
"Apa?pertanggung jawaban?Apa maksud perkataanmu, nona?
Sebaiknya kau jangan membuang-buang waktuku. Karena aku harusenghadiri rapat sekarang," Jelas Alex yang merasa jengah melihat sikap wanita yang saat ini berada di dalam mobilnya.
Nara pun menatap tajam ke arah pria itu, yang seakan-akan melupakan berbuat yang sudah ia lakukan.
"Hey, Tuan Anda jangan pura-pura lupa. Apa Anda tida lihat, jika kemeja yang saya kenakan ini kotor? Akibat cipratan dari mobil Anda," Jelas Nara yang berusaha membangkitkan ingatan pria tersebut.
Mendengar perkataan wanita itu,Alex pun mengerti. Ia lalu menghentikan mobilnya dan mengeluarkan kartu namanya.
"Saat ini saya sedang tidak membawa uang tunai. Jika maksud dari pertanggungjawaban mu adalah uang, sebaiknya ambil kartu nama ini. Anda bisa datang ke kantor saya untuk meminta ganti rugi," Jelas Alex yang menyerahkan selembar kartu namanya kepada Nara.
Namun, dengan cepat wanita itu langsung menolaknya.karena ia tidak butuh kartu nama pemberiannya.
"Maaf.Tuan.saya tidak butuh kartu nama Anda. Lagi pula waktu saya sangat berharga, jika harus repot-repot datang ke kantor Anda. Jadi, sebaiknya Anda bertanggung jawab sekarang juga, untuk mengganti kemeja saya yang kotor. Jangan mencari-cari alasan untuk lari dari tanggung jawab."pinta Nara yang sengaja meninggikan intonasi suaranya.
Alex pun hanya bisa menggelengkan kepala. Karena ia tidak menyangka, jika seorang bos besar sepertinya dibentak oleh seorang wanita cerobo, yang berada di hadapannya sekrang.
" Hey, Nona. Anda tidak tahu siapa saya. Lagi pula, saya bukan ingin lari dari tanggung jawab, tapi sekarang saya ada rapat penting yang harus saya hadiri!"Jawab pria itu yang tidak mau kalah.
"Sudahlah, sebaiknya Anda jangan mecari alasan,Tuan.mobil saja yang mewah, tapi ternyata kere. Mustahil jika Anda tidak memiliki uang tunai. Bilang saja jika Anda menyuruh saya datang ke kantor Anda, karena sebenernya Anda ingin meminjam uang dari teman Anda bukan?" Tanya Nara, membuat emosi Alex semakin memuncak.
[9/1 21.23] Nur Aisyah: "Kau-"
Tiba-tiba pria itu menghentikan kalimatnya, karena suara telponannya yang berdering. Mendadak ada panggilan masuk untuk dirinya.
Ternyata itu telepon dari asisten pribadinya yang bisa Alex tebak jika pria itu ingin menyuruhnya untuk segera datang ke kantor tanah sebentar lagi rapat akan di mulai.
("Halo, Bos. Anda dimana sekarang? Apa Anda lupa rapat dengan tuan Arnold akan segera dimulai setengah jam lagi.") Riko menanyakan kalimat itu, karena tidak seperti biasanya Alex datang terlambat ke kantor.
Karena pria itu selalu ontime karena bagiannya waktu adalah uang dan tidak ingin menyia-nyiakanya.
"Kau tenang saja Riko. 15 menit lagi akun tiba di kantor. Ada sedikit insiden. Because I met aktivitas crazy woman on the street," Jelas Alex.
__ADS_1
Walau dengan menggunakan bahasa Inggris, Nara bisa mengerti maksud kalimat yang di ucapkan oleh pria itu.
"Apa? Anda mengatai saya gila? Baik, saya akan menujukan seperti gila saya!"
Setelah mengatakan kalimat itu, Nara langsung mengacak-acak rambut Alex. Karena ia merasa tidak Terima, saat mendengar perkataan pria itu di telepon.
Sementara Alex, dia merasa kaget ketika mendapatkan serangan tiba-tiba dari Nara. Apalagi rambut klimis miliknya yang tersisa tapi, kini sudah tidak beraturan.
"Dasar crazy!"teriak pria itu yang merasa tidak Terima dan bermaksud ingin memberikan serangan balik.
Dengan kedua tangannya ia berusaha menangkis serangan yang di berikan oleh Nara, lalu mendorong wanita itu kedepan dan berusaha ingin menakut-nakutinya.
[9/1 21.37] Nur Aisyah: "Apa yang ingin Anda lakukan,Tuan? Sebaiknya menjauh lah." Pinta wanita itu yang merasa ketakutan. Saat Alex mulai mendekatkan tubuhnya.
Sementara pria itu tersenyum puas, karena ia berhasil membuat wanita itu ketakutan.
"Hehehe, menurutmu apa yang ingin aku lakukan? Tanya pria itu.
" Aku mohon, Tuan, menjauhlah jika Tidak aku akan berteriak dan mengatakan kepada semua orang jika kau ingin memperkosa ku."Nara berusaha mengancam pria itu, supaya Alex mengurungkan niatnya.
