CEO PERFECT DAN SEKERTARIS CEROBOH

CEO PERFECT DAN SEKERTARIS CEROBOH
chapter 20


__ADS_3

Alex segera berjalan menuju tempat dimana maminya berada. Karena ia bermaksud ingin memperkenalkan Nara kapada wanita itu.


"Malam, Mi. apa Alex menggangu mami?" Tanya pria itu ketika melihat Renata yang sedang asyik berbincang-bincang dengan sarah sabahatnya dan juga mesya.


"Akhirnya kau datang juga, Lex. Mami pikir mau tidak jadi datang," Jelas Renata yang langsung menyambut kedatangan putranya.


Sementara mesya, dengan cepat ia langsung memeluk lengan pria itu. Agar bisa mencuri perhatian Alex, pria ya g sudah lama menjadi incaran hatinya selama ini.


"Kak Alex apa kabar? Sudah lama ya kita tidak berjumpa. Oh ya, bagaimana kalau besok mey mengunjungi kak Alex di kantor? Biar kita bisa makan siang bersama," Pinta wanita itu yang bergelayut manja di lengan Alex.


Nara yang melihat tingkah mesya yang terlalu over, sedikit tidak suka. Karena wanita itu seperti tidak memiliki harga diri dihadapkan seorang pria.


"Kamu tidak perlu repot-repot mesya, karena semua keperluan makan siang saya sudah disiapkan oleh Nara," Jawab Alex sambil memegang tangan wanita itu dengan sangat mesra. Membuat mesya mengerucutkan bibirnya, tanda tidak suka.


"Lex, siapa wanita yang cantik yang datang bersama kamu,Nak? Apakah dia wanita yang kamu maksud? " Tanya Renata yang merasa penasaran, lalu berjalan menghampiri wanita itu.


"Iya, Mi. Hampir Alex lupa. Perkenalkan dia Nara sekaligus calon istri Alex," Jelas pria itu yang langsung merangkul tubuh sekertarisnya tersebut.


Sementara mesya, ia seakan tidak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


"Kak Alex, benerkan wanita ini yang menjadi kekasihmu? Kenapa harus dia, kak? " Tanya mesya yang menuntut penjelasan dari Alex.


"Karena kami saling mencintai. Bukankah begitu, sayang?" Tanya Alex sambil tersenyum menatap ke Nara yang berdiri di sampingnya.


Renata yang melihat raut wajah sedih yang di tunjukkan oleh mesya tidak tega. Karena putranya yang menyebabkan kesedihan wanita itu.


"Mesya, sebelumnya tante mohon maaf. Karena sudah mengecewakan kamu. Sebaiknya mulai sekarang, kamu lupakan lah Alex. Karena seperti yang kita ketahui, jika Alex sudah memiliki kekasih," Jelas Renata yang berharap wanita itu mau mengerti.


Karena merasa kecewa, akhirnya mesya dan sarah memilih untuk pergi meninggalkan Alex, serta yang lainnya."Ouh ya, Nara. Memangnya sudah berapa lama menjalin hubungan dengan putra tante?" Tanya Renata yang berusaha mengerok informasi dari wanita itu.


Melihat raut wajah kebingungan yang di tunjukkan oleh sekertarisnya, dengan cepat Alex menjawab pertanyaan maminya.


"Satu tahun, Mi," Jawab Alex cepat.


Nara pun berusaha untuk tersenyum, sambil menganggukan kepala saat mendengar Jawaban dari Alex. Agar Renata tidak curiga dengan kebo hongan yang mereka berdua ciptakan.


"Wah, ternyata sudah cukup lama kalian menjalin hubungan. Nara, kenapa selama itu kamu tidak pernah datang mengunjungi tente,jadikan.jika dari duluu tante tahu Alex memiliki Kekasih, tente tidak perlu repot-repot menjodohkan dia dengan banyak wanita. Asal kamu tahu, hampir saja tente termakan gosip yang mengatakan jika pura tante seorang gay, hehehe, "Uhuk! Uhuk! Uhuk!


Tiba-tiba Alex tersedak saat ia memasukkan minuman dingin ke dalam mulutnya. Karena ia tidak menyangka jika maminya akan mengatakan tentang gosip murahan tersebut.


"Mami apa-apa sih. Percaya saja dengan gosip murahan.lagi pula Alex pria normal Mi. Jadi, mulai sekarang Mami jangan meragukan putra sendiri."


Nara yang melihat perdebatan itu memilih untuk diam. Karena ia takut salah bicara yang nantinya akan berimbas dengan pemotongan gajinya.


"Baiklah.kalau begitu Mami tidak akan meragukanmu lagi,Nak.oh ya, bukan kah kalian sudah lama menjalin hubungan. Bagaimana kalian secepatnya menikah saja?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Renata,? Membuat Alex dan Nara saling berpandangan. Karena tidak ada kata pernikahan di dalam Perjanjian yang mereka buat.


