
'Oh, Tuhan. Kenapa aku harus di pertemukan lagi dengan pria menyebalkan yang sudah mencuri ciuman pertamaku?'tanya Nara dalam hati, ketika ia mendapat tatapan tajam dari Alex.
Sementara Alex, dengan perlahan-lahan bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri wanita itu sambil memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya.
Nara yang ketakutan berniat untuk mengambil langkah seribu. Wanita itu lalu membatalkan tubuhnya dan berencana untuk pergi meninggalkameninggalkan, Alex. Tiba-tiba kening wanita itu menabrak dada bidang milik seorang pria yang tidak lain adalah Riko yang berniat memastikan tentang sekertaris baru bosnya tersebut.
"Auw...!" Teriak Nara yang kesakitan sambil memegang kening.
"Nona, apa Anda baik-baik saja? " Tanya Riko yang merasa khawatir.
"I'm fine, permisi."
Setelah mengatakan kalimat itu Nara berniat untuk pergi meninggalkan ruangan Alex. Karena merasa ada aura negatif yang menyelimutinya diruangan tersebut.
Namun, ketika ia hendak melangkah keluar, dengan cepat Alex menarik rambut wanita itu yang ia kuncir ke belakang.membuat Nara teriak Nara yang kesakitan.
"Auw!kenapa Anda menarik rambut saya, Pak?"tanya wanita itu yang melayangkan protes kepada Alex.
" Supaya kamu tidak bisa melarikan diri,"jawab Alex dengan santainya.
Ingin sekali Nara melayangkan begom mentah kepada pria itu. Namun, ia urungkan niatnya tersebut. Mengingat Alex adalah CEO-nya di perusahaan, tempat ia melamar pekerjaan.
"Bos, kenapa kau menyakiti seorang wanita?" Tanya Riko yang merasa heran. Dengan sikap tidak biasa yang di tunjukan oleh pria tersebut.
"Menurutmu?" Tanya Alex yang balik bertanya.
Melihat Alex dan Riko yang asik berbincang-bincang. Nara pun berkesempatan untuk kabur meninggalkan pria itu.
Alex yang tersadar berusaha mengejar Nara. Melihat hal itu Riko langsung melihat bosnya dari belakang.
"Berhenti, kau!" Teriak Alex dengan nada marah.
Namun, Nara sama sekali tidak memperdulikan teriakan pria itu. Ia terus saja berlari. Agar bisa kabur dari kejaran Alex. Sementara karyawan lain yang melihat merasa heran. Karena belum pernah sebelumnya CEO mereka yang terkenal perfect dan juga arogan, ber kejar-kejaran dengan seorang wanita.
"Bos, sebaiknya kau berhenti. Sudahi kekonyolan ini," Pinta Riko dengan napas yang sudah ngos-ngosan. Karena ia ikut berlari mengejar Alex.
__ADS_1
"Tidak bisa Riko. Aku harus mendapatkan wanita gila itu." Teriak Alex, membuat Riko seketika menghentikan langkahnya.
'Wanita gila, apa sebelumnya mereka saling mengenali?'tanya Riko dlam hati yang merasakan heran.
Sementara Nara, napas wanita itu sudah tersegal-segal. Karena ia sudah tidak sanggup lagi untuk berlari.
"Ben, tangkap wanita itu," Perintah Alex ketika melihat salah seorang karyawan laki-lakinya berdiri di hadapan Nara.
. Akhirnya Nara pun tidak punya pilihan lain, selain menyerah. Ia pun mengakatan kedua tangannya. Ke arah Alex, meminta pria itu untuk tidak mengejarnya lagi.
Sambil berkacak pinggang, Alex pun meluapkan emosinya. Akibat ulah wanita itu, membuat keringat kini bercucuran di keningnya.
"Kau, kenapa kau suka sekali memancing emosiku, nona?sebaiknya kau ikut denganku Sekarang!"Alex langsung menarik tangan Nara secara kasar, di hadapan karyawan lainnya. Tanpa memperdulikan tatapan penuh tanda tanya dari para karyawannya tersebut.
Riko yang mengetahui hal itu, lngsung meminta mereka Untuk kembali bekerja dan melarang untuk membuat gosip yang tidak-tidak tentang bos mereka.
"Kalian semua, sebaiknya kalian lupakan apa yang kalian lihat barusan... Jangan menyebar gosip di kantor ini. Jika itu terdengar di telinga saya, maka saya tidak akan segan untuk melaporkan kepada CEO kita." Riko mengatakan kalimat itu sambil menyilangkan kedua tangan ke belakng dan memberikan tatapan tajam ke arah para hewan lainnya, yang kini seperti ketakutan dan kembali untuk melanjutkan pekerjaan mereka.
Riko pun memutuskan untuk membawa wanita itu menuju ke ruangan sekarang.
'Hmm, sebenarnya apa yang ingin dilakukan pak Alex dengan wanita itu? Kenapa ia mengunci pintunya dari dalam? Sangat mencurigakan. Apa jangan-jangan?"
Deg!
