CEO Candu Ku

CEO Candu Ku
Perdebatan kecil


__ADS_3

Pagi yang cerah dengan berbagai kegembiraan menyelimuti hati masing masing orang yang sekarang berada pada kediaman keluarga whisnutama.


Regita dan Anggoro yang selama ini sangat memimpikan kehangatan keluarga sekarang seolah terwujud sudah.


Keriwehan yang disebabkan oleh perdebatan perdebatan kecil antara putri nya, Vanessa dan Angel. Bagi Regita dan Anggoro seperti sebuah pelangi setelah badai datang.


"Lu udah habis telur balado empat biji Angel, ini sisa satu buat gua pokok nya."


"Nggak bisa, tadi kan yang minta dimasakin ini gua, Jadi lu mau nggak mau harus ngalah sama gua."


"Lu kurang kenyang apa? Dah abis banyak juga masih aja nggak mau ngalah"


"Oh tidak bisa, telur balado is number one." Kata Angel sambil mengacungkan jari telunjuk nya.


"Tapi nasi dipiring lu dah abis Angel, lu mau makan pakek apa."


"Ya gua ambil nasi lagi lah, gitu aja repot banget hidup lu."


Ejek Angel tanpa melepaskan tangannya pada sebuah piring yang berisi satu buah telur balado. Vanessa dan Angel yang sama sama menginginkan telur itu tidak ada yang mau mengalah hingga membuat keduanya terlibat aksi saling tarik menarik sebuah piring.


"Udah ini buat om aja." Kata Anggoro sambil menatap Angel, kemudian beralih menatap Vanessa dan mengatakan "Buat ayah ya sayang."


Setelah mengucapkan hal itu Anggoro lantas berusaha untuk mengambil alih piring yang sedang menjadi rebutan oleh putri kandungnya dan Angel yang sudah seperti anak nya itu.


Namun keinginan Anggoro ternyata tidak berjalan semulus yang ada dipikirannya, kedua wanita itu tidak dengan mudahnya mengalah dan menyerahkan piring berisi telur balado itu pada nya.


Anggoro yang semula berniatan menengahi aksi tarik menarik antara Vanessa dan Angel, kini tanpa ia sadari sedang ikut serta dalam aksi tarik menarik itu.


Melihat suami, putri nya, dan Angel seolah seperti anak kecil yang tak mau saling mengalah. Tanpa suara Regita beranjak dari kursinya dan berinisiatif untuk memotong satu telur itu menjadi tiga bagian.


Tiga pasang mata kini sedang menatap lekat pergerakan tangan Regita yang kini sedang memotong telur sama besar dan menaruhnya pada ketiga piring milik suaminya, Vanessa, dan juga milik Angel.


"Kalian kayak anak kecil tau nggak."


"Angel yang mulai bu." Kata Vanessa.


"Enak aja, lu yang mulai"


"Lu jangan banyak makan, nanti pasien lu ngacir semua lari ke gue." Ucap Vanessa mengingatkan Angel yang sedang mengambil 2 sendok nasi lagi.


"Mana ada pasien gue lari ke lu?" Tanya Angel seolah lupa akan kejadian kemarin yang menarik telinga Vanessa karena kesal pasien nya lebih memilih diperiksa oleh Vanessa dari pada dirinya.

__ADS_1


"Lu lupa kemarin siapa yang ngebantu lu periksa pasien anak kecil itu."


"Udah udah, apa lagi yang mau kalian ributin, telur udah dibagi rata, terus sekarang apa lagi?" Kata Anggoro yang sudah mulai terusik dengan keributan keributan yang terjadi.


"Biarin kenapa yah, Jarang juga kan rumah kita ramai kayak gini. Apalagi kalo ditambah cucu."


"Nah kebetulan tante, Vanessa dah punya cemceman tuh bejibun"


Mendengar hal itu, Vanessa yang tak menduga Angel akan mengatakan hal itu barusan, membuat Vanessa reflek langsung menyenggol kaki Angel.


"Diem si jangan jadi kompor meleduk deh lu." Protes Vanessa.


"Ya ya maap keceplosan."


