
seorang gadis yang sedang meneduh disalah satu rumah yang terbilang mungkin tidak berpenghuni
Anastasya begitulah nama gadis itu.
tasya yang pulang terlambat karna perkerjaannya mengharuskan dirinya lembur, tasya bekerja disalah satu restoran menjadi seorang waiters, saat itu restoran cukup ramai pengunjung dan mengharuskan dirinya bersama yang lain pulang terlambat malam ini, di pertengahan jalan tiba-tiba saja gerimis kecil mambasahi tangannya.
" sepertinya akan turun hujan lebat "
tasya mengambil ponsel yang berada didalam tas nya untuk mengabarkan kepada ibu dan ayah, jika dirinya akan pulang terlambat karna terjebak hujan. disaat yang bersamaan baterai ponselnya habis " yahh,, aku lupa charger tadi " memasukan kembali ponselnya ke dalam tas miliknya. .
dengan berlari cepat tasya meneduh disalah satu rumah yang berada disana. dirinya memarkirkan sepeda motornya terlebih dahulu dan benar saja tak lama hujan pun turun dengan sangat lebat nya
bahkan tasya terlihat ketakutan mendengar suara petir saat itu yang cukup membuat dirinya takut..
__ADS_1
" bagaimana kalau ayah dan ibu mengkhawatirkan aku , ah bod*h nya aku selalu lupa charger baterai HP ku " tasya sangat kesal dengan kebiasaan buruknya yang satu itu padahal HP salah satu barang yang cukup penting untuknya, untuk selalu memberi kabar kepada ayah dan ibu.
dengan rasa lelah dan sedikit mengantuk tasya terus saja menguap dan berusaha menahan kantuknya, sampai tiba-tiba ada sebuah ledakan seperti ban pecah yang membuatnya terperanjat kaget.
" astafirullah, suara apa itu? , " tasya mengelus dadanya sendiri, dilihat nya dari kejauhan ada sebuah mobil yang tiba-tiba berhenti, dan dilihatnya ada 2 orang keluar dari mobil itu dan berlari kearah dirinya, tasya dihantui rasa takut yang teramat " ahhhh.. bagaimana kalau mereka orang jahat.. ibu ayah aku takut " dan benar saja kedua laki-laki itu menghampiri dirinya.
" permisi nona, apa kami boleh menumpang meneduh disini ? " salah satu dari mereka bertanya pada tasya , dan tasya pun mengangguk tanda mengiyakan, tasya menjauhkan dirinya dari kedua laki-laki itu dan berharap semoga hujan segera reda agar dirinya tidak membuat ibu dan ayah khawatir.
" hemmmm.. cepat pergi dan bereskan mobil itu jo, aku ingin segera pulang " dengan menahan rasa ditubuhnya memerintahkan sang asisten jo.
" baik tuan.. anda tunggu di sini saya akan membereskan mobil itu " dengan langkah seribu asisten jo menerobos derasnya hujan yang entah kapan akan reda..
Raka melihat dengan samar bahwa masih ada gadis yang tadi disebelahnya sebelum gadis itu pindah duduk jauh darinya dan asisten jo.
__ADS_1
semakin lama dirinya tidak bisa menahan gejolak yang teramat sangat menyiksa.
Raka mencoba berjalan dengan rasa pusing dan juga panas di sekujur tubuhnya.
" mau apa laki-laki itu kenapa berjalan kearahku " tasya benarbenar takut saat itu, Raka tiba-tiba saja memeluk dirinya seperti sedang memohon yang tasya dengar di telinganya.
" aku mohon bantu aku " begitulah kata yang tasya dengar sebelum Raka yang tiba-tiba menyeret tangannya untuk masuk kedalam rumah yang terlihat kosong itu.
......................
cerita akan segera dimulai akankah orang tua Anastasya menerima takdir yang sudah Tuhan gariskan kepada putrinya
atau mengusirnya dari rumah karna rasa malu karna kehamilan anak gadisnya itu.
__ADS_1