
" mau apalagi kamu, belum cukup menghancurkan hidup putriku? " raka tidak berniat menghancurkan hidup tasya tapi saat itu raka memberikan kartu namanya jika memang terjadi sesuatu kepada wanita itu walaupun raka tidak ingat apa iya dia menanamkan benih nya saat itu tapi melihat wajah juga informasi yang diberikan jo membuat raka yakin bahwa bocah kecil yang bernama riko itu adalah putranya, putra kandungnya.. riko sangat mirip dengannya saat masih kecil...
" paman.... saya minta maaf untuk kesalahan dimasa lalu, ijinkan saya menebus semua kesalahan itu paman.. " cihhhh......
" kau datang dengan penuh percaya diri ternyata setelah melemparkan bom kepada cucuku " saat itu ayah memang terkejut mendengar pengakuan dari laki-laki bertubuh kekar ini, tapi sekilas ayah melihat ada rasa bahagia dari wajah sang cucu, ayah ingin menguji kesabaran laki-laki yang ada didepannya ini hingga mendapatkan maaf dari keluarganya Terutama putrinya...
tak lama keluarlah ibu dengan membawakan secangkir teh untuk suaminya, dilihatnya laki-laki itu yang menjadi papa kandung cucunya,,
" nak masuklah..... " ayah yang mendengar itu tak habis pikir apa yang dipikirkan istrinya hingga dengan mudahnya menerima laki-laki itu..
" terimakasih bibi " setidaknya ibu tasya masih mau menerimaku ~ raka
" ibu panggil saja aku ibu, " bukan hanya raka tapi juga ayah terkejut mendengar itu dari mulut istrinya langsung...
tak tak tak..
keluarlah tasya dengan pakaian lengkap seragam kerjanya, langkahnya terhenti ketika melihat siapa laki-laki yang bersama ibu dan ayahnya..
__ADS_1
" untuk apa anda kemari tuan " lirikkan mata sang ibu membuat tasya luluh dirinya ingat kata-kata ibu cobalah berdamai dengan masalalu demi putramu nak hahhhhhh tasya menghela nafas ketika melihat beberapa barang yang di bawa raka itu pasti untuk riko...
" masuklah riko ada didalam kamar nya sedang beristirahat "
" permisi paman bibi " diikutinya tasya dari belakang menuju kamar riko berada saat ini
tok tok tok
" sayang bunda boleh masuk "
dilihatnya riko sedang melamun entah apa yang dia lamunkan hingga sentuhan sang bunda menyadarkannya..
" kenapa nak? "
" riko tidak apa-apa bunda " dengan senyuman terpaksa diberikan agar bundanya tidak sedih...
" haii boy.. ini aku bawakan mainan dan sedikit buah untukmu cepat sembuh boy..." deghh papa itulah kata yang ingin sekali diucapkan riko..
__ADS_1
" telimakasih " riko selalu melihat kearah mobil-mobilan yang dibawakan raka untuknya, dilihatnya bundanya arti tatapannya tasya seolah meminta persetujuan untuk mainan yang di berikkan itu, dan ya tasya yang peka menganggukkan kepalanya..
" biar aku ajarkan cara memainkannya " diraihnya kembali mobil-mobilan itu kemudian di berikkan kembali kepada riko..
" kau mau mencobanya ? "
" papa duluan "
bukan hanya raka yang terkejut tetapi juga tasya,
panggilan riko begitu menyejukkan hatinya secercah harapan raka berharap putranya bisa memaafkan dirinya dan menerima nya sebagai papa, jika itu terjadi raka berjanji akan menjaga dan melindungi mereka terutama wanita yang saat ini menyandang sebagai ibu dari anaknya, raka akan berusaha meluluhkan hati tasya juga ayah nya..
kalian adalah milikku bagaimanapun aku akan membuat kalian berada terus disampingku selamanya, aku menyayangi kalian ~ raka
*bunda akan mencoba berdamai dengan masalalu demi masa depan mu nak ~ tasya
aku memang tidak tahu apa yang teljadi antala papa dan bunda dimasa lalu tapi aku tidak bisa menutupi lasa bahagia ini, maafkan aku bunda aku tidak bisa lagi membendung lasa bahagia ini ~ riko*
__ADS_1