
"M-maaf, Bos. S-saya tidak sengaja," Ucap wanita itu dengan terbata-bata.
"Apa kau bilang tidak sengaja? Dasar wanita ceroboh,apa kau tahu, jika kontrak ini bernilai miliaran rupiah?" Tanya Alex yang terlihat sangat marah.
Sementara Nara, ia hanya bisa menundukkan kepala. Karena wanita itu sangat menyesali atas kecerobohan yang sudah ia lakukan.
"Sekali lagi saya minta maaf,Bos.saya berjanji lain kali akan bertindak lebih hati-hati lagi dan saya siap menerima hukum atas kecerobohan saya," Jelas wanita itu dengan wajah yang kini terlihat memucat.
"Lain kali?Apa kamu pikir setelah kejadian ini saya akan memaafkan kamu? Hmm, jangan bermimpi Nara! Karena tidak ada kata lain kali,kamu di pecat dari perusahaan saya dan kamu juga harus ganti rugi. Senilai dengan kontrak yang sudah kamu rusak.
Deg!
Seketika Nara. Menegakkan kepalanya menatap ke arah Alex. Karena dia tidak punya uang sebanyak itu untuk ganti rugi.
" Bos, saya mohon berikan saya Keringanan. Karena saya tidak mungkin bisa ganti rugi seharga kontrak itu."
Saat ini Nara memasang tampang wajah memalas. Berharap Alex mengasihani dirinya.
"Keringanan?menurutmu hukuman apa yang pantas berikan untuk wanita ceroboh sepertimu?" Tanya Alex.
"Apa saja, Bos. Asal Anda jangan menemani saya untuk membayar ganti rugi senilai miliaran rupiah. Karena jangankan satu miliyar, saat ini saja uang satu juta saja saya tidak punyaku," Jelas wanita itu yang berus terang.
Nara, berharap CEO-NYA tersebut.dapat memaklumi keadaannya sekarang dan menghasilkan dirinya.
Sejenak Alex berpikir mencari hukuman yang pas bagi wanita ceroboh tersebut. Karena sebenarnya bukan perkata yang sulit untuk Alex mengatasi masalahnya sekarang.
Bisa saja pria itu meminta tuan Rudolf untuk membuat salinan kontrak yang baru. Namun, melihat raut wajah ketakutan yang di tunjukkan oleh Nara, membuat pria itu berniat untuk memanfaatkan wanita itu."Baiklah jadi, kau akan menerima hukuman apa saja yang kau berikan?" Tanya Alex mematikan.
__ADS_1
Nara langsung menganggukan kepala. Karena ia bertekad untuk melakukan apa pun, supaya bisa menebus kesalahannya itu. Selain dengan membayar sejumlah uang untuk ganti rugi. Karena ia tidak ingin menambah beban bagi keluarganya. Jika mereka tau akan hal tersebut.
"Hmm, kau harus mempersiapkan dirimu satu minggu dimulai dari sekarang. Karena kau harus mau aku perkenalkan kapan mamiku sebagai calon istriku.
Deg.
Seketika Nara terlonjak kaget. Saat mendengar hukuman yang di berikan oleh Alex kepadanya barusan. Karena tidak pernah terpikirkan oleh wanita itu. Jika Alex akan meminta hal tersebut darinya.
" A-apa, Bos? C-calon istri? Tanya wanita itu sambil menelan salavi-nya. Karena ia seakan tidak percaya saat mendengar perkataan Alex barusan."Ya, seperti yang kau dengar Nara. Jika kau menolaknya, itu artinya kau harus membayar ganti rugi senilai satu miliyar. Hmm, tapi aku tidak akan memaksamu. Karena semua keputusan ada di tanganmu," Jelas Alex dengan seringai licik, menatap ke arah sekertarisnya tersebut.
Sementara ia saat ini menunjukkan raut wajah kebingungan. Karena wanita itu sangat yakin. Pasti ada tujuan tertentu, hingga Alex meminta ia untuk menjadi calon istrinya.
"Bos, apa tidak ada hukuman lain? Tanya wanita itu yang berharap Alex mau merubah keputusan yang sudah ia buat.
Karena bukan sesuatu yang mudah bagi Nara untuk menjadi calon istri dari CEO perfect-nya tersebut. Nara sangat yakin pasti Alex bermaksud ingin menyiksa dirinya.
Mendengar pertanyaan dari wanita itu, Alex langsung berjalan mendekat ke arah Nara, membuat ia terpaksa memundurkan langkahnya. Hingga membuat tubuhnya kini membentur ke dinding ruangan tersebut.
Wanita itu pikir Alex hendak mencuri ciuman dari bibirnya. Namun, dugaan Nara salah. Karena pria itu malah menyentil kening sekertarisnya tersebut dengan sangat kuat. Membuat wanita itu berteriak kesakitan.
