemudikan mobil dan melaju kemana pun semau dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Disisi lain Vanessa yang tidak mengetahui kebingungan yang melanda Raka, Sedang asik menikmati kebersamaan nya dengan para sahabat sahabatnya dan juga Galang.
Namun sepertinya hal itu tidak berlaku bagi Alexus dan juga Galang, karena sejak awal mereka hanya diam dan tak ikut berseda gurau dengannya dan juga Angel.
"Lu nggak papa kan Na?" Tanya Vanessa pada Alexus yang tak seperti biasanya.
"Kenapa? kenapa apa emangnya?"
"Lu diem terus nggak kayak biasanya, ada masalah hidup apa si?"
"Enggak kenapa napa gua?" Jawab Alexus atas pertanyaan Vanessa.
"Dia lagi galau Van." Kata Angel yang tanpa filter.
"Widih bisa galau juga bapak dokter kita ini?"
"Bisalah." Kata Angel.
__ADS_1
Alexus yang takut Angel akan keceplosan segera membantah agar pembicaraan mereka tak terlalu panjang.
"Galau galau apaan si? Siapa yang galau?"
"Elu." Kata Angel dengan santai.
"Galau kenapa emang dia, kok gua nggak tahu?"
"Menggalaukan sang dambaan hati yang tak kunjung memahami isi hati." Ucap Angel puitis yang diikuti suara tawa nya sendiri.
"Elu udah ada dambaan hati Na?"
"Napa lu percaya kompor meleduk satu ini si?"
"Udah lah Lex jujur aja." Timpal Angel diantara percakapan Alexus dengan Vanessa.
"Jujur soal apa?"
"Elu ih pakek dipendem pendem segala, diambil orang tau rasa lu?" Kata Vanessa.
Alexus begitu terkejut sampai terbatuk batuk mendengar saran dari orang yang udah membuat nya dilema.
"Nah tu dengerin saran dari pawang buaya." Timpal Angel.
"Pawang buaya jidat lu lebar." Protes Vanessa yang tak terima dirinya disebut pawang buaya oleh Angel.
"Mana ada malaikat jidatnya lebar?" Elak Angel sambil diikuti tawa.
"Malaikat neraka?" Kali ini giliran Alexus yang menimpali obrolan kedua sahabat itu.
"Cantik kok jomblo." Kata Vanessa sambil menikmati makanan yang ia pesan.
"Lah elu apa kabar Bu dokter?"
"Udah udah sesama jomblo jangan saling menghina." Kata Alexus yang kemudian menimbulkan gelak tawa dari ketiga sahabat itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Anggoro yang menyaksikan kebingungan Raka dari dalam jedela kamar nya, hanya bisa tersenyum penuh arti.
"Kamu kenapa senyum senyum gitu?"
"Sini deh." Pinta Anggoro pada istrinya Regita Whisnutama.
Regita pun menuruti permintaan dari laki-laki yang sudah berstatus suami sah nya itu untuk mendekat.
Setelah Regita mendekat Anggoro pun meraup pinggang istrinya dan memeluk nya dari belakang. Sehingga saat ini mereka sedang menghadap ke jendela menyaksikan halaman luar rumahnya.
Sikap Anggoro pada istrinya memang tak pernah berubah, walaupun mereka sudah berpuluh puluh tahun terikat pada hubungan pernikahan. Tapi tetap saja Anggoro tetap bersikap romantis seperti saat awal awal pernikahan.
"Kenapa? nggak ada yang lucu" Kata Regita yang belum menyadari apa yang membuat suaminya itu senyum senyum sedirian.
Anggoro yang melihat ekspresi wajah istrinya yang kebingungan menjadi sangat gemas. Hingga membuat ia tak berhenti menciumi pipi wanita yang saat ini sedang ia peluk dari belakang.
"Udah ih malu nanti Vanessa liat gimana?"
"Kalo liat ya biarin udah gede juga Vanessa." Ucap Anggoro santai sambil terus memeluk pinggang istrinya.
__ADS_1
"Malu atuh sayang udah tua."
"Usia memang boleh tua, tapi semangat masih anak muda." Kata Anggoro sambil memutar tubuh istrinya agar bisa menghadapnya.
"Udah ih lepasin, katanya mau ngasih tau kenapa ayah senyum senyum sendiri gitu."
Anggoro yang tahu istrinya ini memang tidak bisa menahan rasa keingin tahuan nya segera melepaskan pinggang istrinya, dan kembali memutar tubuh istrinya itu yang semula menghadap dirinya, agar menghadap ke arah jendela.
"Liat Raka." Pinta Anggoro pada istrinya.
"Kenapa dia?" Tanya Regita yang melihat Raka mengacak ngacak rambutnya dan berjalan mengarah ke mobilnya.
"Dia ayah perintah kan untuk mencari Vanessa."
"Kemana memang Vanessa?"
"Nggak tahu juga, makanya ayah minta Raka buat cari Vanessa."
"Kan bisa ditelpon yah." Kata Regita seperti tidak setuju dengan permintaan suami nya itu. "Jangan nyusahin anak orang deh."
"Justru itu."
"Apanya yang justru? ayah punya niat terselubung ya?" Tuduh Regita yang menyebabkan Anggoro tertawa.
"Ayah mau coba deketin Raka sama Vanessa." Ucap Anggoro.
"Jodohin mereka gitu maksud ayah?" Tanya Regita yang mendapatkan anggukan dari Anggoro. "Ayah.. ini udah modern ayah udah nggak jaman lagi jodoh jodohin gitu. Anak kita cuma satu, biarin dia nentuin kebahagiaan nya sendiri. Ayah mau Vanessa nggak bahagia selama pernikahan nya dengan Raka karena mereka nggak saling cinta?"
Mengetahui niat dari suaminya itu Regita langsung mengutarakan ketidak setujuan nya secara terus terang pada suaminya.
"Ayah nggak bakal maksa mereka Bu, Ayah cuma berusaha mendekatkan mereka. Biar mereka menciptakan sendiri rasa cinta diantaranya."
"Terus kalo mereka tetap nggak ada rasa gimana?"
"Ayah mau yang terbaik buat Vanessa, Ayah pikir Raka satu satunya kandidat untuk saat ini. Ia tampan, sopan, mengerti soal bisnis, dan satu lagi ia jujur."
"Tapi yang menikah disini bukan ayah tapi Vanessa, kita nggak tahu seperti apa penilaian Vanessa mengenai Raka."
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...----------------...
...Hayo Lo !!...
...Akankah niat Galang terhalangi ...
...oleh keinginan Anggoro ?...
...ea ea ea yuk tebak ...
...🤭🤭🤭...
__ADS_1