"Mi, menikah itu bukan sesuatu yang mudah. Banyak yang harus kami persiapkan. Lagi pula saat ini kami sedang menikmati masa-masa indah menjadi sepasang kekasih dan tidak ingin terburu-buru untuk menikah. Karena jika sudah waktunya, Alex pasti akan mengabarkan berita bahagia ini kepada Mami," Jelas pria itu yang berharap Renata mau mengerti dan memberikan waktu untuknya.


"No, Lex. Mami rasa waktu satu tahun sudah cukup buat kalian menikmati masa-masa indah menjadi sepasang kekasih. Jadi, stop bermain-main lagi, Nak. Lagi pula kasihan Nara, kamu ajak pacaran terus, tanpa memberikan kepastian yaan jelas.


Mendengar perkataan Renata, dengan cepat memberikan klarifikasi."Tidak kok , Tan. Nara sama sekali tidak merasa keberatan. Bener yang Bos Alex bilang. Jika menikah itu butuh banyak persiapan. Jadi, Nara juga tidak ingin terburu-buru," Jawab wanita itu cepat. Karena Nara tidak ingin Renata terus memaksa mereka untuk segera menikah.


"Bos Alex? Kenapa kamu memanggil sperti itu Nara? Bukankah dia kekasihmu? " Tanya Renata yang meresa aneh dengan panggilan tersebut.


Sejenak Nara pun berpikir untuk mencari jawaban yang pas. Agar tidak menimbulkan kecurigaan bagi wanita itu.


"Sebenernya selain menjadi kekasih, Nara juga sekretaris baru Alex di kantor, Mi. Karena tidak ingin karyawan lain mengetahui tentang hubungan kami, makanya Nara membiasakan diri memanggil Alex dengan sebutan Bos," Jawab Alex cepat.Renata pun terkejut ketika mendengar penjelasan yang disampaikan oleh putranya barusan.


"Apa? Jadi, kamu sekertaris Alex di kantor? Tanya Renata lalu mengalihka pandangan kearah putranya." Alex, kenapa kamu menjadikan Nara sebagai sekertarismu? Kamu ini sangat keterlaluan sekali,"protes wanita itu.


Nara Lun dengan cepat menjawab perkataan Renata. Karena ia tidak ingin terjadi kesalah pahaman di antara mereka.


"Tidak apa-apa kok, Tan. Lagi pula Nara sendiri yang mau menjadi sekertaris Alex. Karena sekertaris lamanya yang berhenti dan Alex kesulitan untuk mencari sekertaris baru. Bukankah tante tahu sendiri, jika putra tante ini agak sedikit bawel dan menit standar tinggi dalam merekrut karyawannya? Karena kemarin banyak pelamar yang ditolak, membuat mereka kapok untuk melamar pekerjaan di perusahaan power company. Bukankah begitu sayang?"


Seketika wajah Alex menegang. Karena Nara berbicara dengan begitu polosnya.membuat ia merasa tidak enak di hadapan maminya.


"Aku kan. Ingin mencari pegawai terbaik, sayang. Lagi pula itu juga demi kemajuan perusahaan, tapi sukurlah ada kamu yang mau menjadi sekertaris ku. Jadikan, kita bisa sering ketemu. Terimakasih, honey l love you."


Nara merasa ingin muntah mendengar kata-kata manis yang keluar dari mulut pria itu. Sementara Renata hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kelakuan putranya.


"Hmmm, tapi, Mi —"


"Tidak ada Tapi-tapian, Lex. Secepatnya Mami akan mempersiapkan pernikahan kalian. Oh ya, Nara. Sebaiknya kamu katakan kepada orang tuamu untuk bersiap-siap. Karena mungkin dalam waktu dekat, Tante akan datang ke rumahmu untuk melamar kamu menjadi istri Alex."


"A-apa tidak terlalu cepat, Tan? " Tanya Nara yang berharap Renata mau berubah pikiran.


"Tidak, Sayang. Karena lebih cepat kalian menikah, maka itu akan lebih baik. Ya sudah, kalau begitu Mami permisi dulu ya, kamu silahkan nikmati pesta ini bersama Alex."


Setelah mengatakan kalimat itu Renata langsung pergi meninggalkan Nara, yang kini menatap Alex dengan tatapan tajam."Ini semua gara-gara Anda, Bos. Kalau sudah seperti ini, apa yang harus kita lakukan? Terus terang, manja di calon istri Anda saja sudah membuat saya pusing. Apalagi kalau saya harus menjadi istri Anda. Bisa- bisa saya terkana serangan jantung dan mati mendadak," Jelas Nara yang menunjukkan raut wajah tidak suka. Saat menatap Alex.


"Kamu ingin dead Nara? Baguslah, jadi tidak ada yang membuat saya pusing dan saya bisa menikah lagi dengan wanita yang banar-benar saya cintai, hehehe," Jelas Alex mmbuat Nara inginkan sekali memecahkan pria itu.