"Auuw!Apa yang Anda lakukan, Bos? Kenapa Anda suka sekali menyentil kening saya?" Tanya Nara yang mengajukan protes. Karena ini bukan pertama kalinya Alex melakukan hal tersebut.
Sementara Alex.ia terkekeh ketika melihat kelakuan dari wanita itu. Karena sebuah kepuasan tersendiri baginya melihat wajah kesel Nara yang ditunjukkan oleh wanita yang ada dihadapannya sekarang.
"Hehehe, kamu pikir aku akan menciummu? Jangan mimpi Nara. Karena kau sangat jauh dari wanita idamanku, lagi pula aku memintamu untuk menjadi calon istriku, itu hanya pura-pura. Agar bisa menyenangkan Mamiku. Yang selalu meneror aku untuk segera menikah. Jadi, sebaiknya kau jangan besar kepala dulu," Jelas Alex sambil berkacak pinggang menatap ke arah wanita itu.
Sejenak Nara pun berpikir tentang tawaran yang di ajukan oleh CEO nya tersebut. 'Bukankah pria yang ada di hadapan aku ini adalah seorang gay. Aku rasa bukan sebuah ancaman besar jika aku menerimanya tawaran darinya. Lagi pula aku tidak akan sanggup untuk membayar ganti rugi sebesar satu miliyar. Hmm, sepertinya aku tidak punya pilihan lain selain menerima tawaran dari Alex.
__ADS_1
Melihat Nara yang dari tadi hanya diam seperti sedang memikirkan sesuatu, Alex pun segera membuyarkan lamunan wanita itu.
"Hey, Nona! Jangan terlalu lama berpikir bagaimana? Apa kau menerima tawaran dariku? " Tanya Alex memastikan.
Nara yang agak sedikit takut, akhirnya mmemberanikan diri untuk Bertanya kepada CEO-nya tersebut."Hmm, tapi saya tidak jadi di pecat dari perusahaan kan, Bos?" Nara pun balik bertanya, supaya ia bisa merasa lebih tenang.
Karena wanita itu sangat membutuhkan pekerjaan, agar bisa meringankan beban kedua orang tuanya. Jika sampai ia kehilangan perkerjaan untuk kesekian kali akibat kecerobohannya, Nara tidak tahu perusahaan mana lagi yang berbaik hati, mau menerima bekerja.
"Soal itu kamu jangan khawatir. Karena kamu masih bisa bekerja di perusahaan ini, asalkan kamu menyetujui tawaran yang saya berikan barusan."
Mendengar penjelasan dari Alex, tanpa pikir panjang lagi Nara langsung menganggukan kepala, menyetujui tawaran yang di berikan oleh pria tersebut.
"Baik, Bos. Saya Terima tawaran Anda, tapi ini hanya sebatas calon istri saja kan? Bukan berarti kita harus menikah," Jelas Nara yang berusaha mempertegas perkataannya, supaya tidak terjadi kesalah pahaman di antara mereka.
Alex pun langsung menganggukan kepala, saat mendengarkan perkataan wanita itu.
"Ya, lagi pula siapa yang ingin menikah dengan wanita ceroboh seperti mu, " Jelas Alex yang merasa ilfeel saat menatap ke arah sekertarisnya tersebut.
"Baguslah, Bos. Kalau begitu Saya bisa merasa lebih tenang. Semoga Anda bisa menepati janji Anda. Deal,"
Setelah mengatakan kalimat itu, Nara langsung mengalahkan tangannya untuk berjabat tangan.
"Kau tenang saja. Aku orang yang selalu menepati janji dan kesepakatan yang terjadi di antara kita, jangan sampai orang lain mengetahuinya. Jika itu terjadi berati kau harus siap-siap menerima hukuman dariku. Deal!"Alex pun segera menyambut uluran tangan dari calon istrinya tersebut. Sehingga terciptalah kesepakatan di antara mereka.
Setelah urusan dengan Alex selesai, Nara pun segera kembali kemeja kerjanya. Namun, pikiran wanita itu sedikit tidak tenang. Meningat status baru yang sebentar lagi akan ia sandang. 'calon istri. Hmm, mimpi apa kau semalam? Bisa-bisanya aku berurusan dengan pria menyebalkan itu. Percuma saja memiliki wajah tampan dan juga banyak uang, tapi mencari calon istri saja tidak bisa.Hmm, ets... Tunggu dulu! Wajar saja sih bos tidak bisa mencari calon istri. Bukan kah dia termasuk kaum yang ada di zaman Nabi Luth? OMG! Sangat mengerikan."
Ketika Nara sedang asyik bergejolak dengan pikirannya, tiba-tiba ada suara seorang pria yang membuyarkan lamunan itu.
__ADS_1
"Zaman Nabi Luth? Sangat mengerikan? Maksud kamu Nara? "
Deg!.