
Saat ini Alek sudah berada di ruangannya, bermaksud ingin menjelaskan beberapa laporan yang harus ia tanda tangani. Namun, tiba-tiba ponselnya berdering. Saat mengetahui itu panggilan telepon dari maminya. Alex pun sudah bisa menduga, apa yang ingin disampaikan oleh wanita itu.
("Hallo, Mi. Ada apa menelponmenelpon? Jika tidak ada yang penting, Alex ingin menyelesaikan laporan. Renata hanya bisa menghela napas secara kasar. Ketika mendengar perkataan dari putranya tersebut.
("Kamu ini, Lex. Seperti tidak senang saja mamu menelpon. Baik, mami akan to the point. Siapa wanita yang akan kamu pilih untuk menjadi pendamping hidupmu.")
Sudah Alex duga, jika Renata ingin menanyakan kalimat tersebut. Dengan santai ia menjawab pertanyaan mami nya.
("Mami tenang saja. Sebenernya selama ini Alex sudah memiliki kekasih. Hanya saja Alex enggan mempublikasikan hubungan kami. Karena mami terus memaksa, baiklah. Nanti malem Alex akan memperkenalkan nya secara resmi calon istri Alex kepada Mami. Bagaimana? Apa Mami puas dengan Jawaban yang Alex berikan ")
Renata pun sangat terkejut, ketika mendengar perkataan dari putranya barusan. Karena yang ia tahu jika Alex selama ini tidak pernah deket dengan wanita mana pun juga. ("Memangnya kamu menemukan wanita itu dimana , Lex?Apa Jangan-jangan kamu menyewa seorang wanita, untuk kamu perkenalkan sebagai calon istri mu di hadapan Mami?")
Alex pun terkekeh ketika mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Renata. Karena maminya masih tidak percaya dengan apa yang ia katakan.
("Hehehe, apa Mami pikir putra Mami itu ia tidak laku lagi, sampai menyewa wanita? Bukankah Mami juga tahu di luar sana banyak wanita yang antri ingin menjadi kekasih Alex?") Sejenak Renata pun berpikir. Karena ia merasa apa yang dikatakan Alex masuk akal. Karena dari Zaman sekolah hingga sekarang banyak wanita yang mengejar putranya. Namun, tidak ada satu pun di antara mereka yang di lirik oleh Alex.
("Baiklah, buktikan apa yang kau katakan dan mami harap, kau tidak akan mengecewakan mami, Lex. Ya sudah, kalau begitu mami tutup dulu telponnya.")
Tut! Tut! Tun!
Setelah menutup sambungan telepon putranya, Renata kini duduk sambil termenung. Ia terus berpikir tentang perkataan Alex barusan.
'Semoga saja apa yang dikatakan Alex itu benar dan aku berharap dia tidak akan membohongi ku;pikir wanita itu.
Hingga tiba-tiba ponselnya berdering. Saat mengetahui jika itu panggilan dari sarah sahabatnya, wanita itu pun langsung mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Hello, jeng Renata. Apakah aku mengganggumu? " Tanya wanita itu.
"Tidak kok jeng sarah memang nya ada apa kamu neleponku?"
Mendengar pertanyaan dari Renata, sarah pun segera menjelaskan maksud dan tujuannya.
"Begini ren, aku ingin menanyakan apakah mesra putriku termasuk salah satu kandidat, yang akan mendampingi putra mu di acara ulah tahun perusahaan power company nanti? Tanya sarah dengan begitu antusias.
Karena mesya dari dulu sudah lama menaruh hati kepada Alex. Namun, sikap pria itu terlalu dingin kepada setiap wanita yang hendak mendekatinya.
" Hmm, maaf ya, Sarah. Barusan aku menelpon putraku dan dia mengatakan, jika sebenernya sudah lama dia memiliki kekasih dan nanti malam dia akan memperkenalkan kekasihnya kepadaku di acara ulang tahun perusahaan."
