
Ini Nara sudah berada di dalam mobil Alex.membuat pria itu mendengus kesal. Saat menatap wanita yang menabrak kemarin. Hingga menambah deretan kesialan yang ia alami.
Alex pun segera mengerem mobilnya secara mendadak dan berniat untuk memaksa Nara keluar dari sana. Karena kehadiran wanita itu membuat mood-nya jadi terganggu.
Ciiiiiitt....!
"Silahkan Anda turun dari mobilku, nona. Karena Anda bisa mengotornya," Perintah pria dengan sangat sarkas. Karena Alex merasa ilfeel melihat kemeja putih yang di kenakan wanita itu kotor, akibat kecipratan dari air hujan.
"Hey, Tuan! Apa Anda lupa, karena Anda mengendarai mobil secara ugal-ugalan, membuat kemeja saya kotor?" Tanya Nara yang tidak mau kalah.
Karena merasa jengah, Alex pun turun dari mobilnya. Karena ia bermaksud ingin mengeluarkan wanita itu secara paksa.
"Ayo, turun dari mobilku sekarang juga," Pinta peria itu yang kini sudah menarik tangan Nara.
Namun,wanita itu tetap bersikeras. Kerena ia tidak ingin turun dari mobil Alex. Nara pun memegang stir mobil dengan sangat kuat, membuat Alex sedikit kesusahan untuk memaksanya keluar.
Hingga terlintas di otak wani itu untuk mengerjai Alex, saat melihat banyaknya pejalan laki yang berlalu lalang di hadapan mereka.
"Tolong ...! Tolong...! Pria ini ingin menyakitiku! Auw! " Teriak Nara yang berakting seolah-olah Alex sedang menindas dirinya.
[9/1 17.25] Nur Aisyah: Karena merasa penasaran, beberapa pejalan kaki wanita pun datang menghampiri mereka. Saat melihat gelagat Alex yang hendak menyeret Nara keluar dari mobilnya secara kasar.
"Hey, tuan! Apa yang kau lakukan kepada wanita itu? Sebaiknya sebagai seorang pria, kau jangan bersikap kasar kepada wanita!".ucap seorang ibu bertubuh tambun sambil berkacak pinggang menatap marah kepada Alex.
" Maaf, Anda salah paham dan sebagainya jangan ikut campur dengan masalah saya,"pinta Alex yang merasa tidak Terima.
Mendengar perdebatan yang terjadi di antara pria itu dengan ibu-ibu yang berada di sana, Nara pun segera keluar dari dalam mobil.
Tak lupa, sebelum keluar dari mobil. Nara mengacak-acak rambut, serta pakaiannya. Agar akting wanita itu lebih meyakinkan lagi, menuduh Alex telah menyakitinya.
"Nona, apa Anda baik-baik saja? "Tanya seorang ibu-ibu yang mengenakan blus berwarna biru, lalu berjalan menghampiri wanita itu.
Melihat ibu-ibu disana yang sudah percaya, jika ia disakiti oleh Alex, Nara pun memasang wajah membalas. Agar mereka semakin yakin, jika ia wanita yang tertindas.
__ADS_1
" Iya, bu. Saya baik-baik saja. Terimakasih karena kalian semua di sini sudah mau menolong saya. Sebenernya ini hanya masalah pribadi. Kebetulan tadi suami saya mengatakan jika ia ingin menikah lagi. Karena saya tidak menyetujuinya. Maka terjadilah perdebatan di antara kami,"jelas wanita Itu membuat Alex seketika membulatkan matanya.
Karena ia tidak menyangka, jika wanita ceroboh yang memberikan kesialan kepadanya, berani mengarang cerita sedemikian rupa.
"Hey, kau! Dasar wanita licik!" Ucap Alex yang sudah terpancing emosi.
[9/1 17.41] Nur Aisyah: Mendengar perkataan yang diucapkan oleh Alex barusan, salah seorang ibu-ibu yang berada di sana berubah untuk membela Nara.
"Hey, pak! Sebaiknya Anda jagang bersikap kasar pada istri Anda! Sudah berani ingin menikah lagi, sekarang malah menyalahkan istri Anda sendiri. Asal Anda tahu, hukum karma itu berlaku! Apa Anda tidak takut jika nantinya Anda akan kualat?" Tanya ibu itu yang sudah terpancing emosi.
Sementara Nara, ia tersenyum puas. Melihat Alex yang sudah tersudut oleh ibu-ibu itu.
'Rasakan kau pria sombong.
Karena akan membalas apa yang sudah kau lakukan kepadaku,'pikir wanita itu dalam hati, yang saat ini masih menyimpan dendam. Karena akibat ulah Alex yang membuang flashdisk flashdisk- nya,membuat ia harus kehilangan perkerjaan.
