
4tahun sudah berlalu.....
entah apa yang membuat keluarga pak akbar memutuskan kembali ke kota yang dulu membuat keluarganya bahagia tanpa pernah terpikirkan bahwa mereka akan pindah untuk sementara waktu ke polosok desa dimana itulah tempat kelahiran sang ibu...
disinilah bocah kecil menggemaskan sedang bermain di sebuah taman bersama sang bunda,
tasya bahagia anaknya tumbuh menjadi anak yang cerdas dan begitu tampan, sejak kecil hingga memasuki usia 4 tahun bocah kecil itu mengerti akan keadaan bundanya yang mencari nafkah sendiri, terkadang dirinya ingin membeli mainan mahal seperti anak yang lain ..
raka saat ini sedang berada di sebuah taman bermain menunggu jo yang sedang mengambil mobil taman ini tak jauh dari restoran yang dijadikannya tempat pertemuan antara dirinya dan kolega bisnisnya
" om itu bolaku " tiba-tiba sebuah bola jatuh tepat dibawah kakinya, raka mengambil bola itu dan memberikannya kepada bocah laki-laki yang begitu menggemaskan itu
degggg bola mata itu
tidak ini tidak mungkin....
raka seperkian detik terpesona akan keindahan bola mata bocah laki-laki itu, tapi tunggu........
__ADS_1
mengapa bola matanya mirip sekali denganku
dan yahh raka seperti melihat dirinya versi masa kecil, tapi pikiran itu ditolak mentah-mentah olehnya bagaimana bisa anak ini begitu mirip dengannya sedangkan dirinya belum menikah
raka masih berharap dikemudian hari di pertemukan kembali dengan gadis malam itu yang membuat hati nya sedikit goyah...
" ini ambillah " .........
" terimakasih om " dengan senyuman manis bocah itu berhasil membuat raka menyunggingkan sedikit senyum dibibirnya
tin tin tin..
...****************...
" bundaaaaaaa.... " teriak riko ketika melihat sang ibu sudah kembali dari membeli minuman untuknya.
" pintar nya anak bunda, bunda kelamaan beli minuman nya ya nak " dengan sayang tasya membelai wajah tampan itu
__ADS_1
ya Tuhan wajah riko sangat mirip dengan papanya
nak jika nanti mungkin sudah waktunya bunda akan memberi tahu siapa papa kandungmu tapi bunda mohon jangan sekarang kamu menanyakan tentang laki-laki itu bunda berharap bahkan kamu lupa siapa papamu..... ~ Anastasya
" sayang kita pulang yuk pasti nenek dan kakek nunggu kita, ayok bukannya sudah janji tidak lama-lama mainnya lihat matahari sudah mulai terik "
" iya bunda, akupun sudah sangat kelapalan hihihi " dengan bergandengan tangan riko dan tasya tertawa lepas entahlah apa yang mereka tertawakan saat ini tasya bahagia bisa membesarkan riko sampai sebesar dan sepintar ini
terimakasih Tuhan atas jadian terindah ini aku sangat menyayangi putraku ~ Anastasya
sesampainya dirumah dan benar saja ibu siti dan pak akbar telah menunggu kedatangan tasya dan putranya, setelah kelahiran riko keluarga pak akbar menjadi hangat dan ramai kembali dengan celotehan riko.....
" wahh cucu tampan kakek sudah sampai, pasti capek yaa habis bermain ? " pak akbar segera menggendong tubuh gembul riko yang makin hari semakin menggemaskan itu
" tapi aku suka kek disana banyak sekali yang belmain bola sepelti aku... " riko bercerita dengan heboh versi anak-anak yang sangat senang diajak bermain sang bunda
" masuklah nak pasti lelah kan , ibu tahu se aktif apa putramu jika bermain, ibu sudah masak makanan kesukaan mu dan putramu "
__ADS_1
" terimakasih ibu " tasya memeluk sang ibu dan sangat bersyukur ibu dan ayahnya menemaninya melawati masamasa sulit saat itu walaupun dirinya tahu sebanyak apa cemoohan para tetangga