CEO Tampan Milik Nona Mafia

CEO Tampan Milik Nona Mafia
Bab #01 insiden


__ADS_3

"Kita langsung ke apartemen atw mampir ke tempat lain, tuan ?" Tanya Alif supir pribadi Reyhan


"Apartemen" jawabnya singkat, dan di tanggapi anggukan oleh sang supir "baik tuan"


Setelah mobil pemuda berusia 26 tahun itu keluar dari tempat meeting, mobil melaju dengan kecepatan yang lumayan tinggi, karena saat itu jalanan sedang sepi karena sudah pukul sembilan malam, tiba-tiba ada seorang gadis muda yang hendak menyebrang jalan tanpa memperhatikan kiri-kanan, alhasil sang sopir yg reflek menginjak pedal rem pun membuat Reyhan terkejut,


Seerrrrtttt


brruuaakk


"Kamu mau bikin saya jantungan, Alif!" Ucap Reyhan langsung menatap tajam sang sopir,


"Maaf tuan, sepertinya ada yang tertabrak" ucap Alif,


Mendengar perkataan alif, Reyhan langsung keluar dari dalam mobil, ternyata ucapan sang sopir benar, seorang gadis muda berperawakan mungil sudah meringkuk di depan mobil nya,


Perlahan ia membalikkan tubuh gadis itu, pandanganya langsung tertuju pada darah yg keluar dari pelipis sang gadis, tanpa pikir panjang Reyhan langsung membawa tubuh mungil gadis itu ke dalam mobil, dan membaringkannya dengan posisi kepala gadis itu berada di pangkuan nya,


"Kita ke rumah sakit Alif, CEPAAAT" ucap Reyhan dengan nada bicara yg sedikit meninggi,

__ADS_1


Setelah mobil berjalan, Ia mengamati wajah gadis yang sedang pingsan itu lalu tersenyum tipis hampir tak terlihat,


'gadis ini cantik sekali, wajahnya sangat menyejukkan hati, tapi kenapa ia memakai gaun pengantin? Apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis ini?' batin Reyhan, jantung nya pun berdebar tak karuan, antara khawatir akan terjadi sesuatu dengan kondisi gadis itu, atau rasa yang entah tak bisa ia pastikan,


Setelah berjalan kurang lebih 15 menit, Alif memberitahu reyhan bahwa di depan sana ada sebuah rumah sakit, dan mereka pun akhirnya membelok kan mobil kedalam parkiran rumah sakit itu, lalu di sambut oleh beberapa perawat dengan membawa brankar,


Reyhan langsung membopong tubuh gadis mungil itu, ia membaringkan tubuh gadis itu ke brankar rumah sakit, reyhan yg khawatir dengan kondisi gadis itu, langsung menyuruh Alif untuk mengurus semua administrasi, sedangkan ia ikut mendorong brankar ke ruang UGD,


"Maaf tuan, harap tunggu di luar, biar dokter yang menangani pasien" ucap salah satu perawat,


"Tolong selamat kan nyawanya, sus" ucap reyhan, dan di tanggapi anggukan oleh perawat tersebut,


'Ya tuhan, selamatkan gadis itu' batinnya, sambil berjalan mondar mandir di depan pintu ruang UGD,


"Maafkan saya tuan, tadi saya benar-benar tidak tau kalau ada seseorang yang tiba-tiba menyebrang jalan" ucapnya, wajah ketakutan tidak bisa ia sembunyikan dari sang majikan,


"Tidak apa-apa, semoga saja tidak terjadi sesuatu pada gadis itu" Reyhan pun mencoba menetralisir rasa khawatir nya dengan kembali duduk di kursi sambil menghela nafas panjang,


"Alif, tolong ke apartemen saya, ambilkan baju serta peralatan mandi dan lain-lain, kemungkinan besok saya tidak masuk kantor, dan kalau kamu mau pulang pesan taksi online saja biar besok pagi mobil nya saya yang bawa, satu lagi tolong pesan kan kamar VIP untuk gadis itu, biar saya yang menunggu dia sampai ia siuman" ucap Reyhan,

__ADS_1


"Baik tuan, maaf ada lagi, tuan" tanya Alif


"Tidak, itu saja" ucap Reyhan, Alif langsung menjalankan amanat sang tuan untuk kembali ke apartemen dan mengambil keperluan sang majikan,


Saat seorang dokter laki-laki keluar dari ruang UGD dan langsung di berondong pertanyaan oleh Reyhan,


"Dok, gimana keadaannya? Apa ada luka yang serius? Atau ada yang harus di operasi, dok?" Dokter itu pun hanya tersenyum menanggapi pertanyaan Reyhan yang terlihat cemas,


"Tidak ada yg serius dengan keadaan nona muda, tuan, hanya luka di bagian pelipis nya saja, yang di karenakan terbentur benda keras, dan sudah di jahit, dari segi keseluruhan tidak ada yang serius, nona muda hanya mengalami syok berat dan ketakutan saja yg menyebabkan nona muda pingsan, semoga besok pagi nona muda sudah siuman" jelas sang dokter,


Reyhan pun menghembuskan nafas lega karena tidak terjadi sesuatu kepada gadis itu, "Apakah dia harus di rawat dok?" Tanya nya lagi memastikan,


"Kita rawat dulu untuk malam ini ya, tuan, kalau nona muda sudah siuman dan keadaan nya sudah membaik besok sore boleh di bawa pulang, nanti biar di bantu perawat untuk memindahkan nona muda ke kamar rawatnya... permisi, tuan" terang sang dokter dan tanggapi anggukan oleh Reyhan "Terima kasih, dok",


Tak berapa lama, beberapa perawat pun keluar dari ruang UGD sambil mendorong banker gadis itu, dan langsung membawanya ke ruang perawatan yang sebelumnya sudah di pesan oleh alif, di ikuti oleh Rayhan yang berjalan di belakang perawat,


"Kalau anda membutuhkan sesuatu, atw nona sudah siuman, tinggal tekan tombol 'nurse call', tuan" ucap perawat tersebut sebelum keluar dari ruangan itu,


"terima kasih, sus" perawat pun langsung pergi dari ruangan itu, dan hanya menyisakan dirinya dan gadis itu saja,

__ADS_1


"Maaf.. aku akan bertanggung jawab sampai kau benar-benar sehat kembali" ia bergumam sambil duduk di kursi dan menggenggam tangan sang gadis, karena kelelahan iapun akhirnya tidur dengan kepala menyandar di tepi ranjang gadis itu, dan tangan nya masih menggenggam erat tangan sang gadis.


Bersambung...


__ADS_2