Ceo Itu Ayah Dari Anakku

Ceo Itu Ayah Dari Anakku
mencoba berdamai dengan masalalu


__ADS_3

huhhhhhhh membuang nafas dahulu sebelum mengatakan ........


" tuan, saya memang mencoba berdamai dengan masalalu , ini semua saya lakukan demi putra saya bukan karena saya sudah memaafkan anda " ya ya ya raka sadar dirinya tidak berharap lebih untuk bisa meluluhkan hati wanita yang menjadi ibu dari putranya .. mungkin perlu waktu untuk bisa membuatmu dan riko terus berada disampingku, jangan salahkan aku jika aku egois ingin memiliki kalian bagaimana pun caranya ~ raka......


" maafkan aku ana, bisakah kamu memberikan aku kesempatan? "


kesempatan apalagi sih bukankah aku sudah memberikan kesempatan untuknya bertemu riko~ tasya.....


" kesempatan apalagi yang ingin anda minta tuan, bukankah saya sudah mencoba mendekatkan tuan dengan riko? lalu kesempatan apa yang anda maksud? " dilihatnya jam sudah hampir 30 menit tasya berada di sini itu artinya tasya harus segera pulang karena berjanji akan pulang lebih awal pada riko dan membacakan beberapa dongeng kesukaannya..


" tuan saya harus pulang saya sudah berjanji pada riko pulang lebih awal, jika tidak ada yang ingin anda bahas lagi saya permisi " melihat raka yang diam saja sepertinya tidak ada yang ingin dibicarakan nya lagi...


" ana ijinkan aku..........


drttt drttt

__ADS_1


" iya sayang bunda pulang ya tunggu bunda ya , maaf tuan saya harus pulang riko menunggu saya " ketika hendak melangkah raka menarik tangan tasya.


" tunggu, biar aku yang mengantarkan pulang "


tasya hanya mengangguk


selama diperjalanan tidak ada perbincangan antara kedua nya hingga sampai di depan pagar rumah tasya..


" terimakasih tuan atas tumpangannya, saya permisi " sebenarnya raka ingin mampir sebentar hanya ingin melihat keadaan putranya apa sudah membaik luka nya atau masih ditutupi oleh perban, tapi sepertinya raka masih harus berjuang keras untuk mendapatkan perhatian juga cinta dari putranya dan juga ibu nya serta kedua orang tua tasya..., baiklah aku akan terus berjuang untuk membuat kalian berada disisi ku ~ raka


...****************...


dua bulan telah berlalu bagaimana perjuangan raka mendekati putranya juga ayah dari tasya, riko si anak yang pandai sekali berbicara berubah menjadi bocah kecil yang tanpa ekspresi jika bertemu denga raka, seperti mengibarkan bendera perang dengan sang papa, riko memang mencoba memanggil raka dengan sebutan papa itu semua atas ajaran sang bunda bagaimana pun om raka itu adalah papamu nak,..


itulah kata-kata yang selalu di ingat oleh riko

__ADS_1


disinilah mereka raka mengajak putranya bermain disebuah mall terbesar yang berada di kota ini


raka mengajak riko untuk bermain berbagi permainan, sedang riko asyik dengan permainannya berbeda dengan dua orang manusia yang saat ini tengah duduk melihat tingkah lucu putra mereka saat bermain permainan itu


tidak terasa nak kau sudah sebesar ini, bunda bahagia memilikimu terlepas bagaimana pun kau hadir dikehidupan bunda, kau tetap anugrah terindah dari Tuhan untuk bunda ~ tasya


ehemmmmm....


" kau mau minum " tasya menoleh kemudian menggelengkan kepalanya, kembali fokus pada putranya yang sangat bahagia.


" emmmmmmm.. an lihatlah riko, apa kau tidak memikirkannya?, " pertanyaan raka berhasil membuat tasya fokus memperhatikan wajah raka..


" apa maksud anda tuan? , "


raka menjadi salah tingkah dengan pertanyaanya sendiri, bagaimana bisa dengan semulus itu pertanyaannya keluar dari mulutnya harus nya raka merangkai kata-kata yang pas atau mencari waktu yang pas.. ahh bodohnya aku ~ raka

__ADS_1


" bunda aku haus " raka mengelus dadanya kedatangan riko menyelamatkan nya dari pertanyaan yang dilontarkan dirinya sendiri


__ADS_2