Riko mengatakan kalimat itu dalam hati, karena ia merasa curiga dengan gelagetan aneh yang di tunjukkan oleh bosnya tersebut.
Namun, karena ia tidak ingin ikut campur, akhirnya Riko memutuskan untuk kembali ke ruangannya karena pria itu pikir, jika Alex saat ini tidak ingin di ganggu.
***
Sementara Alex, ia masih memegang tangan Nara dengan sangat erat. Hingga meninggalkan bekas merah di kulit putih milik wanita itu.
"Pak, tolong lepaskan tangan saya. Lagi pula saya tidak acan bisa kabur. Karena anda sudah mengunci pintu ruangan, mengurung saya seperti tawanan saja," Gerutu wanita itu yang masih kesal. Alek yang tersadar akhirnya melepaskan tangan Nara dan meminta wanita itu untuk duduk di kursi yang berada di depan meja kerjanya.
"Lihat, gara-gara Anda memegang tangan saya dengan begitu kuat, hingga menimbulkan bekas merah. Asal Anda tahu ini sama saja melalukan tindakan kekerasan kepada seorang wanita dan... Anda bida saya laporkan —"
__ADS_1
"Ke polisi, itu maksud kamu," Ucap Alex yang langsung memotong perkataan wanita itu.
Alex pun langsung mencondongkan tubuhnya ke arah Nara. Kare ia bermaksud ingin menakut-nakuti wanita itu. Sementara Nara, ia langsung memundurkan Kursinya yang kini mentok di meja kerja pria tersebut.
Nara pikir pria itu ingin menciumnya. Dengan cepat memejamkan mata dan menutup mulut nyah dengan kedua tangan.
Alex yang melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh Nara hanya menggelengkan kepala. Hingga matanya tertuju kepada tanda merah, seperti bekas luka yang ada di tangan wanita itu.
Ingatan Alex pun melayang kepada seseorang yang memeliki bekas luka yang sama, seperti yang dimiliki oleh Nara. Namun dengan cepat ia menyangkalnya.
"Tidak mungkin,karena seseorang yaang aku kenal tidak ceroboh seperti dia,'pikir pria itu yang tersadar dari lamunannya, tentang seseorang dimasa lalunya.
Melihat Nara yang hanya diam sambil menutup mata, dengan cepat Alex menyentil keningnya. Membuat wanita itu merasa kesakitan lalu mengusap keningnya dengan menggunakan kedua tangan.
" Apa yang Anda lakukan, Pak? Sepertinya Anda sangat senang menyiksaku,"protes Nara yang merasa tidak Terima. Sementara Alex, ia hanya terkekeh melihat wajah cemberut yang di tujukkan oleh wanita itu. Karena ada kepuasan tersendiri baginya bisa membuat Nara semakin merasa kesal.
"Hehehe,itu adalah satu pembalasan dariku. Nona. Karena tadi pagi kau sudah mengkorupsi waktuku. Hingga membuat aku hampir saja datang terlambat ke kantor, " Jelas Alex membuat tubuh Nara seketika menegang.
Namun, ia berusaha berdamai dengan pria itu, agar dirinya bisa keluar dari kandang siang yang menakutkan.
"Baik, saya minta maaf..., jika saya mengkorupsi waktu Anda, Pak. Lagi pula saya melakukan itu bukan tanpa alasan. Apa Anda tidak lihat bekas noda di baju saya? Ini akibat perbuatan Anda yang menyetir mobil secara ugal-ugalan. Hmm. Karena saya orang yang sangat baik dan tidak menyimpan dendam. Maka saya akan minta maafkan Anda dan menganggap itu tidak pernah terjadi. Kalau begitu tolong buka pintunya sekarang juga. Karena saya harus pergi.
Setelah berbicara panjang lebar, Nara berusaha untuk tersenyum menatap ke arah Alex. Sementara Alex pria itu hanya menganggukan kepala, ketika mendengar perkataan Nara barusan.
" Sudah selesai bicaranya?"tanya pria itu.
"Sepertinya sudah, pak. Karena tidak perlu bicara kan kepada Anda, "
"Okay, kalau begitu tolong kamu rapikan map yang ada di lemari, lalu selesaikan semua pekerjaan yang ditinggalkan oleh sekertaris sebelumnya," Jawab Alex dengan santainya, membuat Nara seketika membulatkan kedua katanya."Maksud Anda apa, pak? Bukan kah tadi sudah saya katakan, jika saya ingin pergi...., itu artinya saya tidak jadi melamar pekerjaan di perusahaan Anda," Jelas Nara yang berharap Alex bisa mengerti.
Namun, bukan Alex jika ia tidak mempunyai rencana licik untuk mengerjai wanita itu.
"Maaf, Nona. Berhubung kepala HDR sudah menerima kamu bekerja sebagai sekretaris saya...., itu artinya kamu tidak bisa memutuskan kontrak kerja secara sepihak. Karena jika hal itu terjadi, maka kamu harus membayar denda senilai 100 juta, sesuai dengan peraturan perusahaan."
Deg!.
__ADS_1
apah??.