CEO Tampan Milik Nona Mafia

CEO Tampan Milik Nona Mafia
bab#13


__ADS_3

Setalah menempuh perjalanan sekitar 30 menit dari markas utama, akhirnya Zen Lan sampai di mansion besar atau yang sering di sebut 'mansion Utama. Ia masuk kedalam rumah yang mirip dengan istana itu, melewati setiap pintu yang berjajar dalam rumah besar tersebut.



Setelah sampai di kamar nya, ia membuka pintu dan menguncinya dari dalam. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur busa berukuran 'king size, kemudian mengambil benda pipih yang terletak di atas nakas samping tempat tidur nya. Lalu ia membuka galeri foto yang menampilkan gambar gadis cantik, yang tidak lain adalah Jihan.



"Untuk sekarang, kita harus menjadi orang lain, nak. Setelah Daddy menangkap Antonius Faldenbrid' barulah Daddy akan menjelaskan semuanya padamu" ucap Zen Lan sambil memandang foto Jihan. Cairan hangat menetes di pipinya, dan langsung buru-buru ia hapus agar tidak malu dengan dirinya sendiri.


********


Sementara itu di sebuah rumah sakit internasional, tepatnya di kamar rawat Jihan. Reyhan sedang menceritakan kejadian yang ia dan Jihan alami, mulai dari awal hingga akhirnya terjadilah insiden tembakan tersebut.



"Reyhan gak nyangka kalau ada orang yang nekat buat nyelakain Jihan, Dad. Setelah Reyhan mengantar Jihan ke apartemen Reyhan langsung pulang. Saat di tengah jalanan sepi, ada 5 mobil Van hitam yang ngehadang mobil Rey. Lalu turun lah sekitar 10 orang bertubuh besar dengan pakaian serba hitam" Reyhan menceritakan awal mula dirinya di culik, hingga saat ia sada dirinya sudah berada di sebuah ruangan. Lalu ia melihat sosok perempuan yang mirip Jihan, dengan kedua kaki dan tangannya di ikat. Lalu pria yang mengaku bernama Jerry itu mengatakan bahwa Jihan bukan gadis yang baik, ia adalah perempuan jahat yang sangat tidak pantas di kasihi dan lain-lain.



Hingga datanglah pria misterius itu, dan membantu mereka keluar dari sekapan Jerry. Tapi sayangnya Jerry sangat gesit dalam mengambil tindakan, hingga Jihan terkena tembak di bahunya. Begitu mendengar Reyhan mengucapkan nama 'jerry, Lastri langsung tahu siapa pemuda itu.



"Pemuda yang bernama Jerry adalah pemuda yang pernah di jodohkan dengan Jihan. Tapi saat hari ijab qobul, Jihan kabur dari rumah. Dan itu membuat keluarga besar Jerry merasa di permalukan, Jerry pernah bersumpah akan membalas perbuatan Jihan. Tapi, ibu tidak menyangka bahwa ucapan Jerry akan menjadi kenyataan" Lastri menjelaskan, semua orang yang mendengar hanya bisa diam dengan pikiran mereka masing-masing.



"Itu sudah berlalu, Bu Lastri. Dan sekarang kita harus lebih menjaga Jihan. Agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi" ucap Ajeng menenangkan Lastri yang mulai terisak lagi. Lastri yang tahu betul bagaimana perjuangan Jihan, saat gadis itu berkali-kali kabur dari rumah demi menghindari perjodohan itu.



"Saya sangat menyesal, mbak Ajeng. Andai saya tidak lemah di hadapan almarhum suami saya. Pasti Jihan tidak akan pernah mempunyai musuh seperti ini" ucap lastri dengan suara parau.



"Sudahlah, Bu Lastri. Itu semua bukan salah anda, itu semua sudah takdir yang harus Jihan jalani" ucap Ajeng, ia lalu mengajak Lastri duduk di sofa. Mereka tidak pulang, hanya meminta untuk menyiapkan ruangan lain agar Ajeng dan Lastri bisa tidur di ruangan itu. Sementara Graham tidur di sofa ruangan Jihan, dan Reyhan tidur dengan kepala menyandar di ranjang Jihan.


*************


Saat hari sudah hampir pagi. Suara ayam jantan berkokok saling bersahutan, dan adzan subuh berkumandang hingga terdengar cukup lantang. Membangunkan anak manusia dari tidur nyenyak nya, agar segera pergi menunaikan kewajiban nya kepada sang pencipta.



