CEO Tampan Milik Nona Mafia

CEO Tampan Milik Nona Mafia
bab#07 kehancuran Bara Company


__ADS_3

\*Hallo, nu, Lo di mana?\* Tanya Reyhan dari sebrang televon,



\*Gw di markas Rey sama Amir, kenapa?\* Tanya Danu kembali,



\*Gw ke sana Sekarang\* ucap Reyhan mengakhiri telvon sepihak



"Astaga, gak ada angin gada ujan, dia yang nelvon dia juga yang matiin, huhhh, bukan sahabat udah gw bejek-bejek lu" ucap Danu kesal, karena Reyhan mengakhiri panggilan sepihak.



"Kenapa Lu, nu? Kesel banget keknya?" Tanya amir,



"Temen lu tuh nyebelin banget jadi orang, udah dingin kek kulkas 4 pintu ngeselin lagi" jawab Danu kesal, sembari mendaratkan bokongnya di sofa.



"Kayak gak tau Reyhan kek mana, Lo" ucap amir sambil Terkekeh, melihat tingkah kesal sahabat nya itu.



Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 menit, Reyhan akhirnya sampai di markas. Setelah masuk ke ruangan biasa tempat mereka berdiskusi Reyhan langsung di suguhi pemandangan menggelikan dari Danu "itu kenapa mulut sampai bisa di kucir begitu" ucap Reyhan terheran melihat raut wajah Danu.



"Lo sih, Rey, dia kan gampang merajuk, telvon di matiin sepihak aja dia bisa marah" ujar Amir terkekeh,



"Apaan sih lu mir, gak jelas bgt, udahlah kita mau bahas yang mana nih, Rey?" Tanya Danu



"Ohh, itu.. gimana informasi tentang keluarga Jihan?" Tanya Reyhan



Danu dan Amir pun menjelaskan informasi yang mereka dapatkan, bahwa Jihan bukan anak kandung dari Bakri dan Lastri, karena Bakri dan Lastri tidak bisa mempunyai anak. Jihan ditinggalkan di teras rumah mereka saat masih bayi, setelah merawat Jihan, lama kelamaan hidup keduanyapun berubah 180°. Dari yang awalnya hanya karyawan kantoran biasa, hingga memiliki perusahaan sendiri yang di beri nama Bara company, perusahaan itu Bergerak di bidang batu bara, dan itu terjadi semenjak Jihan hadir di tengah-tengah keduanya.



Dan setelah Jihan lulus kuliah, ia langsung di jodohkan dengan beberapa lelaki pilihan sang papa, hingga berkali-kali pula Jihan kabur menghindari perjodohan tersebut, Jihan juga kerap mendapat perlakuan kasar dari sang papa.



"Emmm,, jadi itu alasan Bakri ingin menjodohkan Jihan pada lelaki tua \*\*\*\*\*\* itu, jadi jihan bukan anak kandung Bakri dan Lastri, lalu di mana sebenarnya orang tua kandung Jihan?" Ucap Reyhan sambil memegangi dagunya yang di tumbuhi bulu halus.



"Itu yang sampai sekarang belum kita ketahui, Rey, kayaknya orang tua kandung Jihan bukan orang sembarangan, karena informasi nya pun sangat tertutup gak ada celah sedikitpun untuk bisa menembus informasi tentang orang tua kandung Jihan" ucap amir dengan nada suara serius.



"Apa kamu udah tanya Jihan, Rey, soal orang tua kandung Jihan?" Tanya Danu,

__ADS_1



"Gw cuman nanya, apa alasan di balik perjodohan itu, dan lu tau jawabannya..?" Tanya Reyhan balik yang membuat kedua sahabatnya yang langsung mengggeleng kan kepala.



"Alasanya cuma satu,, har-ta" ucap Reyhan penuh penekanan, dan tangan terkepal erat saat mengingat betapa sakit nya Jihan saat menceritakan hal itu padanya,



"Apaaaa!!!" ucap Danu dan Amir sama-sama memekik kaget,



"Benar-benar gila orang tua kek gitu!!" ucap amir geleng-geleng kepala, seakan tidak percaya dengan pernyataan yang di sampaikan Reyhan.



"Trus, apa rencana lu selanjutnya, Rey?" Tanya Danu,



Reyhan yang mendengar pertanyaan itu, hanya menyeringai dengar tatapan tajam dan mengerikan, sebetulnya ia sudah memiliki ide sendiri untuk memberi pelajaran kepada orang tua Jihan, setelah diskusi mereka selesai, Reyhan pamit pulang ke apartemen nya.



Setelah sampai apartemen, ia langsung duduk di meja dan membuka laptopnya, setelah masuk di situs yang ia rancang sendiri, ia mulai masuk kedalam data Bara company, dan membuat perusahaan itu kacau hanya dalam hitungan menit. setelah membersihkan jejaknya dan kembali keluar dari situs itu tanpa meninggalkan jejak, iapun tersenyum puas dan penuh kemenangan,



"Besok kita lihat, apa orang yang bernama Bakri itu masih bisa muncul setelah semua data rahasia perusahaan nya berhasil aku bocorkan" ucap Reyhan dengan seringai liciknya.


*********


Di mansion Zen Lan, salah satu anak buah nya tengah menyampaikan informasi tentang sang putri dan keluarga Bakri.



"Tuan, tadi pagi nona muda di bawa keluar oleh pemuda itu, sepertinya mereka pergi ke kediaman keluarga Alexander, tuan, ntah apa yang pemuda itu lakukan terhadap nona muda, kami belum bisa mengetahui informasi selanjutnya, tuan" ucap bawahan Zen Lan melaporkan informasi sang putri,



"Aku yakin, keluarga Alexander tidak akan berniat jahat terhadap putriku" ucap Zen Lan, ia memiliki feeling positif terhadap keluarga Alexander "lalu informasi apa lagi yang kau bawa?" Imbuh Zen Lan menanyakan informasi lain.



