CEO Tampan Milik Nona Mafia

CEO Tampan Milik Nona Mafia
bab#05 lamaran pribadi dadakan


__ADS_3

"Ma-maaf, Jihan" ucap Reyhan terbata, saat sadar bahwa dirinya dan Jihan sama-sama saling pandang.



"iya nggak apa, emm...panjang ceritanya" ucap Jihan salah tingkah sambil menahan malu,



"Tidak apa-apa, ceritakan saja padaku, siapa tau dengan begitu aku bisa membantumu keluar dari masalah mu ini" ucap Reyhan sambil tersenyum manis saat berusaha meyakinkan Jihan,



"Sebelumnya aku tidak tau, kenapa papa sangat berambisi menjodohkan aku dengan lelaki tua itu, padahal sebelumnya, aku sudah pernah di jodohkan dengan beberapa pemuda tapi gagal karena aku selalu melarikan diri saat acara ijab qobul, anehnya papa tidak memaksaku seperti saat ia memaksaku menikahi lelaki tua itu,



Saat itu aku sempet denger papa lagi terlvonan sama ntah siapa, ku rasa itu lelaki yang hendak ia jodohkan dengan ku,



Saat itu papa bilang, kalau aku masih virgin, dia juga sempat seperti bernegosiasi dengan orang itu, bahwa apabila aku mau di nikahinya maka sebagian besar harta lelaki itu akan menjadi milik ku,



Tentu saja aku yang mendengar itu semua dengan telingaku sendiri, langsung mencari cara agar bisa kabur dari acara itu, dan aku sudah mempunyai rencana baru, yaitu dengan cara pergi dari rumah saat acara pernikahan itu di selenggarakan,, aku berniat akan pergi ke rumah Raisa sahabatku dan menginap di sana untuk beberapa hari, ehh... Nasip berkata lain aku malah ketemu sama, Abang" ucap Jihan menjelaskan panjang lebar masalah yang ia hadapi saat ini,



"Jadi intinya kamu di jodohkan cuma demi harta?" Tanya Reyhan



"Iya, hanya demi harta!! agar papa bisa lebih kaya lagi" jawab Jihan dengan mata yang mulai berkaca-kaca,



Reyhan yang mengerti akan kesedihan yang di alami oleh jihan, kembali menggenggam erat tangan gadis itu, "Aku janji, akan melindungimu dari siapapun yang berniat jahat dengan mu.. jihan" ucap Reyhan lembut sambil mengecup punggung tangan Jihan.



Mendapat perhatian manis dari lawan jenisnya, tentu membuat hati Jihan tersentuh, ia sangat bahagia karena masih ada pemuda yang berhati baik dan lembut seperti Reyhan, ya meski awalnya pemuda itu bersikap dingin dan sedikit galak menurut nya, tapi di balik itu ada sikap lembut dan manis yang di tunjukkan oleh Reyhan,



"Bang"



"Emm"



"Kenapa, Abang, baik sekali dengan ku sampai mau melindungi ku, padahal kita belum pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Jihan, ia mulai penasaran dengan pemuda tampan di depannya itu,

__ADS_1



"Ntahlah... aku juga tidak tau, tapi hatiku berkata, bahwa aku harus melindungi mu dan menjaga mu" jawab Reyhan, lalu terdiam sejenak dan kembali menatap manik mata Jihan.



"Jihan.. Kalau... seandainya aku ingin menikahimu, apakah kamu mau?" tanya Reyhan agak ragu,



Jihan yang mendengar pernyataan Reyhan pun langsung membulatkan matanya dan sedikit bergerak mundur dari tempat nya duduk,



Reyhan pun mencoba mendekati Jihan dan kembali meraih kedua tangan Jihan dalam genggamannya "Aku tidak tau! kenapa aku bisa berkata seperti ini, yang aku tau aku nyaman bersamamu, aku ingin Selalu melindungi mu, dan aku ingin menjagamu, Jihan.. maukah kau menikah dengan ku?" Tanya Reyhan lagi,



"Maaf bang, aku belum bisa menjawab pertanyaan mu, aku masih bimbang dengan perasaan ku, aku masih bingung dengan semua ini,, biarkan aku berfikir sejenak untuk memastikan perasaan ku padamu" jawab Jihan yang berusaha melepaskan genggaman tangan Reyhan dan kembali merebahkan tubuhnya dengan posisi miring,



Reyhan pun memberi waktu untuk Jihan berfikir dan menenangkan diri, iapun keluar dari kamar itu, dan membiarkan Jihan istirahat dengan tenang, sedangkan ia akan istirahat di kamar tamu.


********


Di sebuah mansion megah nan luas milik ketua mafia geng BLACK WORLD, seorang lelaki bertubuh tinggi besar nan kekar tengah melaporkan informasi nya kepada sang ketua.