Alex Lun berusaha membela diri, saat mendengar tuduhan yang diberikan oleh ibu-ibu itu barusan.
"Maaf, Bu. Anda salah paham. Karena sebenernya wanita ini sudah meni-"
Nara pun dengan cepat memotong perkataan AlexAlex, dengan berakting berpura-pura, sedang memuntahkan sesuatu dari mulutnya.
"Mbak,Anda tidak apa-apa? " Tanya wanita bertubuh tambun itu dengan khawatir.
Nara pun berusaha untuk tersenyum, supaya bisa mendapatkan simpati dari orang-orang yang berada di sana.
[9/1 18.00] Nur Aisyah: "Anda tenang saja,bu.saya tidak apa-apa. Karena ini hal yang wajar dan saya sudah biasa mengalaminya hampir setiap pagi," Jawab Nara sambil merapikan anak rambutnya ke belakang telinga.
"Hmm, apa jangan-jangan sekarang kau sudah hamil muda?" Tanya ibu itu yang mendapatkan anggukan dari Nara.
Sementara Alex, ia mendengus kesel. Ketika mendengar apa yang di ucapkan oleh wanita itu barusan.
'sebenernya apalagi yang ingin di rencanakan wanita sakit jiwa ini? "Tanya Alex dalam hati, sambil memasukan kedua tangannya ke dalam saku celana dan berusaha bersikap tenang.
__ADS_1
" Wah, Anda bener-bener sangat keterlaluan, pak. Di saat istri Anda sedang hamil muda. Sempat-sempatnya Anda berpikiiran untuk menikah lagi dan berusaha menyakitinya."
Mendengar perkataan baru temannya, salah seorang ibu-ibu itu pun memilih untuk angkat bicara.
"Ya sudah, Mbak. Lebih baik Anda laporkan saja suami Anda ke KPAI. Karena ia sudah melakukan KDRT kepada Anda, " Ucap salah seorang ibu-ibu itu dengan berapi-api.
Sebernarnya Nara ingin tertawa terbahak-bahak, ketika mendengar perkataan yang di ucapkan oleh ibu yang mengenakan kemeja berwarna merah tersebut.
"Bukan KPAI, tapi Komnas perempuan," Ucap salah seorang ibu berbaju abu-abu, yang mengi reuni pertama temannya.
Sementara Alex yang mendengar semua kekacauan ini hanya bisa meng geleng-gelengkan kepala, sambil menyilangkan tangannya. Karena ia tidak menyangka akan terlihat dengan urusan yang tidak penting, seperti sekarang.
[9/1 18.21] Nur Aisyah: Karena terlalu malas untuk melayani perdebatan itu, tanpa permisi lagi Alex langsung berjalan ninggalkan ibu-ibu tersebut dan masuk ke dalam mobilnya.
Melihat hal itu, salah seorang ibu menghentikan langka Alex. Karena ia pikir, jika Alex bener-bener pria yang tidak bertanggung jawab.
"Hey, pak! Enak saja Anda.main kabur dan meninggal istri Anda di pinggir jalan! Memangnya di mana di pinggir jalan! Memangnya dimana letak hati nurani Anda, terhadap wanita yang sudah mengandung darah daging Anda sendiri? "Tanya salah seorang ibu ketika menghentikan langkah.
Karena tidak ingin meladeni perdebatan konyol yang tidak kalian tunjukkan. Permisi."
Para ibu-ibu yang berada di sana pun merasa tercengang, mendengar perkataan Alex barusan yang menyalahkan mereka. Padahal, niat mereka baik ingin membantu Nara, yang hendak disakiti oleh pria itu.
"Dasar Playboy cap kuda Nil. Semoga saja pria itu kena batunya. Karena sudah menyakiti istrinya sendiri," Ucap salah seorang ibu-ibu tersebut yang percaya, dengan kekacauan yang sengaja diciptakan oleh Nara, sebagai bentuk pembalasan dendamnya kepada Alex."
[9/1 18.33] Nur Aisyah: ***
Saat ini di dalam mobil, Nara merasa puas. Karena sudah berhasil mengerjai pria itu. Sementara Alex, dari tadi memasang tampang wajah dingin dan sesekali melirik tajam ke arah wanita yang berada di sampingnya.
"Puas kau sekarang wanita licik! Karena sudah menciptakan kebohongan dan menyudutkan aku di hadapan orang banyak. Sebenernya apa yang kau ingin dariku?" Tanya Alex yang merasa sangat kesal.
Nara yang mendengar pertanyaan yang terlotar dari mulut pria tersenyum puas. Karena ia merasa pria sombong itu pantas untuk diberi sedikit pelajaran.
"Pertanggungjawaban.karena kau harus bertanggungjawab atas apa yang sudah kau Lakukan kepadaku, taun yang terhormat."
__ADS_1
Deg!