
"Tuan, apakah anda akan memulai peperangan dengan 'Black world' terlebih dahulu?" Tanya Alex tangan kanan 'Antonius Faldenbrid'.
"Kita harus menyusun rencana terlebih dahulu, sebelum menyerang si tua Ba\*\*\*e itu" ucap Antonius. Dengan seringai liciknya.
Kemudian ia memberitahu apa rencana nya kepada Alex, pria itu manggut-manggut tanda mengerti apa yang harus ia lakukan.
"Baiklah, tuan. Akan saya kerahkan semua prajurit berani mati. Saya juga sudah tidak sabar untuk melihat Riyan, tangan kanannya Zen Lan itu menjerit memohon agar dilepas kan" ucap Alex dengan senyum liciknya.
Mereka berencana memancing Zen Lan keluar dari sarangnya, Dengan cara menculik Riyan tangan kanan Zen Lan. Dengan Zen Lan mendatangi markas besar Antonius, maka ia akan mudah untuk melenyapkan Zen Lan. Tanpa ia sadari, kekuatan Zen Lan sudah meningkat 70% dari saat terakhir mereka berperang dulu. Itu artinya kekuatan Zen Lan jauh di atas kekuatan Antonius.
Setelah memastikan tuanya pulang dengan selamat, Riyan kembali ke markas utama tanpa pengawalan sama sekali. Di tengah perjalanan, ia di salip oleh mobil Van hitam. Awalnya ia tak merasa curiga, tapi setelah mobil Van ke dua dan ke tiga menyalipnya secara ugal-ugalan. Barulah ia merasakan ada yang aneh. Ia memencet tombol 'help' yang terpasang di dasbor mobilnya, tombol tersebut sudah di rancang agar tersambung dengan seluruh pasukan berani mati milik Zen Lan. Bahkan Zen Lan juga bisa melihat panggilan darurat itu dari jam tangan LED yang ia rancang sendiri.
Lelaki setengah baya itu mengernyitkan dahinya, saat lampu berwarna merah tanda bahaya menyala di jam LED tersebut.
"Siapa yang sedang dalam bahaya, apa sedang terjadi sesuat dengan Riyan" gumam Zen Lan yang saat ini sedang berdiri di balkon kamarnya. Kemudian ia menghubungi keamanan markas utama, menanyakan apa yang sedang terjadi.
"Tuan, Riyan di culik oleh anak buah, Antonius, tuan. Sekarang ia berada di markas besar mereka" ucap penjaga keamanan tersebut.
"Apa yang mereka inginkan" tanya Zen Lan.
"Mereka ingin berperang dengan geng black world kita, tuan" ucap penjaga itu.
__ADS_1
"Akan aku kabulkan, mereka yang mengibarkan bendera perang terlebih dahulu. Maka kita harus menumpas sampai ke akar-akarnya" jawab Zen Lan geram, ia mengepalkan tangannya dengan gigi bergemelatuk "Antonius Faldenbrid" gumam Zen Lan.
Kemudian ia menyuruh penjaga keamanan untuk menghubungi markas ke dua, dan memberitahu kan kepada para pasukan berani mati milik Zen Lan, bahwa hari ini akan ada perang besar. mereka akan berperang dengan pasukan Antonius.
Setelah menyusun strategi dan rencana yang matang, Zen Lan dan semua pasukannya mulai berpencar. Ia membawa sedikit pasukan menuju pintu utama markas Antonius. Dan pasukan besar ke dua ke tiga dan ke empat, berpencar ke seluruh penjuru markas tersebut, guna memblokir semua jalan keluar agar tidak ada yang lolos dari kejaran Zen Lan kali ini.
Setelah sampai di depan markas utama milik Antonius, Zen Lan langsung di suguhi pemandangan yang tidak mengenakkan. Riyan yang sudah di pasangi bom di badanya, dengan wajah babak belur serta tangan dan kakinya di ikat. Membuat Zen Lan geram bukan main, tapi ia masih bisa bersikap tenang. Sebab ia sudah tau rencana apa yang akan Antonius jalankan.
