
Dengan mantap dan dengan keyakinan yang penuh, Reyhan menyanggupi semua syarat dari Jihan, "aku akan membantumu mencari keberadaan orang tua mu, sebelum kita menikah, setelah itu aku akan memenuhi ke tiga syarat lainya setelah kita menikah" ucap Reyhan dengan tegas, dan langsung ditanggapi anggukan oleh Jihan.
"Jadi.. kita resmi pacaran Sekarang?" Tanya Reyhan meminta kepastian pada Jihan, Jihan menjawab dengan anggukan dan langsung tersipu malu sambil menunduk kan wajahnya "iya"
"yesss!! yuhuuuuuuu!! akhirnya tuhaaaaan!! aku punya pacaaaar!!" Reyhan berteriak sambil jingkrak jingkrak kesenangan, setelah mendapat jawaban dari Jihan, saking senang dan bahagia nya Reyhan hampir mencium bibir Jihan, sontak hal itu langsung di hentikan oleh Jihan
Jihan yang menyaksikan aksi konyol kekasih nya, hanya bisa menepuk keningnya sambil geleng-geleng kepala.
"Ya sudah aku mau mandi dulu kamu keluar ya, sayang, nanti aku menyusul nggak lama kok" ucap Reyhan sambil beranjak dari tempat tidur dan menyambar handuk yang tergantung, sebelum masuk kamar mandi ia menggoda Jihan dengan mengedipkan sebelah matanya. Menyaksikan tingkah sang kekasih yang jahil, Jihan pun tersenyum geli dan segera berlalu keluar dari kamar menuju meja makan.
Setelah menunggu 15 menit, akhirnya Reyhan keluar dengan setelan kaus oblong dan celana candi selutut,
"Kamu masak apa, sayang?" Tanya Reyhan sambil menarik kursi untuk ia duduk, Jihan yang masih malu-malu pun hanya bisa mengulum senyum, sambil berusaha menyembunyikan wajahnya yang merah merona seperti kepiting rebus.
"Aku bikin nasi goreng spesial, untuk abang dan aku" ucap nya, sambil menyodorkan sepiring nasi goreng spesial kehadapan Reyhan.
"Hemmm,, harum sekali, pasti enak!!" ucap Reyhan, dan langsung menyendokkan sesuap nasi goreng kedalam mulutnya, seketika matanya membulat sempurna, saat makanan yg ia sendokkan mendarat sempurna di mulutnya "Subhanallah" ucap Reyhan.
Jihan yang kaget langsung bertanya pada Reyhan "kenapa, bang? Nasi goreng nya nggak enak ya? atau mau di bikinin sarapan lain?" Jihan terlihat panik saat mata Reyhan membulat sempurna.
"Sayang, ini enak banget!! aku baru kali ini nyobain nasi goreng seenak ini" ucap Reyhan, langsung menggenggam tangan Jihan, dan lanjut menyendokkan makanan kedalam mulutnya, Reyhan pun makan dengan lahap.
Jihan yang memperhatikan kekasihnya makan dengan sangat lahap, hanya bisa tersenyum manis hingga menimbulkan lubang di pipi kanan dan kirinya "syukurlah kalau, Abang, suka... aku takut Abang gak suka" ucap Jihan sambil menikmati makanan nya.
Reyhan makan dengan tenang sampai makanan di piring nya habis tak tersisa, lalu menenggak air putih yang di berikan Jihan hingga tandas "habis ini kita ke rumah Daddy dan mommy, aku mau kamu tinggal di sana, karena di sini udah nggak aman buat kamu" ucap Reyhan, sontak Jihan menghentikan gerakan tangannya yang akan menyendokkan makanan kedalam mulutnya.
"Ada apa, bang? Seperti ada sesuatu yang belum, Abang, katakan padaku?" Tanya Jihan dengan tatapan penasarannya,
"Semalam saat baru pulang, nggak sengaja aku liat ada dua orang berpakaian serba hitam yang mencurigakan, daripada beresiko terlalu besar, lebih baik kamu tinggal di rumah mommy, di sana jauh lebih aman daripada di sini" ucap Reyhan meyakinkan.
"Baiklah, aku nurut aja apa yang terbaik buat ku dan buat Abang" ucap Jihan sambil tersenyum manis.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, mereka pergi ke kediaman keluarga Alexander, saat di perjalanan, Reyhan kembali mengirim kan pesan pada Amir untuk menyelidiki siapa orang tua kandung Jihan.
\[tolong cari informasi lain tentang siapa orang tua kandung Jihan\].
Setelah mengirim pesan, Reyhan kembali menceritakan banyak hal tentang kedua orang tua nya yang sangat baik, sambil bercengkeraman tangan keduanya nampak bahagia, hal itu membuat Jihan jauh lebih tenang dan nyaman saat berada di dekat sang kekasih.
**********
Di kediaman keluarga Alexander, seorang wanita setengah baya, sedang duduk sambil menikmati secangkir teh hangat dan camilan, ia di kejutkan dengan kedatangan putra sematawayangnya, dan seorang gadis cantik berada di belakangnya.
"assalamualaikum, mom" ucap Reyhan sambil mencium punggung tangan mommy nya.
"waalaikum'salam, tumben Abang pulang pagi-pagi begini, biasa pulangnya malem, ada apa sayang?" Tanya sang mommy, sambil memeluk putra sematawayangnya itu, Ajeng juga melirik keberadaan Jihan melalui ekor matanya.