Namun, ia berusaha untuk tenang sambil menghirup, serta membuang napsu secara perlahan-lahan. Setelah itu Nara pergi meninggalkan Alex yang bisa memancing emosinya.


"Sayang! Kamu mau pergi kemana?" Tanya pria itu yang berusaha mesra di hadapan orang banyak.


"Toilet, kenapa? Kamu mau ikut?"tanya Nara. Namun,dengan cepat, Alex menggelengkan kepala.


" Tidak. Aku tunggu di sini saja. Jangan lama-lama ya honey. Muach,"ucap pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat Nara ingin sekali menghajar habis-habisan.

__ADS_1


***


Saat ini Nara sudah berada di dalam toilet dengan perasaan tidak menentu. Karena kehadiran Alex mampu mengacaukan hidupnya, membuat ia merasa tidak tenang.


'Dasar pria egois, arogan, bawel. Ingin sekali aku menghajarnya karena dia sudah membuat hidupku menderita sperti ini. Hanya wanita bodoh saja yang mau mengejar-ngejar pria sperti itu,'Nara meluapkan kekesalannya di dalam toilet.


Karena semenjak menjadi sekertaris Alex, ia merasa hidupnya sangat menderita.


Tanpa Nara sadari ada seseorang wanita yang mendengar celotehan ia barusan. Wanita itu tidak lain adalah mesty yang juga berada di dalam toilet yang sama dengan dirinya.


"Siapa pria yang kamu maksud?"tanya mesya mambuat Nara seketika menegang.


" Bukan apa-apa , Nona dan Anda tidak perlu tahu siap pria yang saya maksud. Permisi! "Pamit Nara yang berusaha bersikap setenang mungkin.


Setelah mengatakan kalimat itu, Nara segera melangkah pergi. Karena ia tidak ingin mencari masalah dengan wanita itu.


"Tunggu dulu, Nona. Aku harap pria yang kamu maksud bukan kak Alex. Lagi pula aku tidak akan melepaskan kak Alex dengan begitu mudah untuk wanita sepertimu. Karena dia adalah milikku." Mesya mengatakan kalimat itu dengan percaya dirinya, membuat Nara merasa tertantang saat mendengar perkataan barusan."Hehehe, milikku? Apa kau lupa jika dia sekarang adalah kekasihku? Hey, Nona. Come on, jangan suka mengakui sesuatu yang bukan milikmu. Jika kau tidak ingin merasakan sakit hati." Nara mengatakan kalimat itu sambil mengibaskan tangannya di gaun yang digunakan mesya.


Seakan sedang mengusir debu yang menempel di gaun wanita itu, lalu pergi meninggalkan mesya dengan anggunnya.


"Sombong sekali dia. Awas saja aku akan membalas perbuatannya."


Dengan cepat mesya berjalan, berniat untuk menyusul Nara yang sudah membuat hatinya merasa sangat kesal sekarang.


"Hey, kau! Berhenti" Teriak wanita itu.


Nara pun segera menghentikan langkahnya. Sementara mesya, ia sudah bersiap hendak melayangkan satu tamparan ke pipi wanita itu. Karena sudah membuatnya merasa sangat kesal.


Namun, tiba-tiba Alex datang dan menahan tangannya.


"Mesya, apa yang kau lakukan? Kenapa kau ingin menampar kekasihku?" Tanya Alex yang membuat wanita itu menjadi salah tingkah.


"Kak Alex," Ucap Mesya yang sangat terkejut melihat kedatangan Alex yang sangat tiba-tiba.


Melihat hal itu dengan cepat Nara melepaskan tangan Alex yang masih menggenggam tangan Mesya dengan begitu erat.


"Sayang, tidak apa-apa. Tadi Nona Mesya hanya sedikit salah paham dengan ku," Jelas Nara lalu menggendeng tangan Alex dengan mesra.


"Bener kamu tidak apa-apa, sayang? Aku sangat mengkhawatirkanmu," Balas Alex yang juga mesra, sambil memegang kedua pipi wanita itu.


Sementara Mesya yang merasa kesal melihat kemesraan mereka berdua, lalu pergi tanpa permisi lagi, sambil menghentakkan kakinya. Melihat hal itu, membuat Nara bisa bernapas lega.


"Lihat, apa yang Anda lakukan, Bos?gara-gara Anda membuat saya memiliki musuh. Saya harap Anda bisa menyelesaikan kekacauan ini. Karena saya tidak ingin menikah dengan Anda."


Setelah mengatakan kalimat itu, Nara segera pergi meninggalkan Alex yang menyusul dari belabelakang.

__ADS_1


"Sayang,tunggu! Kamu mau pergi kemana?"tanya Alex lalu pergi mengejar wanita itu.


"Pulang?"jawab Nara sambil menahan kekesalannya.


__ADS_2