CEO Tampan Milik Nona Mafia

CEO Tampan Milik Nona Mafia
Bab#02 Siuman


__ADS_3

Keesokan paginya...


"Aku di mana ini" ucap Jihan lirih, sambil memegangi kepalanya yang terasa berdenyut dan pusing. Ia berusaha memperjelas pandangan nya, lalu memindai seluruh ruangan tersebut, sesaat kemudian pandanganya tertuju pada pria yang sedang tidur sambil menggenggam tangannya.


"Ehh, dia siapa?" Sejenak, ia memindai wajah pria tampan itu.


'Kenapa dia di sini, lalu apa yang sebenarnya terjadi dengan ku'? batin Jihan sambil mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi pada nya.


Reyhan yang menyadari ada pergerakan, langsung terbangun sambil mengucek matanya,


"Kamu sudah sadar? Apa ada yang sakit? Atau kamu butuh sesuatu?" Tanya Reyhan.


"Aku haus" jawab Jihan lirih, Reyhan langsung mengambil air yg tersedia di atas nakas, sambil membantu Jihan duduk agar bisa minum.


"Maaf.. kamu siapa? Lalu apa yang terjadi dengan ku?" Jihan bertanya pada Rayhan setelah meminum air tersebut.


"Kemarin malam kamu ketabrak mobil ku" jawab Reyhan dengan suara datar.


"Emm" jawab Jihan singkat, lalu menyandarkan tubuhnya di ujung ranjang pasien,


"perkenalkan nama ku Reyhan, nama mu siapa" tanya Reyhan sambil mengulurkan tangan nya kepada Jihan.


"A-aku... Jihan" jawab Jihan terbata sambil menjabat tangan Rayhan, seketika ada desiran aneh dalam hatinya saat menjabat tangan pria tampan di hadapan nya itu. Begitupun sebaliknya, Reyhan juga merasakan jantungnya berdebar-debar saat tatapan matanya tak sengaja bertemu.


"Sebenarnya apa yang terjadi, kenapa kamu tiba-tiba nyebrang jalan tanpa melihat kanan kiri... langsung lari nyelonong begitu saja? untung nya sopir ku tidak melindas kepala mu itu!" tanya Reyhan sedikit kesal, karena saat itu dirinya ingin cepat sampai apartemen dan langsung istirahat.


"Ma-maafkan aku, malam itu aku di kejar-kejar orang suruhan papa ku" jawab Jihan dengan kepala menunduk sambil meremas jari jemarinya sendiri.


"Memangnya apa yang terjadi? Kenapa kamu sampai di kejar-kejar oleh orang suruhan papa mu itu?" Tanya Reyhan lagi, dengan mata mengerling disertai tatapan mengintimidasi.

__ADS_1


Jihan pun menceritakan apa yg terjadi malam itu, ia yang hendak di nikahkan dengan seorang pria tua, berusaha kabur dari acara pernikahan itu dengan mobil taksi yang ia pesan sebelum keluar dari rumah itu. Setelah dikiranya cukup jauh ia pun meminta sang sopir untuk menepikan mobilnya, Tapi sayangnya saat keluar dari mobil taksi yang ia tumpangi, Jihan di kejutkan dengan suara orang suruhan papa nya, tanpa mengenakan alas kaki Jihan berlari secepat mungkin menghindari orang-orang tersebut, saat berlari ke arah jalan raya, ia yang langsung melangkah tanpa melihat kiri kanan, langsung terkejut saat tiba-tiba ada mobil yang melaju cukup kencang, setelah itu ia tidak ingat apapun lagi, saat sadar ia sudah berada di tempat itu.


"Maaf... kalau aku sudah merepotkan mu" ucap Jihan sambil menangkupkan kedua tangan didepan dada.


"Sudah tidak perlu minta maaf, oh iya, apa kamu sudah merasa lebih baik, kata dokter kalau kamu sudah baikan, nanti sore kamu sudah bisa pulang" ucap Reyhan, masih dengan raut wajah datar.


"Sepertinya aku sudah lebih baik, hanya kepalaku masih sedikit pusing" jawab jihan jujur, karena memang kondisinya sudah jauh lebih baik.


"Apa kamu mau aku antar pulang?" Tanya reyhan, masih dengan sikap dinginnya.


"Jangaaan" ucap Jihan sedikit berteriak, lalu menutup mulut dengan kedua telapak tangannya, karena teriakan nya barusan sedikit mengejutkan Reyhan yang duduk di sofa.


"aku gak mau pulang! aku sudah bersusah payah keluar dari neraka itu, dan kamu malah menawari aku untuk di antar pulang!!" jawab Jihan, ia merasa kesal dengan pertanyaan Reyhan, tapi juga tidak tau harus pergi kemana, sedangkan ia keluar dari rumah itu tanpa membawa apapu, hanya pakaian yang melekat di tubuhnya saat ini, dan sebuah kalung liontin yang tidak pernah ia lepas.