"Nggak apa mom, Reyhan hari ini sengaja ambil libur, karena ada sesuatu yang mau Reyhan bicarakan dengan mommy dan Daddy" ucap Reyhan,
"Oh iya, mom,, kenalin ini Jihan" ucap Reyhan lagi, sambil memeluk bahu Jihan agar maju dan memberi salam kepada sang mommy.
"Assalamualaikum,, Tante.. saya Jihan" ucap Jihan, sambil mencium punggung tangan Ajeng.
Jihan hanya tersenyum dan tersipu malu dengan perkataan Ajeng, wajahnya berubah merah seperti tomat.
"Mom, jangan begitu, Jihannya jadi malu" ucap Reyhan setengah berbisik pada sang mommy,
"Emang kenyataanya begitu, bang, dia cantik bgt, dan kayaknya bukan asli pribumi deh, liat aja matanya sipit tapi netranya berwarna hijau, rambutnya pirang alami, dan wajahnya itu loh seperti anak blasteran China, ada Australia dan Indonesian nya? Sempurna banget, bang" Tanya Ajeng sambil berbisik pada sang putra.
Jihan memang memiliki paras yang cantik nan anggun, dengan rambut pirang alami semakin menambah kecantikan nya, selain itu ia juga memiliki netral mata berwarna hijau, dengan kelopak mata sedikit menyipit, hidung mancung dan kulitnya putih bersih, serta memiliki tinggi badan yang ideal yakni 167 cm.
"Mbaak!!.. tolong panggilkan tuan besar, dan bikin minuman untuk tuan muda dan nona muda ya" ucap Ajeng pada salah satu maid yang bekerja di rumah nya.
"Baik Nyonya Besar" ucap sang maid dan langsung berlalu.
"Nak Jihan, kamu tinggal di mana?" Tanya Ajeng, setelah mereka ber tiga duduk di sofa ruang tamu, sambil menggenggam tangan Jihan.
__ADS_1
"Emm... Saya.." Jihan terdiam, ia bingung, jawaban seperti apa yang pantas Ajeng dengar.
Tanpa di suruh pun Reyhan mengerti akan diamnya sang kekasih, ia lalu menjelaskan kepada sang mommy, bahwa Jihan adalah korban yang beberapa hari lalu tertabrak mobil nya, ia juga menjelaskan masalah Jihan yang hendak di jodohkan oleh kedua orang tuanya, dan mengajak Jihan tinggal di apartemen nya untuk sementara waktu.
Mendengar penjelasan sang putra, sontak Ajeng menutup mulut dengan kedua telapak tangan nya dan membulatkan matanya, "astaghfirullah,, kejam sekali orang tuamu, nak" ucap Ajeng sambil merangkul dan memeluk Jihan lembut.
"Hallo boy, gimana kabarnya, tumben pagi-pagi sudah datang" sapa Graham, dengan suara bariton nya dari arah ruang tengah.
"Assalamualaikum, dad... iya ada sesuatu yang mau Reyhan bicarakan dengan Daddy dan mommy" ucap Reyhan, sambil mencium punggung tangan Graham, Graham pun duduk di samping sang istri dan melirik Jihan dengan ekor matanya,
"Sebelumnya, perkenalkan dia Jihan, dad" ucap Reyhan sambil menunjuk Jihan dengan ke lima jarinya.
"Assalamualaikum,, om, saya Jihan" ucap jihan, sambil mencium punggung tangan Graham, ia berusaha tersenyum pada lelaki setengah baya yang menurutnya terlihat menakutkan itu, dan di balas senyum hangat oleh Graham.
"Sepertinya putra kita sudah menemukan tambatan hatinya, mom" ucap Graham sambil melirik sang istri,
Tanpa menghiraukan ucapan sang Daddy, Reyhan menjelaskan alasanya datang karena ingin menitipkan Jihan agar tinggal bersama orang tuanya, dan menjelaskan bahwa di apartemen nya bukanlah tempat yang aman, ia juga menceritakan awal pertemuannya dengan Jihan,
Mendengar penjelasan sang putra, Graham pun memahami kekhawatiran yang di rasakan putra sematawayangnya itu, lalu ia menyetujui permintaan sang putra, agar Jihan tinggal bersama mereka di mansion Alexander sampai semua keadaan aman terkendali.
"Kalau gitu Reyhan mau ke kantor dulu, dad, kasihan Rifky, pasti dia keteran ngurusin kerjaan kantor" ucap Reyhan,
"Loh,, katanya ambil libur, nak, kok mau ke kantor?" Tanya Ajeng, pasalnya tadi sang putra sendirilah yang berkata bahwa hari ini ia tengah mengambil libur.
"Emm.. anu, mom, itu kasihan si Rifky kalau di tinggal lama-lama, ntar dia eror lagi ngerjain tugas yang menggunung" ucap Reyhan berbohong, sebenarnya ia akan pergi ke markas untuk menemui Amir dan Danu,
"Ya sudah hati-hati" ucap Ajeng, dan di tanggapi anggukan oleh Reyhan, Jihan pun mengantar Reyhan sampai di depan mobil pria tampan itu.
"Kamu yang nyaman ya tinggal di sini, anggap saja mommy dan Daddy seperti orang tua mu sendiri, nanti kalau urusan kantor sudah selesai aku langsung pulang" ucap Reyhan, sambil mengelus pelan punggung tangan Jihan dan mengecupnya dengan lembut.
Jihan hanya mengangguk sambil tersenyum manis, Reyhan pun langsung masuk kedalam mobil dan meninggalkan halaman rumah mewah tersebut.
__ADS_1
Bersambung...