Ceo Itu Ayah Dari Anakku

Ceo Itu Ayah Dari Anakku
seharian bersama mereka


__ADS_3

sudah masuk jam makan siang raka mengajak tasya dan riko makan disalah satu stand yang menjual ayam goreng yang bergambar kakek..


" kau tidak ikut makan an?, kenapa hanya menyuapi riko "


" bunda tidak tellalu suka makanan ini, bunda lebih suka mie ayam bakso favorit nya hihihi " riko tahu pasti bunda nya malu sekali mendengar riko menyebutkan makanan favorit nya


tidak ada lagi sahutan dari raka karna dimall susah mendapatkan makanan mie ayam bakso kampung yang menurut tasya lebih nikmat ( kan author sembuh sakit jadi kangen mie ayam bakso terpedas hihi.... oke lanjut)


setelah seharian mereka bertiga pergi bersama disini lah mereka di sebuah mobil mewah di kursi belakang sudah ada yang terbaring terlelap karna lelah bermain seharian..


mungkin ini saatnya aku berbicara pada Anastasya bagaimana pun caranya aku harus membuat mereka berada disisiku, entah sejak kapan aku mulai mencintai ana ~ raka


" ana ada hal yang ingin aku bicarakan padamu "


tasya menoleh ketika mendengar nada suara cukup tegas itu


" ada apa tuan " mendengus kesal ketika mendengar panggilan tasya sudah beberapa kali raka meminta tasya untuk memanggilnya dengan nama saja tapi itu selalu diharaukan olehnya

__ADS_1


" bisakah kau memanggil ku dengan nama saja aku bosan mendengar kau memanggil ku tuan memangnya kau jo " malas berdebat untuk kesekian kalinya tasya pun mengiya kan saja lah


" iya iya kenapa, apa yg ingin anda bicarakan ? "


sudah dalam mode serius lagi raka melanjutkan ucapan yang sempat terjeda tadi


chitttttt.......


menghentikan sejenak mobil yang dikendarai raka ke bahu jalan, membuka seatbelt yang digunakannya lalu menghadap ke arah tasya dan menggenggam kedua tangan tasya...


tasya sedikit terkejut melihat itu, sampai terasa dingin tangan yang sedang di sentuh itu


" aku tidak memaksa mu untuk menjawab sekarang, aku akan menunggu saat kau sudah mempunyai jawaban untukku, cobalah kau pikirkan kembali riko yang butuh sosok lengkap kedua orangtuanya dihidupnya an " dikecup nya tangan mungil yang sedang berada digengaman raka saat ini, berharap tasya mau memberi jawaban saat ini juga, tapi raka tidak memaksa karna dirinya paham bagaimana pun kejadian dimasa lalu mungkin sangat menyakitkan untuk tasya...


setelah selesai dengan adegan yang cukup membuat jantung tasya berbedar hebat entah mengapa ada kehangatan di dalam sentuhan itu, tapi pikirannya berusaha keras menolak tapi tubuhnya tidak heii tubuh kau mau berkhianat padaku


sekitar setengah jam perjalanan akhirnya mereka sampai disebuah rumah yang cukup minimalis itu

__ADS_1


di gendongnya bocah mungil yang sedang tertelap dikursi belakang..


raka menghentikan tasya ketika ingin mengambil riko dari gendongannya..


" sudah biar aku yang mengantarkan riko ke kamarnya, ibu dan ayahmu kemana? " masih pukul 21:00 sudah sepi begini apa iya mereka sudah tidur jam segini ~ raka


" biasanya ibu dan ayah sudah tidur , baringkan riko disini saja tuan " mendapatkan pelotottan dari raka membuat tasya mengubah panggilannya..


" iya iya raka " sebelum bom kedua kembali di dengar oleh tasya.............


" panggil aku mas mulai saat ini kau mengerti dan berbicaralah secara normal padaku, jangan menggunakan kata anda dan saya, kau mengerti? "


apalagi sih dia ini..... ya ya ya tasya hanya menganggukkan kepalanya


" istirahatlah dan jagalah putra kita, ini kartu tanpa batas untuk kebutuhan mu juga riko Ambillah jangan menolaknya, aku akan tunggu jawaban dari mu, aku pulang " sambil mengelus rambut tasya sungguh sikap itu membuat tasya semakin berdebar dibuatnya..


" hati hati......... mas " senyum manis yang di perlihatkan raka pada tasya semakin membuat hati nya berlarian kemana-mana..

__ADS_1


raka benar-benar membuktikan pada keluarga tasya untuk menebus semua kesalahannya di masa lalu......


__ADS_2