Reyhan tahu bahwa pertanyaan nya itu sudah membuat Jihan kesat, tapi ia masih dengan mode 'cool' nya.


"Kalau begitu tunggulah di sini, aku mau mandi dulu, setelah kau pikirkan ke mana tempat yang ingin kau tuju, akan ku antar... Di samping mu ada paper bag, lihatlah!! apakah bajunya pas untuk mu, aku mau saat keluar dari sini, kau sudah berganti pakaian, akan terlihat aneh jika kau keluar dari rumah sakit masih dengan memakai gaun pengantin itu" ucap Reyhan, dan langsung melangkah masuk kedalam kamar mandi.


Setelah 15 menit berada di dalam kamar mandi, akhirnya Reyhan keluar dengan wajah fresh, rambut yang masih basah, menambah kesan tersendiri bagi lawan jenisnya, tak terkecuali dengan Jihan yang sedang duduk di pinggir ranjang pasien.


Gadis cantik itu sampai terpesona, melihat tubuh kekar Reyhan yang terbalut dengan kemeja putih bersih, menambah damage yang Reyhan miliki, apalagi dengan rambut yang masih basah.


"Apa ada yang salah dengan ku?" Tanya Reyhan dengan suara datar dan tatapan dinginnya.


"tidak ada" jawab Jihan singkat dan langsung mengalihkan pandangan nya.


"Apa sudah di antar sarapan oleh perawat?" Tanya Reyhan, lalu mendaratkan bokongnya di sofa sambil menyisir rambut nya yang masih setengah kering.


"Sudah, tadi pas kamu mandi, ada perawatan sama Bu bidan, ngasih sarapan, obat sekaligus meriksa aku" jawab Jihan, dengan seulas senyum.

__ADS_1


"Ya udah... Kamu sarapan dulu, habis itu minum obat, aku mau ke kantin" ucap Reyhan datar, dan langsung melenggang pergi meninggalkan Jihan sendiri.


Setelah Reyhan keluar, Jihan langsung mengambil makanan yang di antar oleh perawat, dan memakan nya hingga habis lalu meminum obat tanpa ada drama. padahal Jihan termasuk anak yang sangat sulit jika sudah berurusan dengan yang namanya obat tapi tidak kali ini, ia ingin segera sembuh dan langsung pergi sejauh mungkin, hingga orang-orang suruhan papanya tidak bisa menemukannya lagi.


******


Sore harinya saat dokter menyatakan kondisi Jihan sudah jauh lebih baik, perawat dengan hati-hati melepas infus yang menempel di punggung tangan Jihan, setelah selesai barulah perawat tersebut pergi.


Awalnya Reyhan akan mengajak Jihan untuk menginap di apartemen nya, besok pagi baru ia akan mencarikan tempat tinggal untuk gadis malang tersebut,


"Ayo pergi, aku sudah tidak betah berlama-lama di sini" ucap Reyhan dengan santay sambil membawa paper bag yang berisi pakaian nya.


"Emm, i-iya" Jihan langsung turun dari ranjang dan sedikit berlari mengejar Rayhan yang sudah menunggu di ambang pintu, naas nya sandal yg ia pakai malah terinjak oleh kakinya sendiri, dan tidak sengaja menabrak dada bidang Reyhan yang berdiri tidak jauh dari nya, Reyhan reflek dan langsung menangkap tubuh Jihan agar tidak jatuh,


Deg


Deg


Deg


Untuk sesaat tatapan mereka pun kembali bertemu, debar jantung keduanya seakan mau lepas dari porosnya, mereka kembali tersadar saat getar handphone Reyhan berbunyi, Alif yang menanyakan keberedaan tuan nya, dan langsung di jawab oleh Reyhan kalau ia akan mengantar Jihan ke apartemen yang sudah ia sewa, Setelah itu baru kembali ke apartemen nya sendiri. setelah telvon berakhir mereka melanjutkan perjalanan ke parkiran mobil.


Rencana nya setelah mengantar Jihan ke apartemen yang Reyhan sewa, ia baru akan kembali ke apartemennya sendiri, karena sudah di tunggu oleh tugas kantor yang seharian ini tidak ia kerjakan.


Tapi saat sudah sampai di depan gedung apartemen yang akan di tempati Jihan untuk beberapa hari ini, Jihan kembali merasa pusing, awalnya hanya pusing biasa, tapi setelah berjalan dari parkiran menuju meja resepsionis, pusing yang di rasakan Jihan malah semakin menjadi, hingga membuat pandanganya kabur lalu gelap, dan Jihan kembali pingsan.


Reyhan yang panik, langsung membawa tubuh Jihan kembali ke dalam mobil, dan melajukan mobilnya membelah jalanan ibukota yang masih sedikit lenggang untuk kembali ke apartemen miliknya.


Ntah apa yang Reyhan pikiran saat ini, antara panik karena Jihan kembali pingsan, dan pekerjaan yang sudah menumpuk untuk segera di selesaikan. Intinya dia hanya ingin segera sampai di apartemen.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2