"Silahkan anda berteriak, Nona. Hmm, tapi apa Anda pikir orang-orang akn percaya. Jika ada seorang suami ingin memperkosa istrinya? Hehehe"
Seketika Nara membulatkan manatany. Ketika mendengar perkataan Alex barusan.
"Yao crazy man!" Jawab wanita itu ketika mendengar perkataan Alex barusan.
"Hehehe, bukan kah kau sendiri yang mengatakan kepada ibu-ibu yang menyerang ku tadi, jika aku adalah suamimu?" Tanya Alex yang merasakan kepuasan tersendiri, saat melihat wajah puas pasi yang ditunjukkan wanita itu saat ini.
[9/1 21.56] Nur Aisyah: Sementara Nara, ia sudah memasang ancang-ancang untuk kabur dari pria itu. Tangannya pun segera memasang handle pintu mobil dan berniat untuk membukanya.
Namun, saat pintu terbuka Alex tidak mampu menahan tumpuan tangannya. Membuat pria itu terjatuh dan tanpa sengaja bibirnya mencium tepat di bibir wanita itu.
Seketika Nara membulatkan matanya, ketika ia rasakan benda kenyal tersebut kini berada di atas bibirnta. Sementara Alex, ia terdiam. Hingga tiba-tiba ada seseorang pria tua yang menegur mereka.
__ADS_1
"Hey, mbak,mas! Kalau mau bermesraan sebaiknya ditutup dulu pintu mobilnya. Ini Indonesia, bukan negara barat. Jadi tidak perlu di umbar!" Jelas pria tua itu, membuat Nara menutup matanya menahan malu.
Sementara Alex, ia langsung bangkit dari atas tubuh wanita itu dan berusaha menjelaskan salah pahaman yang terjadi kepada pria tua tersebut.
"Saya dan istri saya minta maaf,Pak.karena kami lupa mengunci pintu mobil," Jelas Alex, membuat Nara menatap tajam ke arah pria itu.
Mendengar perkataan Alex, pria tua itu langsung menjawabnya sambil meng geleng-gelengkan kepalanya.
[9/1 22.17] Nur Aisyah: "Yasudah, kalian lanjutkan, tapi sebelumnya kalian harus lebih berhati-hati jangan bertindak gegabah. Karena tidak enak jika dilihat anak kecil yang melintas disini," Pesan pria tua itu sebelum meninggalkan Alex dan juga Nara.
Setalah kepergian pria tua yang memergokinymemergoki mereka, Nara langsung mendorong tubuh Alex ke belakang, sambil mengeluarkan sumpah serapah kepada pria itu.
"Dasar pria masum! Pria cabul! Aku harap tidak akan bertemu lagi dengan pria sepertimu!"teriak Nara yang merasa sangat kesal.
Setelah mengantakan kalimat itu, Nara langsung keluar dari mobil Alex dengan terburu-buru. Karena ia berharap tidak akan bertemu pria itu lagi.
Sementara Alex, pria itu tertawa terbahak-bahak ketika melihat raut wajah kesal yang di tunjukan oleh Nara. Hingga tiba-tiba ponselnya berdering.
Ketika melihat itu adalah panggilan dari Riko asisten pribadinya, Alex pun teringat jika sekarang ia harus cecepatnya tiba di kantor. Pria itu pun melupakan rambutnya yang sudah acak-acakan, akibat ulah dari wanita yang selalu membuatnya kesal, setiap kali mereka bertemu
***
Sementara Nara, ia memutuskan untuk pergi kesah satu toilet yang berada di mall, tidak jauh dari tempatnya berdiri. Wanita itu bermaksud ingin membersihkan kemejanya yang kotor. Karena tidak mungkin ia mengenakan kemeja itu, jika harus melamar pekerjaan.
Ketika sedang asyik membersihkan kemejanya di wastafel, yang ada di toilet tersebut. Tiba-tiba Nara mendengar perbincangan dua wanita yang berada di sampingnya.
" Kau tahu tidak, perusahaan Power company sedang mencari sekertaris bos mereka,"ucap salah seorang wanita, yang saat ini sedang merapikan kemeja yang ia kenakan.
[9/1 22.27] Nur Aisyah: "Ya, aku tahu. Hmm, tapi kau dengar-dengar semua pelamar kemarin di tolak mentah-mentah oleh bos mereka dan sekarang mereka sedikit kewalahan karena tidak ada satu orang pun yang mau melamar pekerjaan. Di perusahaan mereka lagi. Bahkan pegawai yang ada disana saja ingin mengundurkan diri, " Jelas wanita yang satu lagi.
"Iya, sih Hmm, tapi dengar-dengar standar gaji mereka besar dari perusahaan yang lain aku sih ingin melamar pekerjaan kesana. Hanya saja, masih sedikit ragu. "
Seulas senyumpun terukir di sudut bibir Nara, saat ia mendengar perbincangan yang terjadi di antara kedua wanita itu. Ia merasa ini adalah kesempatan emas baginya. Karena saat ini ia sangat membutuhkan pekerjaan dan wanita itu berjanji akan bekerja dengan baik-baiknya.
__ADS_1
'Perusahaan POWER COMPANY? Hmm, seperti aku harus melamar pekerjaan di perusahaan itu sekarang juga dan aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan itu..
Bersambung.