Ada perasaan kecewa, saat Sarah mendengar penjelasan dari sahabatnya barusan."Benerkan itu Renata? Padahal, aku ingin sekali kita menjadi besan. Sebaiknya kamu pilih putriku saja untuk menjadi menantu mu. Karena mesya sangat mencintai Alex dan aku sangat yakin, jika mereka akan menjadi pasangan yang sangat serasi. " Pinta Sarah yang berusaha merayu sahabatnya.
"Maaf, Sarah. Aku tidak bisa memaksa putraku, jika memang dia memiliki wanita yang sangat dicintainya dan aku juga tidak ingin menjadi penghalang hubungan mereka. Karena kebahgiaan putraku, itu yang terpenting. "
Sarah semakin bertambah kecewa ketka mendengar penjelasan yang di berikan oleh Renata. Sementara mesya yang menguping pembicaraan mereka merasa sangat sedih. Ketika mengetahui kebeneran tersebut.
Setelah menutup panggilan telpon dari sahabatnya, Sarah pun merasa iba melihat raut wajah putrinya yang ditujukan saat ini.
"Mesya, sepertinya kamu harus melupakan Alex. Karena ternyata dia sudah memiliki kekasih," Jelas wanita itu yang berharap putrinya mau mengerti.
"Tidak, Mam. Aku tidak akan menyerah. Aku akan mencari cara, supaya mendapatkan pria itu. Lagi pula aku penasaran dengan wanita yang sudah berhasil merebut hati Alex. Hingga pria itu mau menjadikan sebagai kekasih." Mesya masih tidak Terima, saat ia mengetahui kebeneran yang sangat menyakitkan baginya. Wanita itu pun bertekad untuk tetap bisa memliki pria, yang sudah lama mengisi relung hatinya. Karena mesya tidak ingin kalah dari siapapun juga.
***
Saat ini waktu berputar. Tak terasa jarum jam sudah menunjukan pukul 04:00 sore, yang mendadakan jika jam kantor sudah berakhir. Ketika Nara masih berada di ruangannya, Tiba-tiba seorang cleaning service membawa sebuah bingkisan besar dan di serahkannya langsung kepada wanita itu.
"Mbak, Nara. Ini ada bingkisan dari Pak Alex dan meminta saya untuk menyerahkannya kepada Anda," Jelas cleaning service tersebut.
Nara pun menganggukan kepala sambil mengucapkan terimakasih kepada pria itu.
"Terimakasih, Pak. Sudah repot-repot mengantarkan bingkisan ini kepada saya."
"Sama-sama, mbak Nara. Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu."
Nara pun terus menatap ke arah bingkisan itu hingga tiba-tiba satu pesan pun masuk di ponselnya.
__ADS_1
Mr. Bawel:
("Malam ini kamu harus mengenakan semua yang ada di dalam bingkisan itu, Nara dan ingat, jangan coba-coba kabur. Karena ke mana pun kau pergi, aku pasti bisa menemukanmu. Ya sudah, dandan yang cantik. Sampai jumpa nanti malam calon istriku. Muach")
Nara pun bergidik ngeri. Saat Alex menubuhkan emoticon sapi yang mengedipkan sebelah matanya.
'Dasar kepala sapi menyebalkan! Kenapa aku bisa Terjebak dengan pria sepertimu?'tanya Nara yang kini hanya bisa menghela napasnya secara kasar.
Tak Terima kemudian Riko pun datang dan membuyarkan lamunan wanita itu.
"Nara.ayo ikut dengan saya sekarang. Karena Pak Alex meminta saya untuk mengantarkan ke salon," Jelas Riko dengan begitu formal.
"Memanngnya Pak Alex ke mana?" Tanya wanita itu yang merasa penasaran. Karena sejak tadi ia belum melihat batang hidung dari pria tersebut.
"Beliau mungkin ada dia apartemennya dan beliau juga mengatakan, jika nanti dia akan menjemputmu di salon," Jelas Riko sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Alex kepadanya. Nara pun tidak punya pilihan lain, selain menuruti apa yang dikatakan oleh Riko barusan. Ia lalu bangkit dari duduknya dan berjalan menuju mobil bersama pria itu.
