CEO PERFECT DAN SEKERTARIS CEROBOH

CEO PERFECT DAN SEKERTARIS CEROBOH
chapter 13


__ADS_3

'Ingat ya Lex. Satu minggu lagi ulang tahun perusahaan. Mami tidak mau tahu. Pokoknya kau harus memperkenalkan kepada mami, wanita yang akan menjadi pendamping hidupmu. Jika tidak kau harus pilih salah satu foto wanita, yang mami kirim ke ponsmu barusan.


Perkataan Renata terus terngiang-ngiang di benak Alex. Membuat pria itu tidak berkonsentrasi untuk menyelesaikan pekerjaan.


'Enak saja Mami menyuruhku memilih salah satu wanita yang ia kirimkan untuk menjadi pendamping hidupku. Memangnya dia pikir memilih istri itu gampang, sama seperti memilih baju yang di jual di pasar loak? Tidak melihat kualitasnya dulu. Apakah itu barang asli atau barang second?"


Dari tadi Alex terus menggerutu, sambil memainkan pulpen ditangannya. Karena setelah mendapatkan telpon dari Renata dari maminya. Membuat pria itu tidak bisa fokus bekerja.


Tidak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok! Tok! Tok!


"Permisi, Bos. Saya ingin menyerahkan dokumen kontrak kerja dengan tuan Rudolf," Jelas Nara yang kini berdiri di belakang pintu.


Sebenernya wanita itu agak sedikit ragu-ragu untuk menyerahkan dokumen tersebut. Mengingat itu adalah dokumen penting membuat Nara harus secepatnya menyerahkan kepada Alex, selalu CEO perusahaan tersebut.


"Masuk," Perintah pria itu yang kini sedang memijit keningnya.


"Ini, Bos. kontrak yang dikirimkan oleh sekertaris tuan Rudolf. Silakan Anda pelajari." Nara pun segera menyerahkan map berisi kontrak kerja yang bernilai miliaran rupiah tersebut kepada Alex.


Namun, Alex sepertinya tidak bersemangat untuk memeriksa kerja kontrak tersebut. Karena dari tadi perkataan suaminya selalu saja terngiang-ngiang di kepalanya.


"Bos, are you okay?" Tanya Nara ketika melihat pria itu yang dari tadi memijat keningnya, sambil menghela napas secara kasar.


"Yeah, kau boleh pergi," Pinta pria itu.


Ketika Nara hendak melangkah pergi meninggalkan ruangan bosnya tersebut, tiba-tiba Alex menghentikan langkahnya.


"Tunggu dulu!panggil pria itu, membuat Nara langsung membalikan tubuh menatap ke arah bosnya tersebut.

__ADS_1


" Ya, Bos, ada apa?"tanya wanita itu yang berusaha untuk tersenyum ramah.


"Tolong buatkan saya kopi tanpa gula," Perintah Alex membuat Nara menatap heran kepadanya."Bukankah itu sangat pahit, Bos. Bagai mana kalau saya tambahkan satu sendok gula saja, biar tidak terlalu pahit," Jawab Nara yang membuat Alex langsung menghela napasnya secera kasar.


"Hmm, kau ini. Suka sekali membantah perkataan ku. Sebaiknya kau lakukan saja apa yang aku perintahkan. Jika kau masih mau bekerja di perusahaan ini.


Mendengar Alex mengatakan kalimat itu, dengan cepat Nara menganggukan kepalanya.


" Baik,Bos.saya akan segera melaksanakan apa yang Anda printahkan."


Setelah mengatakan kalimat itu, Nara langsung keluar dari ruangan Alex dengan tergesa-gesa dan berjalan menuju party yang ada di perusahaan tersebut.


'Kopi hitam tanpa gula. Bukankah saran yang aku berikan cukup baik? Aku hanya ingin menambahkan satu sendok gula, biar rasa kopi ini tidak terlalu pahit, jangan ditambah lagi dengan, jangan di tambah lagi dengan hal-hal yang pahit. Dasar bos Alex, pria yang tidak bisa menikmati hidup. Sudah hidupnya datar, monoton, pahit lagi,"gerutu Nara yang mampu didengar Riko yang saat ini berada di belakangnya.


