CEO PERFECT DAN SEKERTARIS CEROBOH

CEO PERFECT DAN SEKERTARIS CEROBOH
chapter 6


__ADS_3

Riko tidak habis pikir dengan kelakuan CEO- nya tersebut. Kerena tidak ada satu pun pelamar yang sesuai dengan kriterianya.


"Bos, saya rasa Anda harus melonggarkan kriteria yang Anda berikan kalau begini terus, sampai kucing bertanduk pun Anda tidak akan menemukan sekertaris yang sesuai dengan kriteria Anda." Riko mengatakan kalimat itu, karena ia sudah merasa kesal. Melihat kelakuan bosnya yang sangat mengjengkelkan.


Sementara Alex, saat ini ia hanya menatap keluar jendela sambil memikirkan sesuatu.


"Buatku hanya dia yang perfect. Selama dia butuhku di kantor, tidak pernah sekalipun aku melihat kesalahan yang pernah ia lakukan."


Pikiran Alex pun tertuju pada kejadian beberapa tahun silam. Di saat seseorang yang merupakan cinta pertamanya, membantu ia dalam memajukan perusahaan power company.


Mendengar perkataan Alex barusan, Riko sudah bisa menduga. Jika yang dimaksud pria itu adalah Keysha Vania. Wanita yang pernah hadir dimasa lalu pria itu.


Dulu Keysha pernah membantu Alex bekerja di perusahaan Power company, sebelum ia memutuskan untuk mengurus perusahaan keluarganya yang ada di Belanda.


"Come on, Bos, Anda harus bisa move'on dari nona Keysha. Karena jika Anda memakai standar yang dimiliki oleh wanita itu, untuk menilai pekerjaan seseorang. Maka Anda akan sulit menemukan orang pasti untuk menduduki jabatan sekertaris di kantor ini."Riko berusaha membuka jalan pikiran bosnya. Agar lebih bersikap praktis dan juga terbuka. Tidak hanya tertuju pada satu orang.


Kini Alex menghela napas secara kasar. Ia menyesali dirinya yang terlalu pengecut. Tidak berani mengungkapkan perasaan yang sebenernya, yang ia miliki kepada sahabat deketnya itu.


" Hmm, kenapa sampai detik ini aku belum bisa melupakan wanita itu? Padahal, sekarang dia sudah memiliki kekasih. Sementara aku begitu sulit membuka hati untuk wanita lain. Membuat diriku terlalu males, jika harus mejalani hubungan dengan orang lain."


Itulah sebabnya, sampai detik ini Alex belum memiliki kekasih atau calon istri yang akan ia perkenalkan kepada orang tuanya. Karena hatinya kini hanya terpaut pada satu orang wanita, yang begitu sulit iya lupakan.


***


[9/1 12.49] Nur Aisyah: Sementara di kediaman keluarga Nara, Elma yang merupakan ibu kandung dari wanita itu merasa curiga melihat putrinya yang pulang lebih awal tiba di rumah.


Ia pun langsung menayangkan hal tersebut untuk mengusir rasa penasarannya.


"Nara, kenapa kau pulang cepat? Bukankah ini bukan jam pulang kantor atau jangan-jangan kau di pecat lagi dari perusahaan tempat kau bekerja? " Tanya Elma yang membuat jantung Nara rasanya seakan ser tusuk ribuan jarum, saat ia mendengar pertanyaan yang keluar oleh wanita itu.


Nara pun berusaha bersikap tenang. Karena ia tidak ingin mamanya menaruh curiga. Karena tuduhan yang di berikan Elma itu memang bener adanya.


"Ma, tadi kepala Nara tiba-tiba pusing, lalu bos Nara di kantor menyuruh Nara untuk pulang. Makanya Nara bisa pulang cepat, " Jawab wanita itu beralasan.


[9/1 13.19] Nur Aisyah: "Benerkah yang kamu ucapkan tadi, Nara?" Tanya wanita itu lagi yang berusaha matikan kondisi putrinya.


Dengan cepat Nara menganggukan kepala sambil berusaha untuk tersenyum meyakinkan kan wanita itu.

__ADS_1


"Baiklah, sekrang kau istirahat saja di kamar. Jangan lupa minum obat jika badanmu terasa tidak enak. Mama mau ketokohan dulu, membantu papamu yang sedang berjualan, " Pesan Elma lalu pergi meninggalkan putrinya.


Saat ini Nara bisa bernapas lega. Karena mamanya percaya dengan alasan yang ia berikan. Wanita itu pun lalu mendaratkan tubuh di atas sofa.


"Hmm, semoga saja mama tidak curiga kalau sebenernya aku sedang berbohong, "ucap wanita itu pelan yang merasa bersalah.


" Oh, jadi kau membohongi, mama. Tamat lah riwayatmu, Nara, hehehe,"bisik seorang pria tepat di telinga wanita itu, membuat Nara tersentak kaget lalu menatap ke arahny.


"Ferdi! Awas kau! Berani-berani sekali kau memanggil kakakmu dengan sebutan nama,"ucap wanita itu yang merasa tidak Terima lalu berusaha mengejar adiknya untuk memberikan pelajaran kepada pria itu.