***
Saat ini mereka sudah berada di dalam mobil dengan Riko yang sibuk fokus menyetir. Hingga ia memutuskan untuk membuka obrolan, supaya mengusir keheningan yang terjadi di antara mereka.
"Selamat ya, Nara.saya tidak menyangka jika Pak Alex akan memilih kamu utuk menjadi pendamping malam ini. Bahkan dia menyiapkan semua keperluan kamu untuk menghadiri pesta nanti. Padahal, beliau tidak pernah melakukan hal ini sebelumnya," Jelas Riko membuat Nara merasa tidak enak hati.
"Anda saja tidak menyangka apalagi saya, Pak. Ini ibaratnya saya kejatuhan durian runtuh dan durinya langsung tertancap di hati saya. Jadi rasanya sangat sakit," Jelas Nara langsung mengerutkan keningnya, ketika mendengar perkataan dari wanita itu."Sakit? Bukankah kejatuhan durian itu sama dengan kamu mendapatkan rejeki yang tidak disangka-sangka,Nara.sepertinya sekarang, kamu menjadi wanita satu-satunya pilih Pak Alex untuk mendampingi di acara ulang tahun perusahaan," Jawab Riko yang merasa heran. Karena pria itu sama sekali tidak tahu mengenai kesepakatan yang terjadi di antara Nara dan juga Alex.
Saat ini Nara hanya bisa menghela napas, sambil menatap ke arah pria itu, yang sedang fokus menyetir.
"Hmm, terkadang ada jawaban yang sulit untuk di ucapakan dengan kata-kata, Pak. Anggap saja saya bahagia menjadi pendamping COE kita."
Bisa Riko lihat, raut wajah sedih yang ditunjukan oleh wanita itu. Namun, ia memilih untuk diam. Karena tidak ingin membuat Nara merasa semakin sedih.
Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai Riko telah tiba di hadapan salon ternama yang ada di ibukota, atas permintaan Alex yang menginginkan Nara tampil elegan dan juga anggun. Agar layak menjadi pasangan malam ini.
***
Saat ini di salon, ada beberapa orang make-up artist sedang fokus untuk mendandani Nara. Agar menjadi wanita paling cantik seantero jakarta."Perfect! Lihat lah tampilan mu di depan cermin. Bagaimana? Apa kau suka atau jika ada yang kurang, saya akan memperbaikinya lagi," Jelas MUA tersebut.
"Ini sangat sempurna, mbak. Saya suka dan tidak perlu Anda perbaiki," Jelas wanita itu dengan senyum lebarnya.
Tak lama kemudian, Alex pun datang kesalon tersebut. Karena ia bermaksud ingin menjemput calon istrinya yang sudah menunggu di sana.
Namun, betapa terkejutnya pria itu. Ketika melihat seorang wanita yang mengenakan gaun berwarna merah, yang merupakan pemberian darinya. Karena itu terlihat begitu cantik dan juga anggun.
"Pak Alex, Anda sudah datang?" Tanya Riko yang membuyarkan lamunan Alex. Saat melihat kehadiran CEO- nya tersebut.
Sementara wanita yang mengenakan gaun merah yang tidak lain adalah Nara. Langsung menatap ke arah Alex, hingga membuat manik mata mereka saling bertabrakan. Namun, dengan cepat Nara memutuskan kontak mata yang terjadi di antara mereka."Kau sudah siap? " Tanya pria itu.
Nara pun langsung menganggukan kepala.
"Ya sudah, ayo, kita pergi sekarang."
Setelah mengatakan kalimat itu, Alex langsung membalikkan tubuh dan berjalan mendahuluinya. Riko yang melihat raut wajah Nara yang penuh beban, berusaha untuk menyemangatinya.
"Malam ini kau sangat cantik Nara. Jadi tunjukkan kepercayaan dirimu di hadapan semua orang." Pesan Riko sambil memegang kedua bahu wanita itu dan tidak luput dari pandangan Alex.