Dan istrinya bernama Diajeng pengarep, seorang pengusaha berlian terkenal, yang kedudukannya juga sangat berpengaruh bagi kalangan pebisnis berlian, tuan" ucap lelaki bertubuh tinggi besar tersebut, ia melaporkan informasi apa yang ia dapatkan dari penyelidikan nya itu.



"Baiklah, terus awasi putriku jangan sampai terjadi sesuatu padanya, dan awasi pergerakan Bakri, pastikan ia tidak pernah bertemu atau menyentuh putriku lagi" Titah Zen Lan kepada bawahannya,



"Siap Laksanakan, tuan" ucap bawahan Zen Lan dan langsung berlalu meninggalkan ruangan tersebut.



"Bakri.. kau telah membuat putriku menderita, empat tahun terakhir aku mengintai semua pergerakan mu, aku tidak akan memaafkan mu kali ini" ucap Zen Lan dengan penuh penekanan dan kemarahan.


*****


Pagi-pagi sekali, Jihan sudah bangun untuk melaksanakan kewajiban nya kepada sang pencipta, setelah selesai, ia menuju ke dapur, memasak sarapan untuk dirinya dan juga Reyhan, melihat belum ada tanda-tanda Reyhan bangun, Jihan berinisiatif mengetuk pintu kamar Reyhan,


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Abang, bangun, udah pagi" ucap Jihan, tidak mendengar adanya jawaban dari dalam kamar, ia yang notabene adalah gadis dengan tingkat penasaran yang tinggi, akhirnya memberanikan diri membuka pintu kamar Rayhan,


Ceklekk


"Ehh,, nggak di kunci, gak sempet atau memang gak di kunci ya?" Jihan bergumam,



'Masuk aja lah, lagian udah jam segini masak belum bangun' batin Jihan dan langsung melangkah masuk, saat di dalam kamar ia perlahan mendekat, dan menepuk pelan lengan kekar Reyhan, dan sedikit mengguncang tubuh kekar pria itu agar cepat bangun,



"Abang, bangun yuk udah pagi, bersih-bersih trus sarapan, aku udah bikinin sarapan buat kita, bangun yuk" ucap Jihan dengan suara lembutnya,



Reyhan yang sebenarnya sudah bangun, akhirnya berbalik dan langsung memeluk pinggang ramping Jihan,



"Ehh" Jihan yang kaget dengan kelakuan Reyhan, reflek mengangkat kedua tangannya ke atas,



"Emmm,, harum sekali, kamu mau kemana?" tanya Reyhan, sembari melepaskan pelukannya itu dan langsung duduk dengan mata sedikit terpejam,



"E-enggak kemana mana bang, ini udah jam enam pagi, aku sudah biasa mandi sepagi ini, jadi kalau gak langsung mandi rasanya badanku lengket, bang, cepetan mandi trus sarapan yuk, aku sudah kelaparan" ucap Jihan sambil beranjak pergi,


Tap


Reyhan memegang pergelangan tangan Jihan dan menariknya pelan sampai Jihan terduduk di depannya,



"Jihan,, kamu belum menjawab pertanyaan ku semalam" ucap Reyhan dengan tatapan yang sulit di artikan, "Aku butuh kepastian mu, Jihan, aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi, jika kamu setuju aku akan membawamu ke mansion Daddy, agar kamu aman di sana" ucap Reyhan, panjang lebar sambil menatap lekat manik mata Jihan, dengan harapan Jihan akan menerima lamarannya semalam,



Jihan yang menelisik jauh kedalam mata Reyhan, tidak menemukan tanda-tanda kebohongan dari mata pria tampan itu, akhirnya dengan hati yang masih ada keraguan, ia menyetujui lamaran Reyhan dengan syarat tertentu,



"Aku akan menerima lamaran mu ini, bang, tapi dengan syarat, dan kamu harus membuktikanya padaku" ucap Jihan dengan suara lembutnya,



"Katakan, apa syarat yang kau ajukan, aku akan memenuhi semuanya" jawab Reyhan yang langsung menyetujui syarat dari Jihan,


__ADS_1


"Abang harus membantuku menemukan papa kandung ku, itu syarat yang pertama, dan yang kedua harus saling jujur tentang apapun itu tanpa terkecuali, yang ketiga Abang harus membimbing ku dalam segala hal, baik itu soal agama atau yang lainya, dan yang ke empat, ini syarat terakhir... Tidak ada orang ketiga dalam hubungan kita sekarang, nanti, dan seterusnya" ucap Jihan, masih dengan pandangan yang tak lepas dari wajah tampan Reyhan.


Bersambung...


__ADS_2