
beberapa minggu sudah tasya menjadi nyonya dirumah besar yang raka siapkan khusus untuknya dan beberapa asisten rumah tangga lengkap dengan supir pribadi untuknya...
tasya juga raka menjalani kehidupan mereka seperti biasa walaupun mereka tidur dalam satu kamar terkadang raka memilih untuk tidur di sofa yang cukup kecil untuk ukuran tinggi tubuh nya yang tinggi, tak kala tasya yang mengalah memilih tidur dikamar putranya, ya saat ini riko sudah mulai belajar tidur sendiri..
hari ini raka ingin mengajak riko pergi ke perusahaan nya, yang bocah kecil itu tau raka hanya seorang supir...
flasback
" om apa bos nya om tidak malah mobil nya di bawa telus? "
hah, raka sedikit bingung dengan pertanyaannya putranya sendiri, untunglah ada bundanya disana.
" riko mengira kamu hanya supir pribadi mas " tak kuat tasya menahan untuk tidak tertawa, melihat supir dengan penampilan seperti ini memang ada ya supir dengan jas termahal seperti yang dipakai nya......
__ADS_1
saat hari itu ketika melihat senyum jenaka yang tasya tahan membuat raka ingin memperlihatkan seberapa banyak harta kekayaannya pada putranya..
*aku yang setampan dan sekeren ini hanya dibandingkan dengan seorang supir sungguh kau memang putraku bocah kecil
flashback off*
...****************...
disinilah mereka di sebuah gedung pencakar langit yang membuat riko tercengang melihat keindahan dari atas sebuah rauangan yang menjadi ruangan khusus papanya...
tasya hanya tersenyum melihat itu semua, bohong jika dirinya tidak bahagia, tasya bahagia saat ini hati nya perlahan mulai berdamai dengan masalalu ketika melihat kebahagiaan yang terpancar dari wajah putranya itu...
" an.... maafkan aku maaf untuk semua kesalahan ku, maaf untuk waktu yang cukup lama aku lewatkan.. maaf untuk masa masa sulit yang aku buat dikehidupan mu tanpa aku sadari... "
__ADS_1
tasya mendekati laki-laki yang sudah sah menjadi suaminya itu, dengan perasaan yang tidak bisa dirinya jelaskan.
tasya menggenggam erat tangan sang suami...
" aku memang kecewa aku marah aku benci, bahkan aku membenci mu seumur hidupku mas, tapi aku sadar kebencian ku padamu tidak akan mengubah garis takdir Tuhan yang sudah digariskan untukku, disatu sisi aku berterimakasih pada Tuhan karna telah menghadirkan riko dikehidupan ku, kau tahu saat kejadian malam itu aku berusaha menguatkan hatiku bahwa tidak akan ada makhluk hidup dirahimku tapi aku salah mas, ketika aku mulai melupakan kejadian itu Tuhan memberikan aku ibu dan ayah seperti kenyataan paling pahit, bahwa aku tengah hamil tanpa suami hiks hiks hiks.....
aku sudah memaafkan semua nya mas, aku bahagia jika melihat riko pun bahagia... "
raka pun menggenggam kembali tangan tasya menyalurkan segala kasih sayang tulus yang entah kapan rasa itu datang,
pandangan keduanya semakin dalam, menyalurkan sedikit rasa yang mereka miliki yang belum keduanya sadari, wajah raka semakin dekat kian mendekat tatapan mereka semakin dalam, semakin dekat terus mendekat ketika sudah tinggal beberapa senti saja tiba tiba.....
" bundaaaaaaaaaaa..... "
__ADS_1
" papa mau ngapain bunda nya liko,? "
skakmat mendengar pertanyaan putranya sendiri, entah apa yang merasuki dirinya , raka ingin sekali mencium bibir peach merona itu yang mungkin nanti akan menjadi candu untuk nya ketika berbuka puasa nanti.... hahahaha