"Keluarga Bakri, sepertinya mereka mulai dilanda kebangkrutan tuan, ntah siapa yang melakukan hal sebesar itu terhadap perusahaan yang dikelola Bakri" ucap bawahan Zen Lan menjelaskan.



"Hahaha.. Siapapun orang nya, yang pasti dia adalah orang yang perduli terhadap nasip putriku" ucap Zen Lan sambil tertawa keras dan senyum penuh kemenangan.


************


Di kediaman Bakri....


"Silahkan bapak dan ibu, mengosongkan rumah ini secepatnya, saya akan beri waktu 1 jam, untuk anda berdua berkemas, ingat!! hanya pakaian, anda tidak boleh membawa barang berharga lainya, sebab rumah beserta isi dan kendaraan anda, sudah di jadikan jaminan untuk membayar hutang anda pada bos kami!" ucap salah satu bodyguard.



setelah Reyhan membocorkan data rahasia perusahaan 'bara company', dalam hitungan menit, perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan, hingga sampai pada titik terendah hampir hancur, semua mitra dan investor telah mencabut semua saham nya, dan semua karyawan meminta pesangon baik OB, maupun karyawan tetap, membuat bakri harus rela kehilangan rumah megah yang selama ini selalu ia agungkan.

__ADS_1



"kenapa bisa begini" ucap Bakri lesu, sebab, seingatnya ia tidak memiliki musuh yang sangat berpengaruh bagi perusahaan nya, tetapi kenapa tiba-tiba perusahaan tersebut mengalami kebangkrutan sangat parah, itu yang ia pikirkan saat ini.



Lastri hanya bisa menangis, sambil mengemasi barang-barang nya, bukan karena kebangkrutan yang ia tangisi, sebab, ia bingung, setelah ini harus ke mana, dan apabila suatu saat Jihan kembali, ke mana anak itu akan mencarinya, dan ke mana pula ia akan mencari Jihan.



"Ayo pa!! kita pergi dari sini" ucap lastri, sambil menggeret koper besar berisi pakaian nya dan pakaian bakri.



"Tapi ma... ini rumah kita, kita bangun rumah ini dari 0, sampai sebesar ini!" ucap Bakri, ia masih berfikir, bahwa harta yang ia punya, adalah hasil keringatnya sendiri, padahal kenyataan!!, harta yang ia dapat ada campur tangan dari Zen Lan, Zen Lan melakukan itu karena tidak ingin melihat Jihan hidup dalam keadaan pas-pasan, tapi siapa sangka, semua yang di lakukan Zen Lan, malah membuat bakri menjadi gelap mata.



setelah keluar dari rumah mewah tersebut, Bakri dan Lastri pergi untuk mencari sebuah rumah kontrakan yang sangat sederhana, awalnya Bakri menolak, sebab ia tidak terbiasa tinggal di tempat kumuh dan sempit seperti itu, tapi Lastri membiarkan dan meninggalkan nya sendirian di gang tersebut, akhirnya mau tidak mau, Bakri tetap mengikuti Lastri.



di hari-hari berikutnya, Lastri mencoba untuk bangkit dari keterpurukan dan rasa kehilangan nya, kehilangan anak yang sangat ia sayangi. Lastri mulai mencoba usaha kecil-kecilan, dengan modal seadanya, untung saja dalam waktu 5 bulan terakhir, Lastri membuka ATM pribadi, dan mulai menabung, jadi uang tersebut bisa ia gunakan untuk menyewa kontrakan dan memulai usaha baru.



sedangkan Bakri, ia hanya bisa berdiam diri, melamun, seperti orang bodoh, ia seperti sudah mati rasa, karena kehilangan harta serta rumah mewahnya, Lastri selalu menghibur sang suami serta memberi motifasi dan semangat, agar Bakri kembali bangkit dari keterpurukan nya, tetapi hasilnya nihil.



tiga bulan kemudian, Bakri mengalami sakit yang sangat parah, hingga menyebabkan ia meninggal dunia, dan itu membuat Lastri sangat terpukul dan menderita, tetapi ia tak akan menyerah begitu saja, karena masih ada harapan bahwa ia akan menemukan Jihan kembali.



'Semoga hari ini ayam geprek ku laris manis ya Allah!!' ucap lastri dalam hati, sambil mengelap meja dan menata daganganya, ia mendirikan tenda di pinggir jalan raya, agar mendapat banyak pelanggan.



"kita mau makan apa sayang?" tanya Reyhan pada Jihan, saat sedang berkeliling mencari makan malam.



"pengen ayam geprek deh, bang!" ucap Jihan dengan tatapan memelas nya, "Tapi di mana ya?... cari yang rame, bang, pasti enak kalau tempat nya rame!" ucap Jihan.



"Eh.. itu tuh, bang, di sana, Sampek ngantri begitu, pasti rame deh, yuk ke sana aja" ucap Jihan kembali, dan langsung di tanggapi anggukan oleh Reyhan, "Siap tuan putri"



Reyhan menepikan mobil nya, membukakan pintu Agar Jihan keluar, dan berjalan bergandengan tangan menuju antrian pembeli ayam geprek tersebut.



"Bu!! ayam geprek level 2 sama level 4 masing-masing 1 porsi y\_\_\_\_\_" belum sempat Jihan menyelesaikan ucapannya, ia langsung kaget dan tak menyangka, bahwa penjual ayam geprek tersebut adalah Lastri, sang mama yang selama ini merawat serta menyayangi nya.



"mama...!"


__________________

__ADS_1


(apa yang akan terjadi selanjutnya ya?)


Bersambung...


__ADS_2