
pertanyaan demi pertanyaan yang ada di pikiran dokter itu terputus karena pertanyaan dari tasya...
" dokter bagaimana kondisi putra saya, apa saya boleh menjenguknya ? " harap harap cemas tasya mendengarkan entah sesakit apa hatinya jika memang terjadi yang serius dengan kesehatan putranya..
" kondisi putra anda tidak perlu dikhawatirkan nona, semua baik baik saja hanya sedikit luka lecet dibagian pelipis matanya tapi itu tidak berakibat fatal dengan kondisi putra anda " lega itu lah yang dirasakan tasya saat ini mendengar putranya baik baik saja sudah lebih membuat hatinya tenang..
" boleh saya menjenguk putra saya ? " kembali bertanya kepada dokter yang masih muda itu ..
" silahkan nona, masuklah " setelah dokter muda itu mempersilahkan tasya masuk
" sayang " direngkuh nya tubuh gembul itu dengan hangat oleh tasya..
" apa yang terjadi nak?, cerita sama bunda ya "
pemandangan itu tak lepas dari penglihatan raka melihat itu ada rasa hangat yang mengalir dalam hatinya...
...****************...
__ADS_1
flashback
hari ini disekolah sedang melatih anak anak untuk berterimakasih kepada kedua orang tua mereka..
dari sekian banyak anak murid yang satu kelas dengan riko bercerita tentang keluarganya tentang ayah dan ibu mereka, sedangkan riko hanya bercerita tentang ibu, nenek dan kakeknya tidak ada sosok ayah yang riko ceritakan saat itu hingga pertanyaan salah satu temannya berhasil membuat diam seribu bahasa....
" riko kenapa tidak cerita juga tentang papa kamu? , apa kamu engga punya papa ya?, papa itu pahlawan kita loh " ketika mendengar pertanya itu entah mengapa sakit rasanya ketika dirinya tidak mengetahui siapa papa nya, riko yang tidak bisa membendung air matanya berlari kearah taman dan tersandung membuat pelipisnya mengeluarkan darah segar, riko memang masih anak-anak tapi riko sudah mengerti bahwa bunda nya tidak ingin riko menanyakan siapa papanya dan apa riko masih punya papa.. itulah pertanya yang pernah riko tanyakan kepada tasya..
flashback off
" bundaa...... "
" iya sayang, kenapa riko mau minum atau mau makan?, bilang sama bunda.... "
" apa liko punya papa " menunduk itulah yang dilakukan riko setelah pertanyaan itu keluar dari bibir munggilnya..
" bunda selalu bilang papa sedang bekelja jauh disana, tapi bunda tidak pelnah membeli tahu liko sepelti apa papa liko " sambil menangis segukkan riko menumpahkan segala pertanyaan yang ada di benaknya selama ini riko selalu menjaga perasaan bunda nya jika bertanya tentang papanya..
__ADS_1
belum ada jawaban yang bisa tasya berikan kepada putranya, hingga akhirnya sebuah suara mengalihkan pandangan riko dari bunda nya...
" sudah sayang cucu tampan nenek nanti papa pulang, papa sedang tugas jauh disana riko percayakan sama nenek sama kakek dan juga bunda , nanti kalau papa pulang papa pasti langsung menemui riko, tapi riko harus sembuh dulu ya nanti papa sedih liat riko sakit " jawaban ibu membuat tasya sedikit bisa bernafas dari pertanyaan putranya..
bohong namanya jika ibu tidak sakit melihat cucu dan anaknya terluka seperti ini tapi ibu tidak menyalahkan siapapun mungkin ini sudah garis hidup yang ditakdirkan Tuhan untuk tasya, ibu dan ayah selalu berdoa untuk kebahagiaan tasya dan riko jika tasya suatu hari nanti bertemu dengan orang yang benar benar mencintai tasya juga riko..
hingga sebuah suara mengalihkan semua pandangan kepada laki-laki yang melemparkan bom untuk tasya ibu dan juga riko..
bahkan ayah yang baru sampai di RS..
" ......................
**tunggu terus kisah selanjutnya ya..
dari KaNa (raka dan ana)
selamat membacaaa**.....
__ADS_1