Setelah mereka ber 4 sholat berjamaah di ruang rawat Jihan, Graham dan Ajeng berencana pulang lebih dulu, mengambil pakaian ganti untuk putranya dan Lastri. Sementara Reyhan dan Lastri bergantian menjaga Jihan.



Saat Lastri pamit pergi ke kantin rumah sakit, ada seseorang yang sedang menunggu di depan pintu ruang rawat Jihan. Pria itu mengenakan pakaian serba hitam dan masker yang menutupi sebagian wajahnya. Ia diam-diam merekam semua yang Reyhan lakukan di dalam ruangan tersebut.



"Sayang, kamu kok belum bangun sih. Aku kangen pengen di marahin lagi sama kamu" ucap Reyhan, saat ini ia sedang duduk di samping ranjang Jihan. Ia senantiasa mengajak kekasih nya itu berbicara, Seolah-olah Jihan mendengar perkataan nya.



"sayang, aku laper, pengen di bikinin nasi goreng seafood kayak yang waktu itu kamu bikin.. nanti kalau udah sembuh, kamu harus janji buat masakin aku nasi goreng seafood. Itu hukuman karena kamu udah tidur lama banget" ucap Reyhan dengan senyum bercampur lelehan air mata.



'Nona muda, semoga pemuda ini benar-benar tulus mencintai dan menyayangi anda. Dengan begitu, tuan besar, akan kembali tersenyum seperti dulu' batin peria yang berdiri di depan pintu ruangan Jihan. Pria itu tak lain Adalah Riyan tangan kanan Zen Lan, ia sengaja datang dan merekam semua kegiatan yang dilakukan Reyhan, saat sedang menunggui Jihan.

__ADS_1



Tak lama kemudian, terdengar derap langkah kaki seseorang yang mengarah ke lorong itu. Dengan cepat Riyan bersembunyi di dalam salah satu ruangan kosong, Sampai suara derap langkah itu menghila. Lalu ia keluar dari dalam ruangan kosong itu, ia segera pergi meninggalkan lorong rumah sakit itu dan kembali ke markas utama untuk menyiksa Jerry.



"Nak, Rey. Kamu ke kantin gih, cari sarapan dulu. Dari semalam pasti kamu belum makan kan" tanya Lastri.



"Rey, nggak nafsu makan, Bu. Rey, mau di sini aja nungguin Jihan" ucap Reyhan lesu. Ia benar-benar tidak ingin meninggalkan Jihan barang sebentar saja.



"Nanti Jihan nya sedih loh, kalau kamu seperti ini. Kamu harus tampir lebih fresh saat Jihan sadar nanti, dan kamu gak boleh sakit. Nanti Jihan kepikiran, kamu mau Jihan tambah parah sakit nya saat lihat kamu yang kucel seperti ini" ucap lastri menasehati serta menakuti Reyhan, agar pria tampan itu mau makan dan mandi.



'bener kata, Bu Lastri. Aku harus tetap terlihat baik saat Jihan sadar nanti. Baiklah aku akan pergi mencari sarapan, setelah mommy datang membawa baju ganti ku, aku akan mandi agar tetap terlihat tampan di mata kekasihku' batin Reyhan membenarkan ucapan Lastri.



"Baiklah, Bu. Tolong jaga Jihan jangan sampai ada orang lain selain mommy Daddy dan perawat yang masuk, saya mau beli sarapan dulu sebentar " ucap Reyhan sambil beranjak. Dan langsung di tanggapi anggukan oleh Lastri.



Saat Reyhan masih sarapan di kantin rumah sakit, Ajeng datang dengan di antar oleh alif supir pribadi yang awalnya digunakan Reyhan.



"Rey, kemana, Bu Lastri?" Tanya Ajeng saat ia sudah berada di dalam ruangan, dan tak melihat keberadaan putra sematawayangnya.




"Ohh. Ya sudah kalau begitu... Oh iya, Bu Lastri. Ini saya bawakan baju ganti, ini baju saya bisa, Bu Lastri pakai. Soalnya saya lihat badan kita sama, jadi saya pikir ukuran bajunya juga pasti sama" ucap Ajeng dengan senyum ramah mengembang di bibirnya.



"Waah... Mbak Ajeng, harusnya nggak perlu repot-repot, nanti biar saya pulang ke apartemen gantian sama, nak Rey" ucap lastri malu-malu, ia merasa tidak enak hati dengan Ajeng.



"Nggak perlu sungkan, Bu Lastri. Sebentar lagi kan kita jadi besan, jadi nggak perlu sungkan sama saya" ucap Ajeng dengan binar mata bahagia, saat membayangkan Reyhan dan jihan menikah nanti.