Ketika Nara berhasil menangkap pria itu, ia langsung menjewer telinga adiknya, membuat Ferdi merasa kesakitan.


"Rasakan, kau! Karena kau sudah berani bermain-main denganku," Ucap wanita itu yang meluapkan amarahnya.


"Ampun, kak. Ampun!" Teriak Ferdi kesakitan. Karena Nara menghajar habis-habisan.


[9/1 13.33] Nur Aisyah: "Baik, aku akan mengampunimu asalkan kau tutup mulut," Pintar wanita yaang langsung medapatkan anggukan dari Ferdi.


Nara pun segera melepaskan jewer anya kepada adiknya tersebut. Setelah ia melihat pria itu yang sangat kesakitan.


Ferdi pun terkekeh menatap ke arah kakaknya.


"Oke kak, fine. Hmm, tapi aku rasa dia lembar uang berwarna merah cukup untuk menutup mulut," Ucap pria itu bermaksud ingin menggoda Nara.


" Dasar adik durhaka. Nih uang warna merah buat jajan lo."Nara pun melemparkan selembar uang yang ia ambil di dalam sakunya, lalu pergi meninggalkan Ferdi. Karena tubuhnya sudah terasa lelah.


Awalnya Ferdi tersenyum, namun, Tiba-tiba senyum pria itu pun luntur ketika melihat uang yang di berikan oleh kakanya.


[9/1 14.45] Nur Aisyah: Karena saat ini Nara terlalu lelah untuk meladeni adiknya yang suka usil.


***


Tak terasa pagi pun telah tiba. Saat ini Nara bersikap seperti biasanya. Karena wanita itu bermaksud ingin mencari pekerjaan baru. Setelah sarapan dan berpamitan kepada biasanya karena wanita itu ingin mencari pekerjaan baru. Setelah sarapan dan berpamitan kepada kedua orang tuanya, ia langsung pergi meninggalkan rumah.


Elma dan Haris merupakan kedua orang tua Nara mengira, jika saat ini putri sulung mereka akan pergi bekerja. Karena wanita itu tidak ingin menceritakan masalah yang sedang ia hadapi dan membuat kedua orang tuanya kecewa.


Saat ini wanita itu berjalan menyusuri jalanan yang penuh dengan bekas air hujan. Karena malam tadi hujan cukup deras. Hingga membasahi jalanan tersebut.

__ADS_1


Hingga tiba-tiba mobil yang melaju cukup deras, lalu mencipratkan air hujan itu ke kemeja putih yang saat ini ia kenakan.


Nara yang merasa tidak Terima, lalu berjalan mengejar mobil itu yang berhenti di depan lampu merah yang berada tidak jauh darinya.


'Dasar pengendara ugal-ugalan, apa dia tak lihat, jika ada pejalan kaki di samping mobilnya? Kenapa dia masih saja melintas air hujan tersebut? Hingga membuat bajuku kotor seperti ini,"gerutu wanita itu lalu berjalan menuju mobil mewah bernama hitam tersebut.


Tuk! Tuk! Tuk!


Nara, terus menggedor pintu kaca mobil mewah tersebut, membuat pengendara yang merasa jengah lalu menurunkan kaca mobil miliknya.


[9/1 15.13] Nur Aisyah: "Hey, nona! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau menggedor-" Seketika pengendara mobil yang merupakan pria tampan dan juga perfeksionis tersebut menghentikan kalimatnya. Saat ia melihat wanita yang berada di hadapannya sekarang.


"Kau lagi ternyata,"ucap pria yang tidak lain adalah Alex Demian.pria yang mendapatkan kesialan akibat kecerobohan ya g dilakukan oleh wanita itu. Padahal meraka baru pertama kali bertemu.


Sementara Nara. Ia juga sangat terkejut ketika melihat pria yang ada di hadapannya sekarang karena akibat perbuatan Alex kemarin yang membuang flashdisk-nya, membuat ia terlambat datang ke kantor dan akhirnya di pecat dari perusahaan tempatnya bekerja.


" Kau, "ucap Nara yang memasang tampang wajah tidak suka, sambil menyilangkan kedua tangannya.


Hingga tiba-tiba terdengar suara klakson mobil dari pengendara lain. Karena saat ini lampu lalu lintas sudah hijau.


Melihat Alex yang hendak menyetir mobilnya, dengan cepat Nara masuk kedalam mobil pria itu. Karena ia ingin meminta pertanggungjawaban dari Alex .


" Hey, nona! Cepat turun dari mobilku!"Perintah Alex yang merasa tidak Terima atas apa yang dilakukan olah, Nara.


Hingga terdengar suara klakson yang saling bersahut-sahutan dari pengendara mobil yang lain.


Tin! Tin! Tin!


"Sebaik nya kau jalankan saja mobilmu, tuan dan kau harus bertanggung jawab. Karena akibat ulahmu, membuat kemejaku kotor! "


Alex pun membulatkan matanya ketika mendengar apa yang dikatakan oleh Nara barusan.


"Dasar sial! Kenapa aku harus dipertemukan lagi dengan wanita ceroboh seperti mu?"


Deg!


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2