CEO Tampan Milik Nona Mafia

CEO Tampan Milik Nona Mafia
bab#10 di culik


__ADS_3

Hari ini Jihan berangkat agak pagi. Sebab Reyhan akan melangsungkan meeting bersama beberapa pemegang saham. Ia akan menyiapkan berkas-berkas penting terlebih dahulu, sebelum di bawa ke ruangan meeting. Biasanya ia akan di jemput oleh Reyhan, agar berangkat ke kantor sama-sama. Tapi semalam ia sudah meminta izin agar berangkat lebih dulu menggunakan taksi online. Dengan sedikit perdebatan, akhirnya Reyhan mengalah. Ia mengizinkan Jihan berangkat menggunakan taksi online. Setelah semua berkas yang di butuhkan siap dan lengkap. Jihan menghampiri Reyhan ke ruangan nya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk" ucap Reyhan dengan suara dingin nya yang khas.



"Permisi, pak, semua berkas sudah siap, bisakah kita pergi ke ruangan meeting sekarang? Sebab anda sudah di tunggu oleh semua orang" ucap Jihan dengan suara lembut nan sopan.



"Sayng, sudah ku bilang berkali-kali. Jangan panggil aku, pak, saat hanya ada kita ber dua" ucap Reyhan. Ia sangat gemas sekali saat Jihan mulai bersikap profesional.



"Maaf, pak, ini kan di kantor. Ber dua atau banyak orang, saya tetaplah bawahan bapak" ucap Jihan lagi, sambil menahan tawa. Sebab saat ini wajah Reyhan sudah mulai tidak bersahabat. Reyhan melihat arloji yang melingkar di pergelangan tangan nya. Dan buru-buru menarik tangan Jihan agar segera pergi menuju ruangan meeting.



Setelah sampai di depan pintu ruangan megah itu, Reyhan melepas kan tangan Jihan. Lalu masuk lebih dulu kedalam, kemudian di susul dengan Jihan yang berjalan di belakang nya. Seperti biasa para pemegang saham nampak memperhatikan Jihan tanpa berkedip. Seolah terkesima dengan wajah cantik nyaris sempurna yang Jihan miliki. Pemandangan seperti itu membuat Reyhan kesal.



"Ehemmm" Reyhan berdehem, dan semua orang langsung fokus kembali pada layar laptop yang ada di hadapan mereka.



"Baiklah bisa kita mulai sekarang meeting nya?" Ucap Reyhan memastikan, semua peserta meeting sudah siap dengan apa yang akan mereka bahas.



"Sudah pak Rey" ucap semua orang secara bersamaan.



"Baiklah meeting kita buka" ucap Reyhan lagi, sambil mendaratkan bokongnya dikursi yang di khususkan untuk dirinya.



Satu persatu para pemegang saham mulai menyampaikan gagasannya. Ada yang menyampaikan pendapat tentang projek yang akan mereka jalankan nanti. Ada pula yang membahas soal anggaran yang akan di keluarkan, serta beberapa gagasan lain yang tak kalah penting nya.



Reyhan sebagai pimpinan meeting tersebut, berusaha sebijak mungkin dalam mengambil keputusan. Dan setelah meeting selesai, satu persatu orang yang menghadiri meeting tersebut berpamitan. Reyhan nampak sedang berbincang dengan Jihan, tiba-tiba ada salah satu anggota yang menghampiri mereka ber dua.

__ADS_1



"Hallo nona... Perkenalkan nama saya Jason. Saya CEO perusahaan Permana group. Kalau boleh tau dengan nona siapa?" Tanya Jason sambil mengulurkan tangannya kepada jihan.



Jihan langsung menoleh kearah Reyhan, meminta pendapat kekasih nya itu. Demi keprofesian, Reyhan mengangguk kan kepalanya.



"Saya Jihan, tuan" ucap Jihan dengan senyum terpaksa sambil menjabat tangan Jason, dan langsung menarik kembali tangannya dengan lembut.



"Anda sangat beruntung pak, Rey. Asisten pribadi anda sangat menggoda" ucap Jason, sambil menoleh kearah jihan dengan tatapan yang sulit di artikan.



Jihan langsung bersembunyi di balik tubuh kekar Reyhan. Reyhan diam tapi dadanya terlihat naik turun seperti orang yang sedang menahan amarah. "Jika tidak ada lagi hal yang penting, silahkan anda keluar, tuan Jason" ucap Reyhan penuh dengan penekanan.



"Baiklah\_\_baiklah. Sepertinya kita akan mulai bersaing secara sehat, pak Rey" ucap Jason dengan suara mengejek. Lalu pergi meninggalkan ruangan meeting tersebut. Setelah pintu tertutup, Reyhan berbalik dan melihat Jihan sedang menunduk dengan mata berkaca-kaca.