Entah mengapa ada perasaan tidak suka yang aley rasakan. Ketika melihat kedekatan yang terjadi di antara tiket dan juga sekertarisnya tersebut.
"Riko! Kau boleh pergi sekarang dan kamu Nara, cepet sedikit jalannya. Jangan seperti siput. Teriak Alex yang memberikan printah.
Dengan perasaan kesal wanita itu berjalan menuju mobil. Tanpa menatap ke arah CEO- nya yang sangat menyebalkan baginya.
***
Saat ini Alex dan Nara susah berada di dalam mobil. Wanita itu pun sengaja mengalihkan pandangan menatap ke arah luar jendela. Karena ia merasa tidak nyaman saat berdua bersama pria itu.
__ADS_1
" Ingat ya, Nara. Nanti di pesta kamu jangan jauh-jauh dari saya dan satu lagi, kamu harus bersikap seolah-olah kita adalah sepasang kekasih yang saling mencintaimencintai. "
Nara pun kaget ketika mendengar perkataan Alex barusan."Apa saya tidak salah dengar, Bo? Its not myXLCare dream to be your girlfried." Nara berkata dengan sangat jelas.
Karena menjadi kekasih Alex, walau pura-pura adalah mimpi buruk bagi-Nya.
Sementara Alex, ia pun terkekeh ketika mendengar perkataan wanita itu barusan.
"Hehehe.Really not your dream? Semoga saja kau tidak menjilat ludahmu sendiri Nara. Karena pria sepertiku adalah mimpi indahku bagi para wanita. Asal kamu tahu, banyak wanita di luar sana yang berlomba-lomba untuk menjadi kekasih ku," Jelas Alex dengan begitu percaya dirinya.
"Wow, saya sangat excited dan juga tersanjung saat mendengarnya Bapak Alex Demian yang terhormat. Hmm, tapi bisa saya pastikan, jika saya bukan termasuk salah satu deretan wanita yang menganggap Anda sebagai Mimpi indah mereka. Karena bagi saya, bertemu dengan Anda adalah mimpi buruk yang sangat menakutkan."
"Terserah apa yang kau katakan Nara, tapi saya ingatkan. Jika kau membuat kesalahan saat di pesta nanti, maka gajimu yang akan menjadi taruhannya." Alex mengatakan kalimat itu karena ia tidak mau kalah dalam berdebat.
Karena sebenernya pria itu merasa kesal. Saat Nara mengatakan jika dia adalah mimpi buruk bagi-Nya.
Tak lama kemudian, mobil yang dikendarai Alex telah tiba di depan gedung hotel bintang lima tempat acara tersebut berlangsung.
Alex pun segera turun dan berjalan dari mobil dan berjalan mendahului Nara, membuat wanita itu sedikit kesusahan saat hendak mengejar langkahnya.
Namun, seketika Alex memundurkan langkah.saat ia melihat Arvind yang juga turut hadir di acara tersebut. Pria itu pun lalu menyodorkan tangannya ke arah Nara, bermaksud supaya wanita itu menggendeng tangannya. Agar terlihat mesra di hadapan samua orang.
"Kau harus menggendeng tanganku Nara. Agar semua orang percaya jika kita adalah sepasang kekasih," Bisik Alex tepat di telinga wanita itu.
"Hmm, tapi,Pak. Bukankah saya hanya beranting di hadapan Mami Anda saja, bukan di hadapan orang banyak? " Tanya Nara yang merasa tidak nyaman. Jika harus melakukan hal tersebut.
"Sebaiknya kamu jangan banyak membantah Nara. Ikuti saja perintah saya. Jika kamu ingin gajimu tetap aman." Sambil mendengus kesal, akhirnya wanita itu langsung menggendeng tangan CEO-nya yang sangat suka memberikan ancaman. Membuat Nara tidak bisa berkutik sedikit pun.