"Hallo, kawan... Sudah lama kita tidak berjumpa.. kau masih sama seperti 24 tahun yang lalu.. saat aku menyerang markas besar mu, dan berhasil membunuh istri serta bayi kesayangan mu" ucap Antonius, memprovokasi Zen Lan.
"Ayolah Zen Lan, kenapa kau masih bersikap tenang, ayo marah lah. Tidak akan ada yang melarang mu di sini" ucap Antonius lagi dengan suara mengejek disertai seringai liciknya. Zen Lan masih bergeming di tempat seperti orang bo\*\*h.
*********
Plap
Anehnya, ia langsung teringat dengan sosok tuan Zen. Pria setengah baya penjaga keamanan di tempat latihan nya. Reyhan langsung mendekat saat Jihan tiba-tiba duduk tanpa merasakan sakit salesikit pun.
"Sayang, apa kamu tidak kesakita? Kenapa tidak memberitahuku jika kau ingin duduk, aku bisa membantu" ucap Reyhan panjang lebar.
"Bang, ayo kita ke tempat ku latihan ilmu beladiri. aku merasakan sesuatu akan terjadi dengan, pak Zen. Dan beliau yang sedang berjaga saat ini" ucap Jihan dengan raut wajah cemas. Reyhan mengernyitkan dahinya.
"Tapi kan, sayang. Kamu belum pulih betul, Baru tadi pagi kamu siuman, dan lukamu belum kering" cegah Reyhan. Tapi Jihan memaksa, bahkan ia mencabut selang infus yang masih menempel di punggung tangannya. Hingga darah keluar dari bekas jarum tersebut. Dengan mengambil tisu, ia membekap punggung tangan nya dan menekan dengan kuat agar darah nya tidak mengalir keluar. Kemudian ia menarik tangan Reyhan.
__ADS_1
"Ayo bang cepat" Reyhan seperti tidak sadar, pria itu hanya melongo saat melihat tindakan Jihan. Lalu ia mengikuti Jihan, setelah sampai di parkiran Jihan menyambar kunci mobil Reyhan. Kemudian duduk di kursi kemudi.
"Sayang, biar aku saja yang mengemudi, kamu masih sa\_\_\_" belum selesai Reyhan berbicara, Jihan sudah menyela ucapan nya.
"Aku yang tahu tempat itu, jika, Abang yang mengemudi, akan sangat lama" ucap Jihan, kemudian menghidupkan mesin mobil tersebut. Reyhan buru-buru masuk dan memasangkan seat belt untuk Jihan, kemudian ia memasang seat belt untuk dirinya.
Jihan mengemudi dengan kecepatan tinggi. Reyhan melongo saat melihat betapa lincahnya Jihan mengendarai mobilnya. Sesekali ia melihat raut wajah Jihan yang terlihat sangat khawatir. Dalam pikirannya, seberapa dekat kekasih nya itu dengan penjaga keamanan di tempat latihan nya.
"Sayang, apa kamu tidak merasakan sakit di bahumu?" Tanya Reyhan, ia mencoba mencairkan suasana yang begitu dingin. Sebab Jihan hanya fokus mengemudi dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Tidak ada waktu untuk merasakan sakit, bang. Ada nyawa yang harus kita lindungi" ucap Jihan.
"Kenapa kamu begitu yakin, jika sudah terjadi sesuatu dengan pria itu?" Tanya Reyhan lagi yang mulai penasaran.
"Ntahlah, perasaan ku mengatakan begitu" ucap Jihan. Kemudian hening tidak ada lagi obrolan antara mereka ber dua.
Reyhan mengirim kan pesan kepada Danu dan Amir, agar membawa pasukan berani mati milik temanya itu. Reyhan meng share lokasi nya saat ini.
__ADS_1
Amir dan Danu yang menerima pesan, langsung bersiap, mereka sempat berfikir. Ada apa sebenarnya. Kenapa tiba-tiba Reyhan meminta pertolongan mereka sampai mereka harus mengerahkan pasukan berani mati. Dengan semua persiapan yang Danu dan Amir lakukan, mereka berangkat ke arah lokasi yang di kirimkan Reyhan.
bersambung...