"Sayang... Hey kamu kenapa" tanya Reyhan. Ia segera membenamkan wajah Jihan kedalam dada bidangnya. Jihan semakin terisak hingga tubuh nya terguncang hebat. Reyhan mengelus pelan punggung Jihan, sambil sesekali mencium ujung rambut gadis itu. Jihan sangat ketakutan, saat tatapan mata Jason yang sulit di artikan itu menembus jantung nya. Ia seakan melihat kembali kekejaman Bakri, itu sebabnya ia menangis sampai sesenggukan.



*********


Jason William, adalah seorang CEO dari perusahaan Permana group. Ia adalah salah satu investor yang menanam saham di perusahaan Alexander company.


"Reyhan__Reyhan.. cepat atau lambat, gadis cantik yang kau cintai itu akan menjadi partner ranjang ku" ucap Jason dengan senyum licik di bibir nya. Ia adalah seorang Casanova. Ia juga bisa menghalalkan segala cara demi mencapai keinginan nya.


"Kita lihat saja.. siapa yang akan menang nantinya. Kau selalu berada di atas ku, tapi nanti kau akan menangis darah dan memohon kepadaku" ucap Jason lagi dengan senyum smrik mengembang di bibirnya.


********


Jam sudah menunjukkan pukul 16:30 Saatnya pulang kantor. Seperti biasa, Jihan Di antar oleh Reyhan sampai di depan lobi apartemen. Jihan menawarkan agar Reyhan mampir ke apartemennya, tapi Reyhan menolak. Sebab ada urusan penting yang harus ia selesaikan sekarang juga.



"Lain kali pasti, Abang mampir, ya sayang jangan marah" ucap Reyhan sembari mencubit gemas pipi jihan. Jihan mengangguk dan melambaikan tangan kepada Reyhan. Setelah mobil Reyhan berjalan menjauh, barulah Jihan berjalan menuju unitnya yang terletak di laintai paling atas. Jihan memilih menaiki lift agar cepat sampai di unit nya.



Di tengah perjalanan, Reyhan di hadang oleh 5 mobil Van warna hitam "sialan.. siapa mereka" ucap Reyhan sambil mengumpat. Ada lebih dari 10 orang keluar dari mobil Jeep tersebut, dan langsung berteriak.

__ADS_1



"Keluar kau" ucap salah satu pria bertubuh tinggi besar tersebut.



Reyhan keluar dengan santai "siapa yang menyuruh kalian" tanya Reyhan sambil menatap satu persatu orang berperawakan tinggi besar tersebut. Reyhan belum sempat bersiap tiba-tiba.


Bugh


salah satu dari orang tersebut melayangkan tinju ke wajah Reyhan. Reyhan harus merelakan wajahnya terkena tinju orang tak dikenal itu. Alhasil ujung bibirnya mengeluarkan darah segar.


"Sialan" umpat Reyhan dengan tatapan berapi-api. Ia menghajar orang yang sudah memukul wajahnya tadi dengan brutal.


Bugh


Tap


Tap


Bugh


Bugh


Reyhan menghajar orang - orang bertubuh tinggi besar tersebut dengan brutal. Seketika mereka semua ambruk tak tersisa, hingga akhirnya ada seseorang yang berhasil memukul tengkuk Reyhan. Reyhan pun terjatuh dan tak sadarkan diri. Lalu mereka membawa tubuh Reyhan masuk kedalam salah satu mobil Van berwarna hitam. Meninggalkan mobil Reyhan di pinggir jalan.



Reyhan tersadar dari pingsan nya, ia merasakan pusing dan tangannya sulit di gerakkan. Rupanya orang - orang yang membawanya tadi telah mengikat kaki dan tangan Reyhan. Reyhan menajamkan pendengarannya serta memperjelas pandangnya.



Di sudut ruangan tersebut ada seseorang yang juga dalam keadaan terikat dan tak sadarkan diri. Jika di lihat dari postur tubuh nya, wanita itu seperti Jihan. Tapi ia tak yakin, sebab tadi ia sudah mengantarkan Jihan pulang ke apartemen nya dengan selamat. Lalu siapa gadis tersebut. tak lama kemudian seseorang dengan wajah tertutup topeng masuk kedalam ruangan itu.



"Ha ha ha.. Reyhan Al-Malik Alexander. anak dari seorang pengusaha terkenal dan juga seorang CEO muda nan Tampan... dan tenang saja sebentar lagi kau akan mendapatkan kejutan yang tak pernah ku duga" ucap orang tak dikenal tersebut.



"apa yang kau mau b\*j\*ng\*n" teriak Reyhan dengan nafas naik turun.



"Owhhh, sabar dong. sebentar lagi kita akan mulai permainan nya, sabar dan tenang kan dirimu" ucap orang itu lagi.



'sebenarnya siapa mereka, dan apa mau mereka dengan menculik ku seperti ini' batin Reyhan sambil mengamati seluruh sudut ruangan tersebut.

__ADS_1


apa ya yang sebenarnya terjadi. lalu siapa yang sudah menculik Reyhan. dan apakah wanita yang di lihat Reyhan itu adalah kekasih nya Jihan.


bersambung...


__ADS_2