"Iya, mbk Ajeng. Semoga mereka bisa melalui semua ujian yang tuhan berikan. Dan semoga mereka benar-benar berjodoh" ucap lastri tak kalah berbinar. Ia sangat bahagia karena Ajeng begitu menyayangi Jihan.



"ya sudah saya mandi dulu ya, mbak Ajeng. Nanti biar gantian sama, nak Rey, kalau dia sudah balik dari kantin" ucap lastri, langsung menuju kamar mandi.



Tak lama kemudian, Reyhan masuk dengan wajah kusut. Ajeng yang melihat pun sangat kasihan dengan putranya itu, lali ia menyuruh Reyhan duduk di samping nya.



"Rey... Sini duduk samping mama. Mommy mau bicara sama Reyhan sebentar" ucap Ajeng pada Reyhan.

__ADS_1



"Ada apa, mom?" Tanya Reyhan sambil mendaratkan bokongnya di sofa tepat di samping Ajeng.



"Kapan kamu mau melamar Jihan, nak? Mommy mau kamu segera menikah dengan nya" ucap Ajeng, membuat Reyhan terkejut.



"Tunggu sampai Jihan benar-benar sembuh seperti sedia kala, mom. Lagian sebelum menikah, Jihan masih harus mencari keberadaan ayah kandung nya dulu" ucap Reyhan. Ajeng langsung mengernyitkan dahinya.



"Maksudnya?" Tanya Ajeng dengan tatapan serius.



"Pak Bakri dan Bu Lastri, bukan orang tua kandung Jihan, mom. Jihan di titipkan pada mereka saat Jihan masih bayi. Dan merekalah yang merawat Jihan hingga saat ini. Jihan meminta Rey, agar membantunya mencari keberadaan orang tua kandung nya, baru setelah itu ia akan menikah dengan Rey" jawaban Reyhan sangat mengejutkan Ajeng, sebab selama ini Jihan tidak pernah berkata apa pun pada dirinya.



"Bantulah, nak. Bantu dia menemukan orang tua kandung nya. Mommy akan berbicara dengan Daddy mu agar ia mau membantumu sekalian" ucap Ajeng, dan langsung di tanggapi anggukan oleh Reyhan.



Setelah Lastri selesai dan keluar dari kamar mandi. Sekarang gantian Reyhan yang masuk untuk membersihkan badan nya yang terasa sangat lengket.



Ke dua sahabat Reyhan pun juga datang, mereka penasaran dengan sosok Jihan yang selama ini belum pernah mereka temui. Bukan Karena tak pernah bertemu, tapi Reyhan melarang dua sahabat nya itu untuk menemui Jihan. Kata Reyhan, mereka adalah si mulut lemes dan itu akan mempengaruhi Jihan.



"Assalamualaikum" ucap amir dan Danu bersamaan, kemudian mereka berdua masuk kedalam ruangan tersebut.



"Waalaikum'salam" jawab Lastri dan Ajeng bersamaan. Kemudia Danu dan Amir bersalaman dengan kedua wanita setengah baya itu. Kemudian menaruh buah tangan yang mereka bawa di atas nakas samping tempat tidur Jihan.



"Waaah, pantesan si kulkas empat pintu ngelarang kita ketemu sama Jihan. Ternyata ceweknya bener-bener cantik pakek B\_G\_T" ucap Danu berbisik pada Amir. Amir hanya diam sambil tersenyum kecil mendengar perkataan Danu.



"Eheeemm" deheman Reyhan mengejutkan mereka yang sedang memandang wajah Jihan tanpa berkedip.



"Ngapain, lu berdua di sini" tanya Reyhan sambil berkacak pinggang.



"Yaelah, Rey. Ya jelas mau jengukin jihan lah, kan lu semalam ngabarin kita kalau Jihan masuk rumah sakit" ucap Danu sambil menahan tawa. Sebab saat ini Reyhan hanya menggunakan celana candi selutut dan tidak memakai baju. Sedangkan di belakang nya ada sang mommy dan Lastri yang sama-sama menahan tawa.



"Alasan" ucap Reyhan ketus, lalu berbalik badan dan langsung di lempari baju oleh Ajeng, baju itu mengenai wajah Reyhan. Pria tampan itu nampak malu karena di sana ada Lastri "eh, maaf, Bu Lastri. Saya nggak tau" ucap Reyhan dan langsung berbalik badan dan memakai baju nya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2