"Smile, Nara. Wajahmu jangan di tekuk seperti itu. Tunjuk kesemua orang jika kau wanita bahagia di dunia ini. Karena sudah berhasil menjadi kekasih dari seorang Alex Demian."
Uhuk! Uhuk! Uhuk!
Seketika Nara tersedak air ludahnya sendiri, saat mendengar perkataan Alex barusan.
'Cuih, percaya diri sekali dia. Apa tidak tahu ini adalah musibah bagiku?' tanya Nara dalam hati yang merasa sangat kesal.
Hingga tanpa sengaja Arvin yang sedang bersama Olivia kekasihnya. Melihat kedatangan merasa bedua. Pria itu sangat terkejut, ketika melihat Nara yang sedang menggendeng tangan sepupunya dengan sangat mesra.
"Nara, Alex. Kenapa kalian bisa—"
"Oh iya, Vin. Sebelumnya aku ingin memberi tahu mu, jika Nara adalah kekasihku sekarang,"
Deg!
Arvin sangat terkejut saat mendengar apa yang dikatakan aleh sepupunya barusan. Karena setahu pria itu. Nara adalah sekertaris Alex di kantor.
"Bagaimana bisa, Lex? Bukankah Nara adalah sekertaris mu? Tanya Arvin yang seakan tidak percaya." Kenapa tidak bisa Vin? Bukankah cinta itu buta? Dia tidak mengenal status atau jabatan seseorang. Karena yang pasti kami berdua saling mencintai. Bukankah begitu ,sayang? Tanya Alex sambil menatap mesra ke arah wanita itu.
Sementara Olivia, ia menatap merasa tidak suka ke arah Nara. Karena ia berhasil dikalahkan oleh wanita itu yang saat ini menjalin hubungan dengan pria yang lebih tajir daripada Arvin kekasihnya.
"Wah-wah.selamat ya Nara atas hubungan kalian berdua. Sungguh aku tidak menyangka secepatnya itu kau medapatkan pria tajir untuk menjadi kekasih barumu. Saranku, mulai sekarang kamu harus lebih hati-hati. Karena di luar sana pasti banyak wanita yang sedang mengincar kekasihmu." Ucap Olivia yang ingin menakut-nakuti wanita itu.
Nara pun terkekeh saat mendengar perkataan Olivia barusan. Ia pun berusaha setenang mungkin untuk menjawab perkataan wanita yang dulu sudah pernah merebut Arvin dirinya.
"Hehehe, kau tenang saja Olivia. Kali ini aku tidak akan membiarkan para pelakor murahan merebut kekasihku. Lagi pula Alex sangat mencintaiku. Jadi, dia bukan pria bodoh yang dengan mudahnya meninggal batu permata sepertiku. Demi batu apung yang tidak ternilai. Benerkan begitu, sayang? Tanya Nara yang sengaja ingin menyindir wanita itu dan juga Arvin.
Sementara Alex yang mengerti dengan maksud perkataan Nara barusan, langsung mencium tangan wanita itu dengan sangat mesra.
" You're tight, Honey. Because I Really love you."
Ada perasaan tidak suka yang Arvin rasakan. Ketika melihat kemesraan yang terjadi di antara mantan kekasihnya dan juga Alex sepupunya. Karena saat ini ini sebernarnya ia masih mencintai Nara.
Ya sudah, kalau begitu kami berdua pamit dulu. Ayo, sayang,"ajak Alex yang mendapatkan senyuman manis dari wanita itu. Membuat siapa saja yang melihat, pasti akan menyangka jika mereka adalah sepasang kekasih yang sangat bahagia.
__ADS_1
Sementara Arvin dan Olivia, sama-sama menunjukkan raut wajah tidak suka, saat melihat kebahagiaan yang menyelimuti Nara saat ini.
Benerkan meraka berdua sepasang kekasih? Hmm.tapi bagaimana bisa? Tanya Arvin dalam hati. Karena pria itu masih tidak percaya dan berencana untuk menyelidiki secara langsung.