Anggoro dan Regita yang saling pandang satu sama lain, seperti nya dibuat bingung dengan pembahasan mereka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Pagi hari yang sangat cerah bagi Galang Bagaskara terlihat sama saja, yang terpenting bagiannya adalah kehadiran seorang wanita yang akan mem*askan nafsu dirinya.


"Asisten baru itu sungguh sangat pandai menjalankan tugasnya, seperti nya saya perlu memberikan apresiasi untuk kerja pertama nya"


"Sempurna" Ucap nya setelah selesai mengenakan dasi, jam tangan serta menyisir rambutnya.


Tak memerlukan waktu lama bagi Galang mempersiapkan diri untuk pergi kekantor. Karena saat ini ia sudah turun dan ingin memasuki mobil yang akan mengantarkan dirinya menuju perusahaan Bagaskara company.


Disepanjang perjalanan Galang hanya memfokuskan diri pada ponselnya untuk memeriksa laporan yang dikirimkan oleh Rafi melalui email.


Jalanan ibu kota yang padat kala dipagi hari, membuat Galang tiba di kantor setelah 53 menit perjalanan.


"Sudah sampai pak." Kata supir yang telah mengantar nya pagi itu.


Galang yang mendengarkan ucapan dari supirnya segera memasukan smartphone yang semula ia genggam dan masukannya kedalam kantong celana nya.


"Silakan pak." Ucap supir itu sambil membukakan pintu mobil agar mempermudah Galang untuk keluar.


"Pagi pak" Sapa Viola yang telah menyambut Galang di lobby kantor, sesuai instruksi yang telah diberikan oleh Rafi.


Galang sebenarnya mendengar sapaan yang lontarkan oleh Viola untuk nya. namun bukan Galang jika tidak cuek dengan keadaan sekitar.


Menyadari akan sikap Galang yang tak memberikan respons atas sapaan yang telah Viola berikan untuk nya. Membuat Viola tak berkata lagi langsung mengekor dibalik tubuh tinggi Galang.

__ADS_1


"Bolehkah saya membaca kan jadwal anda hari ini pak." Tanya Viola ragu ragu akankah Galang merespons nya kali ini.


"Silakan."


Mendengar respon yang Galang berikan atas pertanyaan nya barusan. Tanpa membuang waktu lagi Viola langsung membacakan jadwal atasannya itu hari ini.


"Pukul delapan tepat anda memiliki jadwal pertemuan dengan perusahaan Whisnutama group, Setelah jam makan siang anda akan menghadiri peresmian cabang hotel kita. sudah pak itu agenda yang harus bapak hadiri hari ini."


"Materi untuk pertemuan dengan Whisnutama group apakah sudah siap?" Tanya Galang secara singkat tanpa menyertakan sebuah ekspresi.


"Sudah pak, bisa bapak pelajari terlebih dahulu." Jawab Viola dengan menyerahkan berkas sebagai bahan pertemuan nya yang akan diadakan tiga puluh menit lagi.


"Bacakan" Kata Galang tanpa menerima uluran berkas dari tangan Viola.


Viola yang mendalam perintah dari atasannya langsung membuka berkas yang tetap ia pegang dan memulai untuk membacakannya untuk Galang.


Namun bukannya memfokuskan diri pada informasi informasi yang sedang dibacakan khusus untuk nya. Galang justru fokus pada pa*a mulus milik Viola.


Viola yang mengikuti perintah atasannya untuk selalu mengenakan rok dengan panjang diatas lutut itu sebenarnya merasa kurang nyaman, namun Karena dirinya sangat membutuhkan pekerjaan ini akhirnya ia setuju dengan syarat yang diberikan Galang padanya.


Menurut Viola jika dirinya tidak melakukan kesalahan, ia akan tetap aman walaupun bekerja dengan seorang laki-laki yang sama sekali tidak memiliki rasa hormat pada seorang wanita.


Namun ternyata dirinya salah karena saat ini Galang sedang mencoba mera*ba ra*a paha mulus milik Viola yang sangat terekspos karena rok yang ia kenakan.


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...----------------...


...Jangan lupa apa zayang kuh...


...Iya bener jangan lupa Like dan komen nya...


...Peyuk jauh emwuaa emwuaaa...


...🤗🤗🤗...

__ADS_1


__ADS_2