
flashback
" mas sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan tentang pertanyaan mu satu bulan lalu " .........
" baiklah mas aku akan mencoba berdamai dengan masalalu terlepas bagaimana kita dipertemukan dan menghadirkan riko dikehidupan kita, aku akan mencoba membuka hatiku untukmu mas, tapi untuk saat ini aku melakukannya demi riko, riko sangat bahagia ketika tahu dirinya masih mempunyai papa, walaupun diawal pertemuan riko kecewa denganmu mas, tapi sejujurnya riko sangat menyayangimu " dengan isak tangis tasya menjawab semua gundah gulana yang hatinya simpan selama satu bulan ini....
" terimakasih untuk kesempatan ini ana, maafkan aku karna telah merusak masa masa remaja mu, ijinkan aku menembus semua kesalahan 5tahun lalu, ijinkan aku menjadi pelindung mu juga riko, sekali lagi terimakasih Anastasya " menggenggam erat tangan tasya seolah menyalurkan kasih sayang tulus yang diberikan raka pada tasya
" menikahlah denganku, aku yang akan mengurus semuanya " mungkin hanya dengan menerima segala sesuatu yang sudah Tuhan gariskan untuk kehidupannya, dan mungkin Tuhan mempertemukan nya dengan cara yang berbeda dengan pasangan hidupnya, hanya ikhlas yang bisa dirinya Terima saat ini....
flasback off
...****************...
deghhhhhhh
deghhhhhhh
__ADS_1
deghhhhhhh...
" mau ku bantu buka kan " raka yang hendak kekamar mandi membersihkan dirinya melangkah mendekati tasya ketika melihat tasya yang kesulitan membuka kebaya pengantinnya
bayang bayang saat raka hendak mel*c*hkannya terekam jelas dalam ingatan tasya seperti film yang terus berputar tanpa jeda..
dengan tepisan yang cukup mengagetkan untuk raka ketika melihat raut wajah ketakutan dari tasya..
" maaf, maafkan aku.......
aku tidak bermaksud membuat mu takut an... "
saat ini raka berada di sebuah balkon salah satu kamar hotel lainnya, dihisapnya sebatang rokok
memang raka bukan perokok aktif tetapi ketika sedang gusar dirinya memang selalu menghisap hanya beberapa batang saja sejak kejadian minuman beralkohol yang di beri obat sialan itu, raka menghindari minuman sial itu...
malam semakin larut tapi raka masih asyik dengan sebatang rokok disela sela jarinya, dirinya kembali pada tasya yang berada dikamar sendirian, besok adalah malam puncak pernikahan pasti banyak sekali kolega bisnisnya yang akan datang,
__ADS_1
sial kenapa aku harus mengadakan resepsinya juga padahal tasya tidak memintanya...
memang tasya tidak meminta acara resepsinya digelar cukup hanya dengan ijabkobul yang penuh hikmat, ketika menyadari istri nya begitu cantik menggunakan kebaya adat Sunda sungguh sangat mempesona bahkan raka teringat beberapa omongan koleganya yang terpesona akan kecantikan istri nya itu..
*beruntung sekali tuan raka mendapatkan istri secantik itu,
tidak menyangka istri tuan raka lebih cantik dari mantan kekasihnya..
cantik sekali istri tuan raka*
dan masih banyak lagi beberapa omongan yang di dengarnya membuat raka menyesal akan mengadakan resepsi pernikahannya...
...****************...
di sebuah kamar terlihat tasya yang bingung akan tingkah nya disatu sisi raka sudah sah menjadi suaminya disisi lain tapi disisi lain pula kejadian itu seperti sebuah film yang terus berputar di kepalanya..
maaf mas maaf, maafkan aku sesungguhnya aku memang ingin mencoba membuka hati untukmu
__ADS_1
tapi bayang bayang kejadian kelam itu seperti reaksi yang ada pada tubuhku, maaf maafkan aku mas........