Riko pun terkekeh saat mendengar Nara yang terus Berceloteh. Sambil melipat kedua tangannya ke dada, ia berjalan mendekati wanita itu


"Hehehe, tidak baik mengumpat bos sendiri. Nanti kamu bisa kualat Nara." Ucao Riko yang membuat wanita itu terlontar kaget.


" Hehehe, itu akibatnya, jika kamu terus mengumpat, Nara."goda Riko ketika melihat ekspresi dari wanita itu.


"Ya, bagaimana saya tidak terus mengumpat, pak, karena hampir setiap hari, bahkan setiap jam. Saya mendapat ceramah panjang lebar dari bos Alex," Nara pun mencurahkan Aya yang ia rasakan. Karena dimata Alex, Nara selalu saja salah.


Mendengar perkataanmu wanita itu, Riko sudah bisa menduga. Jika Nara banyak medapatkan kesulitan. Semenjak bekerja dengan bos Meraka."Kamu yang sabar,Bos Alex. Memang seorang pria yang perfeksionis. Jasi, dia tidak akan mentolerir kesalahan sekecil apa pun. Namun, jika kau mengenalnya dengan baik. Bos Alex itu pria yang cukup bertanggung jawab den juga perhatian.


Uhuk!uhuk!


" Nara kau tidak apa-apa? "Tanya Riko yang khawatir.


" Hehehe, tenang pak Riko, saya tidak apa-apa. Rasanya tiba-tiba saya ingin batuk, ketika mendengar perkataan Anda tentang bos Alex. Ya sudah, kalau begitu saya kerungan beliau dulu. Mau mengantarkan kopi hitam ini."pamit Nara lalu segera meninggal Riko.

__ADS_1


Riko pun menatap heran ke arah wanita itu, sambil menggelengkan kepala.


'Hmm, dasar wanita aneh. Namun, sangat menggemaskan,"ucap Riko yang kini masih menatap Nara dari kejauhan.


Sementara Nara ia pun merasa heran dengan penilaian Riko terhadap bos mereka.


Pria yang bertanggungjawab dan juga perhatian. Omg! Apa aku membuat ia berjalan dengan terburu-buru. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, saat memasuki ruangan bosnya tersebut.


"Kamu kenapa? Seperti dikejar hantu saja," Ucap Alex ketika melihat Nara yang berjalan dengan tergesa-gesa masuk ke dalam ruangannya."Heheh, tidak apa-apa,Bos.ini kopinya," Jawab wanita itu yang berusaha bersikap trbiasa saja.


Namun, Tiba-tiba Nara teringat dengan gosip yang beredar, yang mengatakan jika Alex seorang gay.


'Hmm, padahal jika dilihat dia pria yang cukup tampan, postur tubuhnya juga atletis, tapi sangat disayangkan. Pria seperti dia tidak menyukai wanita. Pantas saja jumlah populasi para jomblo wati semakin meningkat. Ternyata ini penyebabnya.


Yang sangat sadar, jika saat ini Nara sedang melamun. Langsung melamunmelamun wanita itu.


"Apa kau akan terus memegang cangkir kopi itu, tanpa meletakan nya di atas meja saya?" Tanya Alex yang membuat Nara tersadar.


"Ma-maafkan saya, B-bos," Jawab wanita itu dengan Terbata-bata.


Nara pun segera meletakkan cangkir kopi tersebut yang masih berada di tangannya, di atas meja kerja Alex.


Namun, karena pikirannya yang masih melayang tentang Alex yang seorang gay, Tiba-tiba saja membuat Nara sedikit oleng. Hingga tanpa sengaja ia menumpahkan kopi yang masih berada di tangannya.


Buar!


Seketika Alex pun terkejut. Ketika melihat kopi itu terjatuh dan membasahi kontrak kerja samanya dengan Rudolf. Seorang investor asing yang akan menanamkan saham di perusahaan power company.


"Nara! Apa yang kau lakukan? Kopi ini mengebor kontrak kerja sama prusahaan ku, dengan nilai milyaran rupiah.

__ADS_1


Deg!


__ADS_2